My Ceo

My Ceo
Episode 40



Happy Reading


Sebulan sudah berlalu, semenjak keysa menyandang status nyonya


felix Blandino. Kini keysa sudah tinggal dirumah milik felix, yang dulu juga


sempat dia tempati. Tetapi kali ini statusnya sebagai istri dari felix, bukan


seorang sekretaris lagi yang numpang karena galau.


Mereka sempat pergi honeymoon ke Lombok tetapi hanya seminggu


dan menghabiskan waktu mereka dirumah ini.


Seperti biasanya, setiap pagi keysa terbangun dari tidurnya


dalam pelukan posessive felix. keysa tersenyum menatap wajah felix yang damai


saat tidur. Dikecupnya pipi felix


"pagi sayangku" bisik keysa membuat felix tersenyum


dan perlahan membuka matanya dan menatap mata indah milik keysa.


"pagi sayang" felix mengecup singkat bibir manis milik


keysa


"udah jam 7, aku akan siapkan sarapan buat kamu" ujar


keysa berangsur menjauh dari pelukan felix sambil memegang selimut yang


menutupi tubuh polosnya.


"kita mandi berdua yah" goda felix mengerlingkan


sebelah matanya membuat keysa memutar bola matanya malas.


Hampir setiap malam, mereka melakukan olahraga diatas ranjang.


Felix slalu bersemangat, bahkan lelah sepulang kerjapun langsung hilang kalau


menyangkut olahraga yang menjadi kebiasaan rutinnya itu.


"aku tidak mau, yang ada kita sarapan roti tawar lagi


karena gak keburu membuat sarapan" gerutu keysa membuat felix terkekeh


"baiklah, lagipula aku ada meeting pagi ini dengan beberapa


pemegang saham" ujar felix membuat keysa mengangguk dan beranjak memunguti


pakaiannya yang berserakan dilantai.


***


Felix turun kebawah menuju meja makan saat mencium aroma yang


menggugah selera. Perutnya langsung keroncongan saat mencium aroma sedap


masakan istri tercintanya itu.


"kamu masak apa sayang?" felix memeluk keysa yang


masih memakai apron dari belakang. Keysa sibuk menata hasil masakannya diatas


meja makan.


Felix mencium leher jenjang keysa yang terpangpang jelas dan indah.


Karena keysa tengah menggulung rambutnya keatas, membuat leher jenjangnya


terlihat jelas.


"nasi goreng, kamu sudah siap sayang?" Tanya keysa


menghentikan aktivitas felix, sebelum felix bertindak lebih jauh lagi. keysa


langsung berbalik menatap felix yang sudah rapi dengan jas berwarna biru


dongker garis-garis miliknya. Kedua tangan keysa terulur merapihkan dasi


berwarna senada yang dipakai felix.


"suamiku terlihat sangat tampan" ujar keysa dengan


senyuman manisnya.


"ayo sarapan dulu" tambah keysa dan felix duduk


dikursi meja makan, diikuti oleh keysa.


Keysa dengan cekatan mengambilkan nasi goreng dan telur untuk


felix dan memberikannya kearah felix. felix langsung melahap nasi goreng buatan


istrinya itu.


"Perfect" ucap felix sambil mengunyah dan mengacungkan


jempolnya dihadapan keysa membuat keysa tersenyum.


"mas, nanti aku ijin yah. Mau nganter clara buat fitting


baju pengantinnya" ujar keysa saat tengah makan. Keysa dan felix sepakat


akan memanggil felix dengan panggilan mas setelah menikah.


"bukannya kamu lagi gak enak badan, sayang" ujar felix


"aku tidak apa-apa" jawab keysa


Seminggu ini keysa kehilangan nafsu makannya dan slalu saja


mual-mual bahkan sering memuntahkan kembali apa yang dia makan.


Baru saja keysa hendak menyuapkan suapan ketiganya itu, perutnya


langsung melonjak membuat keysa berlari kearah wastafel dan memuntahkan semua


isi makanan yang baru saja dia makan.


