
"uhuk.....apa yang kalian lakukan disini anak muda ?" tanya suara tua ,seorang kakek dengan baju tebal menghampiri Alexa dan Arthur yang terdiam didepan pagar desa .
keduanya diam dan saling pandang , Alexa memalingkan wajahnya jadi Arthur lah yang harus menjawab sang kakek .
"sebenarnya kami sedang mencari tempat istirahat dan mengisi kembali bekal kami kek , kami kehabisan bekal " jawab Arthur ,sedangkan kakek tadi mengangguk kan kepala nya tanda mengerti
"jadi kalian kehabisan bekal ,lalu dari mana kalian berasal ?dilihat dari pakaian yang kalian kenakan , kalian bukan berasal dari kekaisaran inikan ?."
jujur saja sebenarnya Arthur dan Alexa tidak tahu harus menjawab apa . keduanya ingin langsung berlalu saja tanpa harus menjawab semua pertanyaan sang kakek ,andai small atau evan ada disini ,ah ,,,kali ini mereka tidak bisa bergantung kepada keduanya .
"benar kek kami bukan berasal dari kekaisaran ini , kami disini ingin mengunjungi kerabat kami yang berasal dari kekaisaran ini kek." jawab Arthur sopan
kakek itu kembali memandangi keduanya , Alexa memakai topeng diwajahnya yang menutupi setengah dari wajah nya sedangkan Arthur memakai syal hitam yang dililitkan nya diwajahnya untuk menjadi masker .
"ayo ikuti aku " ujar sang kakek .Alexa dan Arthur saling pandang sebelum mengikuti nya
"siapa nama kalian ?" tanya kakek kita mereka sedang berjalan ,beberapa penduduk desa menyapa kakek .
"Lily / Leon "jawab Alexa dan Arthur bersamaan
"kalian saudara ya "gumam sang kakek tapi masih bisa didengar oleh keduanya
"tidak / tidak " sentak mereka bersamaan
"hahaha...tidak usah bersemangat hahaha,,,nah sekarang kita sudah sampai " kakek tertawa melihat interaksi keduanya yang menurutnya lucu .
Alexa dan Arthur memandangi rumah didepan mereka. Rumah itu tidak terlalu besar ataupun kecil tapi rumah itu terlihat rapi dengan beberapa bunga yang menghiasinya.
seorang pemuda keluar dari rumah itu dengan pakaian tebal menyapa sang kakek.
"kakek ,!!!kau dari mana saja ? salju mulai turun sebaiknya kakek di rumah saja ,jika tidak kakek bisa sakit " ujar sang pemuda khawatir ,dia berputar mengelilingi sang kakek untuk melihat keadaan nya
"tenang lah bocah ,!!aku bukan lagi anak kecil ! walaupun sudah tua ,aku masih bisa menjaga diri " ujar sang kakek tidak suka . Alexa dan Arthur masih diam sampai pemuda itu menyadari keberadaan mereka .
"eh siapa mereka kek?" tanya pemuda itu sambil menunjuk keduanya dengan dagu nya .
bugh...
"bersikap lah sopan !!"
"aww...kenapa kakek memukul kepala ku ?!" erang sang pemuda sambil menggosok kepalanya yang sakit
"mereka tamu kita ,layani mereka " perintah sang kakek ,pemuda itu hanya mengangguk dan mengajak Alexa dan Arthur untuk masuk kedalam .
"minumlah " pemuda itu menyodorkan tiga gelas minuman hangat untuk Alexa,Arthur dan satunya lagi untuk dirinya
" jadi siapa kalian ?"tanya pemuda itu ketika sang kakek telah pergi
"Lily "
"Leon "
"apa kalian saudara ? lalu apa yang kalian lakukan di desa terpencil ini ? apa kalian seorang assassin ? "tanya pemuda itu bertubi tubi
"maaf tuan ,tapi ada baiknya jika anda memperkenal diri terlebih dahulu ?"
