Miss Is Half Devil Angel

Miss Is Half Devil Angel
Eps 125 Stevan sang pangeran Es



Boom..


swosh


Alexa dan Arthur melompat keatas untuk menghindari serangan yang tiba tiba datang dari stevan , keduanya menjaga jarak dari stevan untuk menghindari serangan tiba tibanya .


"beraninya kalian !!!" suara stevan tidak lagi feminim ,kini lebih terkesan dewasa dia menatap nyalang kearah Alexa dan Arthur walaupun matanya tertutup oleh rambut nya yang panjang .


Aura dingin semakin meningkat membuat sebuah badai es yang tiba tiba saja muncul dan menerjang kearah Alexa dan Arthur .


Arthur menahan nya dengan mengeluarkan Api hitamnya sebagai perisai , seketika sekejap badai es menghilang.


Stevan mengeram ,Arthur memiliki api yang bisa meleleh kan esnya terlebih lagi apinya bukan api biasa .


Alexa berlari mendekat ,dia mencoba untuk segera mengakhiri pertarungan ini tapi seperti nya patung patung yang tadinya menunduk diam mulai bergerak dan mengepung nya .


tidak ada yang sulit ,patung patung es itu hanya berada di rank emas ungu ,sedangkan dia sudah jauh dia atas ,itu terlihat seperti sebuah latihan bagi Alexa .


Stevan yang tak ingin hanya menunggu mulai menyerang Arthur ,dia mengarahkan tongkatnya dan menembakkan banyak bola bola es yang memiliki kekuatan sihir yang banyak .


boom..


boom


boom


Arthur berhasil menghindari setiap serangan yang datang ,daya ledakan dari bola bola yang dilempar cukup besar sehingga membuat beberapa bangunan hancur .


"cih kau sangat licin !" ucap stevan ,kemudian dia menghentikan serangan bola es dan menggantikannya dengan hujan es ,dimana es yang sangat runcing dan tajam terjun bebas dalam jumlah yang sangat banyak mengarah ke Arthur yang ada dibawah.


Arthur tersenyum remeh ,dia mengarahkan kan tangannya keatas dan melempar kan api hitamnya ke arah hujan es itu ,seketika api hitam melahapnya hingga meleleh .


"aku tidak licin ,kau pikir aku belut ? kau yang tidak melihat !" ujar Arthur tenang tapi bagi stevan itu seperti hinaan bagi nya.


stevan lengah ,Alexa tiba tiba saja muncul dibelakangnya dan menendang nya hingga dia tersungkur ke tumpukan salju .


argh....


"Hahahaha....kalian tidak akan bisa lari ..!! hahahaha !!" tawa nya pecah setelah berhasil menciptakan penjara es yang mengurung satu kota besar itu.


Alexa tersentak tanpa sengaja melihat mata stevan yang sedikit terlihat . dia memiliki bola mata yang berwarna putih seutuhnya tanpa ada retna hitam di matanya .


"matanya berwarna putih ? apa itu yang menyebabkan banyak manusia yang membeku menjadi patung es ? " tanya Alexa pada diri sendiri


"benar nona ,jika melihat nya lebih dari lima detik maka anda akan menjadi manusia es ,sama seperti patung patung itu ." ujar Las tiba tiba di pikiran Alexa.


Alexa mengangguk mengerti ,dia menyimpan belati nya dan mengeluarkan sabit panjang dari cincin angkasa dan mengarahkan nya kearah stevan yang masih tertawa angkuh di atas .


sedetik kemudian Alexa menghilang dia muncul kembali didepan stevan dan mengayunkan sabitnya tepat didepan wajah stevan ,tapi pemuda itu berhasil menangkisnya .


trang..


trang


trang


dua kilatan merah dan biru beradu di udara dengan cepat tanpa bisa di ikuti oleh mata , Arthur duduk melihat pertarungan di atas sambil mengisi perut nya , dia terlihat santai untuk orang yang tidak melakukan apa pun . small entah sejak kapan dia dalam bentuk ularnya berada dalam toples kacang ,dia juga ikut menikmati pertarungan yang sedang berlangsung di atas .


"tidak di sangka ,gadis ini sangat kuat . bahkan gaya bertarung nya tanpa cela " batin stevan menahan dan sesekali membalas serangan Alexa .


"haha....gadis yang kuat ,bagaimana jika menjadi ratuku ?" tanya Stevan di sela sela pertarungan nya .


"Uhuk..uhuk!!!!!" Arthur terbatuk ketika menangkap sesuatu yang membuat telinganya berdengung , di samping nya small menoleh dan menatap heran ketika Arthur seperti nya ingin ikut andil dalam pertarungan itu , terlihat jelas dari pedangnya yang sudah di lapisi oleh api hitam yang menyala .


Alexa baru saja ingin memberikan serangan terakhir sebelum Arthur tiba tiba saja masuk dan memojokkan stevan dengan serangan bertubi tubi , memisahkan nya agar tidak lagi bertarung melawan stevan dan dia juga terlihat lebih dingin .


"sial ?! apa yang salah? apa yang terjadi pada pemuda ini ?! bukan kah dia tadi duduk manis ?!" batin stevan kewalahan menahan serangan Arthur yang tiba tiba saja datang ,apa lagi api hitam yang sangat panas itu melemah kan kekuatannya yang berbanding balik dengan Arthur .


"h-hei?...hei...?" apa yang salah dengan mu ? kau tampak marah ?" tanya stevan di sela sela pertarungan mereka ,tapi Arthur masih diam seperti nya dia tidak berniat berbicara dengan stevan yang sudah kewalahan dan hampir saja dia tebas jika pemuda es itu tidak menghindar .


"ap ..apa apaan dia ? marah tiba tiba ? " batin Stevan menatap waspada Arthur yang seperti ingin menerjang kearahnya lagi .


belum sempat bereaksi ,Arthur sudah berada dibelakang nya sambil memukul tekuk lehernya ,membuat pandangan Stevan tiba tiba saja menjadi hitam gelap .