
Happy Reading
---------------------------------------------------------------------------
Felix pov
Aghh... Dasar gadis-gadis genit !!! Merusak modeku saja,, kalau bukan karena omongan Remon dan Devan buat bersikap baik dihadapan penggemar, sudah kuusir mereka semua. Pake berani peluk-peluk lagi,,, untung saja Devan dan Remon segera mengusir mereka semua. Benar-benar membuatku risih.
Aku memasuki kamarku hendak mandi,, tetapi saat akan memasuki kamar mandi hpku berbunyi tanda sms masuk. Dan aku segera membuka pesan itu,, tertulis nama Keysa dilayar hp. Mataku langsung melotot saat membaca isi pesan Frontalnya.
Kesya
Clara... Siapa sih wanita-wanita genit itu? Lihat mereka merayu Felix dan memeluknya... Tidak tau malu sekali,,, ingin rasanya aku menjambak rambut mereka dan menendang mereka keluar rumah ini satu persatu.
Seketika tawaku pecah,,, sungguh lucu !!! Ternyata tadi dia melihatku saat bersama wanita-wanita itu...
Ternyata dia cemburu? Keysa kamu benar-benar membuatku gemas... Dia bilang apa? Dia bilang mau menjambak dan menendangnya satu persatu,,, hhhaa sungguh frontal...
Sepertinya dia salah kirim,, aku pura-pura tidak tau saja...!!
Setelah mengembalikan ke menu utama aku menyimpan hp diatas ranjang dan langsung masuk ke kamar mandi sambil membayangkan wajah Keysa saat mengetik sms itu sampai-sampai dia salah kirim..
***
Aku keluar dari kamar mandi... Ahhh rasanya segar sekali badanku,,
Aku mengambil sisir dan menyisir rambut basahku. Tapi aku mendengar suara handphoneku yang berbunyi seakan sedang dimainkan oleh seseorang.
Aku berjalan mendekati ranjang dan mencari handphoneku,, tapi tidak ada... Lalu aku mendengar suara handphoneku lagi yang memperingatkan gagal memasukkan password.
Aku mendekat ke pinggir ranjang dan ternyata benar saja gadis pembuat onar itu sedang mengotak atik hp ku... Apa yang dia lakukan?
"Passwordnya apaan yah?" ucapnya
"910" ucapku dan sepertinya Keysa menurutinya
"Berhasil masuk,,," dia bersorak senang tetapi tiba-tiba dia terdiam. Mungkin dia sadar siapa yang barusan kasih tau. Aku masih berdiri dibelakangnya yang tengkurap,, sungguh posii itu mengundang nafsuku untuk menindihnya.
Lihat saja,, pantatnya yang bulat terus saja menggodaku. Apalagi dia hanya memakai piyama tidurnya, meskipun panjang tetapi tetap saja tercetak jelas pantat bulatnya itu...
Ohh Felix sadarlahh,,, bukan waktunya berpikir mesum....
"Pasti itu doraemon,,, terima kasih doraemon" ucapnya polos
What doraemon? Kurang asem nih si Keysa nyamain gue sama doraemon.
"Tapi kan doraemon itu di Jepang,, ini kan di Indonesia" gumam Keysa dan badannya tiba-tiba langsung menegang
'Ck.... Dasar bodoh'
"Jangan-jangan..." dia menengok ke arahku perlahan dan langsung melotot kaget melihatku ada tepat dibelakangnya
"Astaga...." dia langsung berbalik ke arahku dan mengubah posisinya jadi duduk
Dia menatapku gugup dan menelan salivanya sendiri.
'Hey jangan melihatku seperti itu,,, kau membuatku ingin segera menerkammu'
"Doraemon hilangkan aku sekarang" gumamnya
'Mana ada doraemon disini, bodoh'
"Ck,,, dasar bocah... Gak ada doraemonmu disini !! Cepat keluar dari sana atau aku yang akan menarikmu" ucapku penuh penekanan menakutinya dan berhasil membuat dia berangsur keluar dari persembunyiannya.
