My Ceo

My Ceo
Episode 14



Happy Reading


-----------------------------------------------------------------------------


Sepulangnya dari kantor, Keysa pergi bersama Clara ke sebuah mall untuk berbelanja beberapa keperluan. Mereka berbincang sambil memilih beberapa barang. Canda tawa mengiringi kegiatan mereka.


Hingga mereka merasa puas, dan memilih untuk pergi mencari tempat makan. Saat sedang asyik asyiknya berbincang, tiba-tiba saja seseorang menarik tangan Keysa.


"Hey!!" Sentak Keysa dan kaget saat melihat Reno ada di sampingnya.


"Ikut aku"


"Aku tidak mau" Keysa berusaha menepis cekalan tangan Reno.


"Sebentar saja" Keysa melihat ke arah Clara seakan memberi tanda tunggu sebentar. Keysa berjalan lebih dulu setelah menepis tangan Reno ke sudut ruangan.


"Ada apa lagi?" tanya Keysa terdengar sinis


"Aku hanya ingin meminta maaf Key,, please maafin aku" ucap Reno terlihat memelas


"Cih.... Setelah kamu mengkhianati dan membohongiku?" ucap Keysa kesal


"Aku tau aku salah, tapi aku janji akan meninggalkan Sanas dan memilih kamu. Aku tidak mau pernikahan kita gagal" ucap Reno


"Bersandiwara lagi, kamu benar-benar pintar berackting Ren !! Semuanya sudah jelas. Ah yah, mungkin kamu terlalu takut aku membongkarnya kepada papa" Keysa tersenyum sinis ke arah Reno. "Kalau kamu ingin aku tutup mulut, maka pergilah menjauh dari hidupku dan keluar dari perusahaan. Bawa juga Sanas bersamamu, dan jangan menggangguku lagi. Kamu paham !!" Keysa beranjak pergi tetapi di tahan Reno dan dia malah menarik Keysa ke dalam pelukannya.


"Aku mencintai kamu, Key" bisik Reno tepat ditelinga Keysa membuatnya mematung. "Maafkan kebodohanku, dan kembalilah kepadaku Key !! Aku mohon." Keysa semakin mengernyit bingung dengan ucapan Reno.


"Apa mau kamu? kenapa kamu mempermainkan semua ini, RENO !!" bentak Keysa mencoba mendorong tubuh Reno tetapi sulit.


"Aku tidak bohong, aku sungguh mencintai kamu. Aku memang punya niat jahat padamu dan papa kamu, tetapi aku melakukan itu dengan alasan yang jelas. Tetapi tanpa diketahui Sanas, aku tulus mencintai kamu Key. Bukan berpura-pura" ucapan Reno membuat Keysa semakin bingung dan  bimbang.


"Lepaskan aku" Keysa terus memberontak


"Kembalilah Key, aku mohon. Kita bisa menjalin hubungan di belakang Sanas"


"What???? kamu gila Reno !!" Keysa terus berontak meminta di lepaskan tetapi Reno semakin erat memeluk Keysa.


"Lepaskan dia....!!" suara dingin dan sinis itu menggelegar di dekat mereka. Reno melepas pelukannya yang tidak dibalas Keysa. Felix berdiri tak jauh dari mereka dengan masih memakai setelan kerjanya. Reno dan Felix saling beradu pandangan dengan tajamnya. 


"Jangan pernah menganggu apa yang sudah menjadi milikku" ucapnya dingin dan menarik lengan Keysa ke sampingnya.


"Haha, apa loe bilang milik loe? Apa gue tidak salah dengar yah, jelas-jelas dia calon istri gue" ucap Reno terkekeh mengejek


"Anda tidak ingat kalau pernikahan kalian sudah batal, sekarang dia milikku dan tidak akan aku biarkan siapapun merebut apa yang sudah menjadi milikku" ucap Felix penuh penekanan dan dingin lalu beranjak pergi dan merengkuh pinggang Keysa possesiv.


"Aku pasti bisa buat kamu kembali padaku lagi, Key" Reno menatap mereka berdua dengan tatapan tajamnya.


