
Arthur pergi kearah evan yang sedang bertarung melawan wanita rubah , angin kejut hasil serangan keduanya menyebabkan banyak serangan mereka meleset dan mengenai sekitar .
"kau sudah sadar?" Arthur tiba tiba saja ada di samping evan ,pemuda itu cukup terkejut karena terlalu fokus dengan serangannya
" ya ,berkatnya,lalu dimana small dan Alexa? " ucap evan tapi Arthur sepertinya tidak mempercayai nya
"hei ,ada apa dengan tatapan mu ?!kau tidak percaya ini aku ?!" tanya evan tidak terima ditatap seperti itu
wanita rubah itu ingin kembali menyerang karena merasa ini adalah kesempatan yang bagus untuk memberikan serangan kejutan untuk kedua ,tapi dia terkejut dengan apa yang dilakukan Arthur.
"aku sudah sadar ,kau harus tahu mana benar dan tidka !" ujar evan kepada Arthur yang diam dan masih belum percaya
"oh ayolah !,Arthur! ini aku ...e
jleb ...
Arthur menusuk perut evan dengan pedangnya dan membuat evan batuk darah sambil membulatkan matanya tidak percaya
.
.
.
.
.
.
.
.
Alexa masih mencari dimana letak titik sihir ilusi itu ,gadis itu duduk dan mencarinya dengan kekuatan jiwa nya , kekuatannya menyebar dengan cepat dan melihat keseluruhan desa tapi tidak bisa menemukannya.
"dimana ? dimana sebenarnya dia ?!" batin Alexa terus mencarinya ,sampai dia terkejut ketika melihat Arthur menusuk evan .
Alexa membuka matanya dan melihat kearah tempat Arthur dan yang lainnya berada ,gadis itu mengirim pesan jiwa kepada small
" ikuti aku !" ujar Alexa kemudian pergi ke lokasi Arthur dan yang lainnya
small mengikuti ucapan Alexa di mengekor dibelakang sambil sesekali memainkan cambuknya
tidak jauh dari sana Alexa menatap lautan api berwarna hitam pekat menyebar dengan cepat dan memakan habis semua yang dilewati nya , Alexa berhenti dan mengamati api itu .
"ada apa ?!" tanya small ketika Alexa berhenti dan malah terdiam ditempat !.
"api apa itu ?!" gumam Alexa yang masih terdengar jelas oleh small ,small menatap kearah pandang Alexa dan terkejut ketika mengetahui api itu
"ti..tidak mungkin !" ucap nya terkejut, small langsung menarik badan Alexa dan menggendong nya dan pergi dari sana ,Alexa terkejut dengan perlakuan small yang tiba tiba saja menggendong nya .
Alexa ingin memukul dan menghajar nya ,tapi dia tidak melakukan nya ketika melihat raut wajah small yang berubah .
disana Arthur masih belum mencabut pedangnya pemuda itu masih menatap mata evan yang terkejut dengan perbuatannya.
"ha..hahaha....sepertinya teman mu ingin membunuhmu " tawa wanita rubah mengejek evan
wanita rubah menurunkan kewaspadaan setelah melihat adegan didepannya ,dia tertawa seperti kerasukan setan ,merasa lucu dengan adegan didepannya .
Arthur melihat Alexa dan small baru saja datang segera berteriak kearah mereka berdua yang tepat berada dibelakang wanita rubah yang sama sekali tidak menyadari kehadiran small dan Alexa .
"Sekarang !!!!....." teriak Arthur dan langsung ditanggapi keduanya ,walaupun cukup terkejut dengan Arthur yang berteriak .
wanita rubah sedikit terkejut dengan Arthur yang tiba tiba saja berteriak ,tidak ada siapapun disini jadi dengan siapa ,,tunggu seseorang ada dibelakang nya !
wanita rubah itu mencoba menghindar tapi terlambat sebuah cambuk mengikat nya dan tiga belati menancap sempurna dia kedua bahunya dan satu di dadanya .
small mengikat wanita rubah dengan kuat menggunakan cambuknya yang juga terdapat racun kuat .
keadaan disana terlihat tidak begitu tengang lagi ,Alexa mendekat dan mengambil ketiga belatinya
Arthur mencabut pedangnya dari tubuh evan dan memberikan pemuda itu elixir .
"maaf.." kata itu keluar dari mulut Arthur ,evan sedikit tertegun tapi dengan cepat dia mengangguk ketika tahu jika tadi adalah rencana Arthur .
"ya..tak apa" ucap nya kemudian meminum elixir yang diberikan oleh Arthur
keduanya menghampiri Alexa dan small yang masih menunggu keduanya .
"hmm..kupikir kau akan membunuhnya,jujur saja aku cukup terkejut tadi " ucap small ketika keduanya sampai
"manusia sialan lepaskan aku ! kalian tidak tahu siapa yang ada dibelakang ku !" ujar wanita rubah itu sambil meronta ronta
"sepertinya dia bukan dalangnya " batin Alexa ,karena para undead masih bermunculan tapi api hitam pekat itu menghalangi nya dan membakar habis mereka
"hmm..kau benar ,,tapi apa kau pikir kami akan takut ?" ejek small semakin mengeratkan ikatan nya
"argh...."
evan menatap sekeliling ,ada begitu banyak undead yang muncul dan berusaha menggapai mereka tapi ditahan oleh api hitam .
"apa yang sebenarnya terjadi kenapa undead itu masih bermunculan dan tidak ada habisnya ?!" ucapan evan membuat keempatnya menoleh kearahnya
"hahaha...tuan ku pasti akan membalas kalian ,dia memiliki banyak pasukan undead !" ujar wanita rubah sambil tertawa
" tidak itu ilusi ,dia tidak akan habis jika kita tidak menemukan titik sihir itu " ujar Alexa menjelaskan
"titik sihir ? maksud mu itu ?!" tanya evan sambil menunjuk keatas
tepat disana sebuah pola sihir terbentuk dan berbentuk lingkaran berwarna hitam kebiruan .
Alexa mengangguk membenarkan
"benar kenapa aku tidak terpikirkan untuk mencari keatas ?" batin Alexa