
Happy reading
------------------------------------------------------------------------------
Author pov
Matahari sudah bersembunyi dikegelapan malam dan kini muncullah bulan yang menerangi bumi oleh sinar indahnya.
Keysa dan Clara sudah sampai ditempat dimana Felix dan kawan-kawan akan manggung. Terlihat banyak sekali penonton khususnya wanita remaja dan panggung yang lumayan megah.
"Wah ternyata band mereka terkenal juga yah" ucap Keysa tidak menyangka.
"Begitulah Key,, tetapi mereka tidak berniat untuk masuk ke dunia entertainment, ini hanya sebagai hobby saja bagi mereka. Mereka tidak ingin kerepotan dengan masuk dunia hiburan apalagi mereka punya tanggung jawab mengurusi perusahaan keluarganya" jelas Clara
"Oh begitu yah, tapi ini sudah termasuk terkenal lho dengan banyak banget fans meskipun rata-rata wanita semua" ucap Keysa
"Ya begitulah, jangankan di dunia hiburan gini. Di dunia bisnispun mereka bertiga terkenal sebagai pengusaha muda yang tampan" kekeh Clara dan Keysa hanya mengangguk-nganggukan kepalanya.
Hingga tidak disadari kalau personil a.n.jell sudah naik ke atas panggung dengan memakai pakaian serba putih semakin memperlihatkan aura ketampanan dan kegagahan mereka. Sehingga membuat semua penonton bersorak-sorak memanggil nama mereka.
Keren banget mereka, terutama Felix... Dia terus mengumbar senyumannya. Bibir seksi itu,,, baru tadi sore aku merasakannya dan sekarang sungguh aku merindukannya. Batin Keysa sambil memegang bibirnya mengingat kejadian tadi sore.
Aduh Keysa bodoh, kenapa gue jadi mesum sih? Fokus Key fokus.. Jerit batin Keysa sambil memukul kepalanya sendiri
"Kenapa Key?" tanya Clara heran
"Gak papa Clar,," sahut Keysa diiringi dengan cengirannya.
Felix dan kawan-kawannya mulai bernyanyi, para penonton terus berteriak dan bersorak memanggil nama Felix dan yang lainnya.
Hingga tanpa terasa sudah 3 lagu ciptaannya yang mereka nyanyikan.
"Oke guys,, ini lagu terakhir... Kalau ada yang hapal ikutan nyanyi yah..." ucap Felix dengan senyuman mautnya.
"Pribadi Felix kalau di atas panggung akan berubah 180 derajat celcius. Dia akan menjadi seseorang yang ramah dan murah senyum" ucap Clara yang paham dengan apa yang dipikirkan Keysa.
"Iya loe bener, daritadi dia terus mengumbar senyum. Padahal selama gue jadi sekretarisnya bisa dihitung berapa kali dia senyum ke gue" ucap Keysa fokus menatap Felix
Saat ku tenggelam dalam sendu
Waktupun enggan untuk berlalu
Ku berjanji tuk menutup pintu hatiku
Entah untuk siapapun itu
Semakin ku lihat masa lalu
semakin hatiku tak menentu
Tetapi satu sinar terangi jiwaku
Saat ku melihat senyummu
Felix menatap Keysa yang tengah menatapnya juga. Mata mereka terkunci dengan Felix yang terus menyanyikan lagu yang tengah ia bawakan. Seakan itu adalah pesan untuk Keysa.
Dan kau hadir merubah segalanya
Menjadi lebih indah
Kau bawa cintaku setinggi angkasa
Membuatku merasa sempurna
Dan membuatku utuh tuk menjalani hidup
Berdua denganmu selama-lamanya
Kaulah yang terbaik untukku
Kini ku ingin hentikan waktu
Bila kau berada di dekatku
Bunga cinta bermekaran dalam jiwaku
Kan ku petik satu untukmu
Kaulah yang terbaik untukku
Ku percayakan seluruh hatiku padamu
Kasihku satu janjiku kaulah yang terakhir bagiku
Bagai tersihir oleh kecantikan Keysa, Felix terus menatap mata Keysa yang tak jauh dari panggung. Keduanya saling bertatapan seakan punya arti tersendiri hingga tanpa terasa lagu telah selesai.
