My Ceo

My Ceo
09



Xavier's pov


Aku langsung membawa Zoela ke rumah sakit. Di rumah sakit aku meminta tolong kepada para dokter dan suster. " Dokter! Suster! Siapa saja! " Aku berteriak. Kemudian ada beberapa dokter dan para suster yang membawa Zoela.


Mereka membawa Zoela ke salah satu ruangan di rumah sakit ini. " Tolong bapak tunggu di luar, " kata salah satu suster itu.


Aku hanya bisa menunggu. Aku merasa sangat tidak berdaya karena biasanya aku dapat melakukan apa saja dan sekarang aku hanya bisa menunggu dan berdoa supaya Zoela tetap hidup, padahal pacar ku sekarat di ruangan itu.


Aku berdoa kepada Tuhan supaya Ia bisa menyelamatkan Zoela. Aku menunggu dokter tadi untuk keluar dan memberi ku kabar gembira. Akhirnya dokter pun keluar. "Bagaimana Zoela dok? " tanya ku. "Yang sabar ya, Nona Zoela sudah tidak ada," kata dokter itu.


Hatiku hancur ketika wanita yang ku sayangi meninggal. Aku tidak sanggup. Aku langsung pergi dari rumah sakit itu dan menyetir mobil ku dengan kecepatan diatas rata rata. Hapeku bergetar aku tidak peduli siapa yang menelfon aku hanya membuang hape ku karena begitu aku sangat marah dan sedih.


Ini semua salah ku!


Xavier's pov ends


Dokter yang membantu Xavier tadi terkejut ketika suster yang ada di kamar Zoela berteriak, " Jantung pasien kembali berdetak!" Dokter tadi menelfon Xavier tapi Xavier tidak mengangkat nya. Kedua kali dokter itu menelfon Xavier hape Xavier tidak aktif.


Akhirnya dokter tersebut merawat Zoela dan Xavier tidak tau bahwa Zoela masih hidup.


2 MINGGU KEMUDIAN


Xavier's pov


Hari ini orangtua ku ingin mempertemukan aku dengan gadis yang dijodohkan danganku, Maya. Aku masih tidak bisa melupakan Zoela tapi yah aku hanya ingin membuat orangtua ku bahagia. Aku akan bertemu dengan Maya tapi aku tidak akan menikahinya. "Halo tante, om!" kata seorang gadis di depanku. "Halo Maya" kata ibuku. Oh, ternyata ini Maya. Dia tidak secantik Zoela. Setelah Maya menyapa orangtua ku ia langsung ingin memeluk ku. "Lepaskan!" kataku. Maya pun kaget dengan reaksi ku.


"Jangan terlalu kasar dengan Maya X" kata ibuku. Jadi aku membiarkan Maya bergelayutan di badanku. " Sudahlah lupakan jalang itu." kata Maya. Tadi dia menyebut Zoe apa? Jalang? "Heh! Sekali lagi kamu berkata Zoe adalah jalang akan kubuat keluarga mu bangkrut!" kataku. "Xavier!" kata ibuku dan aku kembali duduk. Maya meminta maaf kepadaku kemudian tetap bergelayutan di badan ku.


Xavier's pov ends


Zoela's pov


Setelah kejadian itu dokter bercerita padaku bahwa Xavier tidak tau aku masih hidup. Jadi aku berencana akan mengejutkan Xavier dengan kedatangan ku di rumah nya.


Aku datang ke rumah Xavier dan petugas yang menjaga rumah Xavier bertanya, "Nona ingin bertemu dengan siapa?" "Xavier," kataku lalu petugas itu membiarkan ku masuk.


Waktu aku masuk hatiku seperti tertusuk pisau, aku melihat seorang gadis sedang bergelayutan di badan Xavier dan Xavier tidak terlihat seperti terganggu. "Jadi kapan pernikahan ini dilaksanakan?" kata ibu Xavier. Xavier ingin menikah dengan gadis ini? Hanya 2 minggu Xavier tidak bertemu denganku tapi dia sudah ingin menikah dengan gadis itu. "X?" kataku pelan dengan sedikit menangis. "Zoe?" kata Xavier. "Semoga kau bahagia..." kata ku sambil menangis...