
setelah ilusi itu hilang kini mereka berada di desa yang sungguh mengerikan,banyak tulang tulang berserakan sepanjang jalan .Rumah rumah tua yang sudah lapuk dan hampir roboh dan bau busuk mayat yang belum lama mati .api hitam sudah di matikan oleh Arthur ketika melihat sudah tidak ada undead lagi.
Alexa menoleh kearah rumah yang pernah di datangi,penginapan.gadis itu bernapas lega ketika penginapan itu ternyata masih baru .
"ada apa ?!" tanya small
"tidak " singkat Alexa,evan masih memulihkan diri.terjadi keheningan diantara mereka sampai suara tawa membuat mereka menoleh
"xixixi...." suara tawa anak kecil membuat mereka menoleh ,sesosok anak kecil dengan jubah hitam dan tongkat kayu sepanjang dirinya sedang cekikikan berjalan kearah mereka sambil menundukkan Kepalanya.
"tidak ku sangka kalian akan lolos ,,,xixixi" ujar nya sambil mengangkat kepala nya dan menatap keempat orang didepannya.
"elder?!" evan terkejut bukan main ketika melihat wajahnya , setengah wajah elder adalah wajah yang pertama dia perlihatkan kepada empatnya , sedangkan setengah nya sangat jelek ,mata yang berwarna hitam pekat ,wajahnya penuh dengan kerutan dan banyak bintik bintik bernanah dan mengeluarkan ulat.
"hiiih......" evan menoleh kearah lain tidak sanggup melihat wajah yang jelek itu,sedangkan Alexa dan lainnya hanya berwajah datar .
"sudah ku duga ,kau buka sembarang bocah " ujar small dingin menatap elder yang sedang cekikikan
"apa maksudnya small ?!" tanya evan ,walaupun dia masih tidak sudi untuk menoleh
" dia adalah black magician ,sepertinya keturunan pak tua menyebalkan itu masih ada sampai sekarang " jawab small masih dengan dingin
"black magician?!" gumam evan ,
"xixixi,,,kau tahu banyak rupanya !" sarkas elder
Arthur mengepalkan tangannya tanpa disadari oleh teman temannya kecuali Alexa yang tanpa sengaja melihatnya
"sepertinya ini semua ulah mu kan ?" tanya small menatap sekeliling nya yang penuh dengan tulang manusia yang berserakan ,sepertinya itu sudah lama ,setahun?dua tahun?.
" haha mereka sangat sombong ,aku hanya meminta untuk beristirahat sejenak tapi mereka malah memukul ku dan mengusir ku pergi !"
" tentu saja mereka harus diberi hukuman ,,xixixixi"
swosh......
tiba tiba saja Arthur menerjang kearah elder yang sedang cekikikan ,aura membunuh menyelimuti Arthur ,Alexa dan yang lainnya terkejut dengan reaksi Arthur yang sepertinya sedang dikuasai oleh amarah dan kebencian
" !!!"
duar...
serangan penuh amarah itu meleset dan membuat retakan yang dalam disekitar tempat elder berdiri tadi .
"hoo...ada apa dengan mu ? kau tampak marah ,,xixixi,,,?"ejek elder yang berhasil menghindar
Arthur diam tapi sedetik kemudian pedang nya diselimuti oleh api hitam yang membara , aura panas yang dihasilkan oleh api itu menyebar dengan cepat .
Alexa terkejut ,tapi small lebih terkejut karena dia tahu api apa itu .
"apakah penglihatan ku tidak bermasalah?!" batin small tidak mengedipkan matanya sama sekali .
"gawat ,,,bocah itu akan mengamuk !" seru evan sambil berusaha menahan udara panas yang menyebar dan melindungi tubuh nya .
"pergi ,kita harus pergi ! jika tidak kita akan terpanggang !" ujar small dan mulai menjauh sambil membawa rubah ekor sembilan yang pingsan .
meraka menjauh untuk menghindari suhu panas yang bisa membakar tubuh mereka ,setelah cukup aman untuk tubuh mereka ,mereka melihat Arthur sedang mengamuk dan membakar apa saja yang ada disekitarnya .
"bodoh !dia kehilangan kendali atas dirinya akibat amarah !" ujar Alexa menatap dari jauh
"bagaimana kita bisa menolongnya ?! " cemas evan sesekali ingin berlari menuju Arthur
elder menghindar setiap serangan yang menuju kearah nya dengan baik ,dia sesekali mengejek dan memprovokasi Arthur agar serangan Arthur berantakan
"xixixi.....kau sepertinya memiliki kenangan yang buruk tentang black magician ,,xixixi"
"xixixi,,,,serangan mu meleset "
" xixixi,,,apakah seorang yang kau sayangi diambil oleh seorang black magician?"
"sungguh anak yang malang "
tentu saja Arthur panas dengan suara elder yang terus berdengung dan tidak berhenti berbicara ,apa lagi ketika elder menyebut kata " seorang yang kau sayangi" itu membuat kemarahan Arthur semakin tidak terkendali .
Alexa tidak bisa hanya terus melihat pertarungan Arthur ,apa lagi sepertinya pemuda itu sudah terengah-engah ,Alexa mengirim pesan jiwa kepada Arthur.
" tenang lah !"
"tenang dan jangan biarkan amarah dan kebencian menguasai mu "
"tenang dan sabar ,"
suara itu seketika masuk ke kepala Arthur dan pada saat itu juga Arthur terdiam ,sebuah suara gadis memasuki kepalanya
"ada apa kenapa kau terdiam ?apakah kau sudah kelelahan?!,,xixixi,,, "tanya dan ejek elder ketika melihat Arthur terdiam ditempatnya dengan terengah-engah.
"kau kelelahan ya ,,,xixixi "
dari jauh evan juga melihatnya ,Arthur terdiam dan itu membuatnya semakin cemas
" ada apa dengan nya ,? kenapa dia terdiam ?,tidak bisa aku akan membantunya !" ujar evan dan hendak pergi menuju Arthur
"hentikan bocah ,kau bisa mati terbakar !" sentak small menarik evan
"tapi ,,,"
"diamlah ,kau percaya pada nya bukan !" seru small ,evan membulatkan matanya ,
"apakah selama ini dia tidak percaya dengan Arthur ?"batinnya
"tidak ! aku harus percaya !" batin nya sambil menggelengkan kepalanya.