
suara teriakan para jiwa terdengar tidak menyenangkan dan itu mengguncang siapapun yang mendengarnya . kebencian,dendam , putus asa ,kemarahan bercampur di jiwa jiwa yang dijadikan tumbal, tapi sepertinya para drak elf tidak terpengaruh karena berada disebuah pelindung roh.
"hahaha....haha...akhirnya kejayaan bangsa drak elf sudah didepan mata !"
"hahahaha...."
"ular permata akan bangkit !"
"hidup Bangsa drak elf! ,hidup bangsa drak elf!"
para drak elf tertawa dan bersorak ketika menyaksikan ritual kebangkitan ular permata mereka yang berhasil tanpa ada gangguan apa pun .
di depan altar ,kotak hitam kecil itu berubah menjadi seekor ular berwarna putih kehijauan dan mulai tumbuh besar , menyantap tubuh para tumbal . tubuhnya terus membesar dan hampir mencapai empat ratus meter. mata nya yang indah berwarna hijau cerah menata nanar para drak elf dan seakan ingin memakan mereka ketika makanan yang ada didepannya sudah habis.
ketika hendak menyerang para drak elf ,sebuah penjara kokoh mengurung ular permata didalamnya dan menghalangi pergerakannya
"shh...sihh...shh....."
"sshhhh.......shhh...."
"shh...shh..."
****
Di tempat lain seorang pemuda tampan sedang duduk , suasana disekitarnya terlihat menyeramkan.
"mereka sudah memulai pembangkitan itu?"
"benar tuan dan mereka berhasil"
tuk...tuk.....
seorang pemuda tampan mengetuk ngetuk kursi yang dia duduki
"bagaimana dengan para manusia itu?"
"mereka sepertinya mendapatkan informasi itu dan
sedang dalam keadaan siaga "
"ho..sepertinya seseorang membantu mereka?"
"benar tuan ,dan dia adalah putrinya sendiri !"
"ah..ini semakin menarik , tapi itu tidak ada hubungannya dengan kita . kita hanya perlu menonton pertunjukan yang telah dibuat " pemuda itu sedikit tersentak ketika mendengar nya tapi kemudian pemuda itu menyeringai setelah mendapatkan sesuatu yang menarik
"Alexa , gadis seperti apa kamu sebenarnya?!" ujarnya sambil tersenyum licik
*****
Disisi lain Hutan florist , disebuah ruangan terlihat lima Elf hutan
"bagaimana apakah mata mata kita sudah kembali!?" seorang wanita cantik tampak khawatir
"sial! ini sudah enam hari sejak kita mengirim mereka dan tidak ada satupun yang kembali?" seorang pemuda tampan terlihat gelisah
"tenang lah , mereka pasti akan kembali!" seorang wanita tua berbicara dengan berwibawa
terjadi perdebatan di ruangan itu
"tenang lah harchen ! kau tidak seharusnya emosi" ucap Teishan ,wanita cantik itu
"apa maksud mu ? kita akan diserang dan juga kita tidak tahu apa dan berapa jumlah pasukan musuh!? dan kau menyuruhku untuk tenang?"bentak harchen
"nenek !"
"hentikan harchen ,bersikap lah dewasa!" ucap Letrand
"cih!"
"xixixi...sepertinya kalian sedang dalam masalah ?!" sebuah suara mengagetkan mereka
seorang gadis cantik dengan surai biru duduk di dekat jendela atas , matanya yang berwarna emas terlihat bercahaya ketika pantulan sinar matahari mengenai dirinya . ruangan yang tadinya ribut tiba tiba menjadi hening
"xixi ...ada apa ? apakah ada yang salah ?" persia tertawa dan mulai turun dari jendela itu
para elf yang ada di ruangan itu terlihat waspada dengan persia , mereka menatap persia yang tertawa itu dengan dingin.
"siapa kau ? elf seperti mu tidak seharusnya ada disini!"ucap Letrand
" siapa gadis ini ? bagaimana dia bisa sampai kesini ?"
"siapa dia ? tapi dia juga seorang elf!"batin taishan
"woah ...dia sangat cantik !"batin harchen
"ti..dak mungkin ! bagaimana mungkin aku tidak menyadari kehadirannya ?"
"aku juga tidak mau kesini tapi nona ku menyuruhku kesini dan memberikan surat ini !" ucap persia kemudian menyerahkan surat itu kepada harchen yang terdiam melihatnya
"kenapa ? kau terdiam padahal tadi kau yang paling berisik ?"ucap persia didepan harchen
"eh..ah!?"
"baiklah ,karena sudah aku menyampaikannya aku akan pergi dah..!"
"eh.. tunggu!"
tapi persia sudah pergi , mereka masih diam dan tidak berbicara . harchen membuka surat yang diberikan dan mulai membacanya .
"eh ..i..ini..."
"ada apa ?!"tanya teishan
"apakah ini bisa dipercaya ?!" tanya nya kembali
"kita harus mempercayai nya ! ayo kita harus bergegas !"ucap harchen
"tunggu! bagaimana mungkin kau percaya begitu saja?"ucapan letrand
"ayah lihat ini ,ini lambang bangsawan Eleanor! mereka juga bersiap siaga . para drak elf akan menyerang lewat jalur kota untuk mencari tumbal dan akan datang dengan ular permata !"ucap harchen menyerah kan surat tadi
"tapi kita tidak bisa percaya begitu saja ! bisa saja dia dari suku drak elf !"
"ayah ...!bagaimana mungkin gadis sepertinya dari suku drak elf !"
"bisa..
"hentikan aku percaya ,lakukan persiapan dengan cepat dan jangan sampai lalai!"ucapan Quenna memotong perdebatan harchen dan letrand
"ibu?!"
"diam aku tahu apa yang aku lakukan ! kau mungkin tidak tahu tapi dia dari suku elf ' itu ' " ucapan Quenna membuat semuanya terdiam