
keesokkan harinya
"woah...jalan di kota ini sangat ramai " ujar small sambil melirik ke kanan kiri,orang orang berlalu lalang dengan ramai .
"ya ...disini memang ramai ,jadi ayo ikut kami ke guild petualang ," ajak evan memimpin jalan
"kau seorang petualangan?"
"yah...hahaha !"evan hanya tertawa seperti sedang menyembunyikan sesuatu
setelah beberapa saat mereka sampai di guild petualang.
"selamat datang ada yang bisa saya bantu ?" tanya seorang gadis dengan ramah menyambut evan dan yang lainnya .
"ya..saya ingin membuat kartu identitas untuk kedua teman saya,apakah bisa ?"
"tentu saja ,mari ikuti saya "
"aku tidak perlu " ujar Alexa
"eh?!.."
"buat saja untuk si bodoh ini" ujar Alexa kemudian pergi untuk mencari tempat duduk
"hey ,,bocah aku lebih tua dari mu ,kau tidak seharusnya menyebutku bodoh !" kesal small kepada Alexa,pemuda itu ingin sekali memukul nya ketika melihat wajah Alexa yang terkesan sangat dingin dan tidak berperasaan.
"sudah , sudah. ..lebih baik buat kartu mu ,aku akan menemanimu "ujar evan meleraikan perdebatan keduanya
Alexa dan Arthur duduk tidak berjauhan ,keduanya diam seperti musuh ,orang orang seakan melihat ada sengatan listrik diantara keduanya ,padahal keduanya saling diam.
"apa mereka pasangan yang bertengkar ?"
"entahlah ,pasti ada perselisihan diantara keduanya"
"ahh...masa muda "
orang orang disekitar mereka berbisik bisik melihat keduanya ,tapi Alexa dan Arthur masih bisa mendengarnya. seorang pria tua mendekati Arthur
"anak muda jika ada masalah kau harus menghadapi nya ,kau tidak boleh hanya diam dan menunggu bisa saja dia pergi " nasehat pria tua itu
"?!?" Arthur
"lebih baik akui saja jika kau salah ,jangan sampai dia meninggalkan mu ,ha...anak muda zaman sekarang" ujar pria tua itu sambil menepuk nepuk bahu Arthur
"hah?!" Arthur menaikan sebelah alisnya menatap pria tua yang sedang beranjak pergi
"ada apa dengannya ?" batin Arthur tidak mengerti
"heh?! apa pria tua itu .....ah...sial ! beraninya dia..." batinnya ketika tahu apa yang baru saja dikatakan oleh pria tua itu .
"yo....eh?!" small baru saja datang menghampiri keduanya ,tapi berhenti ketika atmosfer disana terasa dingin .
"apa yang terjadi ?"tanya kepada evan dengan suara kecil
"aku juga baru datang !" jawab evan memukul kepala small
"aww...kenapa kalian selalu memukul kepala ku?!"
"uhh....kau sangat bodoh bertanya kepada ku ,sedangkan aku dari tadi bersamamu !" ujar evan mengepalkan tangan nya di dada merasa jengkel dengan small ,pantas saja Alexa memperlakukan small seperti itu ,ternyata bocah ini sangat menjengkelkan
"ayo kita pergi ..."ujar evan mencairkan suasana,tapi Alexa dan Arthur pergi tanpa diajak
"eh?!"
"seperti perjalanan kita akan menyenangkan"
setelah membuat kartu identitas untuk small mereka bergegas ke beberapa toko untuk membeli persediaan makanan selama perjalan ,tentu saja untuk membuatnya lebih cepat mereka berpisah untuk mencarinya dan berkumpul di gerbang kota .
ada banyak orang orang yang keluar dan masuk kota ,di sudut bangunan Alexa berdiri menunggu sambil memejamkan matanya.
"sudah setahun ya? berarti kami berada didunia hewan selama setahun,sepertinya waktu di sana bergerak lambat dan cepat ,"
"apakah aku harus pulang ? ,tapi perjalanan ku masih panjang ,ku pikir setahun itu cukup tapi sepertinya aku membutuhkan banyak waktu !"
"hemm....aku tidak akan pulang ,aku masih ingin bebas ,terserah dengan yang lainnya "
"hemm.....tapi apakah yang lain menunggu ku?"
"Alexa!..exa!"
"hmm...aku..a
puk...
Alexa menyondongkan belatinya dengan cepat kearah leher seseorang yang menepuk bahunya ,dia berhenti ketika melihat wajah seseorang yang dikenalinya .belati itu hanya berjarak 5 cm .
"wow..wow...tenang lah ini aku !" ujar evan sambil menyilang kan tangan nya untuk melindungi lehernya
"maaf kan aku !" ujar Alexa kemudian melepaskan evan
"huh!..itu tadi hampir saja ,apa kau tertidur ,? itu tadi sangat berbahaya ," keluhnya bernapas lega
"......"
"aku tadi memanggil mu tapi kau tidak mendengar ku dan malah menyodorkan belati ke leher ku !"
".........."
"baiklah aku tidak akan bertanya ....sepertinya mereka belum kembali " ucapan evan mencari keduanya ,Arthur dan small yang belum kembali
tap..
baru saja di bicarakan Arthur datang dengan bawaan yang dia beli ,pemuda itu kemudian menyerahkannya kepada evan untuk disimpan
"dimana small ? kau tidak melihatnya ? "tanya evan sambil menaruh bawaan yang Arthur beli
"...., tidak !"
"oh tuhan,kenapa aku harus berada ditengah tengah dua manusia es ini ?!" batin evan tersenyum kaku
"baiklah kita akan menunggunya disini sebentar"
ujar evan kemudian duduk di samping Alexa
"tinggalkan saja ,pasti dia tahu jalannya !" ujar Alexa
"hahaha...kita tunggu sebentar !" ucap evan sambil tersenyum
sepuluh menit ....
satu jam....
lima jam...
"💢💢...sudah aku bilang tinggal kan saja !" ujar Alexa dengan sangat dingin
"eh tapi ,bukan kah dia kakak mu? itu tidak baik bukan ?" ucap evan ,tapi sepertinya ucapan evan membuat Alexa marah
"d..i..a..b..u..k..a..n..k..a..k..a..k..k..u..!"Alexa mengepalkan tangannya ingin memukul evan.
"eh?! ..eh?!..Eh..?!"
"se..sepertinya dia akan mengamuk!" batin Evan ngeri
"hosh..hosh..hosh..yo..aku kembali ,,hehe...!" ujar small tiba tiba saja , dia membawa banyak sekali barang ,ketiganya menoleh kearahnya , evan memberi isyarat untuk small lari tapi pemuda itu malah tertawa
"eh ada apa dengan mu evan ,kau terlihat agak aneh dan kenapa kau duduk dibawah ?!" tanya small bercanda
"kau....kau...! kami menunggu mu selama lima jam ,dan sekarang kau baru datang dengan tanpa wajah dosa .."
"eh?!"
"L..A..R...I..!" evan memberikan isyarat tangan kepada small
"eh?! hiii.....A..Alexa...Aku...aku bisa jelaskan ..." ujar small mundur mundur dia melepas kan semua barang belanjaan dan perlahan ingin melarikan diri
tingkah mereka menarik perhatian ,orang orang mulai menyaksikan keributan yang mereka buat ,Arthur memijat kening melihat tingkah mereka ,sedangkan evan berdoa karena berhasil lepas dari kemarahan Alexa ,tapi dia merasa kasihan dengan small yang sekarang mejadi target Alexa
"semoga kau selamat ,teman ku !" doa evan