
Arthur menjauh menjaga jarak . keadaan di sana sangat kacau ,orang orang yang tidak sempat melarikan diri tercincang terkena imbas serangan nyasar mereka .
Mail mengayunkan pedangnya sembarang arah , amarah menguasai pria itu karena serangan Arthur tadi mengenai dada hingga wajah nya dan itu memberikan luka yang cukup dalam .
"argh...kalian para bocah !! aku akan mencincang kalian !!" ujar nya marah
"sebelum mencincang kami ,yang tercincang terlebih dahulu adalah kau !" ujar Arthur dan Alexa bersamaan
" tebasan api neraka! "
" ilusi hujan darah ! "
pedang Arthur terselimuti oleh api hitam yang menyala ,segera saja empat tebasan beruntun mengarah ke Mail dengan bentuk X
Alexa mengeluarkan salah satu skillnya . dimana akan ada hujan darah yang berbentuk belati di dalam bayangan musuh .
Mail mengeram ketika masuk ke dalam skill Alexa
dia melihat ribuan bahkan miliaran belati berwarna merah turun dengan kecepatan tinggi seperti hujan lebat . dia menggunakan sihir pelindung untuk melindungi diri sendiri agar tidak terkena belati belati yang terjun bebas itu .
belati yang tidak ada habisnya membuat Mail tidak bisa melawan atau mengeluarkan skillnya , dia bahkan tidak bisa bergerak lagi sebab menahan belati belati yang berat nya diluar nalar bahkan dia mati matian menahan nya .
di dunia nyata Main hanya terpaku dengan mata terbuka dengan mimik wajah yang kesusahan.tidak bergerak .
serangan Arthur mengenai Mail membuatnya berteriak kesakitan akibat suhu panas yang tidak lazim , dia masih berada didalam ilusi Alexa , tiba tiba saja merasakan sakit dan panas yang membuatnya mengerang sakit . perlahan sihir pelindung itu hancur dan membuat belati belati itu dengan cepat menjadikan tubuhnya sebagai sarang mereka .
argh.....
tubuh Mail bergerak kacau , mulutnya berteriak kesakitan , darah keluar dari berbagai anggota tubuhnya bahkan matanya mengeluarkan banyak darah hingga bola mata nya tidak terlihat lagi .
mengenaskan ! dengan banyaknya darah yang mengalir , secara perlahan anggota tubuhnya terpotong sendiri dan terlahap oleh api neraka yang panas .
Alexa dan Arthur hanya diam kemudian saling pandang sebelum mengangguk dan segera membantai orang orang yang melarikan diri .
.
.
.
.
.
Mikhail sedang meladeni wanita yang menjadi lawan nya , ketika hampir melukai wanita itu seorang pria datang dan menangkis serangan Mikhail .
pria dengan kipas datang dan berdiri di samping wanita itu menandakan bahwa dia adalah bagian dari kelompoknya.
"cih ! kenapa kau sangat lama hanya karena melawan bocah ini !" ujar sang pria mengomeli wanita itu , sedangkan yang diomeli hanya memutar mata malas .
" bocah lebih baik kau pergi saja mungkin aku masih bisa mengampuni mu " ujar nya mengeluarkan aura nya yang berada di rank saint
Mikhail sedikit tertekan tapi pemuda itu dengan cepat melindungi diri dengan mengeluarkan aura nya yang berada di rank grandmaster , dia masih tertekan walaupun tidak seberat tadi .
"serius? dia masih muda dan sudah beranda di rank itu ?!" ujar sang pria berkipas agak terkejut
"walaupun begitu dia masih belum bisa mengalahkan ku " tambahnya kemudian membuka kipas dan meletakkan di depan wajah
pertarungan yang berat sebelah pecah , Mikhail menahan serangan yang datang dari tiga arah yang berbeda .
sret ....
Trang ....
hampir saja dia terbelah dua jika saja dia terlambat menyadari nya ,Mikhail melompat dan kembali menjauh .
"ingin pergi heh ,bocah? " pria itu mengibaskan kipasnya seketika puluhan pisau angin muncul dan segera menyerang kearah Mikhail
trang... trang..
Mikhail menahan nya dan segera memberikan serangan balasan
"kurasa tidak "
trang ..trang ...
Mikhail menerobos pisau pisau angin yang menuju kearahnya ,dia mendekat untuk memperpendek jarak .
Roar.....
beruang putih itu melompat kearah Mikhail dengan cakar cakar nya yang tajam dari depan ,dibelakangnya wanita yang diam tadi segera melancarkan serangan membuat Mikhail terkepung .
pada saat itu dia sedang meruntuki kebodohan nya karena ceroboh, dan pada saat itulah sebuah serangan telak menghancurkan serangan serangan yang datang menuju Mikhail
Mikhail bernapas lega segera di menoleh dan mendapati Alexa dan Arthur datang, senyum mengembang di wajahnya yang penuh berkeringat dan beberapa luka gores .
"ah...kalian datang !" ujar syukur Mikhail
" aku pikir siapa ,ternyata orang yang penakut toh " ujar Arthur menusuk Mikhail
"uhuk ...perkataan mu sungguh pedas ,!" ujar Mikhail menatap Arthur tak suka ,tapi memang benar di sedikit takut tapi ..ah sialan dia tidak penakut !
"apa bukan kah memang benar ?"
"sialan ,kau yang penakut semua keluarga mu penakut !" kesal Mikhail
" hoi bocah ! kami tidak ada waktu untuk acara reuni kalian . lebih baik kami lawan kami " ujar pria berkipas setengah kesal karena diabaikan .
"tunggu ,apakah si pak tua galak itu sudah mati ? " tanya nya dengan nada seolah seolah ingin berteriak senang .dia menatap Alexa dengan binar mata .
"sialan jika benar ! kalian akan ku beri kematian yang damai ! terimakasih bocah karena sudah membunuh pak tua itu !!hahaha..haha...." ujarnya kearah Alexa yang diam ,dia berkacak pinggang seolah olah dia telah memenangkan suatu penghargaan
"kau sangat senang ternyata heh? tapi aku tidak ada waktu untuk menunggu kesenangan mu berakhir !" Alexa telah berada di depan pria berkipas yang sedang tergelak senang .
sebuah pukulan menghantam wajah nya karena terlambat untuk menghindari pukulan Alexa .
dua giginya rontok dengan darah menguncur keluar dari hidungnya , dia bangkit dan menatap tajam serta murka kearah alexa .
wanita yang ada disampingnya terkejut ,dia tidak melihat pergerakan Alexa tapi gadis itu tiba tiba saja sudah ada disampingnya sambil menempelkan belati ke leher nya.
pria yang ditonjok oleh Alexa tadi ingin berteriak tapi terhenti ketika melihat wanita disampingnya tadi menjadi sandera .
"kurasa ini akan cepat seles-
Boom.....