Felix dengan sigap mengurut tengkuk keysa, keysa membasuh


mulutnya dengan air. Felix menyodorkan air hangat ke keysa.


"minum dulu sayang" keysa menerimanya dan meneguknya


sedikit.


"lebih baik kita ke dokter yah" ujar felix membuat


keysa menggelengkan kepalanya.


"aku tidak apa-apa. lebih baik sekarang kamu berangkat ke


kantor. Sudah jam 8, kasian kan nanti pada nungguin kamu lama" ujar keysa


"aku gak bakalan bisa tenang sayang, meninggalkan kamu


dalam kondisi seperti ini" ujar felix merapihkan rambut keysa yang


beberapa helai jatuh ke keningnya.


"aku baik-baik saja, mas. Kamu jangan khawatir" ucap


keysa. "lagian ntar clara mau kesini" tambahnya


"tapi kamu jangan kemana-mana lagi. Sehabis mengantar


clara, kamu langsung pulang yah" ujar felix. "aku akan pulang


cepat" tambahnya


"siap bos" ujar keysa mengangkat tangannya dan


menempel dikening, memberi hormat ke felix membuat felix terkekeh.


Keysa dan felix berjalan menuju keluar rumah. Keysa slalu


mengantarkan suaminya kedepan rumah saat berangkat dan akan langsung menyambut


suami tercintanya di ruang tamu saat felix pulang keysa.


"kamu hati-hati yah kalau mau keluar bareng clara. kalau


ada apa-apa langsung hubungi aku. Oke" ujar felix


"iya bapak ceo yang cerewet" kekeh keysa


"yak....kau ini slalu saja begitu" gerutu felix


"ya udah aku berangkat dulu yah" felix mencium kedua


pipi keysa, lalu mengecup bibir keysa singkat dan terakhir mengecup kening


keysa.


"aku berangkat, dah" ujar felix berjalan menuju mobil


sport miliknya.


"hati-hati dijalan sayangku" ujar keysa seraya


melambaikan tangannya saat melihat mobil felix sudah jalan.


Setelah mobil felix keluar pekarangan rumah, keysa masuk kedalam


rumah sambil mengusap tengkuknya.


"kenapa yah, akhir-akhir ini aku merasa sangat lemas. Apa


karena nafsu makanku hilang? Atau mungkin aku kecapean?" gumamnya


***


pengantinnya, kepalanya terasa sangat pening dan lelah. Ini sudah ke 3 kalinya


keysa bolak balik kedalam toilet hanya untuk memuntahkan isi makanan dalam


perutnya. Tak lama clara datang dan duduk disamping keysa.


"loe baik-baik saja kan?" Tanya clara khawatir melihat


wajah pucat keysa


"gak tau, kepala gw pusing dan badan gw rasanya lemes


banget" keluh keysa memijat kepalanya.


"gw antar ke dokter yah" ujar clara sangat khawatir


"gak perlu, gw baik-baik aja kok" jawab keysa


"jangan bohong, key. Loe lagi gak baik-baik saja" ujar


clara. "ayo gw antar loe ke rumah sakit, lagian gw udah selesai kok


fitting bajunya" ujar clara


"gw mau istirahat aja dirumah" ujar keysa tetap pada


pendiriannya


"dasar kepala batu, bentar !!" clara menghubungi


seseorang dan kembali duduk disamping keysa


"loe telpon siapa?" Tanya keysa heran


"suami loe, biar dia yang bawa loe kerumah sakit" ujar


clara santai


"ck... loe berlebihan. Gw baik-baik saja, gak perlu loe


hubungi felix, kasian dia lagi kerja" ujar keysa sambil meringis


"baik-baik darimana coba, loe pucet gitu key" ujar clara


dan tak lama felix datang dengan ngos-ngosan.


"habis lari marathon, pak?" Tanya clara heran melihat


felix ngos-ngosan


"habisnya tadi loe telpon bilang keysa kenapa-napa. Yah gw


langsung kesini ninggalin ruang meeting" ujar felix ditengah nafasnya yang


tersedak


"isshhh... loe berlebihan clar. Aku gpp kok mas" ujar


keysa lemah


"kamu pucat banget sayang, aku bawa kamu ke dokter sekarang


yah" felix langsung menggendong keysa dan membawanya keluar butik.


