
2 bulan kemudian
Kehamilan keysa berangsur membaik, felix sangat menjaganya
dengan sangat baik. Bahkan melarang keras keysa melakukan sesuatu yang akan
membuatnya kelelahan.
Clara dan remon sudah menikah satu bulan yang lalu, dan mereka
tengah melakukan honeymoon ke WINA.
Sejak keysa hamil, ibu dan papa mahes bergiliran datang kerumah
untuk menemani keysa. Kehamilan keysa saat ini sangat mengkhawatirkan, karena
keysa yang biasanya lahap makan kini berubah drastic, nafsu makannya hilang
begitu saja. Badannya yang kecil, menjadi sangat kurus karena kurangnya asupan
makanan.
Felix sering sekali kecewa, karena makanan yang dia masak
sendiri harus tercampakkan begitu saja ke tong sampah.
Felix memasuki kamarnya dengan segelas susu ditangannya.
"sayang, ayo minum susunya dulu" ujar felix duduk
diranjang, disamping keysa yang tengah merebahkan diri.
Keysa mengambil gelas itu dan meminumnya. Felix bersyukur karena
keysa masih mau menghabiskan susu ibu hamilnya itu.
"sayang, kamu gak pengen apa-apa?" Tanya felix setelah
keysa menghabiskan susunya hingga tandas.
"kenapa memangnya?" Tanya keysa saat felix mengambil
gelas yang sudah kosong ditangan keysa.
"biasanya kan kalau sedang hamil muda, suka ngidam dan
ingin ini itu. Tapi kamu kok tenang-tenang aja sich?" Tanya felix heran,
karena selama 2 bulan ini keysa tidak meminta apa-apa.
"aku gak ingin apa-apa, mas. Memangnya salah yah?"
Tanya keysa
"ya aneh saja" kekeh felix
"aku gak tau, tapi aku bersyukur sich. Anak kita tidak
sampai merepotkan daddy dan mommy nya" ujar keysa mengelus perut ratanya.
"ya udah, kalau gitu kamu istirahat" ujar felix
membantu keysa merebahkan tubuhnya. Felix mengelus perut keysa yang masih rata
dan menciuminya.
"baik-baik disana yah sayang, dan sehat selalu" ucap
felix dan kembali mengecup perut keysa.
"selamat malam malaikatnya daddy, dan selamat malam
bidadarinya aku" felix mengecup kening keysa dan menyelimuti tubuh keysa.
Setelah itu felix merebahkan tubuhnya disamping keysa dan memeluk keysa dengan
sayang.
***
Keysa tengah bersenandung sambil menyirami tanaman dibelakang
rumahnya. Setelah menikah, keysa sibuk mengurusi tanaman favoritnya.
Keysa sangat bahagia dengan kehidupannya saat ini. Keysa slalu
berharap tidak akan ada lagi kebohongan dan sakit hati yang akan menerpa
hidupnya kedepan. Dia ingin merancang kehidupan rumah tangganya dengan felix
dengan sangat indah.
Keysa bernyanyi, dengan sebelah tangannya yang sibuk mengelus
perut ratanya dan sebelahnya lagi menyirami tanaman. Tanpa keysa sadari, suami
tercintanya tengah menatapnya dipintu penghubung ruang tengah ke taman
belakang.
Senyuman manis tidak hilang dari bibir felix. hingga keysa
menyelesaikan lirik lagunya dan tepuk tangan terdengar dari arah belakangnya
membuat keysa menengok.
"mas?" ucap keysa senang. " kapan pulang? Kenapa
tidak bilang?" Tanya keysa menyimpan selang yang dia pegang ketanah. Keysa
berjalan dengan ceria kearah felix dan langsung memeluknya erat. Menghirup
aroma maskulin dari tubuh felix.
"sepertinya istriku ini sangat merindukanku" ujar
felix dengan nada menggoda
"aku sangat merindukanmu,," ujar keysa seraya mengelus
dada bidang felix. "aku senang, kamu pulang cepat" tambah keysa
"iya dong, apa sich yang nggak buat istri tercintaku
ini" felix mengecup kepala keysa dengan sayang.
"bagaimana kabar anak kita?" Tanya felix
"dia baik-baik saja" ujar keysa membuat felix memeluk
keysa dengan sangat sayang. dan mencium perut rata istrinya.
Seperti biasanya felix tidak mau membuat keysa kelelahan. Felix
memasak makan malam untuk dirinya dan juga keysa.
"sayang, aku masak steak buat kamu, ayo makan" ucap
felix menyerahkan nampan berisi steak yang membuat air liur menetes.
