
Happy Reading
Sebulan sudah berlalu, semenjak keysa menyandang status nyonya
felix Blandino. Kini keysa sudah tinggal dirumah milik felix, yang dulu juga
sempat dia tempati. Tetapi kali ini statusnya sebagai istri dari felix, bukan
seorang sekretaris lagi yang numpang karena galau.
Mereka sempat pergi honeymoon ke Lombok tetapi hanya seminggu
dan menghabiskan waktu mereka dirumah ini.
Seperti biasanya, setiap pagi keysa terbangun dari tidurnya
dalam pelukan posessive felix. keysa tersenyum menatap wajah felix yang damai
saat tidur. Dikecupnya pipi felix
"pagi sayangku" bisik keysa membuat felix tersenyum
dan perlahan membuka matanya dan menatap mata indah milik keysa.
"pagi sayang" felix mengecup singkat bibir manis milik
keysa
"udah jam 7, aku akan siapkan sarapan buat kamu" ujar
keysa berangsur menjauh dari pelukan felix sambil memegang selimut yang
menutupi tubuh polosnya.
"kita mandi berdua yah" goda felix mengerlingkan
sebelah matanya membuat keysa memutar bola matanya malas.
Hampir setiap malam, mereka melakukan olahraga diatas ranjang.
Felix slalu bersemangat, bahkan lelah sepulang kerjapun langsung hilang kalau
menyangkut olahraga yang menjadi kebiasaan rutinnya itu.
"aku tidak mau, yang ada kita sarapan roti tawar lagi
karena gak keburu membuat sarapan" gerutu keysa membuat felix terkekeh
"baiklah, lagipula aku ada meeting pagi ini dengan beberapa
pemegang saham" ujar felix membuat keysa mengangguk dan beranjak memunguti
pakaiannya yang berserakan dilantai.
***
Felix turun kebawah menuju meja makan saat mencium aroma yang
menggugah selera. Perutnya langsung keroncongan saat mencium aroma sedap
masakan istri tercintanya itu.
"kamu masak apa sayang?" felix memeluk keysa yang
masih memakai apron dari belakang. Keysa sibuk menata hasil masakannya diatas
meja makan.
Felix mencium leher jenjang keysa yang terpangpang jelas dan indah.
Karena keysa tengah menggulung rambutnya keatas, membuat leher jenjangnya
terlihat jelas.
"nasi goreng, kamu sudah siap sayang?" Tanya keysa
menghentikan aktivitas felix, sebelum felix bertindak lebih jauh lagi. keysa
langsung berbalik menatap felix yang sudah rapi dengan jas berwarna biru
dongker garis-garis miliknya. Kedua tangan keysa terulur merapihkan dasi
berwarna senada yang dipakai felix.
"suamiku terlihat sangat tampan" ujar keysa dengan
senyuman manisnya.
"ayo sarapan dulu" tambah keysa dan felix duduk
dikursi meja makan, diikuti oleh keysa.
Keysa dengan cekatan mengambilkan nasi goreng dan telur untuk
felix dan memberikannya kearah felix. felix langsung melahap nasi goreng buatan
istrinya itu.
"Perfect" ucap felix sambil mengunyah dan mengacungkan
jempolnya dihadapan keysa membuat keysa tersenyum.
"mas, nanti aku ijin yah. Mau nganter clara buat fitting
baju pengantinnya" ujar keysa saat tengah makan. Keysa dan felix sepakat
akan memanggil felix dengan panggilan mas setelah menikah.
"bukannya kamu lagi gak enak badan, sayang" ujar felix
"aku tidak apa-apa" jawab keysa
Seminggu ini keysa kehilangan nafsu makannya dan slalu saja
mual-mual bahkan sering memuntahkan kembali apa yang dia makan.
Baru saja keysa hendak menyuapkan suapan ketiganya itu, perutnya
langsung melonjak membuat keysa berlari kearah wastafel dan memuntahkan semua
isi makanan yang baru saja dia makan.
Felix dengan sigap mengurut tengkuk keysa, keysa membasuh
mulutnya dengan air. Felix menyodorkan air hangat ke keysa.
