
02
2 bulan kemudian
Zoela's pov
..knock...knock
"masuk" kata Xavier. "ini jadwal anda hari ini." kataku sambil menyerahkan jadwal Xavier hari ini. "terima kasih" kata Xavier. Lalu aku meninggalkan ruangan nya. Deg..deg...deg jantung ku berdetak dengan sangat keras ketika aku berada di dekat Xavier. Apa yang salah denganku? Mungkin aku harus bertanya kepada sahabat sahabat ku.
Jam 12.00
Aku melihat jam yang melingkar di tangan ku yang menunjuk kan jam 12.00. Sahabat sahabatku, Jessica dan Evania sudah menunggu ku di kantin. "halo" sapa ku. "halo juga" kata mereka. "ini makanan favorit mu" kata Evania sambil memberikan ku soto ayam favorit ku. "trims" kataku. "menurut mu kalau aku sedang bersama pria lalu jantung ku berdetak sangat keras, apa yang salah denganku?" tanyaku. "hahahaha" mereka tertawa mendengar pertanyaan ku. "itu artinya kamu suka sama cowok itu" kata Jessica. Apa? Suka? Aku suka dengan Xavier? "kenapa? Ada cowok yang kamu suka?" kata Evania. "kurasa" kataku. "siapa?" kata Evania dan Jessica dengan kompak. "rahasiaa..." kataku melahap soto ayam ku.
Zoela's pov end
Xavier's pov
"menurut mu aku suka sama Zoela?" kataku.
"iya" jawab Adam, sahabatku sejak SMP yang sekarang bekerja di perusahaan ku. Kurasa memang aku suka Zoela sejak saat aku masih kecil. "kapan kamu akan mengajak Zoela berkencan?" tanya Adam. "mungkin hari ini." jawabku.
Jam 12.30
Zavier's pov end
Zoela's pov
Jam 17.00
Jam di dinding menunjukkan jam 17.00, waktunya untuk pulang. Aku membersihkan file file yang berserakan di meja ku dan pulang. Aku segera siap siap untuk kencan pertama ku dengan Xavier. Hp ku berdering lalu aku mengangkat telfon ku. "halo" kataku. "malem ini pergi bertiga sama Jessica ya." kata Evania. "aku gak bisa" kataku. "kenapa? Pergi sama pacar yaa" goda Evania. "emmm iya sihh..." jawab ku. "hah?! Kok gak cerita? Sejak kapan?" tanya Evania. "iya besok aku ceritain. Bye aku mau ngedate dulu" kataku, lalu menutup telfon.
Zoela's pov end
Xavier's pov
Aku di restaurant X menunggu Zoela untuk datang. Saat Zoela datang dia menggunakan gaun merah yang sangat pas di tubuh nya. Ia terlihat sangat cantik menggunakan gaun itu dipadukan dengan warna kulit nya. Setelah kita makan makan di restaurant X, kita pergi ke rumah Zoela. Zoela menyalakan tv dan kita nonton tv bersama. Knock.. knock.. "Kak Elaaa bukain pintu nya" kata seorang gadis di depan pintu. "kamu sembunyi cepett!!" kata Zoela kepadaku. Ia menyuruh ku sembunyi di lemari nya. Apa? Seorang Xavier disuruh oleh sekretaris nya sembunyi di lemari?! "aku adalah atasan mu berani nya kamu..." kataku. "tapi sekarang kamu adalah pacar ku" potong Zoela lalu mendorong ku ke dalam lemari pakaian nya.
Xavier's pov end
Zoela's pov
Setelah aku berkencan dengan Xavier kita berdua ke rumah ku. Tiba tiba adik angkat ku, Ashley datang. Ashley adalah pewaris dari Levis group salah satu perusahaan terbesar di Asia tapi dia sudah ku anggap sebagai adik ku sendiri. Aku membukakan pintu untuk Ashley dan menyembunyikan Xavier di lemari. "halo" sapa Ashley. "halo juga" sapa ku. "ada apa tiba tiba ke rumah ku?" tanya ku. "malam ini aku mau tidur di rumah mu." katanya. Apa? Semalam di rumah ku? Bagaimana dengan Xavier?