My Ceo

My Ceo
Episode 23



Happy Reading


------------------------------------------------------------


Keysa berjalan menuju mejanya dengan lesu. Pikirannya di penuhi dengan penjelasan Devan kemarin. Di satu sisi Keysa sangat kasian dengan Felix karena dikhianati itu sangat pedih rasanya, tapi disisi lain Keysa juga kesal karena bisa-bisanya Felix menjadikan dirinya sebagai pelampiasan saja.


Sesampainya dikursi singgasananya Keysa menutup wajahnya dengan kedua tangannya, kepalanya tiba-tiba saja terasa sangat pening dan dadanya terasa terhimpit sesuatu yang keras.


Keysa mendengar suara langkah kaki di sekitarnya dan dengan segera Keysa medongakkan kepalanya dan terlihat Felix baru saja melewatinya tanpa menyapanya bahkan meliriknyapun tidak.


'Dia pikir aku patung apa, nggak di anggap sama sekali. Biasanya kan dia selalu negur aku kalau aku terlihat lesu di pagi hari. Tapi sekarang dia benar-benar tidak menganggapku ada.' Batin Keysa.


Keysa mengerjakan semua pekerjaannya dengan lesu dan sama sekali tidak bersemangat, apalagi rasa sakit di dadanya semakin membuatnya sesak dan tak bisa berkonsentrasi. Hingga seseorang mengagetkannya


"Maaf mbak, apa Felix ada diruangannya?"


"Ad-" Keysa terdiam sesaat melihat siapa yang tengah berbicara dan itu


Bella Swift


'Jadi wanita ini yang sudah bikin Felix tidak percaya cinta, wanita ular ini yang sudah nyakitin Felix?' batinnya.


"Maaf mbak" Bella mengibas-ibaskan  tangannya dihadapan wajah Keysa membuatnya tersadar dari lamunannya.


"Eh"


"Apa Felix ada diruangannya?" tanya Bella kembali.


"Ada, tapi mbak, pak Felixnya sedang sibuk tidak bisa diganggu" ucap Keysa sesopan mungkin. Tapi tanpa di duga, Bella langsung nyelonong masuk ke dalam ruangan Felix. Keysapun bergegas mengikuti Bella yang sudah masuk ke dalam ruangan Felix.


Felix yang tengah berdiri menghadap kaca jendela di dalam ruangannya langsung menengok saat mendengar suara pintu di buka. Dia mengernyitkan dahinya melihat kedatangan Bella.


"Maaf pak,, saya sudah melarangnya tapi dia main nyelonong saja" ucap Keysa yang berdiri di ambang pintu.


"Ya tidak apa-apa, kamu bisa tinggalkan kami berdua" ucap Felix terdengar sangat datar.


"Eh...tapi" ucap Keysa lirih


"Tidak apa-apa Keysa,, kamu bisa kembali bekerja" ucap Felix penuh penekanan. Dan Keysapun akhirnya menuruti karena nada bicara Felix tak ingin di bantah. Keysa berbalik dan menutup pintu ruangan Felix  kembali duduk dikursinya dengan gelisah.


"Apa yah yang sedang mereka bicarakan,,? lagian kenapa sih wanita itu datang lagi kesini" gerutu Keysa sambil terus melirik jendela ruangan Felix yang sama sekali tidak bisa terlihat apa yang terjadi di dalam.


Bella berjalan mendekati Felix, sedangkan Felix hanya menatapnya datar. "Ada perlu apa lagi?" tanya Felix dingin. Bella tidak menjawab dan terus berjalan mendekati Felix, hingga kini berdiri di hadapan Felix.


"Aku sangat merindukanmu, sayang" ucap Bella sambil menyentuh dada bidang Felix dengan jari tangannya menggoda.


"Jangan pernah menyentuhku, *****...." ucap Felix dingin dan menepis tangan Bella dengan kasar.


"Aku ingin kita kembali seperti dulu Felix, aku ingin kita melanjutkan pernikahan kita yang tertunda waktu itu" ucap Bella merajuk


"Apa?" Felix terpekik mendengar penuturan Bella yang menurutnya sangat tak tau malu. "Kamu ingin kita kayak dulu? Dan melangsungkan pernikahan? Dalam Mimpimu saja" ucap Felix penuh penekanan dan beranjak hendak keluar dari ruangan.


