
keempatnya mengikuti bocah laki laki itu menyusuri desa ,keadaan disana sangat menyeramkan seakan akan ada begitu banyak mata yang memandang mereka .
Alexa sudah siap mengambil belatinya begitu juga dengan Arthur yang menggenggam ganggang pedangnya .
"hei bocah siapa nama mu? " tanya small selama perjalanan ke penginapan
"....aku tidak memiliki nama ,biasanya penduduk desa memanggil ku elder " jawab elder bocah laki laki itu kepada small
"hmm.....kenapa kau tidak pulang ke rumah dan malah berkeliaran di tengah malam ini?" tanya small penasaran
"aku tidak memiliki rumah ,aku....lapar ..jadi..aku..." bocah itu terlihat takut takut untuk mengatakan nya ,tapi bila dia berbohong pasti dia akan tetap ketahuan apalagi dari tadi dia merasa Alexa selalu menatapnya
"kau mencuri ?!" ucap small ,bocah itu terlihat ingin lari tapi small menarik tangannya
"ja...jangan pukul aku !" teriaknya ketakutan ,small terkejut dengan reaksi bocah itu
"hei..tenanglah aku tidak akan memukul mu ,!" ujar small sambil menaikkan sebelah alisnya ,sepertinya bocah ini mengalami pengalaman yang tidak menyenangkan,pikir small
"su..sungguh?"
"tentu saja ,lagi pula kau bukan mencuri punya ku "
elder masih merasa takut dengan small dan mencoba sedikit jauh darinya
"kita sampai " ujar elder setelah mereka sampai di sebuah rumah dua tingkat ,lampu disana masih menyala dan begitu juga dengan pintu yang masih terbuka lebar .
keempat nya memasuki rumah itu ,small menoleh kearah elder ,tapi bocah laki laki itu sudah lebih dulu hilang ,dia tidak lagi melihat elder di mana pun bahkan jika dia memiliki mata ular yang aktif bila malam hari .
"dimana dia ?!" batin small
"apa yang kau tunggu ? ayo masuk !" ujar evan ketika melihat small masih mematung di luar .
"ah...baiklah " ujarnya kemudian berbalik dan bergabung bersama yang lainnya
keempat nya memasuki penginapan ,seorang wanita cantik dengan tubuh yang menggoda datang menyambut keempatnya.
"permisi ?" ujar evan
"ah..ada tamu ,silakan masuk !" ujar wanita itu ,pandangannya melirik kearah evan yang menyapanya
"kami ingin menginap ,apa ada kamarnya ?" tanya evan sopan
"oh tentu tapi hanya tersisa dua kamar,bagaimana? tuan ? " jawab wanita itu sambil tersenyum
"itu..." evan menoleh kearah Alexa yang diam tidak berkomentar
" aku ingin satu kamar untuk diri ku sendiri !" ujarnya kemudian melempar koin emas putih kearah wanita itu dan disambut olehnya dengan cepat .
"baik nona,bagaimana dengan tuan tuan !?"
"apakah sungguh hanya tersisa satu kamar ?" tanya evan
"aku akan bersama mu Alexa..."seru small berlari kearah Alexa
buak ..
"dasar mesum!" sentak Alexa menendang small
tidak ada pilihan ketiganya akhirnya sekamar , tentu saja Arthur yang menepati kasur setelah kalah taruhan batu dengan small dan evan
"argh...sial seharusnya aku yang ada dikasur !" ujar small sambil memukul mukul dinding
"hahaha...baiklah sekarang kita akan bertaruh siapa yang akan dikursi dan dilantai " ucap evan
"baiklah kali ini aku tidak akan kalah !"
"batu ,,,gunting ....kertas !"
evan mengeluarkan gunting sedangkan small mengeluarkan kertas ,otomatis pemenang nya adalah evan
"argh......seharusnya aku mengeluarkan batu tadi sial !!"
"hahaha...aku menang kau harus tidur dilantai !" tawa evan
"berisik! diam lah !" Arthur
dikamar Alexa,gadis itu baru saja selesai mandi dan sedang menganti pakaian nya ,
" ada yang tidak beres di desa ini ,bau busuk nya sangat menyengat ,small pasti juga menciumnya " ujar Alexa
setelah keluar dari menara ,indra penciuman Alexa sangat sensitif apa lagi dengan sesuatu yang berbau tajam .
"small ,kau menciumnya ?!" tanya Alexa lewat pesan kontrak nya dengan small
"huh?.." small yang sedang kesal dan berebut kursi dengan evan terdiam ketika Alexa mengajak nya berbicara
"kau juga menciumnya ya ,!" jawab small
" benar bau nya sangat menyengat ,seperti mayat hidup ," tambahnya
" kenapa kau berpura pura tadi ? "
"tentu saja kau harus bersikap seolah olah kau terjebak jika kau ingin pemburu itu keluar bukan ?"
"biarkan dia berpikir jika kita adalah mangsa yang mudah agar dia keluar dengan sendirinya" tambah small
"........"
"ada apa kau meragukan ku? ,jangan remehkan pengalaman ular yang sudah hidup seratus tahun ini !" ujar small bangga
evan memperhatikan small yang tiba tiba saja duduk diam tidak memperdebatkan solat kursi lagi ,pemuda itu tiba tiba saja tersenyum bangga sambil mengangguk angguk .
"ada apa dengan nya ? " batin evan sambil menaikan alisnya sebelah
evan duduk dan menunggu small kembali ,mungkin dia sedang mengecohnya
"baiklah,jadi kita pergi atau kau ingin tetap disini untuk menyelidiki nya ?" tanya small dia masih terhubung dengan Alexa
"penasaran " singkat Alexa
"ahaha...aku tahu kau akan mengatakan nya ,baiklah kita akan menunggu dan memperhatikan nya " ujar small