
"dengar mas, aku ingin makan nasi goreng masakan dokter dhika
dan aku ingin makan disuapi dia" ujar keysa meringis takut felix marah
padanya. Dan felix hanya terdiam membisu, senyumannya hilang seketika.
"kamu aneh, masa ngidam kayak gitu" ujar felix sinis
"itu maunya anak kita, bukan mau aku" ujar keysa
"lebih baik kamu tidur, kamu harus istirahat" ucap
felix berbaring terlebih dulu memunggungi keysa.
"kamu marah yah, aku tau kamu tidak akan menuruti ngidam
pertamaku ini" ucap keysa serak terdengar isakan tangis dibelakang felix.
"aku kira kamu benar akan memenuhinya, hikz...." Isak
keysa membuat felix kesal dibuatnya. Felix bangun dari tidurnya dan menatap
keysa
"kenapa harus oranglain yang kamu minta buat nyuapin kamu?
Aku gak rela, tadi aja aku suapin kamu. Kamu nolak" ucap felix masih
cemburu.
"aku gak tau, ini maunya anak kamu" ucap keysa
ditengah isakannya. " kamu bilang mau menuhi semuanya demi anak kita, tapi
baru gini aja kamu nolak. Padahal aku Cuma minta nasi goreng buatan dokter
dhika dan makan disuapi olehnya, bukan mau apa-apa" isak keysa
"kenapa ngidamnya harus kayak gitu sich? Apa jangan-jangan
ini akal-akalan kamu aja yah yang ingin cari perhatian dokter dhika, dokter
idolamu itu" ujar felix kesal
"kamu nuduh aku?" ujar keysa. "jahat kamu,
ngapain aku fitnah anak aku sendiri, ini emang keinginannya..hikzzzzz"
tangisan keysa semakin pecah membuat felix bingung.
"sayang,, bukan gitu. Aku cemburu, kenapa harus dokter
dhika? Kenapa gak c remon aja" ujar felix, felix juga tidak ingin devan
menyuapinya. Kecemburuannya pada devan dan dokter dhika sangat besar.
"aku gak mau dia, anak ini maunya dokter dhika, hikz....
Kamu jahattt" keysa merebahkan tubuhnya memunggungi felix, terlihat
punggung keysa masih bergetar karena menangis.
"sayang..." felix mencoba menyentuh pundak keysa
"pergi kamu, aku kesel sama kamu. Kamu tidur diluar"
ujar keysa
"kok gitu sayang,, maafin aku dech. Iya iya aku turutin
ngidamnya kamu" ujar felix akhirnya sambil memeluk keysa dari belakang.
Keysa langsung berbalik menatap felix dengan mata berbinar.
"bener kamu mau nurutin?" Tanya keysa antusias dan
membuat felix mengangguk lemah.
"aghhh.... Makasih sayanggg" ucap keysa senang
menciumi wajah felix.
'dasar labil, tadi nangis kejer. Sekarang ketawa !!! dasar
bumil' batin felix
Berkali-kali felix menghubungi nomor dhika tetapi tidak diangkat.
Tetapi keysa terus merengek ingin malam ini makan nasi goreng itu.
Hingga panggilan terakhir, berhasil diangkat dhika.
"halo"
"...."
"iya, apa dokter tidak sibuk?"
"....."
"oh begitu, sebenarnya saya butuh bantuan dokter mala mini.
Apa dokter bisa datang kerumah saya?"
"....."
"ini sangat penting, apa bisa?"
"....."
"terima kasih, saya akan smskan alamatnya" dan
telponpun diputus. Keysa terlihat penasaran dengan pembicaraan felix barusan.
"bagaimana?" Tanya keysa penasaran
"dokter dhika sedang jaga malam di rumah sakit, tapi dia
akan datang kesini" ujar felix malas
"ganti bajumu" tambah felix
"kenapa?" Tanya keysa heran
"ck... lihat gaun tidur itu sangat seksi. Ganti pake
tranning panjang dan kaos panjang, kalau bisa pakai punyaku" ujar felix
santai
"yak...... kamu pikir aku ondel-ondel apa harus pakai baju
kebesaran punya kamu" ujar keysa kesal
"ya udah ganti baju kamu dengan pakaian sangat sangat
tertutup" ujar felix kesal membuat keysa memutar bola matanya malas.
"baiklah" ujar keysa beranjak.
Tak lama dhika datang, dan keysa menyambutnya dengan senang
berbeda dengan felix yang cemberut.
"ada apa? apa yang bisa saya bantu?" ujar dhika, keysa
hendak berbicara tetapi felix langsung merengkuh pinggangnya hingga menempel
ketubuhnya, membuat keysa terdiam.
"istri saya ngidam, ingin dimasakin nasi goreng oleh
kamu" ujar felix tanpa basa basi
"apa????" dhika terlihat kaget, "tapi saya tidak
bisa memasak" ujar dhika terus terang, dulu dia pernah memasak untuk
seseorang di café miliknya tetapi rasanya sangat hancur.
"ayolah dokter, aku sangat ingin sekali mencicipi masakan
seorang dokter" ujar keysa dengan wajah memelas. Dhika terlihat menggaruk
tengkuknya yang tidak gatal.
"gimana yah, serius saya tidak bisa memasak" ujar
dhika
"sayang, gimana kalau aku yang masak aja" tawar felix
"gak mau, aku maunya masakan dokter dhika. Titik !!!!"
ujar keysa kesal dan menghentak-hentakan kakinya ke lantai. Membuat felix
maupun dhika bingung.
