
" ma-maaf tuan !," suara seorang bocah kotor berlari terburu buru , membuat evan menoleh ,menatap bocah kotor yang bersembunyi di belakang nya .
segerombolan pria dewasa muncul dengan membawa berbagai macam senjata .
"sial !, kemana bocah tidak tahu diri itu pergi !"
" berani beraninya dia mencuri roti dari toko ku lagi!"
" tidak bisa di biarkan ,jika ketahuan aku akan membunuhnya!"
berbagai cacian dan makian pria dewasa itu membuat tubuh ringkus bocah itu gemetar , Evan yang menyadari itu hanya diam ,menimbang apakah dia harus ikut campur atau tidak .
"hah!!,ketemu kau bocah sialan !"
"akh..."bocah laki laki itu meringis ketika rambutnya yang panjang itu di tarik dengan kasar .
"berani beraninya kau mencuri roti di toko ku ,kau akan kami bunuh !" seru seorang pria sangar itu ,dia menemukan bocah ringkuh itu sedang bersembunyi di balik tempat duduk Evan secara tidak sengaja .
orang orang dewasa itu segera berbondong bondong untuk menghajarnya , sedangkan bocah kecil nan kotor itu hanya bisa bertahan tanpa tau balik menyerang .
"hentikan !apa yang kalian lakukan pada bocah
?!,tidak kah kalian malu pada diri kalian sendiri ?!" Evan menerobos melindungi bocah itu ,dia tidak tahan dengan sikap yang kasar itu .
"maaf tuan ini tidak ada hubungannya dengan mu , sebaiknya tuan tidak ikut campur "
"tapi ,bukan kah kalian tidak tahu malu jika mengeroyok seorang anak kecil yang lemah ?!"
"sialan!,apa yang kau tahu !?dia sudah mencuri roti roti kami , dia mencurinya setiap hari ! , kau pikir kami dermawan untuk selalu tutup mata dengan perbuatannya !?" salah seorang dari sana terlihat emosi , orang orang yang lewat juga ikut berbisik sambil mencaci maki , mata mata Meraka menggeliat untuk mencari berbagai macam makian .
Evan melihat sekelilingnya ,tidak ada yang ingin membantu bocah itu ,bahkan untuk sekedar tatapan kasihan tidak ada yang ada hanya tatapan haus akan membunuh bocah kotor itu.
"brengsek !, minggir kau ! biarkan aku membunuh bocah tidak tau di untuk itu !" teriak mereka mulai menyerang kearah Evan , tidak ingin berbicara panjang lebar lagi .
Evan tidak memiliki pilihan selain menyerang balik , apalagi ketika melihat mata mereka yang di penuhi oleh hasrat membunuh yang kuat kepada nya dan bocah itu .
"tidak ada pilihan ," gumam Evan ,memulai Acang Acang untuk menyerang balik.
boom .
sebuah ledakan keras menerbangkan para pria dewasa yang menyerang kearah Evan, mereka terpental jauh dan menabrak pohon dan Bangun bangunan di sekitar nya .
"apa !?"
"kita tidak akan menang, bagaimana ini !?"
" ho..ternyata dia seorang kesatria , kalau begitu lawan aku !"ujar pria yang memiliki pakaian lebih bagus dari yang lain ,dia memiliki banyak perhiasan di sekitar tubuhnya . berjalan dengan angkuh kearah Evan sambil membawa pedang besar .
"hei ,anak muda ,lebih baik kau serahkan saja bocah menyedihkan itu . kau tau jika pedang ku sudah berayun maka tamat lah riwayat mu ,khekhekhe..."
"kau tau dia menyedihkan tapi mengapa kau masih ingin menganggu nya ?" tanya Evan dengan tenang ,Evan mengepalkan tangannya kuat menahan amarah kepada pria yang angkuh di depannya ini.
"apa !?kau !,berani beraninya melawan ku !?apa kau tidak tahu siapa aku hah!?"
"tentu ,dan kau ,tentu saja anak ibu mu bodoh ! "jawab Evan dengan keras.sedangkan orang orang yang menyaksikan nya tertawa diam diam ketika mendengar jawaban Evan .
pria dengan banyak perhiasan itu melotot marah bahkan urat Urat di tubuhnya terlihat seakan akan keluar dan meledak tentu dengan wajah nya yang merah padam .dia sungguh murka dengan jawaban Evan yang membuat nya terlihat seperti bahan lelucon di sana .
"BOCAH SIALAN!!,KU BUNUH KAU !!'"
BOOM !!!
terjadi pertarungan di sana , sebagian orang mulai menjauh untuk terhindar dari serangan nyasar mereka ,dan sebagian nya lagi mencari tempat untuk melihat pertarungan itu .
Evan tentu saja menyambut setiap Serang yang datang pada nya ,dia terlihat tenang dan tidak terdesak sama sekali dengan serangan beruntun yang berikan lawan .
'"hahahaha....bocah rasakan lah !, lihat sekarang kau bahkan tidak bisa membalas serangan ku !" ujarnya sombong penuh ejekan kepada Evan
"hahahaha.....matilah bocah !ini lah akibat ikut campur dalam urusan orang !!tapi jika kau bersujud dan memohon ampun kepada ku ,mungkin aku akan memberikan kematian yang cepat untuk mu ?" pria itu seakan berada di atas angin , dia merasa hebat ketika berhasil membuat lawannya tidak bisa menyerang balas .
"ayo tuan bunuh saja dia !"
"benar !bunuh saja bocah pegangu itu !"
"hahaha... tamat lah riwayat mu bocah !!!" orang orang bersorak mendukung pria itu sedangkan Evan mulai jengah dan dengan satu tarikan pedang nya satu kepala telah melayang.
"yah ,tidak buruk juga permainan pedang ku ?"batin Evan .
seketika orang orang terdiam sejenak ketika melihat sebuah tubuh tanpa kepala berdiri sebelum jatuh dengan air merah yang membuat seluruh orang berteriak ketakutan .
Evan tentu tidak ingin membuang lebih banyak waktu di sini ,dia bergegas kearah bocah tadi ,tapi bocah yang di tolong nya menghilangkan , membuat Evan hanya bisa terdiam sebelum pergi dari tempat itu .