Keysa tersentak kaget saat Clara menarik tangannya hingga membuat tatapannya dengan Felix terputus.
"Ayo acaranya selesai, lebih baik kita temui mereka di Backstage" ucap Clara menyeret Keysa, membuat Keysa mau tidak mau mengikuti Clara.
***
"Woww... Tadi itu keren banget" ucap Clara heboh saat memasuki ruang ganti dimana Felix dan kedua temannya sedang beristirahat disana.
"Mulai lagi nona ini hebohhh" ucap Devan memutar bola matanya
"Gue jujur kali Van,,, emang bener tadi tuh keren banget. Para penonton saja heboh" ucap Clara antusias
"Terutama para cewe kan" ucap Remon antusias
"Kalau ngebahas cewe, semangat langsung" cibir Clara mengerucutkan bibirnya
"Yak... Sayang,, jangan cemburu !! Kan memang kenyataannya para fanz kita rata-rata cewe semua" ucap Demon santai
"Yayaya" ucap Clara memutar bola matanya
"Kamu gak ngucapin sesuatu Key?" goda Devan tersenyum manis membuat Keysa kikuk dan langsung menatap Felix yang sedang duduk memainkan iphonenya.
"Iya selamat yah, kalian tadi sangat keren dan memukau" ucap Keysa dengan polosnya
"Siapa yang memukau Key?" goda Remon
"Sepertinya bukan kita berdua, Mon" tambah Devan membuat Keysa tersipu malu
"Kalian semua sangat kerenn. 2 jempol deh buat kalian" ucap Keysa semangat diiringi cengirannya sambil menunjukkan kedua jempolnya Felix melirik ke arah Keysa sambil menaikkan sebelah alisnya.
***
Kelimanya kembali ke villa untuk beristirahat. Felix melihat Keysa berdiri di teras belakang villa, Felixpun menghampiri Keysa dan menyodorkan minuman kaleng dingin berwarna biru ke Keysa. Keysa menerimanya sambil tersenyum.
"Makasih" ucap Keysa
"Kamu menyukai tempat ini!" tanya Felix sambil meminum minuman kaleng ditangannya
"Ya,, disini seperti pulang ke kampung halaman sendiri. Sungguh sejuk dan tenang" ucap Keysa masih menatap lurus ke depan mengagumi keindahan tumbuhan hijau dihadapannya dan sesekali memejamkan matanya menghirup udara bersih yang terasa segar ke seluruh tubuhnya.
"Ya kamu bener, disini memang sejuk dan sangat tenang" tambah Felix menatap lurus kedepan
"Aku slalu bermimpi untuk mempunyai rumah ditempat seperti ini, jauh dari kebisingan kota dan udara kotor" ucap Keysa.
"Aku sangat menyukai kehijauan, ketenangan" tambah Keysa membuat Felix seketika menatapnya dan tersenyum
"Oh iya, kamu berbeda 180 derajat saat diatas panggung tadi" ucap Keysa mencairkan suasana setelah keduanya terdiam untuk beberapa saat.
