Miss Is Half Devil Angel

Miss Is Half Devil Angel
Eps 40 Para tumbal



Tap...


Dares turun dari pohon dan berjalan mendekati Baron Luke ,pria itu menjadi waspada dengan pemuda yang selalu tersenyum itu.


"siapa kau ? dan jika kau ingin hidup lebih lama lagi lebih baik kamu pergi !"ucapnya seakan memberi peringatan kepada Dares


"wow..tenang bung ,kita bisa bicarakan dengan baik baik" Dares masih saja bercanda


"persetan !" Baron luke berlari menuju Dares sambil mengayunkan pedangnya kearah Dares ,tentu saja pemuda itu tidak akan diam saja Dares membalas serangan yang diberikan oleh Luke .


Trang...


Trang...


suara pedang yang berbenturan dan juga angin dari pedang menyapu banyak daun yang berguguran , suasana yang sepi dan seram menjadi ricuh ketika suara pedang kembali di ayunkan.


Trang...


Trang...


"gah..sial kau hebat juga !"ucap Baron Luke dengan kesal ketika merasa kebas ditangan nya karena nahan serangan Dares yang kuat itu.


"cih ! pak tua kau terlalu sombong dengan kemampuan mu yang tidak seberapa itu" ujar Dares menatap remeh


Baron kembali menyerang dan kini dia memutar badannya seperti menari memutar 360° kearah Dares .


"first water sword ,,Hiyaa..."


muncul percikan air di sekitar pedangnya ,Dares menahan serangan pedang Baron Luke dengan mudah tanpa mengeluarkan skillnya .


Trang..


pedang kedua nya berbenturan dan kembali saling menyerang dan saling bertahan


"cih ,,,kau sungguh menjengkelkan" ujar Baron Luke ketika mereka sudah lama bertarung tapi tidak ada tanda tanda Dares akan berhenti atau kelelahan


"ho ..pak tua ,bagaimana jika kau mengikuti ku?mungkin permainan ini akan selesai ,bagaimana?!"ucap Dares yang masih terus bertahan dan sesekali menyerang.


"ck!ck!"


waktu terus berputar satu jam telah berlalu ,kini Dares merasa jengkel dengan Baron yang terus menyerang nya meski sudah lelah


"cih !pak tua aku akui kau sangat keras kepala, bahkan sudah lelah saja kau masih sanggup bertahan.tapi semua sudah berakhir,aku tidak mau lagi bermain dengan mu"ucap Dares kemudian menaikkan kecepatan bertarungnya


Baron Luke kewalahan dengan gerakan pedang yang cepat dari Dares ,pria yang hampir berkepala lima itu jatuh terduduk karena kelelahan


Bruk..


"bagus pak tua!coba saja dari awal!"ujar Dares kemudian memukul tekuk nya sampai pingsan ,setelah itu membawa Luke pergi bersama dengan nya .keadaan hutan itu kembali sepi ketika mereka pergi.


****


Bagian dalam terluar hutan Awan.


"bagaimana ? apakah mata mata dari sana sudah kembali?!" tanya zhong pu


"Belum "


"ah ...kemana mereka?padahal besok kita akan mulai melakukan penyerangan!" marah mou


"tenang jendral!mereka pasti akan kembali" ucap robin


"ah sudah lah !bagaimana dengan persiapan "senjata" kita?"tanyanya mou


"tenang jendral ,semuanya beres " ucap sin kepada ayahnya


"kerja bagus ! kita bisa melepaskan nya ketika sampai di ibukota ! lakukan ritualnya "


"baik!"


"ho..tapi dimana manusia yang menjalin kerja sama kita ?seharusnya dia datang untuk melapor sehari sebelum penyerapan!" tanya luna


"sudah tenang lah manusia itu mungkin sedang dalam perjalanan menuju ke sini"ucap Qian


"yah...kuharap manusia itu cukup pintar "


"baiklah ,lebih baik kalian kembali bekerja ! kita sangat sibuk hari ini !"


"ya..ya..ya...kau selalu begitu pak tua , !"ucapan robin kemudian berlalu pergi


"bocah tengik ini💢💢!"


"ayah tenanglah" ucap sin menenangkan ayahnya sedangkan yang lain hanya menggelengkan kepala mereka .


"sin kembali lah jika sudah selesai"ucap mou


"siap jendral muda!"


para drak elf sedang melakukan ritual pemanggilan disebuah altar hitam yanga sangat besar, didalam altar terlihat kotak hitam kecil yang melayang dengan dipenuhi oleh aura hitam yang pekat.


para tumbal diikat di sekeliling pinggiran altar , terdapat mungkin ribuan manusia dan makhluk setengah manusia lainnya ( iblis , elf hutan , vampir , orc , dan para drak elf dijadikan tumbal juga) semuanya dengan keadaan yang mengerikan . kepala para tumbal terlepas dari tubuh mereka dan darah mencuar ke arah altar dan disedot oleh kotak kecil hitam.


seorang drak elf yang lanjut usia membacakan sebuah mantra dengan bahasa yang tidak dimengerti


"......., ...... ....."


"...... ..... ...... ..."


secara tak kasat mata jiwa jiwa yang ada ditubuh para tumbal tertarik dan masuk kearah kotak kecil hitam yang sekarang semakin membesar karena menyerap jiwa jiwa para tumbal .