My Ceo

My Ceo
Episode 41



2 bulan kemudian


Kehamilan keysa berangsur membaik, felix sangat menjaganya


dengan sangat baik. Bahkan melarang keras keysa melakukan sesuatu yang akan


membuatnya kelelahan.


Clara dan remon sudah menikah satu bulan yang lalu, dan mereka


tengah melakukan honeymoon ke WINA.


Sejak keysa hamil, ibu dan papa mahes bergiliran datang kerumah


untuk menemani keysa. Kehamilan keysa saat ini sangat mengkhawatirkan, karena


keysa yang biasanya lahap makan kini berubah drastic, nafsu makannya hilang


begitu saja. Badannya yang kecil, menjadi sangat kurus karena kurangnya asupan


makanan.


Felix sering sekali kecewa, karena makanan yang dia masak


sendiri harus tercampakkan begitu saja ke tong sampah.


Felix memasuki kamarnya dengan segelas susu ditangannya.


"sayang, ayo minum susunya dulu" ujar felix duduk


diranjang, disamping keysa yang tengah merebahkan diri.


Keysa mengambil gelas itu dan meminumnya. Felix bersyukur karena


keysa masih mau menghabiskan susu ibu hamilnya itu.


"sayang, kamu gak pengen apa-apa?" Tanya felix setelah


keysa menghabiskan susunya hingga tandas.


"kenapa memangnya?" Tanya keysa saat felix mengambil


gelas yang sudah kosong ditangan keysa.


"biasanya kan kalau sedang hamil muda, suka ngidam dan


ingin ini itu. Tapi kamu kok tenang-tenang aja sich?" Tanya felix heran,


karena selama 2 bulan ini keysa tidak meminta apa-apa.


"aku gak ingin apa-apa, mas. Memangnya salah yah?"


Tanya keysa


"ya aneh saja" kekeh felix


"aku gak tau, tapi aku bersyukur sich. Anak kita tidak


sampai merepotkan daddy dan mommy nya" ujar keysa mengelus perut ratanya.


"ya udah, kalau gitu kamu istirahat" ujar felix


membantu keysa merebahkan tubuhnya. Felix mengelus perut keysa yang masih rata


dan menciuminya.


"baik-baik disana yah sayang, dan sehat selalu" ucap


felix dan kembali mengecup perut keysa.


"selamat malam malaikatnya daddy, dan selamat malam


bidadarinya aku" felix mengecup kening keysa dan menyelimuti tubuh keysa.


Setelah itu felix merebahkan tubuhnya disamping keysa dan memeluk keysa dengan


sayang.


***


Keysa tengah bersenandung sambil menyirami tanaman dibelakang


rumahnya. Setelah menikah, keysa sibuk mengurusi tanaman favoritnya.


Keysa sangat bahagia dengan kehidupannya saat ini. Keysa slalu


berharap tidak akan ada lagi kebohongan dan sakit hati yang akan menerpa


hidupnya kedepan. Dia ingin merancang kehidupan rumah tangganya dengan felix


dengan sangat indah.


Keysa bernyanyi, dengan sebelah tangannya yang sibuk mengelus


perut ratanya dan sebelahnya lagi menyirami tanaman. Tanpa keysa sadari, suami


tercintanya tengah menatapnya dipintu penghubung ruang tengah ke taman


belakang.


Senyuman manis tidak hilang dari bibir felix. hingga keysa


menyelesaikan lirik lagunya dan tepuk tangan terdengar dari arah belakangnya


membuat keysa menengok.


"mas?" ucap keysa senang. " kapan pulang? Kenapa


tidak bilang?" Tanya keysa menyimpan selang yang dia pegang ketanah. Keysa


berjalan dengan ceria kearah felix dan langsung memeluknya erat. Menghirup


aroma maskulin dari tubuh felix.


"sepertinya istriku ini sangat merindukanku" ujar


felix dengan nada menggoda


"aku sangat merindukanmu,," ujar keysa seraya mengelus


dada bidang felix. "aku senang, kamu pulang cepat" tambah keysa


"iya dong, apa sich yang nggak buat istri tercintaku


ini" felix mengecup kepala keysa dengan sayang.


"bagaimana kabar anak kita?" Tanya felix


"dia baik-baik saja" ujar keysa membuat felix memeluk


keysa dengan sangat sayang. dan mencium perut rata istrinya.


Seperti biasanya felix tidak mau membuat keysa kelelahan. Felix


memasak makan malam untuk dirinya dan juga keysa.


"sayang, aku masak steak buat kamu, ayo makan" ucap


felix menyerahkan nampan berisi steak yang membuat air liur menetes.


