
Setelah berhasil mengalahkan elder ,keempatnya memutuskan pergi dari desa yang terbengkalai dan memilih istirahat ditempat lain .
keadaan disana tampak canggung ,Arthur dan Alexa yang memang dingin dan ditambah small yang berubah dingin dan serius setelah kejadian di desa old .
evan memandang bingung sekaligus penasaran dengan semua teman temannya,tidak berbicara atau memulai berbicara setelah pertanyaan yang small ucapakan kemarin dan itu menjadi sebuah penasaran bagi evan ,mereka malah mengeluarkan aura dingin yang makin membuat evan tidak nyaman .
"hah....!ada apa sebenarnya dengan kalian ?! kenapa setelah kejadian tadi kalian bersikap dingin ?oh ayolah ,,,aku merasa kalian sangat tidak normal !" ujar evan akhirnya bersuara tapi diabaikan oleh tiga makhluk didepannya dan itu membuatnya menarik rambutnya kasar .
Flashback on
setelah mengambil alih kesadarannya Arthur mulai mengikuti perintah suara yang menggema di kepala nya ,dia mulai tenang dan mengabaikan sakit dan dinginnya es dibahu kirinya dan mulai mencari titik lemah dari black magician itu.
serangan beruntun masih terarah kepadanya dan itu membuatnya sesekali menghindar ,pedangnya sudah diselimuti oleh api hitam yang panas ,setelah menunggu beberapa saat dia akhirnya menemukan celah ,tak ingin membuang kesempatan Arthur menghilang dan muncul dibelakang elder tanpa sadar karena kecepatan Arthur yang sangat cepat .
syut........bhuk.....
sebuah serangan kuat dan tajam mengenai elder yang sedang melayang di udara .
"uhuk..."elder muntah darah ketika perutnya tertusuk pedang panjang dan tajam apa lagi disekitar pedang itu terdapat api hitam yang menyebar dengan cepat membakar tubuhnya.
Arthur hanya diam tapi elder bisa merasakan kebencian menyebar disekitar Arthur.
"kau sungguh bocah pendendam ,,,xi,,xi,,xi!" ujar elder sebelum benar benar hangus terbakar
elder tidak melawan karena pusat mananya hancur dan mana yang tersimpan di perutnya tumpah tanpa bisa dicegah .
setelah elder tewas ,wanita rubah itu juga ikut menghilang terlihat dengan tubuhnya yang juga mulai mengering dan hanya menyisakan tulang saja .
setelah keadaan membaik evan berlari menghampiri Arthur yang terdiam setelah berhasil mengalahkan elder ,tapi sepertinya evan terjebak dia tidak bisa mendekat karena area disekitar Arthur terdapat api hitam yang terus menyala tanpa mau padam .
"Arthur..!!!" evan berteriak ketika melihat Arthur terduduk karena merasa sakit yang amat dibahu tangan kirinya ,sepertinya racun itu sudah menyebar ditangan kirinya
Alexa dan small menghampiri evan yang berteriak memanggil Arthur dia ingin mendekat tapi tidak bisa karena api hitam itu masih mengelilingi tempat Arthur.
" tenang lah ,jika kau ingin kesana kau harus terbang ! " ujar small
"terbang ? aku tidak bisa terbang !"ujar evan bingung tapi kemudian dia sadar ketika melihat small dan Alexa yang melompat tinggi dan sampai di samping Arthur tanpa masalah .
perlahan Arthur tidak merasa sakit begitu juga dengan tangan nya yang mulai kembali normal dan tidak membeku .
small menatap Alexa seakan mempertanyakan perilaku Alexa yang menyelamatkan Arthur,biasa gadis itu tidak akan peduli atau berpikir lama sebelum menolongnya ,tapi kini gadis itu tanpa basa basi langsung menolong Arthur ,apalagi ketika tahu pil yang diberikan Alexa adalah pil yang dia dapatkan dari menara membuat pemuda dengan retna mata ular itu kesal .
Alexa hanya mengendikkan bahunya tidak peduli dengan tatapan small seolah meminta kejelasan .setelah keadaan Arthur menjadi baik small memulai pembicaraan dan seketika suasana disana menjadi aneh .
"Kau pemilik api hitam pekat itu? Api neraka ?" ucapan small berhasil membuat suasana itu menjadi hening.
Flashback off
ketiganya masih tidak bersuara ,evan sampai membenturkan kepalanya ke pohon berharap dia terbangun dari keadaan yang dia anggap mimpi ,tapi sepertinya tidak bisa dia masih berada ditengah tengah ketiga makhluk dingin ini .
"oi....kalian tidak bisa mengabaikan ku ,ayo cairkan lah suasana ini ,kalian benar benar membuat ku merinding dengan tingkah kalian !"
"ck!....jika tidak ingin menjelaskan ,,setidaknya temani aku berbicara !"
"aku sungguh bosan !ini menyebalkan ! kalian mengabaikan ku!" evan berbicara kepada ketiga makhluk didepannya tapi masih diabaikan
"aku-..
"berisik!" ujar ketiganya secara bersamaan memotong perkataan evan
"heh???" evan memiringkan kepalanya memandang ketiganya dan menyadari ketiganya juga terkejut dengan kekompakan mereka .
"apakah mereka terhubung ?!" batin evan menatap lekat ketiga teman temannya
kyrukk....
bunyi perut yang kuat dan berasal dari ketiganya membuat evan tertawa .
"oke mereka terhubung ! bahkan perut mereka berbunyi secara bersamaan !" batin evan tertawa keras .
"baiklah ,,,aku akan memasak !" ujar evan kemudian mengeluarkan bahan makanan dari cincin dimensinya ,untunglah evan menyarankan untuk mencari perbekalan agar mereka tidak mati kelaparan ,walaupun mereka bisa tidak makan hanya dengan kekuatan mana untuk menjaga tubuh . tapi sepertinya evan tidak terbiasa begitu juga dengan ketiga temannya .