
6 bulan kemudian
Kandungan keysa sudah memasuki bulan terakhir kehamilannya.
Perut keysa kini sudah sangat membuncit dan berat badannya pun sudah bertambah.
Membuatnya berisi dan gemuk.
Saat ini keysa tengah pergi ke kantor felix, dengan menenteng
makanan ditangannya. Semua karyawan menyambutnya dengan hangat, hingga dia
sampai di depan ruangan felix. Terlihat sekretarisnya menyambutnya hangat.
"selamat siang bu keysa" sapa sekretaris felix
"siang, bapak ada?" Tanya keysa
"ada bu, tapi beliau sedang menerima tamu" jawab
sekretaris felix tetapi keysa tidak menghiraukannya dan masuk ke dalam ruang
felix.
"bagaimana pak felix? apa anda bersedia?" Tanya
seorang wanita muda yang terlihat cantik
"bersedia untuk apa?" Tanya keysa nyelonong masuk
membuat felix dan wanita itu menengok kearah keysa. Keysa berjalan kesamping
felix yang duduk dikursi kebesarannya.
"maaf yah nona, kamu memang cantik dan badanmu terlihat
seperti model. Tapi maaf felix sudah punya istri yang tengah mengandung, dia
tidak akan menikah lagi" ujar keysa ketus kearah wanita yang tengah
menatapnya bingung.
"kamu ngomong apa sich sayang" felix menatap kearah
istrinya.
"aku berkata kebenarannya, kenapa kamu mau marah? Kamu
ingin menikah lagi dan mencari istri kedua, karena sekarang aku gemuk udah gak
langsing lagi. Iyakan???" cerocos keysa dengan air mata yang mengenang
dipelupuk matanya.
"sayang, kamu kenapa bicara kayak gitu? Aku gak berniat
nikah lagi" felix berdiri dan menenangkan keysa.
"sepertinya saya sudah mengganggu anda, lebih baik saya
pergi dan saya tunggu kabar dari anda" ucap wanita itu beranjak.
"kenapa pergi? Tidak suka karena ketauan istri pertama
felix, hah?" teriak keysa dengan air mata yang mengalir membasahi pipi.
"Maaf ibu, apa saya telah berbuat salah atau menyinggung
anda?" Tanya wanita itu dengan sangat sopan.
"jangan berlaga polos kamu, aku tau tadi kamu Tanya felix
apa dia bersedia. Itu kamu meminta felix untuk menjadikan kamu istri keduanya
kan !!!!" bentak keysa semakin menjadi membuat felix dan wanita itu
melongo.
"kenapa diam?????? Kamu jahat felix,, kamu mau duain aku,
iya? Aku hamil juga karena kamu, kenapa kamu lakuin ini sama
aku...hikzzz......" keysa menangis terisak. Felix dibuat semakin bingung,
dan wanita itu juga masih kebingungan dengan ucapan keysa barusan.
"kamu jahat felix, aku benci kamu" isak keysa dan
hendak pergi dan felix langsung menahan lengan keysa.
"lepas,,, jangan sentuh aku. Aku benci kamu !!!!"
teriak keysa menepis tangan felix, tetapi felix masih memegangnya kuat.
"sayang,,, sayang hei dengerin aku dulu" ucap felix
lembut. Kesabaran felix benar-benar diuji saat keysa hamil. Ini bukan pertama
kalinya keysa menuduh felix macam-macam.
Setiap felix pulang telat saja, keysa sudah menangis histeris
dan bilang felix berselingkuh dengan wanita lain. Ingin sekali felix
membentaknya dan memarahinya seperti dulu, tapi felix menahannya agar tidak
kasar seperti dulu, dia tidak mau kalau sampai membentak orang yang sangat dia
cintai.
"pulangkan saja aku ke ibu aku, kamu sangat jahat"
teriak keysa memberontak
Keysa terus memberontak dan berkata macam-macam menuduh felix.
karena kesal keysa tidak mau mendengarkannya juga, felix langsung mencium bibir
keysa bahkan ********** di depan wanita tadi. Wanita itu semakin di buat
speechles.
Felix melepas lumatannya dan terlihat keysa terdiam mematung.
"fiuhhh.... akhirnya diam juga" ujar felix.
"dengar sayang, dia adalah nona Ambar dari perusahaan proferty.
Perusahaannya akan mengadakan acara pundi amal sekalian juga mempromosikan
produk perusahaan dia, termasuk perusahaan aku juga karena kita bekerja sama.
dia mengundangku untuk datang kesana menjadi tamu istimewa dan aku yang akan
memberi sambutan disana. Dia bertanya apa aku bersedia" ucap felix sedikit
menghembuskan nafasnya.
"aku tidak ada niatan sama sekali untuk menduakan kamu,
apalagi sampai menikah lagi. Cukup hanya kamu dan akan selalu kamu pendamping
hidup aku dan hanya maut yang memisahkan kita" ucap felix menangkup kedua
pipi keysa yang terlihat sangat merah karena malu.