"oke oke saya akan mencoba memasak" ujar dhika
akhirnya
"serius??? Asyik,,, makasih dokter" ucap keysa
antusias, hendak mendekati dhika tetapi felix masih kuat merengkuh tubuh
"dimana dapurnya?" Tanya dhika. Felix dan keysa
mengantar dhika ke dapur miliknya. Keysa duduk dimeja makan tak jauh dari sana
dan felix menyerahkan bahan-bahannya ke dhika.
"baiklah, ini lebih sulit daripada membedah pasien"
ujar dhika dan mulai memotong sayuran dihadapannya. Felix duduk disamping keysa
yang menunggu hasil masakan dhika.
"kamu senang kan?" Tanya felix
"iya, makasih yah suamiku sayang. muach muach aku cinta
banget sama kamu dech" ujar keysa dengan manjanya membuat felix tersenyum.
Felix melirik kearah dhika yang terlihat kesulitan, hampir mirip
dengan dirinya saat belajar memasak ke ibu rani.
"sebentar, sepertinya dokter idolamu itu sedang
kesusahan" ujar felix dan beranjak mendekati dhika.
Felix membantu dhika memasak nasi goreng, karena tidak enak juga
sudah menyusahkannya dan membuatnya kesusahan seperti ini.
"akhirnya selesai" ujar dhika mematikan api dan memindahkan
nasi goreng itu ke piring. Dhika berjalan mendekati felix dan keysa.
"ini nyonya blandino nasi gorengnya, dan kalau rasanya
ancur tolong dimaafkan saja" ujar dhika menyerahkan piring berisi nasi
goreng itu di hadapan keysa.
"suapin" ujar keysa
"pak felix, tuch istri kamu minta disuapin" ujar dhika
santai seraya meminum air di dalam gelas yang tadi dia ambil.
"bukan padaku, tapi padamu. Dia ingin kamu yang
menyuapinya" ujar felix datar
"APA?????" dhika kembali dibuat melongo. "ini
konyol" kekehnya
"tapi dokter, aku sangat ingin makan disuapi dokter"
ujar keysa menatap dhika dengan memelas
" oh astaga,, tapi felix-" dhika dibuat bingung dan
tidak enak.
"aku tidak apa-apa, dhika. Lakukan saja, kasian anakku
nantinya kalau ngidamnya tidak dituruti" ujar felix
"baiklah, sowry yah sebelumnya felix" ucap dhika
"yah gpp" ujar felix tenang, berusaha menahan
kekesalan dan kecemburuannya.
Dhika perlahan mengambil sendok dan mulai menyuapi keysa dengan
sedikit tidak enak ke felix. felix memalingkan wajahnya, rasanya ingin sekali
felix merebut sendok itu dari tangan dhika dan menyuapi istri nakalnya ini.
"gimana rasanya key?" Tanya dhika karena keysa mulai
mengunyah nasi gorengnya
"dokter dhika pengen nikah yah, rasanya sangat sangat
asin" kekeh keysa tetapi tetap menelannya.
"oya? Aduh maaf sekali" ujar dhika tidak enak. Keysa
mengambil sendok dari tangan dhika dan menyodorkan piring nasi gorengnya ke
felix.
"kamu habisin yah, kasian dokter dhika udah cape-cape
masaknya. Aku udah kenyang" ujar keysa membuat felix melongo
"tapi key, lagian kamu Cuma makan satu suap saja" ujar
felix
"ayo makan saja, anak kita ingin kamu yang menghabiskannya.
Atau mau aku suapin?" Tanya keysa antusias.
"nggak, biar aku saja"ujar felix semakin cemberut dan
mulai menyuapkan nasi goreng kemulutnya. Belum mengunyahnya, felix langsung
memuntahkan nasi goreng itu ke tissue.
"ini berapa kilo garam yang kamu masukan?" Tanya felix
heran. Rasanya sangat asin
"maaf,, saya gak handal memasak" kekeh dhika
"gak usah dimakan, nanti bikin sakit ususnya. Mending
dibuang saja" ujar dhika
"apa gpp? Aku yang meminta dokter datang dan menyuruh
dokter memasak tetapi harus dibuang" ujar keysa tidak enak
"tidak apa-apa, saya sadar dengan kapasitas masakan
saya" kekeh dhika
"baiklah, sepertinya saya sudah memenuhi ngidam kamu. Key
!!! saya harus kembali ke rumah sakit sekarang" ujar dhika beranjak dari
duduknya.
"terima kasih, sudah mau membantu kami" ujar felix
membuat dhika mengangguk dan berpamitan.
"sudah puas?" Tanya felix setelah kepergian dhika
"iya, tapi kamu yang terbaik" kekeh keysa bergelayut
manja dilengan felix.
"ya udah sekarang kamu istirahat, sudah malam" ujar
felix
"gendong" ujar keysa dengan manja membuat felix
menggendong keysa ala bridal dan membawanya ke kamar.
Felix merebahkan tubuh keysa dengan perlahan keatas ranjang, dan
dia ikut merebahkan diri disamping keysa dengan memeluk keysa.
"mas..." cicit keysa
"apa lagi sayang?" ujar felix
"aku mau..." ujar keysa tertahan
"mau apa?" Tanya felix mengernyitkan dahinya
"mau itu" keysa menunjuk sesuatu dibalik celana felix
membuat felix menangkup wajah keysa yang sudah merona karena malu.
"kamu yakin?" Tanya felix
"iya,,, lagian kan udah lama nggak" ujar keysa
malu-malu
"baiklah" ujar felix semangat dan dengan sangat
hati-hati dia menindih tubuh keysa.
Selanjutanya merekapun menyatukan diri mereka, di malam indah
dengan taburan bintang dan bulan yang bersinar diatas langit.
***