Miss Is Half Devil Angel

Miss Is Half Devil Angel
Eps 122 Pilihan



Mikhail menatap salju yang turun lebat disekitarnya


pemuda itu terlihat merenung sesaat sebelum nathan menyadarkan nya untuk segera pergi .


Mikhail menatap arah Arthur yang pergi ,sesaat dia tersenyum kemudian menundukkan diri dan menulis sesuatu menggunakan mana sambil bergumam .


"ayo pria bodoh ! biarkan aku sang peri hebat ini membantu mu kuat !" ujar nathan semangat sangat berbeda dengan beberapa saat yang lalu .


"kau tampak berbeda heh?! bukan kah biasa nya kau sangat dingin dan tidak mudah didekati ?" tanya Mikhail heran sambil tertawa kecil .


"huh apa yang kau tahu ? " sarkasnya , seperti nya bocah itu terlihat berbeda untuk beberapa alasan .


"sial ! dia tidak bisa berbohong dan lagi apa apaan wajah tersipunya itu ! untung saja dia lebih tua dari ku kalau tidak aku akan memukulnya "batin Mikhail gemas .


Nathan bukan peri sembarangan dia adalah makhluk abadi yang merupakan peri bumi,walaupun dengan tubuhnya yang muda, tidak menutupi jika dia sudah hidup ratusan tahun .


"cih ! mengalah kan para penculik itu saja kau tidak bisa dan kau ingin mengajari ku ? " ucap Mikhail remeh .


"apa yang kau tahu huh?! ini karena kekuatan ku tersegel !jika tidak hanya dengan satu jari aku bisa membunuh mereka !"


"baik baik ,kau yang terhebat !"


"Bagus jika kau mengerti ,huh ! "


.


.


.


.


Alexa dan Arthur pergi untuk menemui Mikhail dan nathan ,tapi sepertinya mereka sudah pergi .


Arthur mendekati sebuah tumpukan salju yang mengeluarkan aura mana yang tipis ,segera dia menyingkirkan tumpukan tumpukan salju dan menemukan sebuah tulisan disana .


"hehehe..sepertinya kita tidak bisa bertemu ,aku akan pergi untuk memperkuat diri ,aku tidak ingin menjadi beban kalian.oh ..benar aku meminjam bocah kecil ini ,aku akan kembali ketika aku kuat dan kita akan bertarung ! ah benar aku juga tidak akan menyerah untuk mendapatkan Alexa , pada saat itu ketika aku mengalahkan mu Alexa akan bersama ku ,maka jangan kalah ! "


^^^Mikhail^^^


Arthur dan Alexa saling pandang sebelum Alexa lebih dulu memalingkan wajahnya untuk menghindar dari tatapan Arthur.


"hahahaha...tentu aku tidak akan kalah "balas Arthur dan secara perlahan tulisan itu menghilang menjadi tumpukan salju ,dua buah kristal kecil muncul dengan warna yang berbeda ,Arthur mengambil nya dan meneliti dua buah kristal itu.


"untuk kalian , aku harap kita bisa bertemu lagi dan pada saat itu kita sudah menjadi kuat !"


"suara bocah itu ? "tanya Arthur yang hanya dibalas cuek Alexa .


Arthur menghela napas gadis disampingnya kembali dingin ,sangat berbeda dengan dua jam yang lalu .


Arthur membiarkan Alexa memilih dari kedua kristal dan alexa memilih kristal yang berwarna merah untuknya sedangkan Arthur mengambil warna biru yang tersisa.


"jadi ? " Arthur membuka suara setelah beberapa saat mereka berjalan untuk mencari tempat tujuan mereka .


"didepan "singkat Alexa dan terus berjalan meninggalkan Arthur yang lagi lagi menghela napas akibat kedinginan Alexa yang kembali .


Alexa berhenti setelah satu jam Lamanya mereka berjalan . Arthur mengikuti nya dan menatap heran Alexa yang terdiam didepan sebuah gua es yang tampak biasa saja .


"kenap..???!!!!


Arthur tersentak ketika dada Alexa terlihat bersinar dan sebuah buku kuno yang tampak usang melayang keluar dari sana .



huruf huruf kuno tersebut keluar dari buku dan melayang didepan gua ,sebuah celah muncul memperlihatkan sebuah dimensi lain , seorang pemuda tampan tanpa ekspresi muncul dengan senyum kaku diwajahnya .


