
Keesokkan harinya
sekarang Alexa sedang berada diruang keluarga dia duduk dengan tenang sembari menyeruput teh, suasana di ruangan itu terlihat tenang tapi sebenarnya aura dingin mendominasi
didepannya duke frans duduk sembari melihat Alexa dengan sorot mata tajam nya ,tapi Alexa tampak tidak terganggu
"jadi apa yang ingin dibicarakan?"Alexa membuka suara setelah meminum tehnya
"kemarin kamu dari mana saja dan kenapa kau pulang larut sekali?!"suara bariton itu terdengar dingin tidak ada keramahan sama sekali
"tentu saja ke kota dan berbelanja ,lagi pula apa lagi yang bisa dilakukan seorang gadis seperti ku?"ucap Alexa
"kamu seharusnya pulang lebih awal ,jika tidak kamu hanya akan merusak reputasi mu dan menyebarkan rumor yang buruk"ucap duke frans
"dan juga kamu seharusnya memberitahu jika kamu ingin keluar dan juga kamu harus membawa kesatria"tambahnya lagi
"sejak kapan tuan duke peduli dengan reputasi dan rumor tentangku?,lagi pula aku sudah besar dan kuat untuk sekedar melindungi diriku"ujar Alexa
"tapi tetap saja kamu harus membawa setidaknya lima pengawal untuk pergi keluar"
"aku tidak perlu itu!" sentak Alexa
duke frans diam ,tapi sorot matanya tersirat kesedihan walau hanya sebentar sebelum berubah kembali dingin
"tidak!,jika kamu tidak mau membawa kesatria maka aku yang akan menemani mu keluar" setelah berkata seperti itu dengan wajah serius suasana disana kembali dingin bahkan lebih dingin
wajah Alexa tampak gelap gadis itu tidak habis pikir dengan orang tua didepannya ini ,apa dia pikir aku Clarissa?!,batin Alexa
"aku bukan Clarissa tuan duke 💢💢"Alexa memaksakan senyuman nya
frans terdiam sambil menatap Alexa yang memaksa kan senyumnya
"sudah ku duga "batin Alexa tersenyum pahit
Alexa berdiri dan pergi dari sana ,tidak ingin berlama lama lagi
"tidak nak ayah hanya ingin menembus kesalahan ayah"perkataan itu tidak terdengar oleh Alexa
"""...."""
Alexa berjalan dan berhenti di taman ,gadis itu sedang menatap bunga bunga yang sedang mekar .setelah pergi dari ruangan tadi.
"sial seharusnya ini sudah hilang" gumamnya dia memetik dan menyentuh bunga mawar .rasa kesalnya belum reda dia mulai meremasnya sehingga tangannya berdarah sebab duri di tangkainya
"sial entah kenapa harus Clarissa!?"rasa kesalnya semangkin menjadi ,Alexa pergi dari sana dan datang ketempat biasanya dia latihan sejak kecil.
mengambil pedang dan mulai memainkan pedangnya ,tapi gaunnya terlalu panjang ,Alexa merobeknya sampai lutut
semua kekesalan dan kekecewaan nya dia tuangkan di gerakan pedangnya ,gadis itu bagaikan menari ketika memainkan pedangnya tapi efek dari serangannya bukan main main ,apa pun yang berada di dekat nya akan terpotong atau hancur akibat serangan pedang yang penuh emosi
tempat yang semulanya asri dan indah berubah menjadi hancur berantakan ,tangannya terluka akibat amarah yang menguasai nya
swos...boom...
krakk,...boom...
Suara yang gaduh membuat hewan hewan kecil yang hidup disana mulai menjauh dan pergi ,Alexa masih dikuasai oleh egonya tidak memperhatikan jika banyak para hewan kecil yang menjadi temannya pergi dan itu menarik para monster buas yang ada dihutan itu
grrr...grr....
suara geraman itu tidak didengar Alexa,dia masih menggila sampai seekor beruang tiba tiba muncul dan mulai menerkam Alexa dari belakang
roaar....
tentu saja insting Alexa tajam gadis itu berbalik dan mulai mengayunkan pedangnya dengan cepat ,
srash...
sebuah tangan tergelak diiringi oleh suara beruang yang marah dan kesakitan
roar..rrooooaarr......
Alexa tertawa gila dan mulai kembali menyerang dengan brutal tidak memberikan kesempatan bagi beruang itu untuk memulihkan diri
"haha..hahaha...hahaha..."suara tawa kepuasan dan haus darah terdengar di hutan itu
😉😉dah see you ,nanti lanjut lagi