"Berubah gimana?" tanya Felix mengangkat sebelah alisnya
"Ya,, dipanggung kamu begitu banyak tersenyum manis ke para penonton. Padahal aslinya dingin sekali, malahan bisa ke hitung berapa kali kamu tersenyum padaku" cerocos Keysa
"Kenapa? Kamu cemburu yah aku senyum ke penonton" goda Felix menatap Keysa
"Eh,, Apaan? Ng...nggak kok,,, memang siapa kamu yang harus aku cemburuin" ucap Keysa salting
"Yakin?" goda Felix makin mendekati wajah Keysa yang terlihat enggan untuk menatap Felix
"Iya yakin kok,," ucap Keysa berusaha tenang menutupi kegugupannya
"Baiklah aku percaya" ucap Felix penuh penekanan membuat Keysa bernafas lega
"Lagian senyum kamu manis kok,, aku kira orang sedatar kamu tidak bisa tersenyum semanis itu" ucap Keysa jujur membuat Felix tertawa
"Yak.... Kenapa kamu tertawa?" tanya Keysa heran
"Tidak apa-apa, makasih pujiannya yah !!! Tapi kamu orang kesekian ribunya yang muji aku" ucap Felix dengan sombongnya
"Kamu tau gak Key,,, ini duniaku yang sebenarnya. Kalau tanganku sudah memegang alat musik atau bernyanyi, aku merasa menjadi diriku sendiri" ucap Felix setelah menghentikan tawanya membuat Keysa menatap Felix seakan mengisyaratkan 'Kenapa'
"Hidupku rumit Key, aku harus berubah menjadi sosok lain dikantor karena aku tidak suka kehidupan seperti itu. Aku lebih menyukai hidup ditempat seperti ini dan mengembangkan hobby ku" jelas Felix lirih. Keysa menangkap raut kesedihan di mata Felix tetapi Keysa belum ingin bertanya kenapa, ia tidak ingin mengungkit perihal apa yang membuat Felix sedih.
"Aku mencoba menikmati dunia bisnisku demi almarhum papaku,, dia panutan hidupku dan aku berusaha untuk membuatnya bangga" ucap Felix
Mendengar kata papa,, Keysa langsung teringat ke Mahesya !! Bagaimana sekarang keadaannya? Keysa sangat takut Reno dan Sanas mencelakai papanya. Tetapi Keysa sudah meminta bantuan ke tangan kanan papa untuk mencari tahu perihal Reno dan keadaan papa.
"Papa..." gumam Keysa membuat Felix yang tadinya menatap lurus kini menatap ke arah Keysa
"Ada apa?" tanya Felix heran
"tidak apa-apa" ucap Keysa tersenyum kecil, tetapi Felix menaruh curiga pada Keysa.
"Sudahlah lupakan saja, oh iya tadi ekspresi para penontonnya lucu banget. Pada melongo kagum gitu,,, malahan semuanya natap kamu penuh harap" kekeh Keysa
"Termasuk kamu juga yah" goda Felix
"Apa? Nggak kok,, aku sih biasa saja tuh" ucap Keysa yang tertangkap basah
"Biasa saja tapi mukanya merah gitu mirip kepiting rebus, ketahuan banget kagumnya" goda Felix
'Felix kok jadi nyebelin gini sih' batin Keysa
"Apaan? Pede banget kamu" ucap Keysa berusaha untuk tenang
"Aku perhatiin kamu lho dari atas panggung" ucap Felix langsung membuat Keysa semakin kaget dan salting
"Kamu cantik kalau sedang merona gitu" goda Felix membuat Keysa semakin merona dan itu membuat Felix tertawa
"Ke...kenapa tertawa? Apa yang lucu?" tanya Keysa heran
"Muka kamu lucu" ucap Felix membelai pipi Keysa dan beranjak pergi
"Oh my god !!" ucap Keysa tersenyum senang memegang dadanya yang terasa berdetak kencang
"Apa yang terjadi dengan jantung kamu?" goda Felix yang ternyata belum benar-benar pergi dan masih memperhatikan tingkah Keysa
"Eh... Itu..." bagaikan pencuri kecil yang tertangkap basah,, Keysa hanya tersenyum kikuk dan langsung pergi begitu saja meninggalkan Felix yang sedang menggulum senyumnya.
Keysa berjalan cepat memasuki kamarnya.
"Oh tuhan ini memalukan sekali" gumam Keysa
"Apa yang memalukan Key?" tanya Clara yang kebetulan baru keluar dari kamar mandi sambil mengelap rambutnya yang basah dengan handuk
"Nggak apa-apa" Keysa hanya nyengir membuat Clara semakin penasaran.