"minum dulu sayang" keysa menerimanya dan meneguknya
sedikit.
"lebih baik kita ke dokter yah" ujar felix membuat
keysa menggelengkan kepalanya.
"aku tidak apa-apa. lebih baik sekarang kamu berangkat ke
kantor. Sudah jam 8, kasian kan nanti pada nungguin kamu lama" ujar keysa
"aku gak bakalan bisa tenang sayang, meninggalkan kamu
dalam kondisi seperti ini" ujar felix merapihkan rambut keysa yang
beberapa helai jatuh ke keningnya.
"aku baik-baik saja, mas. Kamu jangan khawatir" ucap
keysa. "lagian ntar clara mau kesini" tambahnya
"tapi kamu jangan kemana-mana lagi. Sehabis mengantar
clara, kamu langsung pulang yah" ujar felix. "aku akan pulang
cepat" tambahnya
"siap bos" ujar keysa mengangkat tangannya dan
menempel dikening, memberi hormat ke felix membuat felix terkekeh.
Keysa dan felix berjalan menuju keluar rumah. Keysa slalu
mengantarkan suaminya kedepan rumah saat berangkat dan akan langsung menyambut
suami tercintanya di ruang tamu saat felix pulang keysa.
"kamu hati-hati yah kalau mau keluar bareng clara. kalau
ada apa-apa langsung hubungi aku. Oke" ujar felix
"iya bapak ceo yang cerewet" kekeh keysa
"yak....kau ini slalu saja begitu" gerutu felix
"ya udah aku berangkat dulu yah" felix mencium kedua
pipi keysa, lalu mengecup bibir keysa singkat dan terakhir mengecup kening
keysa.
"aku berangkat, dah" ujar felix berjalan menuju mobil
sport miliknya.
"hati-hati dijalan sayangku" ujar keysa seraya
melambaikan tangannya saat melihat mobil felix sudah jalan.
Setelah mobil felix keluar pekarangan rumah, keysa masuk kedalam
rumah sambil mengusap tengkuknya.
"kenapa yah, akhir-akhir ini aku merasa sangat lemas. Apa
karena nafsu makanku hilang? Atau mungkin aku kecapean?" gumamnya
***
pengantinnya, kepalanya terasa sangat pening dan lelah. Ini sudah ke 3 kalinya
keysa bolak balik kedalam toilet hanya untuk memuntahkan isi makanan dalam
perutnya. Tak lama clara datang dan duduk disamping keysa.
"loe baik-baik saja kan?" Tanya clara khawatir melihat
wajah pucat keysa
"gak tau, kepala gw pusing dan badan gw rasanya lemes
banget" keluh keysa memijat kepalanya.
"gw antar ke dokter yah" ujar clara sangat khawatir
"gak perlu, gw baik-baik aja kok" jawab keysa
"jangan bohong, key. Loe lagi gak baik-baik saja" ujar
clara. "ayo gw antar loe ke rumah sakit, lagian gw udah selesai kok
fitting bajunya" ujar clara
"gw mau istirahat aja dirumah" ujar keysa tetap pada
pendiriannya
"dasar kepala batu, bentar !!" clara menghubungi
seseorang dan kembali duduk disamping keysa
"loe telpon siapa?" Tanya keysa heran
"suami loe, biar dia yang bawa loe kerumah sakit" ujar
clara santai
"ck... loe berlebihan. Gw baik-baik saja, gak perlu loe
hubungi felix, kasian dia lagi kerja" ujar keysa sambil meringis
"baik-baik darimana coba, loe pucet gitu key" ujar clara
dan tak lama felix datang dengan ngos-ngosan.
"habis lari marathon, pak?" Tanya clara heran melihat
felix ngos-ngosan
"habisnya tadi loe telpon bilang keysa kenapa-napa. Yah gw
langsung kesini ninggalin ruang meeting" ujar felix ditengah nafasnya yang
tersedak
"isshhh... loe berlebihan clar. Aku gpp kok mas" ujar
keysa lemah
"kamu pucat banget sayang, aku bawa kamu ke dokter sekarang
yah" felix langsung menggendong keysa dan membawanya keluar butik.