Dia berjalan menghampiriku dengan gugup dan kepala yang menunduk.
"Tidak sopan seorang wanita mengendap-ngendap masuk kedalam kamar laki-laki" ucapku datar sambil mendekatinya sengaja menghapus jarak diantara kita
"Aku...." katanya gugup
"Kenapa?" tanyaku berbisik membuat dia salting dan gelisah. dia langsung terduduk diatas ranjang.
Aku mencondongkan badanku agar dapat menatap wajah Keysa lebih dekat dan jelas.
"Kenapa kamu mengendap-ngendap kesini dan mengotak atik hpku? Apa ada sesuatu didalam hpku?" tanyaku menatapnya curiga,, dia seperti gugup dan bingung
"Itu....itu..." dia terbata-bata mengatakannya,,
Aku yakin dia mau menghapus sms itu,, dia kira aku belum membacanya... Sepertinya lebih menarik kalau membuatnya kaget.
"Clara... Siapa sih wanita-wanita genit itu? Lihat mereka merayu Felix dan memeluknya... Tidak tau malu sekali,,, ingin rasanya aku menjambak rambut mereka dan menendang mereka keluar rumah ini satu persatu" ucapku penuh penekanan dan lihatlah dia melotot kaget dan semakin gugup.
'Hahaha lucu sekali ekspresinya'
"Apa karena itu kamu kesini? Dan mengotak atik hp aku?" ucapku selembut mungkin tapi mampu membuat Keysa menggigit bibir bawahnya...
"Apa seorang Keysa Adeeva seberani itu? Aku penasaran saat kamu menjambak dan menendang mereka" godaku lembut dan semakin mendekatkan wajahku ke wajahnya
"Ka...kamu mau apa?" tanyanya dan dia berangsur mundur membuatku menaiki ranjang dan terus mendekatinya
"Aku penasaran,, secemburu itukah kamu sama aku?" ucapku
"A...aku...." dia benar-benar tergagap
"Karena kamu sudah mengendap-ngendap masuk ke dalam kamar pria dan mengotak atik hpnya.. Aku akan kasih hukuman buat kamu" ucapku membuatnya kembali menelan salivanya dan hendak berangsur mundur tapi tubuhnya sudah ku rengkuh biar tidak mundur lagi.
Kamu tidak bisa kemana-mana manis, kamu harus menerima hukumannya...
Aku menakutinya dengan seringai jahatku
"Ka...kamu mau apa???" ucapnya gugup
'Wajahnya sungguh lucu,,, dia benar-benar ketakutan.... Kamu tidak bisa kemana-mana sayang'
Aku mendekatkan bibirku kebibirnya,,, dan membuatnya langsung menegang. Aku menyapu bibirnya dengan lembut,, membuatnya terbuai, dia memejamkan matanya menikmati sentuhan bibirku. Karena dia tidak membuka mulutnya juga,, aku gigit bibir bawahnya dan dia membuka mulutnya membuat lidahku masuk dan menelusuri seluruh rongga mulutnya,,, tangannya perlahan memegang dada telanjangku sungguh membuat sesuatu dibawahku berdenyut.
oh Shitt !!
Aku semakin memperdalam ciumanku membuatnya mendesah,, aku memegang tengkuknya agar ciuman kami semakin dalam. Hingga nafas kami tersenggal aku segera melepaskan lumatanku,, kami berdua terengah dan mengambil nafas sebanyak-banyaknya.
Bibir pinknya terlihat bengkak karena ulahku,, matanya sayu... Kami masih menempelkan kening kami dan tatapan kami terkunci satu sama lain,,
Aku kembali mengecup bibirnya sebanyak 3 kali... Lalu turun ke dagunya dan kelehernya,,, aku mencumbunya membuat dia menikmati setiap sentuhanku,,, sekuat tenaga aku menahan gairahku,,, aku tidak ingin melakukan lebih dengannya...
Dia wanita baik-baik !!!
Aku hanya akan menghukumnya... Aku terus turun hingga dadanya,, dengan berani aku memegang dadanya dari balik t-shirt yang dia pakai. Dia mendesah,, ternyata dia sangat menikmatinya...