"Please Felix, aku sangat mencintai kamu" teriak Bella sambil menangis. "Waktu itu aku tergoda, aku khilaf.  Tak ada niatan sama sekali untuk mengkhianati hubungan kita. Please percaya sama aku, Felix. Waktu itu aku dijebak" ucap Bella menangis semakin histeris.


"Aku pulang ke Indonesia hanya untuk kamu, aku kembali hanya untuk hidup bersama kamu. Aku tau aku sangat salah dan udah nyakitin kamu, tapi tolong kasih aku kesempatan sekali lagi. Please Felix" ucap Bella duduk rengkuh di hadapan Felix.


"Bangunlah" Felix berjalan melewati Bella dengan cuek menuju ke kursi kebesarannya. Meninggalkan Bella yang masih duduk rengkuh sambil menangis.


"Aku akan tetap memohon padamu, Felix" ucapnya.


"Aku tidak akan pernah terpengaruh dengan sandiwaramu, sudah cukup kamu membodohiku." ucap Felix kini melihat ke arah Bella tepat di manik mata Bella.


"Enyahlah dari hidupku, *****.  Kalau tidak mau aku yang melenyapkanmu." ucap Felix penuh penekanan membuat Bella bergidik ngeri, apalagi mata Felix yang terlihat berapi-api.


Bellapun segera beranjak keluar ruangan Felix. Sedangkan Felix hanya bisa menghela nafas dan mengambil ponselnya.


"Awasi dia, jangan sampai dia datang lagi ke kantor atau rumahku" ucap Felix kepada seseorang diujung telpon.


Setelah mematikan telpon, ia menyandarkan kepalanya dan memijat ujung hidungnya.


'Aku membutuhkannya saat ini juga,,'  batinnya.


Tok tok tok


"Masuk" jawab Felix dan terlihat Keysa memasuki ruangan Felix. Mata mereka beradu penuh rasa rindu, ingin rasanya Felix beranjak dan menarik Keysa ke dalam pelukannya. Tetapi itu tak mungkin dia lakukan.


"Ada apa?" tanya Felix sangat datar


"Ada yang mau aku tanyakan" ucap Keysa terlihat gugup. Keysa menundukkan kepalanya sambil memainkan kukunya.


'Kamu bisa Keysa,, kamu gak boleh kalah dari wanita penggoda itu.  Ingat Felix milik kamu hanya milik kamu.....'  Batin Keysa berteriak menyemangati Keysa. Hingga tanpa sadar Felix sudah berada dihadapannya.


"Apa yang mau kamu tanyakan? Saya tidak punya banyak waktu" ucap Felix masih terdengar datar. Tanpa disangka-sangka, Keysa menghapus jarak diantara mereka dan dengan mengumpulkan keberaniannya.


Keysa berjinjit dan memejamkan matanya mencium bibir Felix membuat Felix melotot sempurna,, cukup lama bibir mereka menempel, Keysa mulai ******* bibir Felix dengan amatir, tetapi Felix menikmatinya.


Untuk sesaat Felix hanya terdiam, otaknya tidak bisa bekerja dengan baik. Seketika saja kerja sarapnya lambat. Hingga kesadaran Felixpun kembali. Dan segera melepaskan ciuman mereka dan sedikit mendorong tubuh Keysa, membuat Keysa mundur beberapa langkah ke belakang.


"Ke...kenapa?" tanya Keysa bingung.


"Ini tidak benar Keysa,,, Cukup!!" bentak Felix membuat Keysa tersentak kaget.


"Apa yang tidak benar, Felix? Bukankah aku pacar kamu,," ucap Keysa.


"Shitt" umpat Felix mengusap wajahnya frustasi. Dan berbalik memunggungi Keysa.


"Kenapa kamu selalu menghindariku? Apa yang terjadi? Ada masalah apa? Beritahu aku,, jangan hanya diam saja" ucap Keysa kesal. Keysa sudah tidak tahan lagi melihat sikap Felix yang tiba-tiba saja berubah.


"Lupakan aku, lupakan tentang kisah kita. Aku tidak pernah mencintai kamu" ucap Felix tanpa melihat ke arah Keysa dan berlalu pergi keluar ruangan membuat Keysa terduduk di lantai dan menangis sejadi-jadinya.


"Kenapa? Kenapa seperti ini? Hikzzz...hikzzz....." isak Keysa. Tanpa Keysa tau, Felix masih berdiri di balik pintu dan memejamkan matanya mendengar isakan dari Keysa.