"jadi dia bukan simpanan kamu?" cicit keysa malu-malu
"bukan sayang, tidak akan pernah ada wanita lain lagi
dihati aku selain kamu dan anak-anak kita kelak. Kamu percaya yah sama aku.
Bagaimanapun perubahan dalam tubuh kamu, aku gak perduli. Mau kamu gendut atau
keriput sekalipun kamu tetap wanita tercantik untuk aku. Wanita berharga yang
akan slalu menemani aku kala suka maupun duka. Hanya akan ada kamu sayang,
tolong percaya itu" ujar felix tulus membuat keysa tersenyum dan memeluk
felix
"iya aku percaya, maafkan aku mas" cicit keysa
malu-malu
"minta maaf sama ibu ambar" perintah felix, keysa
menatap wanita yang masih berdiri disana dengan wajahnya yang sudah merah.
"ma-maafkan saya, saya tadi-" ucap keysa ragu-ragu
"tidak apa-apa ibu, saya paham kok." Ucapnya dengan
senyumannya. "baiklah pak felix, saya permisi dulu. Mari bu keysa"
wanita itu berlalu pergi dengan wajah merahnya.
"aku malu" keysa menyembunyikan wajahnya dileher felix
membuat felix menggelengkan kepalanya. Hormon istrinya memang sedang tidak
stabil, tadi nangis meraung-raung dan sekarang merona karena malu.
"untung aku sangat mencintaimu" gumam felix membalas
pelukan keysa.
***
Waktu kelahiran keysa dinyatakan seminggu lagi oleh
dokter, dan felix sudah mengambil cuti dari jauh-jauh hari hanya untuk menjaga
keysa dan menjadi suami siaga. Tetapi hari ini ada meeting penting yang tidak
diwakilkan, dengan terpaksa felix meninggalkan keysa dan meminta devan untuk
menemani keysa dirumah.
Felix sudah mempercayai devan, karena kemarin devan baru saja
memperkenalkan kekasih barunya yang sangat sesuai dengan devan.
"jadi gimana sama pacar kamu?" Tanya keysa yang kini
dia dan devan tengah duduk di sofa ruang keluarga dirumahnya.
"kami baik-baik saja, aku berencana ingin melamarnya key.
Tapi aku masih mencari waktu yang tepat" ujar devan tersenyum mengingat
kekasih barunya itu.
"sepertinya kamu sudah benar-benar jatuh ke pesonanya"
goda keysa
"ya key, dia sangat sempurna dan aku langsung menyukainya
pada pertemuan pertama kita. Kamu tau, dia sangat polos dan bersikap apa
adanya" ujar devan
"syukurlah, akhirnya kamu menemukan pelabuhan hati
kamu" ucap keysa membuat keduanya tertawa.
"Ssssttttt...." Keysa meringis seraya memegang
perutnya
"ada apa?" Tanya devan
"van, perut aku sakit banget. Awww...." Ringis keysa
"astaga, kayaknya kamu mau melahirkan key. Ayo kita kerumah
sakit" devan memapah keysa menuju mobilnya. Didalam mobil devan terus
menghubungi felix yang tidak mengangkat telpon.
"felix mana van,,, aku butuh felix" ringis keysa,
peluh sudah memenuhi kening dan tubuhnya.
"sakittttttt..................." Jerit keysa kesakitan
membuat devan panik.
"sabar yah key, kuat" ujar devan kalang kabut.
Sesampainya dirumah sakit, devan meminta bantuan para suster untuk membantu
keysa.
Keysa dibawa dengan menggunakan brangkar keruang persalinan.
Devan terus menghubungi felix. seorang dokter keluar dari ruang persalinan.
"bapak suaminya? Silahkan masuk dan membantu istri anda
melahirkan. Sudah pembukaan 9" ujar dokter itu dengan senyumannya
"saya-" devan bingung dan akhirnya ikut dokter masuk
kedalam, terlihat keysa tengah menjerit-jerit menahan rasa sakitnya.
"devan.... Felix mana???? Aku ingin dia ada disini"
isak keysa ditengah menahan sakitnya
"ibu, tenang yah. Ayo tarik nafas dan hembuskan"
intruksi dokter
"tidak dokter, aku mau menunggu suamiku dulu.... Devan mana
felix cepatttttttt" teriak keysa membuat devan semakin bingung
"tadi udah aku sms" ujar devan
"telpon dia......!!!!" teriak keysa dan devan
menghubungi felix tetapi tidak diangkat.
"loe dimana sich fel" gumam devan yang sangat tegang.
Ini lebih tegang dibandingkan dia sidang.
"ibu, kepala bayi sudah mulai terlihat. Ayo kita lakukan
persalinannya sekarang" ujar dokter
"tidak mau,, huh.....hah..... aku mau nunggu suami aku
dulu" teriak keysa menahan rasa sakitnya. Dan saat itu juga
sekoyong-koyongnya felix membuka pintu ruangan dan langsung menghampiri keys.