"Loe gak apa-apa kan Key?" tanya Clara


"Gue tidak apa-apa" jawab Keysa


"Sebaiknya kamu pulang, Clar. Keysa akan pulang bersamaku" ucap Felix


"Baiklah"


*


Diparkiran Keysa melepas pelukan di pinggangnya tapi tidak mau terlepas juga padahal sudah menepisnya kuat-kuat.


"Lepaskan, kita sudah jauh dari mereka" ucap Keysa tetapi Felix malah menarik Keysa hingga berada dihadapannya. Felix menatap Keysa dengan tajam membuat Keysa gugup.


Felix terus menyudutkan Keysa hingga punggung Keysa menyentuh pintu mobil Felix. Posisi Keysa kini terhimpit antara pintu mobil yang tertutup dengan tubuh Felix. Felix semakin mendekati Keysa hingga berjarak satu centi lagi hidung mereka beradu, Keysa mampu mencium aroma maskulin merk brit man yang sangat Keysa sukai. Jantung Keysa berpacu dengan cepat karena posisi Felix yang seperti ini.


Felix selalu saja membuat hatinya berdebar, dan jantungnya berdetak kencang. Hembusan nafas mint menerpa wajah Keysa, membuat darahnya berdesir.


"You are mine, never approached the man again !!" bisik Felix penuh penekanan dan tajam membuat tubuh Keysa meremang, dan jantungnya seakan ingin keluar dari tempatnya.


Keysa terpaku ditempat, lidahnya seakan kelu. Bahkan Keysa tidak sadar kapan Felix menggeser tubuhnya dan membukakan pintu. "Masuklah" ucap Felix dengan lembut membuat Keysa tersadar dari lamunannya.


Tanpa banyak bicara, Keysa segera masuk ke dalam mobil. Felix menutup pintu dan berjalan mengelilingi depan mobil lalu duduk dikursi pengemudi di samping Keysa. Jantung Keysa masih berpacu semakin cepat, entah kenapa? Tangan Keysa terangkat menyentuh dadanya yang masih berdetak begitu cepat.' Ada apa ini? aku belum pernah merasakan ini sebelumnya' batin Keysa lalu menatap Felix yang  terlihat fokus menyetir.


Felix yang sadar diperhatikan oleh Keysa sedikit salting tetapi terus berusaha menstabilkan dirinya. 'Tenang Felix, kontrol dirimu. Jangan sampai kamu terlihat **** dihadapan Keysa. Fokus fokus fokus....' batin Felix


"Ekhem....." Felix berdehem untuk menenangkan dirinya. Membuat Keysa akhirnya tersadar dari lamunannya dan segera memalingkan pandangannya menatap keluar jendela membuat Felix meliriknya diam-diam.


Kecanggungan menyelimuti mereka berdua. Keysa bukan hanya merasa canggung tetapi pikirannya juga melayang ke perkataan Reno tadi. Keysa tak paham maksud Reno, sebenarnya apa mau Reno dan apa yang tengah dia rencanakan. Dia merindukan papanya itu, meskipun dia bukan papa kandungnya tapi keysa sangatlah menyayanginya.


Tapi keysa belum mau kembali,, dia ingin bertemu dengan orangtua kandungnya terlebih dahulu dan mencoba menghilangkan rasa kecewanya kepada papanya.


Keysa harus segera mendapatkan bukti kejahatan mereka dan memberikannya ke sang papa. Supaya mereka segera di jebloskan ke dalam penjara. Tetapi masalahnya, dimana papanya sekarang, kenapa tiba-tiba saja menghilang.


Tanpa terasa mobil Felix sudah terparkir di pekarangan rumah Felix. Keysa segera menuruni mobil diikuti oleh Felix. Keysa berjalan dibelakang Felix, tetapi Felix menarik tangan Keysa supaya berjalan disampingnya.


"Kenapa kamu jadi pendiam?" tanya Felix saat mereka sudah memasuki rumah.


"A...aku aku tidak apa-apa" ucap Keysa tersenyum kikuk


"Kamu lebih cantik kalau tidak banyak bicara" ujar Felix tersenyum manis membuat Keysa speechless dibuatnya.


"Ternyata lelaki datar seperti anda bisa menggombal juga" jawab Keysa berusaha setenang mungkin


"Aku tidak pernah membuat, yang aku katakan semuanya jujur" ucap Felix datar


'Kembali lagi datar,,, dasar bunglon' batin Keysa.


