My Ceo

My Ceo
Episode 43



6 bulan kemudian


Kandungan keysa sudah memasuki bulan terakhir kehamilannya.


Perut keysa kini sudah sangat membuncit dan berat badannya pun sudah bertambah.


Membuatnya berisi dan gemuk.


Saat ini keysa tengah pergi ke kantor felix, dengan menenteng


makanan ditangannya. Semua karyawan menyambutnya dengan hangat, hingga dia


sampai di depan ruangan felix. Terlihat sekretarisnya menyambutnya hangat.


"selamat siang bu keysa" sapa sekretaris felix


"siang, bapak ada?" Tanya keysa


"ada bu, tapi beliau sedang menerima tamu" jawab


sekretaris felix tetapi keysa tidak menghiraukannya dan masuk ke dalam ruang


felix.


"bagaimana pak felix? apa anda bersedia?" Tanya


seorang wanita muda yang terlihat cantik


"bersedia untuk apa?" Tanya keysa nyelonong masuk


membuat felix dan wanita itu menengok kearah keysa. Keysa berjalan kesamping


felix yang duduk dikursi kebesarannya.


"maaf yah nona, kamu memang cantik dan badanmu terlihat


seperti model. Tapi maaf felix sudah punya istri yang tengah mengandung, dia


tidak akan menikah lagi" ujar keysa ketus kearah wanita yang tengah


menatapnya bingung.


"kamu ngomong apa sich sayang" felix menatap kearah


istrinya.


"aku berkata kebenarannya, kenapa kamu mau marah? Kamu


ingin menikah lagi dan mencari istri kedua, karena sekarang aku gemuk udah gak


langsing lagi. Iyakan???" cerocos keysa dengan air mata yang mengenang


dipelupuk matanya.


"sayang, kamu kenapa bicara kayak gitu? Aku gak berniat


nikah lagi" felix berdiri dan menenangkan keysa.


"sepertinya saya sudah mengganggu anda, lebih baik saya


pergi dan saya tunggu kabar dari anda" ucap wanita itu beranjak.


"kenapa pergi? Tidak suka karena ketauan istri pertama


felix, hah?" teriak keysa dengan air mata yang mengalir membasahi pipi.


"Maaf ibu, apa saya telah berbuat salah atau menyinggung


anda?" Tanya wanita itu dengan sangat sopan.


"jangan berlaga polos kamu, aku tau tadi kamu Tanya felix


apa dia bersedia. Itu kamu meminta felix untuk menjadikan kamu istri keduanya


kan !!!!" bentak keysa semakin menjadi membuat felix dan wanita itu


melongo.


"kenapa diam?????? Kamu jahat felix,, kamu mau duain aku,


iya? Aku hamil juga karena kamu, kenapa kamu lakuin ini sama


aku...hikzzz......" keysa menangis terisak. Felix dibuat semakin bingung,


dan wanita itu juga masih kebingungan dengan ucapan keysa barusan.


"kamu jahat felix, aku benci kamu" isak keysa dan


hendak pergi dan felix langsung menahan lengan keysa.


"lepas,,, jangan sentuh aku. Aku benci kamu !!!!"


teriak keysa menepis tangan felix, tetapi felix masih memegangnya kuat.


"sayang,,, sayang hei dengerin aku dulu" ucap felix


lembut. Kesabaran felix benar-benar diuji saat keysa hamil. Ini bukan pertama


kalinya keysa menuduh felix macam-macam.


Setiap felix pulang telat saja, keysa sudah menangis histeris


dan bilang felix berselingkuh dengan wanita lain. Ingin sekali felix


membentaknya dan memarahinya seperti dulu, tapi felix menahannya agar tidak


kasar seperti dulu, dia tidak mau kalau sampai membentak orang yang sangat dia


cintai.


"pulangkan saja aku ke ibu aku, kamu sangat jahat"


teriak keysa memberontak


Keysa terus memberontak dan berkata macam-macam menuduh felix.


karena kesal keysa tidak mau mendengarkannya juga, felix langsung mencium bibir


keysa bahkan ********** di depan wanita tadi. Wanita itu semakin di buat


speechles.


Felix melepas lumatannya dan terlihat keysa terdiam mematung.


"fiuhhh.... akhirnya diam juga" ujar felix.


"dengar sayang, dia adalah nona Ambar dari perusahaan proferty.


Perusahaannya akan mengadakan acara pundi amal sekalian juga mempromosikan


produk perusahaan dia, termasuk perusahaan aku juga karena kita bekerja sama.


dia mengundangku untuk datang kesana menjadi tamu istimewa dan aku yang akan


memberi sambutan disana. Dia bertanya apa aku bersedia" ucap felix sedikit


menghembuskan nafasnya.


"aku tidak ada niatan sama sekali untuk menduakan kamu,


apalagi sampai menikah lagi. Cukup hanya kamu dan akan selalu kamu pendamping


hidup aku dan hanya maut yang memisahkan kita" ucap felix menangkup kedua


pipi keysa yang terlihat sangat merah karena malu.


