
Alexa dan Arthur baru saja keluar dari laut ,keduanya mencari tempat untuk beristirahat .
"apakah kita sudah tiba di kekaisaran Tyrinn? " tanya Alexa pada Arthur yang diam
"kurasa ,disini suhunya sudah sangat dingin " jawab Arthur . Alexa juga merasakan nya , dingin .
suhu di sana sangat dingin ,padahal matahari ada di atas kepala mereka .
keduanya kembali berjalan kedalam hutan didepan pantai untuk mencari tempat beristirahat dan menganti pakaian .
setelah masuk dan mencari beberapa saat keduanya menemukan sebuah pohon besar yang cocok untuk tempat beristirahat.
Alexa pergi kearah belakang pohon ,sedangkan Arthur menyala api.
hening
setelah pertanyaan Alexa di pantai ,tidak ada lagi diantara keduanya yang berbicara . mereka hanya diam sampai hari menjelang malam .
krik..krik..krik...
"tidurlah ,aku akan berjaga " ujar Arthur memecah keheningan malam .
Alexa hanya mengangguk tanpa berniat membalas perkataan Arthur .Arthur beranjak dari duduk nya ,dia pergi ke depan untuk melihat keadaan sedangkan Alexa membaringkan tubuhnya di tanah yang berlapis kan daun kering yang jatuh .
dia tidak perlu khawatir karena dari radius 300meter tidak ada apapun ,jadi gadis itu cukup tenang tenang saja . dia menatap langit yang berbintang dari sela sela ranting pohon .
"keluarga kah?" Alexa tiba tiba saja teringat dengan perkataan evan yang menganggap dia keluarga .
"aku masih penasaran keluarga itu apa sih ?" tanya nya pada diri sendiri ,tapi sekeras apapun dia bertanya dan berpikir dia masih tidak dapat menemukan jawabannya . tanpa sadar Alexa pun tertidur.
.
.
.
Arthur menatap bintang yang bertaburan di langit . pemuda itu berada dialah satu batu besar dan berbaring di sana.
"........"
keheningan menemani Arthur ,dia terlihat menikmati ketenangan malam yang jarang dia dapatkan .
"aku masih bingung ,bukan kah kemarin aku masih bersama evan sekarang hanya tinggal aku . ah .. tidak kurasa gadis itu bersama ku sekarang."
"waktu berjalan dengan cepat . "
"benar ,siapa ya namanya ? kurasa sejak kami bertemu sampai sekarang hanya kami yang tidak berkenalan, "
Arthur bergumam sendiri ,dia masih melihat bintang bintang diatasnya .
"malam yang indah dan kurasa setelah ini akan sangat panjang ." tambahnya
setelah beberapa saat dia memilih pergi dan kembali ketempat Alexa.
Arthur memandangi Alexa yang tertidur lelap sepertinya gadis itu kelelahan. Arthur duduk tidak jauh jadi Alexa ,dia masih betah memandang wajah Alexa yang tanpa topeng . gadis itu melepaskan topeng yang dia berikan untuk kenyamanan tidur , topeng dengan motif api merah yang menutupi seluruh wajah .
Alexa meringkuk ketika angin berembus , panasnya api yang dinyalakan Arthur tidak memberikan kehangatan untuk gadis itu . Arthur yang melihat itu datang dan menghampirinya ,dia meletakkan jubahnya dan menyelimuti Alexa . setelah itu dia menganti apinya dengan api neraka.
.
.
.
.
Alexa terbangun , gadis itu mengedip kedipkan matanya ketika cahaya mentari masuk melalui sela sela ranting dan daun .dia menatap kearah sebuah pakaian yang ada ditubuhnya .
"jubah ?" batinnya
"kau sudah bangun ? cucilah wajah mu dan makan " ujar Arthur yang sedang membakar ikan . Alexa mengalihkan perhatiannya dia hanya mengangguk dan pergi untuk mencuci wajahnya .
"terima kasih " Alexa mengembalikan jubah yang dia tahu itu adalah jubah Arthur setelah mencuci wajahnya .
Arthur menerima jubahnya dan memberikan Alexa dua ikan yang sudah dia bakar ,dan tentu saja Alexa menerima nya
"uhuk ...uhuk.." Alexa terbatuk ,gadis itu menjauh kan ikan yang dibakar oleh Arthur ketika sudah merasakan rasanya
"ada apa ?" tanya Arthur sambil memberikan Alexa air minum
"apa kau tidak memberinya bumbu?! kenapa tidak ada rasanya ?" tanya Alexa
"aku tidak memiliki nya ,biasanya yang memasak adalah evan " Arthur malah mengedikkan bahunya tidak peduli
Alexa menghela napas ,dia kemudian mengeluarkan beberapa botol kecil yang berisi bumbu masakan.
Alexa mengambil beberapa ikan yang belum Arthur bakar , gadis itu mulai melumurinya dengan bumbu bumbu yang sudah dia bawa, kemudian membakarnya .Arthur hanya melihat tanpa berniat menganggu nya.
"jadi kau bisa ?" tanya Arthur akhirnya
"tidak juga ,hanya beberapa saja " jawab Alexa
dia masih dengan aktifitas membakarnya . setelah beberapa saat ikan itu matang ,Alexa memberikan nya kepada Arthur.
Arthur menerima nya dan mulai memakan nya .
"tidak buruk " komen Arthur
Alexa tidak peduli dia hanya terus memakan bagiannya . setelah selesai dengan acara sarapan ,
mereka kembali melanjutkan perjalanan mereka .
selama perjalan keduanya hanya diam , tidak ada siapa pun yang berbicara ataupun memulai pembicaraan .sungguh jika ada evan keduanya yakin jika pemuda itu akan berisik disepanjang perjalanan,tapi sepertinya mereka ingat jika pemuda itu ada disini .
melewati beberapa hutan keduanya sampai di sebuah desa . semakin mereka masuk kedalam wilayah kekaisaran Tyrinn itu ,semakin dingin suhu yang mereka rasakan .
Alexa dan Arthur mempercepat langkah mereka , keduanya sampai di pagar yang mengelilingi desa kecil itu .
puk...
dingin ?
Alexa mendongkak , salju turun?
es es kecil turun ke bumi dengan perlahan , Arthur ikut mendongkak ketika merasakan pipinya dingin akibat sentuhan es kecil.
"salju kah ?" tanya Arthur
Alexa mengangkat tangannya untuk menahan salju ,manik emas nya terlihat berbinar ketika manahan salju kecil yang turun
Arthur hanya menatap Alexa yang sepertinya terlihat ingin melompat kegirangan tapi ditahan.
sebelum pemuda itu bersuara ,suara lain lebih dulu terdengar , membuatnya dan Alexa menoleh .