
"tenanglah ,,,,jika kau tenang kau bisa mengenainya ..."
"tenang...tenang ..."
"kau harus menyerangnya dengan tenang dan cepat .."
suara itu masih terdengar di dalam kepala Arthur ,pemuda dengan mata hitam itu terdiam dan mulai mencoba tenang ,tapi sebuah ingatan yang mengerikan membuatnya kembali dikuasai amarah
lagi,suara gadis itu menggema di kepalanya dan membuat amarahnya hilang karena terkejut ketika suara itu membuat kepalanya sakit
"sudah ku bilang tenang bodoh! " teriak suara Alexa dan membuat kepala Arthur sakit
elder yang melihat Arthur terdiam seperti patung mengambil kesempatan itu menghabisi nya dalam sekali serang ,dia merafalkan mantra yang rumit dengan mulut yang berkomat kamit .
sring..sring....
dua pola sihir berwarna ungu muncul dibelakangnya dan mengeluarkan belati yang terbuat dari es yang tajam
"menghindar !" seru Alexa sedikit berteriak ketika melihat sepuluh belati es yang mengarah kearah Arthur yang terdiam
Arthur yang baru sadar segera menghindar walaupun sedikit terlambat dan membuat bahunya sedikit tergores .
Arthur menatap elder yang tersenyum puas ketika melihat Arthur yang menatap nya benci .
" kau sadar? tapi sudah terlambat ,belati itu ada racunnya ! jika kau terlambat mengobatinya ,kau harus mengucapkan selamat tinggal pada tangan kiri mu ,,,xixixi,,,!,itupun jika kau memotongnya,,xixixi "elder kembali tertawa cekikikan
Arthur merasa luka yang disebabkan oleh bselati tadi mulai sakit ,apalagi sakit nya sakit oleh tusukan yang dingin
"tenang abaikan dulu ,dan akhiri ini !" suara Alexa menggema di kepala Arthur dan itu membuat Arthur tenang dan mengabaikan rasa sakit itu .
.
.
.
.
.
"siap ?" ujar frans menatap sekitar lima puluh ribu pasukan yang ada di depannya.
"siap !" suara menggema keras ketika para prajurit dan kesatria menjawab ucapan frans
tidak jauh dari dari sana terdapat sebuah istana yang megah dan indah ,istana yang besar dan menjulang tinggi dengan dominasi warna putih , dan hanya berjarak lima ratus meter terlihat bangunan tinggi dan orang orang yang berlalu lalang ,sebuah kota yang menjadi ibu kota kekaisaran Lessen ,kota rupel
terlihat damai dan indah ,canda tawa dan beban seakan hilang dari wajah orang orang yang sedang melakukan aktivitas mereka masing masing ,tanpa tahu jika sebentar lagi sesuatu akan terjadi .
"ah...lihat wajah mereka yang senang itu ,hihihi ...aku tidak sabar melihat mereka menangis nanti " ujar seorang gadis dengan rambut orange nya
"ah..aku merasa bersalah ,haha.."
........
dikota yang tidak tahu apa apa itu masih aman aman saja sebelum getaran yang kuat membuat mereka menghentikan aktivitas mereka ,para prajurit dan kesatria yang berjaga di gerbang kota menoleh dan melihat kearah asal getaran yang menganggu mereka .
dari kejauhan yang mereka lihat hanya lah setitik kecil ,tapi kemudian itu membesar dan membuat para prajurit dan kesatria yang berjaga di gerbang kota panik ketika melihat banyak pasukan berkuda sedang menyerang ibu kota .
"ini..ini...serangan !semua...agrh.." sebelum sempat menyelesaikan kalimatnya prajurit yang melihat dari menara tinggi itu telah tak sadarkan diri dengan kepala yang sudah tidak berada ditempatnya .
"apa ..yang terjadi ? "
"entahlah ,,aku..
jelb ...
sebuah panah menembus kepala prajurit yang belum menyelesaikan kalimat ,prajurit yang sedang berbicara dengan terkejut bukan main ketika terjadi serangan yang tiba tiba ,dia ingin berteriak tapi terlambat,dia merasakan besi dingin menembus lehernya .
para prajurit dan kesatria yang berjaga di gerbang utama tentu tahu jika mereka diserang ,tapi mereka terlambat karena masih syok dengan banyaknya orang yang tumbang dengan tubuh yang sudah tidak utuh lagi
"pukul gong untuk memberikan perin...
srak.....
sekali lagi ,sebuah kepala hancur dan masih tidak tahu apa yang menjadi penyebabnya hancur karena serangan cepat itu
para warna masih menunggu untuk mendengar berita yang akan disampaikan para penjaga gerbang ,mereka masih menunggu tanpa tahu apa yang akan terjadi .
semua penjaga gerbang sudah terbunuh tanpa sempat memberikan peringatan.
didepan gerbang pasukan berkuda sedang menunggu dibukakannya pintu gerbang untuk memasuki kota
"eh sudah berhenti !? " ujar salah satu penduduk ketika tidak lagi merasakan getaran itu
"ya mungkin ,sudahlah kerjakan saja urusan mu"
para penduduk kembali kepada aktivitas mereka
tapi mereka terkejut ketika gerbang dibuka dan yang masuk ada pasukan berkuda yang sedang mengeluarkan pedang mereka yang mengkilap.
mereka awalnya berpikir itu mungkin pasukan tambahan yang dipunya kaisar jadi mereka tidak terlalu waspada apalagi ketika mereka melewati gerbang tanpa pemeriksaan ,tapi sepertinya pemikiran mereka salah .
pasukan itu bukan milik kaisar melainkan musuh yang hendak menguasai kekaisaran ini
terjadi pembantai di kota yang tidak jauh dari istana yang megah nan indah itu , disaat ini keluarga kekaisaran sedang berkumpul untuk makan siang dan sesekali bercanda .
holla,,,mina ,,,maaf ya kalo alurnya berantakan dan lambat ,jangan lupa baca dan like ,hehe,,
dah ...see you