Sedangkan clara mengikutinya dari belakang.


***


"Bagaimana istri saya, dok?" Tanya felix setelah


dokter itu selesai memeriksa kondisi keysa.


"sebentar pak, saya akan memanggil dokter kandungan"


ujar dokter itu


"dokter kandungan? Apa jangan-jangan keysa...." Gumam


felix. 'oh tuhan semoga, ini benar' batin felix. dan tak lama


seorang dokter perempuan datang dan mulai memeriksa kondisi keysa.


Setelah itu, felix dan keysa mengikuti dokter ke ruangannya.


Yang kebetulan bersebelahan dengan ruang pemeriksaan.


"bagaimana?" Tanya felix tak sabar


"selamat bapak ibu, ibu sedang mengandung. Umur


kehamilannya sudah 2 minggu" ujar dokter


"apa????? dokter serius?" Tanya felix dengan binar


kebahagiaan terpancar diwajahnya.


"iya bapak, istri anda tengah hamil" ujar dokter lagi.


Felix spontan melihat kearah keysa yang tersenyum bahagia dengan mata yang


sudah dipenuhi air matanya yang siap meluncur.


"mas, aku hamil" keysa mengusap perutnya dan menatap


felix


"iya sayang, didalam sini ada anak kita" ujar felix


dengan senyum kebahagiaannya sambil memegang tangan keysa yang masih bertengker


di perut keysa.


"tapi, ibu keysa harus ekstra menjaga kandungannya.


Kandungan ibu masih sangat muda dan rentan akan keguguran. Tolong dijaga


istrinya yah pa" ujar dokter


"pasti dokter, saya akan menjaga istri saya sebaik


mungkin" ujar felix semangat.


"dan jangan membuatnya lelah, tolong dikurangi aktivitas


berhubungan intimnya yah pak. Soalnya kondisi ibu keysa sangat lemah dan perlu


istirahat yang banyak" jelas dokter mampu membuat felix memerah wajahnya


karena malu.


"iya dok" ujar felix tersenyum malu. Karena memang


selama ini hampir setiap hari felix mengajak keysa melakukan olahraga dan


mereka slalu bergadang.


"saya kasih resep dan vitaminnya. Segera ditebus obatnya,


biar kondisi ibu keysa tidak semakin lemah" ujar dokter membuat keysa dan


felix mengangguk. Keduanya keluar ruangan dan disambut oleh clara.


"gimana? Loe kenapa key?" Tanya clara tak sabaran


"loe bakalan punya ponakan" ujar keysa tersenyum


sambil mengusap perut ratanya.


"loe serius????????" teriak clara senang dan keysa


mengangguk pasti


"wahhh,, selamat yah key. Gw bakalan punya ponakan"


clara memeluk keysa senang.


"wakh, ternyata bapak ceo pintar. Langsung nge-gol-in


loe" ujar clara membuat keysa dan felix terkekeh.


felix, keysa dan clara berjalan keluar rumah sakit. Hingga di


lobby rumah sakit mereka bertemu dengan dhika yang terlihat akan keluar rumah


sakit karena tidak memakai jas dokternya.


"felix, keysa, clara... kalian ada apa kesini? Siapa yang


sakit?" Tanya dhika saat melihat mereka bertiga


"kami datang memeriksa kondisi keysa saja, dok" ujar


felix


"keysa kenapa memangnya?" Tanya dhika


"dia baik-baik saja, hanya didalam perutnya akan tumbuh


anak kami" ujar felix senang


"oya??? Wakh, ternyata pak felix tokcer juga. Langsung bisa


nge golin keysa" kekeh dhika membuat semuanya terkekeh.


"selamat yah, felix, keysa" ujar dhika


"terima kasih dokter" ujar keysa


"baiklah, aku duluan yah. Kebetulan aku sedang ada


keperluan" ujar dhika, felix dan keysapun menganggukkan kepalanya.


***