
"gurita raksasa ? mermaid ? " ulang evan ,pemuda itu terlihat berpikir
"ah..aku pernah mendengar nya dari ibuku !" ujar pemuda itu senang , tapi dibalik matanya terlihat kesedihan ketika mengucapkan kata ibu .
"bagaimana ?" tanya kapten menatap pemuda disampingnya sedangkan small hanya mendengarkan.
"em...ibu bilang mermaid itu jelek ,mereka memiliki tubuh setengah ikan ,dan memiliki sisik di setiap tubuhnya ,sedangkan kakinya berupa ekor ikan . tapi mereka memiliki suara yang indah dan itu bisa menghipnotis siapapun yang mendengarnya ."
"mereka akan memangsa manusia untuk dijadikan makanan mereka ,kata ibu mereka hidup dia pendalam samudra dan tidak pernah keluar dari sana ,tapi ketika lapar mereka akan keluar untuk mencari makanan "
"em...kata ibu mereka sama seperti ikan pada umunya ,mereka hidup berkelompok dan selalu bersama ."jelas evan mengingat ingat ,ibunya dulu pernah bercerita tentang manusia setengah ikan itu.
"hahahaha....cerita mu sungguh lucu,mermaid tidak jelek ,mereka memiliki rupa yang sangat cantik "sang kapten tertawa ketika mendengar tuturan evan ,sedangkan small tampak berpikir .
"cantik ?" tanya evan , siluman itu tidak pernah mendengar adanya makhluk seperti itu semasa hidupnya ,bahkan jika itu dimasa lalu . dia tidak pernah mendengar tentang adanya cerita tentang mereka .
"ya,,mereka adalah makhluk yang sangat cantik , mereka memiliki wajah yang putih dan lembut ,mereka memiliki telinga seperti sirip. mereka memiliki suara yang indah dan menghipnotis itu benar dan mereka juga tidak memangsa manusia ,haha"kekeh kapten bercerita
"mereka cantik? "
"ya mereka cantik bahkan melebihi manusia yang ada di darat" jelas sang kapten
"mereka tidak menculik manusia untuk memangsanya ,mereka menculik manusia untuk bisa berkembang biak ,pada saat itu mermaid betina sudah hampir punah ,tidak ingin memusnahkan klan mereka ,para mermaidman berenang keatas untuk menculik manusia dan berkembang bersama manusia " jelas nya kembali
"hem....apa kah para manusia itu kembali ?" tanya small penasaran sedangkan evan terdiam, sesuatu sepertinya sedang mengusiknya .
" aku tidak tahu ,tapi pada saat itu hanya ada lima mermaid betina ,dan satu mermaid betina tidak ingin ingin memiliki keturunan dengan jantan lain , mermaid betina itu datang kepada gurita raksasa dan memohon untuk menjadikannya manusia dan pergi dari lautan itu ,"
"gurita itu menyetujuinya dan sebagai gantinya dia meminta bayi yang sedang dikandung nya untuk diberikan kepada nya ketika dia berumur lima belas tahun ,dia harus diberikan kepada nya dan tidak boleh menolak " sambung kapten bercerita
"lalu apakah mermaid itu datang dan memberikan anaknya?"tanya small penasaran
"tidak ,mermaid itu tidak pernah kembali atau sekedar melihat kearah rumahnya ,dia tidak pernah datang ."
" benarkah ? lalu bagaimana kau tahu ?" kini evan bertanya
"ayah ku selalu bercerita tentang itu !"jawab kapten
"yah,,,,kupikir mereka nyata "ujar small lesu
"mereka memang nyata ," jawab kapten
"benarkah ?bagaimana kau tahu?" small terlihat tidak percaya ,sedangkan evan terlihat gelisah entah kenapa .
small dan evan terdiam kedua nya merasa bersalah setelah melihat wajah ditekuk nya kapten .
"hahaha...kalian tidak usah khawatir atau merasa bersalah ,itu sudah lama sekali " ujar kapten terkekeh melihat keduanya
small ikut terkekeh kaku ,pemuda itu menyikut lengan evan tapi pemuda itu diam terlihat gelisah .
"ada apa dengan mu ? " tanya small menaikan sebelah alisnya
"tidak tahu ,,," jawab evan masih gelisah ,pemuda itu merasa aneh .small menaikan sebelah alisnya menatap pemuda disampingnya.
"baiklah lupakan dan ayo pergi untuk beristirahat " ujar small tidak ingin ambil pusing .
"kapten kami akan kembali ,terima kasih sudah bercerita " ujar small kepada kapten yang tersenyum membalas perkataan nya .
"ayo "ajak small ,sedangkan evan mengangguk dan mengikut small .
"ada apa kau terlihat gelisah ?kau terpikirkan tentang mermaid yang akan menculik dan akan memaksa untuk berkembang dengan nya ?" tanya small sambil bercanda kepada evan
"tidak ,aku hanya tidak tenang ,entah kenapa " jawab evan terlihat serius
"hmm....kau terlalu khawatir !" jelas small kemudian berjalan lebih dulu kedalam ruangan yang ditempati keempat nya .
evan ikut memasuki ruangan mereka , itu cukup untuk empat orang ,Alexa masih terlelap dangan Arthur yang juga terlelap di kasur masing masing.
"sudah jangan dipikirkan , tidurlah !kau harus menghadiri hari esok dengan keramahan mu " jelas small mulai menaiki kasurnya dan berbaring ,evan ikut membaringkan diri dikasurnya . di ruangan itu terdapat empat kasur terpisah .
small sudah terlelap ,sedangkan evan masih membuka matanya ,perasaannya sangat tidak karuan ,ada sesuatu yang mengusiknya ,tapi...apa itu ?"
.
.
.
.
.
di kedalam samudra luas itu ,di kedalam yang tidak pernah di jamah oleh manusia ,sebuah mata berwarna ungu terbuka melirik keatas menembus lautan diatasnya
"dia...kembali .."