Miss Is Half Devil Angel

Miss Is Half Devil Angel
Eps 108 Buronan



sring ....sring......


swos....swosss.......


terlihat dua pria sedang saling kejar kejaran dengan lima orang yang terus memberikan serangan .


"sial ! mereka mengetahui nya ! ,kita harus melawan mereka "


"bodoh !kita harus bergegas!"


"ck! kau yang bodoh !!!"


swos...duar....


"sialan tidak ada pilihan lain ,aku akan melawan mereka . kau pergi cari nona sekarang!"


"astaga ! hanya karena lima cecunguk ini !"


"sudah ,bantai saja "tambahnya


Leon memutar bola matanya malas ,dia tahu jika dares sudah gatal untuk menghajar lima cecunguk ini terlihat dari gerak gerik dan perkataannya.


keduanya berhenti dan mulai mengambil senjata masing masing , Leon menghilang dalam sekejap dan muncul dibelakang salah satu orang yang mengejarnya . dalam sekali hentakan satu kepala melayang .


sisa empat orang , mereka terlihat waspada dan terus mencari cari keberadaan Leon yang bisa muncul tiba tiba di belakang mereka.


dares membawa tombak nya dan menerjang kearah orang yang dekat dengan nya . pemuda itu mengayunkan tombaknya secara vertikal dengan cepat tapi lawannya berhasil menahan serangan nya .


dares tersenyum kecil ,pemuda itu dengan cepat memutar tombak yang ditahan seratus delapan puluh derajat hingga mata tombak nya berhasil memberikan luka dalam di dada sampai wajah lawan nya yang tidak menyangka akan ada serangan itu .


dares menyeringai , gerakan kecilnya membuat satu orang itu mati . kini dia beralih ke ketiga -dua orang yang tersisa, keduanya menggenggam senjata mereka dengan gemetar . tiga temannya mereka mati hanya dengan serangan kecil itu .


"bagaimana jika kalian bunuh diri saja ?" dares berjalan mendekat kearah dua lawan yang tersisa


keduanya mundur dan terus waspada sekeliling mereka .


"kenapa diam ?! ba-" belum selesai dares meneruskan kalimatnya dua kepala kembali melayang dari tubuh lawan , dares mencebikkan bibirnya tak suka ketika melihat Leon telah muncul di sampingnya.


"apa yang kau lakukan huh? padahal aku tadi sangat keren !" dares berkata dengan kesal dan diakhiri dengan nada sombong . Leon memutar matanya malas melihat tingkah human yang ada di sampingnya , ah kenapa dia tidak dengan xavier saja atau persia ? ah benar kenapa tidak dengan persia saja ! dari pada dengan si cerewet satu ini ! bikin kepala pusing saja pikir Leon


"eagle ?"


"oi...eagle?"


"oi... LEON !!!


"oi...oi! apa yang kau pikir kan ? " Dares menatap aneh kepada leon yang terlihat banyak pikir , apa yang dipikirkan nya ?


"....tidak ada . aku hanya berpikir jika saja aku berjalan dengan seorang gadis dan bukan kau " ujar Leon dan pergi lebih cepat meninggalkan dares yang tertegun .


"huh?! "


"hei !!apa maksudmu ?! " dares mengejar Leon yang meninggalkan nya setelah tahu jika leon lebih memilih seorang gadis dari pada dirinya ! huh! teman macam apa itu? .


keduanya sampai di sebuah kota setelah cekcok yang panjang tadi -ralat dares yang terus berbicara sedangkan leon menatap tak suka temannya yang cerewet ini.


"kau yakin disini ? " tanya dares ketika mereka berada di depan sebuah restoran


"hn" leon masuk setelah memberikan jawaban singkat diikuti oleh dares yang mengangguk anggukan kepalanya mengerti.


leon memesan sebuah ruangan privat yang ada di restoran itu dan menunggu seseorang datang .


sedangkan leon duduk dengan tenang sambil menikmati makanan yang sudah mereka pesan .


tok..tok..tok...


dares menoleh dan melihat seorang yang dia kenal datang ,langsung saja dia tersenyum cerah kearah gadis dengan surai pink itu .


"kau lama sekali , sekker " ujar dares melihat kearah


fani yang duduk didepan nya . fani mengacuhkan dares yang tersenyum kearah nya dan lebih memilih mengeluarkan dua lembar kertas berisi sebuah gambar .


dares mengambil dua lembar kertas yang di keluarkan fani ,segera di mengeram marah setelah melihat apa yang ada disana . sedangkan leon hanya mengembuskan napas ,dia tahu apa yang di kertas itu tapi dia tidak menyangka jika kertas itu terlah sampai di kekaisaran Ascania ,tidak mungkin itu sudah sampai di seluruh benua violet ini.


"sialan mereka sungguh telah kelewat batas ! mereka menjadi kan nona buronan kelas atas ! lagi apa apaan ini harganya sangat fantastis " Dares mengeram tak suka dan menghempas kan kertas yang ada ditangannya dengan kasar .


" sepertinya kita tidak boleh bersantai lagi " ujar fani menatap keduanya.


"ya kau benar .lalu bagaimana dengan black crow ? apakah di sudah menemukan nya ? " tanya leon ketika teringat dengan Xavier yang ditugaskan untuk mencari Mikhail , Pangeran ketiga kekaisaran


Lessen yang menghilang .sedangkan kekaisaran Lessen sekarang sudah berubah dan menjadi kekaisaran Iblis .


"masih dalam pencarian ,jadi kalian bagaimana?" fani menatap keduanya bergantian


"jejak terakhir nona berada disini ,kurasa aku akan memacarinya disini " ujar leon setelah berpikir lama


Dares ikut menimbang nimbang ,setelah berpikir lama akhirnya dia memutuskan.


"jika begitu aku akan pergi kekaisaran Tyrinn ,lebih baik berpencar agar kita bisa dengan cepat bertemu nona " ucap dares


"aku akan tetap mencari informasi ,kalian berhati hati lah " ujar fani sebelum menghilang


"ah,,dasar dia sangat kaku " ucap dares sambil meletakkan kedua tangannya dibelakang kepala.


dia menoleh dan melihat kearah leon tapi pemuda itu sudah tidak ada ditempatnya


"??????!!!!!!"


"KALIAN PASANGAN SIALAN ! AKU SUMPAHIN KALIAN JADI PASANGAN!!!" dares berteriak kesal


dia ditinggal dan harus membayar makanan yang bahkan masih banyak .


"sialan !awas saja jika kita bertemu " gumamnya .


.


.


.


.


ditempat lain terlihat seorang pemuda dengan pakaian kotor sedang berjalan di sebuah gang kotor . tubuhnya terlihat sangat kotor terlebih lagi bau menyengat menguar dari tubuh pemuda itu .


pemuda itu berjalan dengan tertatih tatih dan duduk setelah cukup masuk kedalam gang yang kotor dan dingin itu . salju turun perlahan tapi udara dingin berembus dengan kencang .


manik mata yang berwarna cerah menatap salju yang turun perlahan . dia menatap sekeliling dan berhenti di pada sebuah roti yang di sondorkan oleh seorang gadis .


matanya bertemu dengan manik mata sang gadis , gadis dengan topeng setengah wajah memberikan nya sebuah roti ,dibelakang gadis itu terlihat seorang pemuda tampan sedang menyandarkan tubuhnya di dinding .


"jika kau tidak ingin maka akan ku buang " suara dingin sang gadis membuat pemuda itu langsung menoleh kearah sang gadis .