"jadi dia bukan simpanan kamu?" cicit keysa malu-malu


"bukan sayang, tidak akan pernah ada wanita lain lagi


dihati aku selain kamu dan anak-anak kita kelak. Kamu percaya yah sama aku.


Bagaimanapun perubahan dalam tubuh kamu, aku gak perduli. Mau kamu gendut atau


keriput sekalipun kamu tetap wanita tercantik untuk aku. Wanita berharga yang


akan slalu menemani aku kala suka maupun duka. Hanya akan ada kamu sayang,


tolong percaya itu" ujar felix tulus membuat keysa tersenyum dan memeluk


felix


"iya aku percaya, maafkan aku mas" cicit keysa


malu-malu


"minta maaf sama ibu ambar" perintah felix, keysa


menatap wanita yang masih berdiri disana dengan wajahnya yang sudah merah.


"ma-maafkan saya, saya tadi-" ucap keysa ragu-ragu


"tidak apa-apa ibu, saya paham kok." Ucapnya dengan


senyumannya. "baiklah pak felix, saya permisi dulu. Mari bu keysa"


wanita itu berlalu pergi dengan wajah merahnya.


"aku malu" keysa menyembunyikan wajahnya dileher felix


membuat felix menggelengkan kepalanya. Hormon istrinya memang sedang tidak


stabil, tadi nangis meraung-raung dan sekarang merona karena malu.


"untung aku sangat mencintaimu" gumam felix membalas


pelukan keysa.


***


Waktu kelahiran keysa dinyatakan seminggu lagi oleh


dokter, dan felix sudah mengambil cuti dari jauh-jauh hari hanya untuk menjaga


keysa dan menjadi suami siaga. Tetapi hari ini ada meeting penting yang tidak


diwakilkan, dengan terpaksa felix meninggalkan keysa dan meminta devan untuk


menemani keysa dirumah.


Felix sudah mempercayai devan, karena kemarin devan baru saja


memperkenalkan kekasih barunya yang sangat sesuai dengan devan.


"jadi gimana sama pacar kamu?" Tanya keysa yang kini


dia dan devan tengah duduk di sofa ruang keluarga dirumahnya.


"kami baik-baik saja, aku berencana ingin melamarnya key.


Tapi aku masih mencari waktu yang tepat" ujar devan tersenyum mengingat


kekasih barunya itu.


"sepertinya kamu sudah benar-benar jatuh ke pesonanya"


goda keysa


"ya key, dia sangat sempurna dan aku langsung menyukainya


pada pertemuan pertama kita. Kamu tau, dia sangat polos dan bersikap apa


adanya" ujar devan


"syukurlah, akhirnya kamu menemukan pelabuhan hati


kamu" ucap keysa membuat keduanya tertawa.


"Ssssttttt...." Keysa meringis seraya memegang


perutnya


"ada apa?" Tanya devan


"van, perut aku sakit banget. Awww...." Ringis keysa


"astaga, kayaknya kamu mau melahirkan key. Ayo kita kerumah


sakit" devan memapah keysa menuju mobilnya. Didalam mobil devan terus


menghubungi felix yang tidak mengangkat telpon.


"felix mana van,,, aku butuh felix" ringis keysa,


peluh sudah memenuhi kening dan tubuhnya.


"sakittttttt..................." Jerit keysa kesakitan


membuat devan panik.


"sabar yah key, kuat" ujar devan kalang kabut.


Sesampainya dirumah sakit, devan meminta bantuan para suster untuk membantu


keysa.


Keysa dibawa dengan menggunakan brangkar keruang persalinan.


Devan terus menghubungi felix. seorang dokter keluar dari ruang persalinan.


"bapak suaminya? Silahkan masuk dan membantu istri anda


melahirkan. Sudah pembukaan 9" ujar dokter itu dengan senyumannya


"saya-" devan bingung dan akhirnya ikut dokter masuk


kedalam, terlihat keysa tengah menjerit-jerit menahan rasa sakitnya.


"devan.... Felix mana???? Aku ingin dia ada disini"


isak keysa ditengah menahan sakitnya


"ibu, tenang yah. Ayo tarik nafas dan hembuskan"


intruksi dokter


"tidak dokter, aku mau menunggu suamiku dulu.... Devan mana


felix cepatttttttt" teriak keysa membuat devan semakin bingung


"tadi udah aku sms" ujar devan


"telpon dia......!!!!" teriak keysa dan devan


menghubungi felix tetapi tidak diangkat.


"loe dimana sich fel" gumam devan yang sangat tegang.


Ini lebih tegang dibandingkan dia sidang.


"ibu, kepala bayi sudah mulai terlihat. Ayo kita lakukan


persalinannya sekarang" ujar dokter


"tidak mau,, huh.....hah..... aku mau nunggu suami aku


dulu" teriak keysa menahan rasa sakitnya. Dan saat itu juga


sekoyong-koyongnya felix membuka pintu ruangan dan langsung menghampiri keys.