Aku berhenti mencumbunya dan beranjak turun dari ranjang,, dia membuka matanya dan menatapku heran dengan mata yang berkabut penuh gairah...
'Hey nona jangan berpikir aku akan bertindak lebih,,, aku masih waras'
"Mau sampai kapan kamu disini? Mau melihat aku ganti baju?" godaku membuatnya tersadar dan langsung bangun dari rebahannya.
Aku menggodanya dengan pura-pura akan melepaskan handukku...
"Aaaaaaaa" teriaknya sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya membuatku ketawa
Sikap polosnya membuatku benar-benar gemas....
"Tunggu" teriakku membuatnya berhenti didepan pintu hendak memegang knop pintu,, dia tidak berbalik menghadapku mungkin takut atau malu
Aku berjalan mendekatinya dan berdiri disampingnya.
"Handphoneku..." ucapku menengadahkan telapak tanganku membuatnya mengernyitkan dahinya bingung lalu sadar saat mengangkat tangan kanannya. Dan segera dia simpan ditelapak tanganku.
"Maaf" ucapnya pelan dan membungkukkan setengah badannya. Dia segera berlari keluar kamar.
"Hahahahahahahaha" tawaku pecah seketika melihat tingkah polosnya...
****
Keysa pov
Aku berlari sekuat tenaga ke arah kamarku dan setelah berhasil masuk aku segera menutup pintu dan menguncinya,,, untung Clara belum masuk ke kamar...
'Sungguh memalukan tadi itu,,,, bodoh Keysa bodoh'
Aku terus memukuli kepalaku pelan,,
Bagaimana ini? Aku sangat malu sekali buat bertemu dengannya lagi,,, tadi itu sangat memalukan,,, Keysa kau bodoh ngapain sih pake acara cemburu-cemburu segala memangnya dia siapa kamu
Aku berlari ke kamar mandi dan mencuci mukaku,, berharap ingatan tadi ikut terhapus air.
Aku memadang wajahku yang terlihat konyol menurutku didepan cermin... Aku mengambil handuk kecil dan mengusap wajahku,,, tapi saat mengusap air dileherku... aku melihat sesuatu !!!
'Apa ini???'
Dileherku ada tanda berwarna merah,, astaga ada 3... Ini kan????
"Ohhh astaga.... FELIX SIALAN" teriakku kesal. Aku mencoba menghapus jejak merah itu tapi tidak bisa.
"Aduh gimana dong ini? Aku tidak mungkin ketemu yang lain dengan kondisi kayak gini,, mana bentar lagi makan malam lagi.... Haduhhh gimana ini????" gumamku
Aku benar-benar kesal dan frustasi,,, bisa-bisanya aku terlena tadi dan menikmatinya.... Malah aku berharap lebih dari itu,,,, aduhh Keysa kau sangat bodoh" gumamku
Hingga ketukan pintu mengagetkanku...
"Key,,, loe didalem kamar mandi? Ayo kita makan malam bersama" teriak Clara,,,
Tuh kan bener,,, gimana ini??? Aku harus apa? Mana jelas lagi merahnya...
"Loe duluan saja Clar,, bentar lagi gue menyusul" teriakku
"Oke,,, jangan lama-lama" ucapnya dan tak lama terdengar suara pintu tertutup sepertinya Clara sudah keluar kamar.
Aku keluar kamar dan mencari sesuatu di dalam ranselku dan akhirnya aku menemukan sal.
Aku pakai salnya dan berhasil menutupi tanda merah itu... Aku padukan dengan cardigan panjang warna biruku biar senada dengan salku dan lebih terlihat seperti orang sakit beneran.
"Untunglah ini bisa berhasil" gumamku dan beranjak keluar.
Aku berjalan mendekati yang lain yang sudah duduk manis dimeja makan.