***
Keysa baru selesai mandi dan pergi ke dapur untuk mengambil minum,, tiba-tiba terdengar suara berisik dari arah depan. Karena penasaran Keysa pergi keruang tamu.
Ternyata disana ada 5 orang perempuan sedang Histeris meminta foto dan tanda tangan ke Felix, Remon dan Devan. Tapi 2 orang dari mereka sedang memeluk Felix dan bergelut manja dilengan Felix. Felix malah tersenyum manis menanggapi mereka.
Keysa langsung dilanda perasaan aneh dihatinya,, Keysa tidak mengerti dari isi hatinya itu tetapi yang jelas dia sangat kesal dan marah...
"Dasar cewe genit...!! Nyebelin" gerutu Keysa dan berlalu pergi
Dikamarnya Keysa terus mondar mandir dan uring-uringan.
"Ngapain sih Felix pake senyum-senyum segala ke cewe-cewe genit itu? Pake ngebales pelukannya lagi. Ikhhhh nyebelinnn bangettt sihh" kesal Keysa
"Clara mana lagi,,, lagi dibutuhin malah gak ada" gerutu Keysa lalu mengambil hp dan mengetik sesuatu lalu send. Keysa melempar hpnya ke atas ranjang dan kembali mondar mandir tetapi seketika terdiam.
"Oh sial !!" umpat Keysa kembali mengambil hpnya
"Kenapa gue kirim pesannya ke Felix sih? Ohh kau bodoh Keysa.... Haduhh mana sudah terkirim lagi gak bisa dibatalin,,, mudah-mudahan smsnya nyangkut dipohon" ceroscos Keysa gak jelas
"Tapi mana mungkin? Orang deket gini. Haduh gimana ini,,, mau taruh dimana muka gue,,,!! Gimana ini?" keluh Keysa
"Gue harus lebih dulu dapet hp Felix dan hapus pesan itu,, lagian kan Felix masih sibuk sama fanznya" ucap Keysa dan berlari keluar kamar
Tetapi saat ke ruang tamu ternyata sudah tidak ada siapa-siapa. Itu membuat Keysa semakin panik. Dengan tekad keberanian, Keysa memasuki kamar Felix.
Ceklek
Ah tidak dikunci....
Pikir Keysa. Keysa mengendap-ngendap masuk ke dalam kamar Felix yang terlihat kosong. Tetapi terdengar suara gemercik air menandakan seseorang sedang mandi.
'Pasti Felix lagi mandi,,, dan mungkin saja sms gue belum dia baca. Oke sekarang juga gue harus cari handphone dia' batin Keysa
Keysa mulai mencari hp milik Felix di setiap meja dan laci, hingga ketemu di atas ranjang king sizenya.
"Ini hpnya,,, asyikkk" sorak Keysa pelan dan langsung menutup mulutnya dan melirik ke arah pintu kamar mandi. Setelah dipastikan tidak ada pergerakan, Keysa kembali fokus ke hp Felix. Tetapi...
Ceklek
Pintu kamar mandi terbuka, dan Keysa dengan sigap meloncat ke penjuru dinding dimana terhalang oleh ranjang besar itu. Keysa tengkurap agar badannya tidak terlihat.
Keysa menutup mulutnya untuk beberapa saat,,, dan mulai mengotak atik handphonenya...
"Astaga pake di password segala sih,,, ribet amat deh" gerutu Keysa mencoba menekan handphonenya berkali-kali menebak passwordnya.
"Passwordnya apaan yah?" ucap Keysa berpikir keras
"910" ucap seseorang dan Keysa menurutinya
"Berhasil masuk,,," ucap Keysa bersorak senang tetapi tiba-tiba Keysa terdiam siapa yang barusan bicara
"Pasti itu doraemon,,, terima kasih doraemon" ucap Keysa polos membuat seseorang itu mengangkat sebelah alisnya dan menyilangkan kedua tangannya didepan dada dan berdiri tepat dibelakang Keysa yang memunggunginya.