"Selamat datang nona " ujar Las membungkuk hormat kepada Alexa ,Alexa hanya diam tidak membalas Las ,gadis itu terlihat melamun .


Arthur menyandarkan nya sambil menepuk bahu Alexa,membuat sang empu menoleh.


"??"


"tidak ,hanya belum siap " jawab Alexa


"tenang saja aku ada dibelakang mu ,jadi lakukan apa pun yang kau mau dan jangan ragu " ujar Arthur memberikan semangat kepada Alexa dengan senyum tipis .


Alexa sempat tertegun sebelum membalas senyum Arthur .


"um.."


"pergi ? "tanya Arthur


"ya ,pergi !" Alexa meraih tangan Arthur dan membawa pemuda itu masuk dan menghilang bersamaan dengan hilangnya cela itu .


Las terdiam ditempat menatap cela yang semakin kecil dan menghilang ,dia hanya berdiam diri dan menatap kearah seakan tugas nya sudah selesai, terlihat betul dari sorot matanya yang berwarna emas itu .


" tugas ku selesai ,sekarang itu hanya tergantung pada dirinya sendiri " gumam Las sebelum menutup matanya dan duduk telah di depan goa itu .


.


.


.


.


.


seorang gadis cantik berjalan dengan terengah engah ditemani oleh seorang pemuda disampingnya yang terlihat khawatir menatap was was sekitar .


"Sarah ,pergilah aku akan menahan mereka !lebih baik kau pergi agar ada yang selamat diantara kita ! "ujar Derixt menatap was was .


"tidak ! bagaimana mungkin aku meninggalkan mu ? kita akan pergi bersama !tidak peduli hidup atau mati aku tidak akan meninggalkan mu !"ujar sarah menatap penuh tekat kedalam mata Derixt.


Derixt tertegun gadis ini sangat gigih terlihat betul dari sorot matanya yang menantang .tapi Derixt tidak mungkin mengajak sarah untuk bertarung ,bahkan untuk berdiri saja gadis itu sudah tidak kuat lagi . dia hanya menghela napas gadis disampingnya ini sangat keras kepala .


"Sarah dengar ,jika kita berdua mati siapa yang akan mengirimkan informasi kepada nona Alexa? kita tidak bisa seperti ini ! kau harus selamat dan sampai kan informasi ini agar nona Alexa selamat !oke?" jelas Derixt menahan bahu Sarah


"lalu apa ? kau akan mati ! aku mohon biarkan aku bertarung bersama mu ! jika kau mati mereka akan tetap bisa mengejar ku !" ucap sarah dengan tubuh bergetar menahan tangis


Derixt menatap sendu Sarah yang menahan tangis,


sebenarnya Derixt tidak tega harus meninggalkan orang yang dicintai nya ,mereka sudah melalui banyak hal untuk sampai disini dan apakah semua harus berakhir disini ? sial semua berawal dari hari itu ! hari dimana sebuah kerajaan kecil menaklukkan sebuah kekaisaran hanya dengan satu malam.


Derixt mengeram ,dia menggeleng kan kepalanya ,guna menghilang kan tragedi yang membuat keduanya sampai di titik ini .


"dengar sarah ! kau mencintaiku kan ? " tanya Derixt mengguncang sedikit tubuh sarah pelan . sarah mendongak menatap sang belahan jiwa .


"ya !aku mencintaimu!, sangat mencintaimu !" ucap sarah tegas


"kalau begitu, kau mau bukan mengabulkan permintaan kecil ku ?"tanya Derixt dan mendapatkan anggukan kecil dari sarah


"kalau begitu ,kau harus pergi !pergi lah sejauh mungkin ! hiduplah !itu adalah permintaan ku ,kau mau bukan mengabulkan nya ? "tanya Derixt menatap lekat wajah sarah yang sudah menangis.


Sarah menatapnya tak percaya ,bulir bening itu mengalir lebih deras dari tadi ,


"kau.."


"kau mau bukan ?" tanya Derixt dengan senyum nya


sarah tidak bisa memilih , dia hanya bisa menangis .sungguh dia tidak rela .


"sarah ? sarah kumohon "


"hiks ...hiks ...hiks ....aku..aku berjanji hiks ...hiks.."


berat hati tapi perkataan itu keluar seperti tusukan pisau yang sudah diasah untuk Sarah tapi Derixt menghela napas ,setidaknya sarah hidup .


"sekarang pergi dan jangan melihat kebelakang !kau mengerti ? pergi dan jangan melihat kebelakang lagi !" ucapan Derixt