
...Sisi dan Sasa...
"sekarang ayo kita pergi ,aku ingat menemukan kalian dimana " ajak sisi ke sisi yang lebih dalam.
setelah selesai mengajari Alexa yang tidak bisa berenang,kelimanya pergi menuju tempat terakhir pusaran .
"lihat ,aku menemukan mu disana," sisi menunjuk kearah tempat yang cukup gelap .
kelimanya berenang dan lebih dekat menuju tempat yang ditunjuk sisi.
"lihat ,terdapat bekas pusaran air " ujar sasa .
Alexa melihat keseluruhan arah tapi tetap saja dia tidak menemukan apa apa ,gadis itu duduk disalah satu batu karang .
"kau bisa menggunakan kekuatan jiwa mu untuk melacak aura evan " suara las menggema dikepala Alexa. Las? sudah lama dia tidak mendengar suaranya .
"las ? kau ,oh astaga aku terlalu sibuk akhir akhir ini ,maafkan aku tidak mengunjungi mu "
"tidak apa ,aku selalu melihat mu dari sini,jadi kau harus bergegas,kurasa temanmu tidak akan bertahan lama "
"baiklah !" Alexa memejamkan matanya dan mulai menyebarkan kekuatan jiwanya , semua yang ada dalam jaraknya dapat Alexa lihat .
"dimana ?dimana ?! oh ayolah !" batin Alexa dan terus memperluas jaraknya pencariannya ,sampai dia menemukan aura evan yang lemah ,tapi bercampur? .
"em ,,,aku masih penasaran apa yang membuat pusaran itu ,?terlebih lagi sangat kuat dan besar ?" tanya small ,seketika sisi dan sasa terdiam,benar kenapa mereka tidak ingat !
"gawat kita harus pergi dari sini !" sasa menarik Alexa yang memejamkan matanya dan itu sontak membuat Alexa terkejut dan membuka matanya .
sisi menarik small dan Arthur pergi menjauh secepatnya,mereka berdua terlihat takut dan gelisah. tidak ingin terlalu lama ,dua pasang sayap seperti sirip muncul dikedua punggung mereka .
setelah cukup jauh dari tempat yang gelap itu ,sisi melepaskan tarikan tangan nya ,dia menatap Alexa ,Arthur dan small bergantian.
"ingat jangan pernah ke sana! berbahaya !!!!" jelas sisi
"kenapa ?" kali ini Arthur angkat bicara dia menaikan sebelah alisnya menatap penuh tanda tanya .
"pokoknya jangan ! di sana hidup makhluk yang sangat jahat!!!" jelas sasa
"maaf ,,,kami harus ke sana ,aku merasakan aura evan di sana " perkataan Alexa membuat Arthur menoleh kearahnya .
"tidak !!kalian tidak boleh ke sana !!! jika kalian ke sana kalian akan mati !!" sasa menjelaskan nya dengan nada khawatir .
"oh ,ayolah siapapun yang ke sana tidak pernah kembali!" tambah sisi
"maaf ,tapi kami harus pergi !" ucap Arthur menatap dua mermaid didepan kemudian beralih kearah Alexa.Alexa mengangguk dan hendak berbalik tapi sisi menahan tangannya .
"kalian tidak tahu ada makhluk apa di sana! di sana ada giant octopus yang sudah hidup seratus tahun !! "
"kalian tidak akan selamat jika pergi ke sana!"jelas Sasa
"kami harus pergi !" ujar Alexa tenang
"kalau begitu kami akan ikut!aku tidak tahu kenapa ,tapi kami harus ikut !!" ucap sisi
Alexa menatap kearah Arthur dan small ,keduanya hanya mengangguk kan kepala .
"tidak apa ,kami bisa menjaga diri kami sendiri " jelas sasa
"baiklah mari berangkat ," ujar Alexa dan mulai berenang kerah tempat tadi .
"tunggu bisakah kau mengatakan apa itu giant octopus?" small menghentikan sasa
"hah...."sasa menghela napas ,dia menatap kearah sisi yang hanya mengangguk kan kepalanya.
"dia...dia adalah makhluk yang sudah hidup selama seratus tahun ,dia adalah seekor gurita setengah manusia ,dia awalnya adalah seekor penyihir gurita , dia juga adalah bagian dari kerajaan samudra. tapi karena suatu masalah dia dikurung di sana dan menjadi menjadi penyihir."
"karena tidak terima di perlakuan seperti itu dia mulai marah dan terus membunuh siapapun yang datang kepadanya ,karena itu tempat itu sangat berbahaya ,di sana adalah wilayahnya ."jelas Sasa
"kau bilang dia adalah makhluk yang sudah hidup seratus tahun ,pasti akan ada legenda atau sejarah yang menulisnya kan?kenapa tidak ada di darat ?" tanya small
"tidak ,karena giant octopus tidak mengusik kehidupan di darat " jelas sasa
"aku penasaran apakah dia lebih kuat dari ku?" batin small menganggukkan kepalanya .
"apakah ada yang harus kita waspadai ?" tanya Arthur.
"ah,,benar jangan pernah percaya apapun perkataan dua siren belut !" ujar sisi
"siren?" tanya Alexa menatap bingung
"ya mereka adalah bawahan giant octopus,jadi jangan pernah percaya apapun perkataan mereka"ujar sasa
"baiklah "
"sekarang ayo kita pergi ,aku tidak tahu apakah evan masih bertahan atau tidak " ujar Alexa
kelimanya bergegas menuju ketempat tadi dengan mengendap endap.
"bagaimana Alexa?"tanya small
"em...ikuti aku " Alexa berenang kearah yang lebih rendah diikuti oleh yang lainnya .setelah berenang cukup jauh dan terus memutar jalan ,kelimanya bersembunyi dibalik sebuah batu besar dan melihat sebuah Istana terbengkalai .
istana yang tidak memiliki tanda tanda kehidupan sama sekali .
"Alexa" ujar small ,Alexa mengerti dia mulai memejamkan matanya dan memeriksa setiap tempat disekitar dan didalam istana.
"aku tidak melihat adanya evan ,tapi aku melihat ada seekor marman yang memiliki wajah yang mirip dengan evan " jelas Alexa
"tapi sepertinya dia berada di tengah istana dengan keadaan yang ,,,terikat" tambahnya menatap keempat nya yang terdiam
" kita akan masuk !" putus Arthur
"tapi sepertinya dia sedang dijaga " ujar Alexa menghentikan Arthur.
"tidak peduli kita harus menolong nya "
"baiklah,tapi sebelum itu kita harus menyusun rencana ,ada dua merman yang menjaga pintu kedua setelah pintu utama " jelas Alexa
"baiklah,apakah kalian mempunyai rencana ?"tanya Alexa
"ya ,,aku satu !"ujar sisi semangat