'Kenapa tuhan? Kenapa seakan-akan kau tidak berhenti menguji hidupku. Kenapa aku harus kehilangan orang-orang yang sangat aku cintai'  batin Keysa.


***


Keysa sengaja pulang ke rumah Felix malam hari, dia sedang tidak ingin bertemu dengan Felix terlebih dahulu. Terlihat setiap ruangan gelap. 'Kenapa semuanya gelap? Apa Felix belum pulang juga?' Batin Keysa.


Keysa hendak menaiki tangga tetapi terhenti saat mendengar suara musik dari studio musik milik Felix. Karena penasaran, Keysapun berjalan mendekati ruangan itu. Keysa mengintip di balik kaca besar di sebelah pintu, terlihat Felix tengah memainkan gitarnya dan menyanyikan sebuah lagu.


Tak mungkin menyalahkan waktu


Keysa memperhatikan Felix yang serius menyanyi


Tak mungkin menyalahkan keadaan


Kau datang disaatku membutuhkanmu


Dari masalah hidupku bersamanya


Semakin ku menyayangimu,, semakin ku harus melepasmu dari hidupku...


Tak ingin lukai hatimu,, lebih dari ini....


Kita tak mungkin terus bersama....


Keysa bersandar ke daun pintu.


Suatu saat nanti kau kan dapatkan,, seorang yang akan dampingi hidupmu


Biarkan ini menjadi kenangan,, dua hati yang tak pernah menyatu...


Keysa semakin terisak mendengarnya, hatinya tidak ikhlas kalau Felix bener-bener akan melepaskannya.


Semakin ku menyayangimu,, semakin ku harus melepasmu dari hidupku...


Keysa terduduk di lantai sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


Tak ingin lukai hatimu,, lebih dari ini... Kita tak mungkin terus bersama..


Maafkan aku yang membiarkanmu masuk kedalam hidupku ini..


Maafkan aku yang harus melepasmu walau ku tak ingin


Tanpa terasa cairan bening dari sudut mata Felix keluar membasahi pipi.


Semakin ku menyayangimu semakin ku harus melepasmu dari hidupku..


Tak ingin lukai hatimu lebih dari ini,, kita tak mungkin terus bersama...


Semakin terasa cintamu,, semakinku harus melepasmu dari hidupku....


Tak ingin lukai hatimu lebih dari ini... Kita tak mungkin terus bersama....


I will late you go.....


Aku akan membiarkanmu pergi...


I will late you go....


Keysa semakin terisak ditempatnya. Tanpa sadar kalau Felix sudah berhenti bernyanyi.


Felix keluar dari ruangan dan melihat Keysa yang terduduk didepan pintu. "Keysa" panggil Felix sedikit kaget melihat Keysa. Keysa mendongakkan kepalanya menatap Felix.


"Bangunlah" ucap Felix lembut dan membantu Keysa untuk berdiri.


"Maafkan aku" ucap Felix menatap Keysa sendu. Membuat Keysa mengernyitkan dahinya.


"Sebenarnya aku hanya menjadikanmu pelarian saja, aku tidak bisa melupakan Bella. Dia cinta pertama aku, sudah lama aku menunggu kedatangannya dan sekarang dia telah kembali, Maafkan aku Keysa" ucap Felix lembut tapi bagi Keysa itu adalah sebuah tamparan keras.


"Aku sangat menyayangi kamu, aku nyaman di samping kamu tapi ini tidak bisa diteruskan lagi. Aku gak mau semakin menyakiti kamu, jadi lupakanlah aku, Key" 


Keysa menatap mata Felix yang sama-sama sendu. Hatinya sakit, malah ini lebih sakit daripada saat dikhianati oleh Reno. "Jadi kamu hanya menjadikanku pelarian kamu saja, dan sekarang Bella sudah kembali, kamu tidak membutuhkanku lagi?" tanya Keysa dengan bibir yang bergetar.


"Maafkan aku, Key.  Lebih baik kamu lupakan aku" ucap Felix


"Ya, kamu memang benar.  Terima kasih mr. Felix Ernest Blandino yang terhormat" ucap Keysa penuh penekanan dan hendak beranjak tetapi terhenti dan kembali menatap Felix dan..


Plakk


Keysa menampar pipi Felix dengan sangat keras membuat Felix terdiam mematung. "Terima kasih untuk cinta sesaatnya sekaligus sakit hatinya" ucap Keysa menghapus air matanya dengan kasar dan beranjak pergi.