"kamu bisa buat itu dari mana?" Tanya keysa


menyempatkan waktu untuk kesana menanyakan resep masakan dan cara memasaknya.


Di coba dulu" ujar felix


"tapi aku gak lapar, mas" jawab keysa


"sayang jangan gitu dong, masa masakan aku slalu kamu


campakan sich. Ayo makan dulu, mumpung masih hangat, aku yakin rasanya


enak" ujar felix memotong daging sapi itu dengan sabar.


"tapi aku gak mau" ujar keysa merengek


"ayo dong sayang, satu suap aja yah" ucap felix


memasang wajah memelas


"ya udah" ujar keysa akhirnya tidak tega melihat wajah


felix. keysa menerima suapan felix dan mengunyah daging itu.


"gimana? Enak?" Tanya felix penuh harap


"iya lumayan, tapi udah. Aku kenyang" ujar keysa


membuat felix menghela nafas.


Keysa berbaring ditempat tidurnya, saat tadi meninggalkan felix


begitu saja. Tak lama pintu kamarnya terbuka dan menampakan felix.


felix merebahkan dirinya disamping keysa dan menarik tubuh keysa


agar mendekat kearahnya.


"kamu kenapa? Aku perhatiin daritadi kamu melamun


terus" ujar felix membuat keysa menggigit bibir bawahnya.


"ada apa sayang?" felix beranjak duduk dan menarik


keysa agar duduk dihadapannya.


"kamu bilang aku gak pernah ngidam. Dan sekarang aku


ngidam" cicit keysa membuat felix senang.


"kamu ngidam apa sayang? kamu mau makan apa? akan aku


carikan dan penuhin malam ini juga" ujar felix semangat dan antusias,


tetapi keysa menundukan kepalanya bingung. Takut felix akan marah dan tidak


menuruti keinginannya.


"ayo katakana sayang, kamu ngidam apa?" Tanya felix


lagi


"aku-" suara keysa seakan tertahan ditenggorokannya.


Keysa kembali mengigit bibir bawahnya membuat felix bingung dan tidak sabar


menunggu mau keysa.


"apa?" Tanya felix lagi tak sabar


"tapi kamu jangan marah" ujar keysa


"marah? Kenapa aku harus marah sayang. kamu mau apa ayo


bilang" ujar felix


"aku ingin makan nasi goreng" cicit keysa


"oh itu sich gampang, kamu pake takut aku marah segala. Aku


akan memasakannya sekarang juga buat kamu yah" ujar felix semangat dan


hendak beranjak tetapi keysa menahan tangannya.


"tunggu, aku belum selesai" ujar keysa


"apa lagi? Kamu ngidam minumannya juga? Ayo sebutkan, akan


aku buatkan sekarang" ujar felix antusias


"dengar mas, aku ingin makan nasi goreng masakan dokter dhika


dan aku ingin makan disuapi dia" ujar keysa meringis takut felix marah


padanya. Dan felix hanya terdiam membisu, senyumannya hilang seketika.


"kamu aneh, masa ngidam kayak gitu" ujar felix sinis


"itu maunya anak kita, bukan mau aku" ujar keysa


"lebih baik kamu tidur, kamu harus istirahat" ucap


felix berbaring terlebih dulu memunggungi keysa.


"kamu marah yah, aku tau kamu tidak akan menuruti ngidam


pertamaku ini" ucap keysa serak terdengar isakan tangis dibelakang felix.


"aku kira kamu benar akan memenuhinya, hikz...." Isak


keysa membuat felix kesal dibuatnya. Felix bangun dari tidurnya dan menatap


keysa


"kenapa harus oranglain yang kamu minta buat nyuapin kamu?


Aku gak rela, tadi aja aku suapin kamu. Kamu nolak" ucap felix masih


cemburu.


"aku gak tau, ini maunya anak kamu" ucap keysa


ditengah isakannya. " kamu bilang mau menuhi semuanya demi anak kita, tapi


baru gini aja kamu nolak. Padahal aku Cuma minta nasi goreng buatan dokter


dhika dan makan disuapi olehnya, bukan mau apa-apa" isak keysa


"kenapa ngidamnya harus kayak gitu sich? Apa jangan-jangan


ini akal-akalan kamu aja yah yang ingin cari perhatian dokter dhika, dokter


idolamu itu" ujar felix kesal


"kamu nuduh aku?" ujar keysa. "jahat kamu,


ngapain aku fitnah anak aku sendiri, ini emang keinginannya..hikzzzzz"


tangisan keysa semakin pecah membuat felix bingung.