Sedangkan clara mengikutinya dari belakang.
***
"Bagaimana istri saya, dok?" Tanya felix setelah
dokter itu selesai memeriksa kondisi keysa.
"sebentar pak, saya akan memanggil dokter kandungan"
ujar dokter itu
"dokter kandungan? Apa jangan-jangan keysa...." Gumam
felix. 'oh tuhan semoga, ini benar' batin felix. dan tak lama
seorang dokter perempuan datang dan mulai memeriksa kondisi keysa.
Setelah itu, felix dan keysa mengikuti dokter ke ruangannya.
Yang kebetulan bersebelahan dengan ruang pemeriksaan.
"bagaimana?" Tanya felix tak sabar
"selamat bapak ibu, ibu sedang mengandung. Umur
kehamilannya sudah 2 minggu" ujar dokter
"apa????? dokter serius?" Tanya felix dengan binar
kebahagiaan terpancar diwajahnya.
"iya bapak, istri anda tengah hamil" ujar dokter lagi.
Felix spontan melihat kearah keysa yang tersenyum bahagia dengan mata yang
sudah dipenuhi air matanya yang siap meluncur.
"mas, aku hamil" keysa mengusap perutnya dan menatap
felix
"iya sayang, didalam sini ada anak kita" ujar felix
dengan senyum kebahagiaannya sambil memegang tangan keysa yang masih bertengker
di perut keysa.
"tapi, ibu keysa harus ekstra menjaga kandungannya.
Kandungan ibu masih sangat muda dan rentan akan keguguran. Tolong dijaga
istrinya yah pa" ujar dokter
"pasti dokter, saya akan menjaga istri saya sebaik
mungkin" ujar felix semangat.
"dan jangan membuatnya lelah, tolong dikurangi aktivitas
berhubungan intimnya yah pak. Soalnya kondisi ibu keysa sangat lemah dan perlu
istirahat yang banyak" jelas dokter mampu membuat felix memerah wajahnya
karena malu.
"iya dok" ujar felix tersenyum malu. Karena memang
selama ini hampir setiap hari felix mengajak keysa melakukan olahraga dan
mereka slalu bergadang.
"saya kasih resep dan vitaminnya. Segera ditebus obatnya,
biar kondisi ibu keysa tidak semakin lemah" ujar dokter membuat keysa dan
felix mengangguk. Keduanya keluar ruangan dan disambut oleh clara.
"gimana? Loe kenapa key?" Tanya clara tak sabaran
"loe bakalan punya ponakan" ujar keysa tersenyum
sambil mengusap perut ratanya.
"loe serius????????" teriak clara senang dan keysa
mengangguk pasti
"wahhh,, selamat yah key. Gw bakalan punya ponakan"
clara memeluk keysa senang.
"wakh, ternyata bapak ceo pintar. Langsung nge-gol-in
loe" ujar clara membuat keysa dan felix terkekeh.
felix, keysa dan clara berjalan keluar rumah sakit. Hingga di
lobby rumah sakit mereka bertemu dengan dhika yang terlihat akan keluar rumah
sakit karena tidak memakai jas dokternya.
"felix, keysa, clara... kalian ada apa kesini? Siapa yang
sakit?" Tanya dhika saat melihat mereka bertiga
"kami datang memeriksa kondisi keysa saja, dok" ujar
felix
"keysa kenapa memangnya?" Tanya dhika
"dia baik-baik saja, hanya didalam perutnya akan tumbuh
anak kami" ujar felix senang
"oya??? Wakh, ternyata pak felix tokcer juga. Langsung bisa
nge golin keysa" kekeh dhika membuat semuanya terkekeh.
"selamat yah, felix, keysa" ujar dhika
"terima kasih dokter" ujar keysa
"baiklah, aku duluan yah. Kebetulan aku sedang ada
keperluan" ujar dhika, felix dan keysapun menganggukkan kepalanya.
***