"Mungkin dengan kamu membenci aku, kita bisa menerima ikatan baru kita nanti" gumam Felix.


***


Hujan turun deras sekali, seakan mewakili perasaan yang tengah Keysa alami saat ini. Keysa berjalan menyusuri jalanan sepi sambil menggerek kopernya. Pikiran Keysa terus terfokus pada kata-kata Felix dan Devan yang sudah jelas. Keysa hanya di jadikan sebagai pelampiasannya saja. 'Kenapa???? Kenapa nasibku semalang ini? Tersakiti untuk yang kedua kalinya... Kenapa aku begitu bodoh,, 2kali aku dibodohi oleh dua pria sekaligus...'


Keysa tidak memperdulikan tubuhnya yang di guyur air hujan. Dia terus berjalan menyusuri jalanan yang terlihat sepi ini. 'Padahal aku merasa yakin dengan Felix,, aku sudah menyerahkan hati aku sepenuhnya sama Felix. Tapi apa yang aku dapat? Aku hanya pelariannya saja.'


Srett


Keysa terpekik saat sebuah mobil sport melewatinya dan mencipratkan kubangan air hingga mengenai tubuh Keysa. Keysa semakin menggerutu kesal seraya mengusap tangan dan pakaiannya yang terkena lumpur.


"Maafkan saya, kamu baik-baik saja kan?" Keysa menengadahkan kepalanya dan terlihat sosok pria tinggi dengan wajahnya yang sangat tampan. Ia berdiri di depan Keysa dengan payung hitamnya.


"Kamu-" ucapan Keysa tertahan saat melihat pria di hadapannya ini, dia adalah pria yang sama yang menyelamatkannya di samping restaurant saat dirinya mengintip Felix.


"Kamu gadis restaurant itu kan?" Keysa menganggukan kepalanya, untunglah hujan begitu deras hingga membuat air mata Keysa tak terlihat. Orang itu simpati melihat bibir Keysa yang bergetar dan tubuhnya yang menggigil.


"Ayo aku antarkan kamu pulang" ucapnya membawa koper yang Keysa bawa.


"Ti-tidak usah" ucap Keysa lirih.


"Tidak apa-apa, anggap saja sebagai permintaan maafku karena mengotori pakaianmu" ucapnya


"Ak-" Keysa terdiam saat dadanya terasa sangat sakit sekali hingga tubuhnya ambruk, tetapi sebelum jatuh ke tanah. Pria di depannya segera menahan tubuhnya hingga menjatuhkan payungnya.


Pria itu mengangkat tubuh Keysa dan membawanya memasuki mobil sportnya begitu juga dengan koper yang di bawa Keysa.


***


Keysa mengerjapkan matanya berkali-kali, kepalanya terasa berat sekali dan dadanya terasa tertimpa sesuatu hingga membuatnya sesak. Keysa perlahan membuka matanya dan menatap sekeliling.


"Ini dimana" gumamnya saat melihat kamar asing. Keysa juga melirik pakaiannya yang sudah di ganti dengan pakaian tidur wanita milik seseorang.


Keysa berusaha untuk beranjak menuruni ranjang walau kepalanya terasa pening. Keysa perlahan berjalan menuju pintu hingga seseorang masuk.


Keysa tersentak saat melihat sosok wanita paruh baya yang terlihat cantik di depannya.


"Anda"


"Kamu sudah siuman ternyata, ayo mari mari duduk dulu. Keadaan kamu belum sehat" wanita paruh baya itu menuntun Keysa untuk duduk di sisi ranjang. Ia juga menyimpan nampan makanan di atas nakas.


"Kamu sarapan dulu yah, cantik" ucapnya hendak menyuapi Keysa.


"Tapi maaf nyonya, saya dimana?" tolak Keysa dengan kebingungannya.


"Kamu sudah sadar" ucapan itu membuat Keysa dan wanita itu menengok ke ambang pintu. Dimana pria yang semalam tengah berjalan ke arahnya dengan sudah rapi memakai kemeja birunya yang sudah di lipat hingga siku.


"Kamu yang semalam-"


"Kamu tiba-tiba saja pingsan, aku tidak harus membawamu kemana. Jadi aku bawa kamu ke rumahku, dan kenalkan ini mamiku" ucapnya


"Keysa tante" Keysa tersenyum ke arah wanita paruh baya itu.


"Dan kamu?"


"Aku Pradhika, panggil saja Dhika"


***