"sayang !!!" ujar felix dengan nafas yang
tersenggal-senggal
"mas,,, kamu akhirnya datang" keysa tersenyum senang
melihat kedatangan felix, devan yang melihat kehadiran felix langsung keluar
ruangan. Karena didalam sana sungguh sangat mencekam bagi devan.
"sayang maafkan aku terlambat, ayo kita sama-sama berjuang
melahirkan bayi kita" ujar felix membuat keysa mengangguk lemah.
"ayo bu tarik nafas dan hembuskan"intruksi dokter, dan
keysa melakukannya dengan lenguhan keluar dari bibirnya.
"ayo sayang, sekali lagi" felix mengusap peluh
dikening keysa dan berkali-kali mencium kening keysa. Felix tidak memperdulikan
tangannya yang dicakar dan digigit keysa, bahkan rambutnyapun harus dijambak
keras oleh istrinya.
"AAaaaaaaaaaaa" teriak keysa
Oek oek oek
Suara tangisan bayi menggema disana, felix menitikkan air
matanya saat melihat seorang bayi mungil berlumuran darah ditangan dokter.
"anakku" gumamnya
"anak kita" ujar keysa yang ikut terharu menatap bayi
itu.
"selamat bapak ibu jenis kelaminnya perempuan" ujar
dokter dan membawa bayi itu untuk dibersihkan.
"terima kasih sayang, terima kasih banyakk" felix
menciumi kening keysa dengan mata yang merah
"kenapa kamu menangis mas?" keysa menghapus air mata
felix
"aku terharu sayang, anak kita sudah lahir. Dan-"
felix terdiam
"ada apa?" Tanya keysa
"aku kangen bunda sayang, pasti dulu dia sangat menderita
harus melahirkanku dengan penyakit yang tengah dia derita dan tanpa ada papa
mahes disampingnya" ucap felix lirih
"sayang.... itu lah perjuangan seorang ibu, aku tau
sekarang, gimana rasanya menjadi seorang ibu itu, ternyata tidak mudah"
ujar keysa mengusap pipi felix
"ya kamu benar, dan aku janji. Anak-anak kita tidak akan
pernah merasakan apa yang pernah kita rasakan di masalalu" ucap felix
yakin membuat keysa mengangguk
"ya sayang" ujar keysa tersenyum kearah felix
Tak lama dokter menyerahkan bayi ke pelukan keysa dan keysa
langsung menyusuinya. Bayi cantik itu langsung menyusu dengan sangat lahapnya.
Felisya Andara Blandino
"halo felisya sayang,, ini daddy" ujar felix tersenyum
gemas menoel pipi feliysa yang tengah menyusu ke keysa.
"dia sangat cantik" ujar keysa
"iya, seperti kamu" ucap felix. " terima kasih
karena sudah memberikan kebahagiaan Ini untukku sayang, dan terima kasih karena
sudah melahirkan putri secantik felisya" felix mencium kening keysa lalu
mencium kening felisya.
***
2 Tahun Kemudian
Keysa berjalan dengan nampan berisi brownis dan jus. Keysa
menuju kamar putri kesayangannya dan terlihat dia sedang bermain dengan daddy
nya diatas permadani yang ada dikamar bermain felisya.
"mommy" teriak felisya, meskipun umurnya baru
menginjak 2 tahun. Tapi felisya sangat pintar, dia sudah mampu berbicara dengan
lancar meskipun masih sedikit bingung dan tidak bisa membedakan kata.
"hallo little princess,, ini mom bawain brownies kesukaan
kamu" keysa duduk diatas permadani disamping felisya dan menyimpan nampan
itu disampingnya.
"daddy, aaaa" felisya menyuapi felix brownies. Felisya
sangat dekat dengan felix.
"mommy nya kok enggak?" ujar keysa membuat felisya
terkikik
"ndak mau, mom ambil endili" ujar felisya membuat
keysa pura-pura cemberut
"yah felisya gak sayang mommy nich, ya udah dech mommy mau
pulang aja kerumah oma rani" ujar keysa berpura-pura
Felix seakan membisikan sesuatu ke felisya.
"ya dah cana, kalau mom mau ke umah oma. Kan feyis ada
daddy" ujar felisya lucu membuat keysa melotot kearah felix, sedangkan
felix berpura-pura cuek.
Karena kesal keysa menerjang felix dan mengelitikinnya membuat
felix terjerambab jatuh dan tertawa.
"hahahaha... felisya tolong daddy,, mommy kamu nyerang
daddy" teriak felix ditengah tawanya.
"dasar yah kamu mas, menasehati felisya yang
aneh-aneh" ujar keysa terus menggelitiki felix. tetapi felix dengan sigap
memegang tangan keysa dan sekarang posisinya terbalik, kini keysa yang ditindih
felix dan digelitiki.
"hahahahaha ampun mas,,, felis tolong mommy" teriak
keysa.
Sedangkan felisya yang dimintai tolong hanya fokus makan
brownies dihadapannya dan tidak memperdulikan apa yang dilakukan orangtuanya
itu. Brownies lebih berharga dihadapan anak 2 tahun itu.