"sayang !!!" ujar felix dengan nafas yang


tersenggal-senggal


"mas,,, kamu akhirnya datang" keysa tersenyum senang


melihat kedatangan felix, devan yang melihat kehadiran felix langsung keluar


ruangan. Karena didalam sana sungguh sangat mencekam bagi devan.


"sayang maafkan aku terlambat, ayo kita sama-sama berjuang


melahirkan bayi kita" ujar felix membuat keysa mengangguk lemah.


"ayo bu tarik nafas dan hembuskan"intruksi dokter, dan


keysa melakukannya dengan lenguhan keluar dari bibirnya.


"ayo sayang, sekali lagi" felix mengusap peluh


dikening keysa dan berkali-kali mencium kening keysa. Felix tidak memperdulikan


tangannya yang dicakar dan digigit keysa, bahkan rambutnyapun harus dijambak


keras oleh istrinya.


"AAaaaaaaaaaaa" teriak keysa


Oek oek oek


Suara tangisan bayi menggema disana, felix menitikkan air


matanya saat melihat seorang bayi mungil berlumuran darah ditangan dokter.


"anakku" gumamnya


"anak kita" ujar keysa yang ikut terharu menatap bayi


itu.


"selamat bapak ibu jenis kelaminnya perempuan" ujar


dokter dan membawa bayi itu untuk dibersihkan.


"terima kasih sayang, terima kasih banyakk" felix


menciumi kening keysa dengan mata yang merah


"kenapa kamu menangis mas?" keysa menghapus air mata


felix


"aku terharu sayang, anak kita sudah lahir. Dan-"


felix terdiam


"ada apa?" Tanya keysa


"aku kangen bunda sayang, pasti dulu dia sangat menderita


harus melahirkanku dengan penyakit yang tengah dia derita dan tanpa ada papa


mahes disampingnya" ucap felix lirih


"sayang.... itu lah perjuangan seorang ibu, aku tau


sekarang, gimana rasanya menjadi seorang ibu itu, ternyata tidak mudah"


ujar keysa mengusap pipi felix


"ya kamu benar, dan aku janji. Anak-anak kita tidak akan


pernah merasakan apa yang pernah kita rasakan di masalalu" ucap felix


yakin membuat keysa mengangguk


"ya sayang" ujar keysa tersenyum kearah felix


Tak lama dokter menyerahkan bayi ke pelukan keysa dan keysa


langsung menyusuinya. Bayi cantik itu langsung menyusu dengan sangat lahapnya.


Felisya Andara Blandino


"halo felisya sayang,, ini daddy" ujar felix tersenyum


gemas menoel pipi feliysa yang tengah menyusu ke keysa.


"dia sangat cantik" ujar keysa


"iya, seperti kamu" ucap felix. " terima kasih


karena sudah memberikan kebahagiaan Ini untukku sayang, dan terima kasih karena


sudah melahirkan putri secantik felisya" felix mencium kening keysa lalu


mencium kening felisya.


***


2 Tahun Kemudian


Keysa berjalan dengan nampan berisi brownis dan jus. Keysa


menuju kamar putri kesayangannya dan terlihat dia sedang bermain dengan daddy


nya diatas permadani yang ada dikamar bermain felisya.


"mommy" teriak felisya, meskipun umurnya baru


menginjak 2 tahun. Tapi felisya sangat pintar, dia sudah mampu berbicara dengan


lancar meskipun masih sedikit bingung dan tidak bisa membedakan kata.


"hallo little princess,, ini mom bawain brownies kesukaan


kamu" keysa duduk diatas permadani disamping felisya dan menyimpan nampan


itu disampingnya.


"daddy, aaaa" felisya menyuapi felix brownies. Felisya


sangat dekat dengan felix.


"mommy nya kok enggak?" ujar keysa membuat felisya


terkikik


"ndak mau, mom ambil endili" ujar felisya membuat


keysa pura-pura cemberut


"yah felisya gak sayang mommy nich, ya udah dech mommy mau


pulang aja kerumah oma rani" ujar keysa berpura-pura


Felix seakan membisikan sesuatu ke felisya.


"ya dah cana, kalau mom mau ke umah oma. Kan feyis ada


daddy" ujar felisya lucu membuat keysa melotot kearah felix, sedangkan


felix berpura-pura cuek.


Karena kesal keysa menerjang felix dan mengelitikinnya membuat


felix terjerambab jatuh dan tertawa.


"hahahaha... felisya tolong daddy,, mommy kamu nyerang


daddy" teriak felix ditengah tawanya.


"dasar yah kamu mas, menasehati felisya yang


aneh-aneh" ujar keysa terus menggelitiki felix. tetapi felix dengan sigap


memegang tangan keysa dan sekarang posisinya terbalik, kini keysa yang ditindih


felix dan digelitiki.


"hahahahaha ampun mas,,, felis tolong mommy" teriak


keysa.


Sedangkan felisya yang dimintai tolong hanya fokus makan


brownies dihadapannya dan tidak memperdulikan apa yang dilakukan orangtuanya


itu. Brownies lebih berharga dihadapan anak 2 tahun itu.