"Tetapi kan doraemon itu di Jepang, ini kan di Indonesia" guman Keysa dan badannya tiba-tiba langsung menegang
"Jangan-jangan...." dengan perasaan takut dan gugup, Keysa memberanikan diri untuk menengok ke arah suara itu dan ternyata benar 'Felix'
"Astaga...." Keysa yang kaget langsung mengubah posisinya menjadi duduk dan menghadap kearah Felix
Keysa menatap Felix dengan gugup dan menelan salivanya sendiri. Ditambah penampilan Felix yang hanya memakai handuk putih yang dililitkan dipinggangnya, memperlihatkan dada bidang telanjangnya dan air yang bercucuran dari rambutnya yang basah. 'Seksi' pikir Keysa.
"Doraemon hilangkan aku sekarang" gumam Keysa setelah sadar dari mengagumi sosok Felix di depannya.
"Ck,,, dasar bocah. Tidak ada doraemonmu disini !!! Cepat keluar dari sana atau aku yang akan menarikmu" ucap Felix penuh penekanan membuat Keysa berangsur keluar dari persembunyiannya.
Keysa berjalan menghampiri Felix dengan gugup.
"Tidak sopan seorang wanita mengendap-ngendap masuk ke dalam kamar pria" ucap Felix mendekati Keysa menghapus jejak diantara keduanya
"Aku...." sekarang Keysa benar-benar gugup. Jantungnya berdetak lebih cepat, darahnya berdesir karena terpaan nafas Felix menerpa wajahnya yang sekarang berjarak beberapa centi.
"Kenapa?" bisik Felix membuat Keysa lemas dan linglung hingga membuatnya langsung terduduk di atas ranjang.
Felix mencondongkan badannya agar wajahnya sejajar dengan wajah Keysa.
"Kenapa kamu mengendap-ngendap kesini dan mengotak atik hpku?" tanya Felix menaikkan sebelah alisnya.
"Itu....itu..." lidah Keysa seakan kelu,, dia bingung harus menjawab apa. Tatapan elang milik Felix mampu menembus ke manik mata Keysa
"Clara. Siapa sih wanita-wanita genit itu? Lihat mereka merayu Felix dan memeluknya... Tidak tau malu sekali,,, ingin rasanya aku menjambak rambut mereka dan menendang mereka keluar rumah ini satu persatu" ucap Felix penuh penekanan disetiap katanya membuat Keysa membelalak lebar.
'Ternyata dia sudah membacanya,,, ohh sial !! Sekarang gue gimana? Ohh tuhan tolonglah aku dari terkaman iblis tampan ini... Tapi dia lebih menyerupai malaikat sih !!! Aghh bodo amat deh,, yang jelas nasib gue sekarang gimana? Muka gue mau ditaruh dimana sekarang? Sungguh memalukan' Jerit batin Keysa
"Apa karena itu kamu kesini? Dan ngotaks ngatik hp aku?" ucap Felix lembut tapi mampu membuat tubuh Keysa meremang. Keysa menggigit bibir bawahnya gugup, dan malu menjadi satu...
"Apa seorang Keysa Adeeva seberani itu? Aku penasaran saat kamu menjambak dan menendang mereka keluar dari Vila" ucap Felix lembut semakin mendekatkan wajahnya ke Keysa
"Ka...kamu mau apa?" pertanyaan bodoh yang dilontarkan Keysa,, Keysa berangsur mundur membuat Felix menaiki ranjang dan terus mendekati Keysa
"Aku penasaran,, secemburu itukah kamu sama aku?" ucap Felix
"A...aku...." Keysa benar-benar tergagap
"Karena kamu sudah mengendap-ngendap masuk kekamar pria dan mengotak atik hpnya.. Aku akan kasih hukuman buat kamu" ucap Felix membuat Keysa kembali menelan salivanya dan hendak berangsur mundur tapi tubuhnya sudah direngkuh oleh Felix,,,
Tubuh Keysa semakin menegang sampai-sampai dia tidak sadar kalau dia sedang menahan nafasnya. Seringai jahat terlukis dibibir Felix
"Ka...kamu mau apa???"
***