Badan felix menegang saat melihat seseorang yang berdiri di ruang tamu. Keysa menyadari perubahan dari Felix. Ia melirik Felix yang menunjukkan sorot matanya berubah tajam dan dingin, rahangnya mengeras. Pegangan tangannya dengan Keysa terlepas dan kini mengepal disamping tubuhnya. Keysa perlahan memberanikan diri menarik tangan Felix dan mengusap lembut kepalan tangannya itu hingga akhirnya kepalan itu terlepas.


"Felix... Ibu ingin bicara nak" ucap seseorang dihadapan Felix dan Keysa itu. Wanita itu adalah wanita yang sama, yang sudah 2 kali datang mencari Felix.


"Ada apa lagi? Bukannya sudah saya peringatkan untuk jangan datang lagi kesini" ucap Felix dingin sangat dingin membuat siapapun yang mendengarnya akan bergidik ngeri.


"Bisa kita bicara berdua" ucap wanita itu setenang mungkin sambil melirik ke arah Keysa.


"Sa...saya permisi untuk masuk ke dalam" Keysa hendak pergi tetapi ditahan Felix


"Kamu tetap disini" Keysa menatap sorot mata Felix yang seakan tidak ingin dibantah, membuat Keysa mengurungkan niatnya untuk pergi.


"Baiklah jika ini mau kamu, ibu akan tetap bicara" ucap wanita itu mengalah


"Saya hanya punya waktu 10 menit" ucap Felix sangat dingin


Keysa menatap wanita paruh baya dihadapannya yang terlihat tegar dan masih terlihat cantik meskipun sudah banyak kerutan disana tetapi kecantikannya tidak luput. Keysa baru menyadari kalau wanita itu memiliki mata yang sama dengan Felix,  bahkan hidung merekapun mirip. 'Apa dia benar-benar ibu kandung Felix? Tapi bukannya Felix bilang kalau orangtuanya sudah meninggal' batin Keysa


"Maafkan ibu....." ucap wanita itu bibirnya bergetar dan matanya sendu bahkan merah hingga cairan bening itu keluar dari sudut matanya.


"Saya sudah memaafkan anda jadi sekarang anda bisa pergi dan jangan pernah tunjukan lagi wajah anda dihadapan saya" ucap Felix sangat dingin dan beranjak menarik Keysa masuk ke dalam rumahnya.


Blum


Pintu ruangan tengah di tutup dengan keras oleh Felix membuat Keysa kaget. Felix bersandar di balik pintu dan Keysa masih berdiri dihadapan Felix, pegangan tangan Felixpun sudah terlepas.


"Ijinin mamah disampingmu nak, hanya satu bulan saja sayang !! Mama sangat merindukanmu dan sangat ingin mendengar kamu memanggilku mamah lagi" ucap wanita itu dari balik pintu terdengar isakan darinya.


"Mama akan pergi sekarang,, tapi mama akan datang lagi !! Mama hanya ingin memelukmu dan mendengar kamu memanggilku mama. Hanya itu keinginan mama, tolong kamu pikirkan. Mama mohon, Felix sayang. Mama beri kamu waktu" isak wanita itu terdengar lirih dan terdengar langkah kaki cepat.


'Sepertinya wanita itu sudah pergi, kenapa Felix sangat kasar pada ibu nya ?' batin Keysa.


Deg


Ia menatap Felix yang tidak berkutik, hingga badannya bergetar dan terlihat airmatanya luruh. 'Felix menangis? Apa aku tidak salah lihat? Seorang mister datar, menangis? Astaga...!!' batin Keysa terpekik kaget melihat Felix yang menangis dalam diam.


Felix masih menangis dan terdengar isakan kecil dari bibirnya. Keysa tidak tega melihatnya dengan berani, ia memghapus air mata Felix membuat Felix menatap mata hazel milik Keysa dan langsung memeluk tubuhnya dengan erat.


"Tenanglah,,!! Semuanya akan baik-baik saja." gumam Keysa lirih sambil mengelus punggung lebar Felix


"Aku tidak mau melihat dia lagi, Key !! Aku tidak mau bertemu dengannya lagi" gumam Felix ditengah tangisannya.


"Iya Felix,,, tenanglah....." ucap Keysa mengusap punggung Felix


****