"kamu bisa buat itu dari mana?" Tanya keysa
menyempatkan waktu untuk kesana menanyakan resep masakan dan cara memasaknya.
Di coba dulu" ujar felix
"tapi aku gak lapar, mas" jawab keysa
"sayang jangan gitu dong, masa masakan aku slalu kamu
campakan sich. Ayo makan dulu, mumpung masih hangat, aku yakin rasanya
enak" ujar felix memotong daging sapi itu dengan sabar.
"tapi aku gak mau" ujar keysa merengek
"ayo dong sayang, satu suap aja yah" ucap felix
memasang wajah memelas
"ya udah" ujar keysa akhirnya tidak tega melihat wajah
felix. keysa menerima suapan felix dan mengunyah daging itu.
"gimana? Enak?" Tanya felix penuh harap
"iya lumayan, tapi udah. Aku kenyang" ujar keysa
membuat felix menghela nafas.
Keysa berbaring ditempat tidurnya, saat tadi meninggalkan felix
begitu saja. Tak lama pintu kamarnya terbuka dan menampakan felix.
felix merebahkan dirinya disamping keysa dan menarik tubuh keysa
agar mendekat kearahnya.
"kamu kenapa? Aku perhatiin daritadi kamu melamun
terus" ujar felix membuat keysa menggigit bibir bawahnya.
"ada apa sayang?" felix beranjak duduk dan menarik
keysa agar duduk dihadapannya.
"kamu bilang aku gak pernah ngidam. Dan sekarang aku
ngidam" cicit keysa membuat felix senang.
"kamu ngidam apa sayang? kamu mau makan apa? akan aku
carikan dan penuhin malam ini juga" ujar felix semangat dan antusias,
tetapi keysa menundukan kepalanya bingung. Takut felix akan marah dan tidak
menuruti keinginannya.
"ayo katakana sayang, kamu ngidam apa?" Tanya felix
lagi
"aku-" suara keysa seakan tertahan ditenggorokannya.
Keysa kembali mengigit bibir bawahnya membuat felix bingung dan tidak sabar
menunggu mau keysa.
"apa?" Tanya felix lagi tak sabar
"tapi kamu jangan marah" ujar keysa
"marah? Kenapa aku harus marah sayang. kamu mau apa ayo
bilang" ujar felix
"aku ingin makan nasi goreng" cicit keysa
"oh itu sich gampang, kamu pake takut aku marah segala. Aku
akan memasakannya sekarang juga buat kamu yah" ujar felix semangat dan
hendak beranjak tetapi keysa menahan tangannya.
"tunggu, aku belum selesai" ujar keysa
"apa lagi? Kamu ngidam minumannya juga? Ayo sebutkan, akan
aku buatkan sekarang" ujar felix antusias
"dengar mas, aku ingin makan nasi goreng masakan dokter dhika
dan aku ingin makan disuapi dia" ujar keysa meringis takut felix marah
padanya. Dan felix hanya terdiam membisu, senyumannya hilang seketika.
"kamu aneh, masa ngidam kayak gitu" ujar felix sinis
"itu maunya anak kita, bukan mau aku" ujar keysa
"lebih baik kamu tidur, kamu harus istirahat" ucap
felix berbaring terlebih dulu memunggungi keysa.
"kamu marah yah, aku tau kamu tidak akan menuruti ngidam
pertamaku ini" ucap keysa serak terdengar isakan tangis dibelakang felix.
"aku kira kamu benar akan memenuhinya, hikz...." Isak
keysa membuat felix kesal dibuatnya. Felix bangun dari tidurnya dan menatap
keysa
"kenapa harus oranglain yang kamu minta buat nyuapin kamu?
Aku gak rela, tadi aja aku suapin kamu. Kamu nolak" ucap felix masih
cemburu.
"aku gak tau, ini maunya anak kamu" ucap keysa
ditengah isakannya. " kamu bilang mau menuhi semuanya demi anak kita, tapi
baru gini aja kamu nolak. Padahal aku Cuma minta nasi goreng buatan dokter
dhika dan makan disuapi olehnya, bukan mau apa-apa" isak keysa
"kenapa ngidamnya harus kayak gitu sich? Apa jangan-jangan
ini akal-akalan kamu aja yah yang ingin cari perhatian dokter dhika, dokter
idolamu itu" ujar felix kesal
"kamu nuduh aku?" ujar keysa. "jahat kamu,
ngapain aku fitnah anak aku sendiri, ini emang keinginannya..hikzzzzz"
tangisan keysa semakin pecah membuat felix bingung.