Miss Is Half Devil Angel

Miss Is Half Devil Angel
Eps 84 kota harbor



setelah istirahat keempatnya melanjutkan perjalanan yang sempat tertunda .


"lebih baik kita langsung saja ,aku tidak ingin menunda lebih lama lagi " ujar evan dan ketiganya hanya mengangguk


setelah sebulan perjalanan panjang itu ,keempat nya sampai di kota harbor ,kota yang memiliki pelabuhan yang besar serta ramai ,biasa dikenal dengan kota pelabuhan .


"kita sampai !aku akan pergi untuk mencari penginapan sebentar,bagaimana dengan kalian ?" tanya evan menatap ketiga manusia dingin didepannya


ketiganya hanya membuang muka dan itu membuat evan menggelengkan kepalanya gemas


"baiklah ikuti aku !" ucap evan membawa ketiganya menuju pusat kota


ah..dia sangat ingat pengalaman nya selama berpetualang bersama ketiganya ,selama perjalanan semua musuh akan mati mengenaskan tanpa tahu apa yang menjadi penyebab mereka mati . dia sangat ingat hanya dia yang nganggur karena tidak mendapat bagian untuk ikut andil dalam pertempuran itu.


kesal ?tentu saja ! dia bahkan selalu menjadi pihak yang dilindungi ,ah...memikirkan itu hanya akan membuat nya kesal terus !untunglah mereka sudah sampai sekarang ,itu sedikit membuat pikiran tenang .


setelah mendapatkan penginapan evan dan Arthur menuju kesebuah kediaman yang jauh dari keramaian , Alexa dan small mengikuti kedua karena tidak tahu harus kemana .


mereka memantau dari jauh keadaan kediaman yang besar itu ,


"kalian ingin menyerangnya ?" pertanyaan small memecahkan keheningan diantara mereka


evan mengalihkan perhatiannya kearah small sebentar tapi kemudian dia kembali fokus kearah kediaman besar yang dijaga ketat oleh banyak prajurit.


"aku ingin mengambil sesuatu yang menjadi milik ku !"jawaban evan membuat suasana disana menjadi hening dan sepi , small diam ketika mendengar suara evan yang terdengar dingin.


"kembalilah ,aku tidak ingin menyeret kalian kedalam masalah ku " tambah evan kepada small dan Alexa ,tapi keduanya diam tidak merespon ucapan evan


"kami akan membantu mu !"


evan terdiam ketika mendengar nya , dia menoleh kearah gadis yang memakai topeng setengah wajah itu , ini pertama kali nya setelah sebulan sejak perjalanan mereka tidak gadis itu mengucapkan lebih dari satu suku kata dan lagi dia akan membantunya


evan memamerkan senyum terbaiknya kearah Alexa ,tapi Alexa hanya membuang muka .


"baiklah ,aku akan mengatakan rencana nya " ujar evan kembali semangat dan meminta ketiganya mendekat


"kau percaya kepada kami ?!" pertanyaan small membuat evan semakin tersenyum


" tentu saja ,aku tahu kalian juga percaya kepada ku !" jawab evan percaya diri


Alexa menatap pemuda yang murah senyum itu dengan tatapan datar


" per,,,caya ,,kah ?" batinnya


.


.


.


.


.


"aku ingin mengambil kembali apa yang menjadi milik ku ! "


"heh?!,, apa yang menjadi milik ku ? ,mungkin benar ! tapi setelah itu entah kenapa aku tidak tahu apa yang kurasakan setelah itu menjadi milik ku " gumam nya menutup mata ,membiarkan angin malam menerpa wajah nya yang tidak tertutup topeng .


dibelakangnya Arthur bersandar di tiang yang sengaja dibuat penginapan seperti nya ?.


Alexa tahu jika dibelakangnya ada Arthur ,tapi gadis itu diam tidak ingin memulai pembicaraan.


"terima kasih " hening ,Alexa masih menutup mata tidak menghiraukan ucapan Arthur ,begitu juga dengan Arthur yang tidak ingin berbicara lagi atau menjelaskan alasannya berterimakasih.


"oi...." Dibawah terlihat evan sedang berteriak memanggil keduanya dan ditemani oleh small


Alexa dan Arthur turun dan mengikuti rencana evan yang dibuat oleh evan ,menurut perkiraan nya


malam ini akan ada pesta di kediaman Baron dan evan tahu ayahnya dan para petua kediaman marquess akan pergi untuk mengucapkan selamat .


jadi evan adalah anak dari seorang pejabat . keadaan di rumah besar itu terlihat lengah evan memberi isyarat ketika melihat kereta marquess sudah pergi jauh .


small mengangguk dan mulai mendekat kearah kediaman besar itu ,dia mulai mengeluarkan gas beracun yang cukup untuk melumpuhkan para penjaga di kediaman besar itu ,sedangkan evan sudah lebih dulu menerobos untuk mengambil sesuatu .


setelah melihat keadaan terkendali ,Alexa dan Arthur mulai menjalankan bagiannya yaitu, membantai seluruh orang yang ada dikediaman ini . mereka sudah kebal dengan racun small sehingga memudahkan meraka bergerak tanpa khawatir keracunan .


pembantaian itu terjadi sangat brutal , semua penghuni rumah besar itu mati tanpa tubuh yang utuh ,semau nya sangat mengenaskan .tidak ada teriakan atau perlawanan sangat sepi ,yang terdengar hanya suara tebasan dan percikan darah .


small menaburkan bubuk mesiu di sekeliling rumah besar itu dan menunggu ketiganya keluar .Alexa dan Arthur sudah menjalankan perannya dan hanya perlu menunggu evan keluar dari rumah besar itu .


setelah menunggu beberapa saat evan keluar sambil membawa sesuatu ,ketiganya melihat mata evan yang berkaca kata mendekat kearah meraka , dia masih membawa sesuatu yang dia selimuti di gendongannya.


"lakukan !" ucap evan , Arthur mengangguk dan mulai mengeluarkan api neraka dan menembak kan nya kearah rumah besar itu , segera mereka pergi menjauh untuk menghindari ledakan besar.


Duar.............!!!!!!


ledakan yang besar membuat orang orang terkejut dan menoleh kearah asal ledakan itu . berbondong bondong orang orang mendatangi nya .


"itu,,kediaman marquess! kediaman nya meledak !"


"hiii....apakah orang nya yang sudah tidak tahan dengan perilakunya ?"


"sudah biarkan !dia pantas mendapatkannya!" para penduduk kota itu hanya melihat tanpa mau memadamkan apinya , apalagi setelah melihat sendiri jika apinya berwarna hitam .


tidak ada yang selamat tapi kemudian para penduduk terpaku pada dua mayat yang berada diatas tiang kokoh didalam api, dua mayat dengan jenis kelamin yang berbeda .