".....Ethel ,nama ku Ethel " setelah diam cukup lama akhirnya dia menjawab pertanyaan Arthur
"kami bukan assassin ,kami petualangan ." jawab Arthur
"benarkah ? "tanya ethel curiga ,Arthur hanya mengangguk dan mengeluarkan lencana nya yang berwarna emas . petualang rank B
"baiklah,kalian bisa tinggal disini sementara " ujarnya
"tidak kami hanya ingin mengisi kembali bekal kami ,apakah ada pasar atau tempat yang menjual kebutuhan sehari hari disini ?" tanya Arthur
"um...tidak ada , kami akan pergi ke kota untuk membeli barang . jarak kota dari sini cukup jauh jika kau berjalan kaki seperti manusia normal ." jelasnya
"baiklah ,terimakasih atas informasinya kami akan pergi agar tidak menganggu waktu mu dan terimakasih karena sudah membiarkan kami lewat desa ini ".ujar Arthur berterimakasih
"terimakasih" ujar Alexa
"tunggu .."
"huh?!" Alexa dan Arthur menoleh ,terlihat ethel sedang bingung sekaligus khawatir .
"itu...."
.
.
.
.
.
.
"apa benar disini ?"tanya Alexa kepada ethel
"ya ,disini " jawabnya
Arthur hanya mengamati sebuah pohon yang terlihat biasa saja. tidak ada tanda atau aura jahat .
ketiganya berada disebuah hutan yang tidak jauh dari desa . setelah Ethel meminta tolong untuk mencari tahu aura jahat yang ada di dekat hutan tak jauh dari desa .
"kau yakin ? disini tidak ada apa apa " ujar Arthur ragu ,bisa saja ethel salah lihat .
"tidak aku yakin itu disini ," jawabnya kekeh ,dia mengelilingi pohon yang terlihat biasa saja tapi lebih besar dibanding pohon lain .
"kapan kau melihatnya ? " tanya Alexa ,gadis itu ikut mengamati pohon itu
"tahun lalu ,pada saat itu turun salju seperti sekarang."jawabnya
"tahun lalu ?! ,sepertinya kau salah lihat , mungkin saja kau mengigau atau bermimpi ?" Arthur berekspresi dingin ketika mendengar jawaban ethel
"tidak !aku tidak bermimpi , kakak ...kakak ku menghilang ketika mendorong ku pergi dari sini " ujarnya mengepalkan tangan ,terlihat dari sorot matanya yang terlihat marah dan juga tidak berdaya .
Alexa dan Arthur terdiam
"lalu siapa saja yang tahu dan apakah ada yang membantu mu ?" tanya Arthur
"tidak ,kami tidak bisa apa apa karena kami bukan penyihir atau kesatria ,untuk memberi misi pun kami tidak bisa memberikan imbalan yang cukup " mata ethel berkaca kaca ,pemuda itu menunduk kan kepalanya .
"jika kami membantu apa yang akan kau berikan?" tanya Alexa , Arthur menoleh menatap Alexa .
Ethel tampak berpikir sebelum meronggoh saku nya
"dimana itu? dimana aku menyimpan nya ?" ethel masih meronggoh saku nya mencari sesuatu
"ah..ini dia!" peliknya senang ,sebuah batu kristal keluar dari salah satu sakunya .batu dengan warna biru yang terlihat mengkilap .
Arthur membulatkan matanya sedangkan Alexa terlihat bingung .
"kenapa kau ?" tanya nya kepada Arthur yang melotot batu kristal itu
"bukan kah itu hanya batu kristal ? " tanya nya lagi
"kau tidak tahu itu batu apa ?" tanya Arthur balik dan dibalas gelengan dari Alexa
"kau tahu ini batu apa ?" tanya Arthur menatap ethel ,pemuda itu menggelengkan kepalanya pertanda tidak mengerti.
"tidak ,kau tidak tahu . ini adalah batu yang diberikan oleh ayah sebelum dia meninggal , dia bilang ini bisa membatu kami suatu saat " jawabnya
"kau sepertinya tahu ini batu apa ,batu apa ini ?" tanya nya
"ini batu core ,kau tahu batu ini menyimpan mana yang banyak dan batu ini batu yang selalu diincar oleh banyak penyihir ,apalagi jika batu itu berwarna terang dan mengeluarkan aura yang kuat ." jelas Arthur
"batu core? em kurasa di dimensi ku ada banyak bahkan berserakan "batin Alexa menatap batu yang digenggam ethel
"begitu,pantas saja hangat !" ujarnya menatap batu core yang sebesar telapak tangannya .
"kau tahu jika kau menjual nya itu akan menghasilkan banyak uang " ucap Arthur kembali
"tidak ,aku tidak akan menjualnya ,aku...aku , bisakah aku membayarnya dengan batu ini " tanya Ethel pada Alexa dengan harap.