"Malam semua" ucapku membuat semuanya menengok
"Key? Loe kenapa? Sakit?" tanya Clara,,, gue sudah kira dia pasti langsung banyak tanya
"Iya Clar,, tenggorokan gue gak enak" ucapku melirik ke arah Felix dan lihat saja dengan cueknya dia menikmati makanannya.
Hei,,, ini ulahmu mister datar... Seenggaknya minta maaf !!!
Aku duduk disamping Clara dan dihadapanku ada Devan dengan di sampingnya Si manusia datar itu.
"Kamu tidak apa-apa kan Key? Perlu aku antar ke dokter?" tanya Devan penuh perhatian
"Aku tidak apa-apa kok Van,,, nanti juga sembuh" ucapku tersenyum dan sekarang ngapain dia natap gue tajem gitu,,, bodo ahh gue cuekin saja, mending natap wajah Devan yang kalem dan manis.
"Nih kamu makan sayurannya yang banyak biar sakit tenggorokannya sembuh" ucap Devan penuh perhatian sambil menyodorkan mangkuk berisi sayur ke arahku,, aku jawab dengan anggukan diiringi senyumanku.
"Jadi kapan kita balik?" tanya Clara
"Besok pagi" jawab Remon
"Yah cepet banget,, padahal kita belum jalan-jalan lho disini" ucap Clara mengerucutkan bibirnya
"Kerjaan banyak,, jadi kita pulang besok" ucap Felix datar
Tumben si mister datar itu menjawab,,, padahal aku masih nyaman disini... Kalau balik lagi ke Jakarta,, masalah itu akan kembali teringat ,, huft
"Kenapa melamun? Ayo makan" Devan menyadarkanku
"Eh .. Iya" ucapku melirik sedikit ke arah Felix ternyata dia sedang menatapku tajam.
***
Kami kembali ke Jakarta,, perjalanan yang kami tempuh cukup lama dan memakan waktu berjam-jam. Kurasakan kantuk yang sangat kuat,, aku tertidur dan mencari posisi nyaman tapi tidak ada. Hingga akhirnya aku mendapatkan posisi yang nyaman, dan wangi. Tapi tunggu ini kayak bukan sandaran jok mobil,, aku mengintip sedikit,, ternyata ini dada seseorang.
Tangannya memeluk pinggangku,, siapa ini? Tapi parfumnya aku kenal.
"Tidurlah" gumamnya mungkin merasakan aku banyak bergerak
Ini suara Felix,, dia perhatian sekali !!!
Dengan senyum merekah aku memejamkan mataku..
"Kayaknya Keysa menyukai dada loe,, tidur saja sampe senyum gitu" ih siapa sih itu yang ngomong,, malu-maluin !!!
Tapi memang benar sih aku menyukainya... aroma maskulin miliknya mampu menenangkanku dan berharap mimpi indah bersamanya....
Author pov
"Nyenyak banget dia tidurnya" ucap Clara yang bersandar dibahu Remon
"Dia kecapean mungkin" sahut Devan
"kayaknya loe sudah jatuh cinta nih sama dia,,," ucap Remon
"Gue gak percaya cinta,, gue cuma ingin melindunginya..." ucap Felix datar
"Ahh loe belum nyadar saja," tambah Clara
"Kalian berisik banget,,, gue gak percaya cinta" ucap Felix datar dan menatap keluar jendela.
3 jam sudah ditempuh dan akhirnya sampai juga didepan rumah Felix. Tapi Keysa masih tertidur dengan nyenyak...
"Ck...menyusahkan" gerutu Felix
Felix menggendong Keysa dan Clara membantu membawakan barang Keysa dan Felix hingga diberikan kesalah satu pelayan Felix.
Felix berjalan memasuki kamar Keysa dan merebahkannya diatas kasur king size miliknya...
Felix hendak beranjak tapi mendengar Keysa mengigau ..
"Papa....papa...papa..." gumam Keysa membuat Felix kembali menatap Keysa yang tidak nyaman dalam tidurnya,, dengan lembut Felix membelai rambut Keysa dan mengecup kening Keysa seketika itu juga Keysa kembali terlelap dengan nyaman.
***