
puk
"apa? "tanya small menoleh kearah evan yang menepuk pundaknya
"kenapa kau tertawa ? " tanya evan
"tidak ada ,tidur lah ,aku akan tidur dilantai " ujar small
"???!!!...uh...oh..ok baiklah" ucap evan kaku
" kenapa dia ?" batin evan kemudian kembali ke kursi nya
.........
Alexa tidak tidur ,gadis itu lebih memilih melatih kembali kekuatan jiwa nya sambil memantau penggerakan di seluruh desa ,kekuatan jiwanya sudah bisa mencakup satu kota besar apa lagi desa ,dia bisa melakukanya tanpa harus khawatir dia akan kehabisan energi seperti dulu .
tidak ada apa pun di desa , bahkan Alexa tidak merasakan adanya tanda tanda kehidupan , elder juga menghilang tanpa diketahui jejaknya
" memang benar , disini tidak ada makhluk hidup ,hanya wanita tadi yang hidup disini ,jadi dimana bocah laki laki itu ?" batin Alexa
" sepertinya aku harus memperluas pencarian ku .." ujarnya
Alexa memperluas jangkauan jiwanya ,tapi sesuatu membuatnya terkejut ,aura kebencian terasa oleh nya dibelakang desa ,dibelakang sebuah rumah yang tidak begitu jauh dari desa ,tapi rumah itu tidak termasuk kedalam desa
"apa ..itu ?"
Alexa kemudian memusatkan perhatian nya kearah rumah yang tampak terbengkalai .
" rumah apa ini ?" ujarnya sambil mengelilingi rumah itu,aura kebencian dan keputusan asan menguar begitu saja
tiba tiba saja pintu rumah itu terbuka dan keluar sesosok manusia berjalan dengan linglung ,pakaian yang lusuh dan robek dengan warna kulit yang pucat kehijauan
"rrrrgggg.... rgh..."
"undead ?!" ujar Alexa ,gadis itu sudah membuka matanya,dia berjalan kearah kamar small dan yang lainnya dengan cepat
brak.....
Pintu ditendang Alexa dengan keras mengejutkan evan dan Arthur yang sedang tertidur.
"agh..." evan terjatuh dari kursinya
"......"Arthur hanya diam ,tapi sebenarnya dia terkejut dengan suara yang membangunkannya
"bangun ,sesuatu terjadi dibawah " ujar Alexa tanpa meminta maaf
"kau seharusnya mengetuk pintu dulu sebelum masuk kekamar orang apa lagi laki laki !" ujar evan ,small hanya diam ,kali ini dia terlihat serius.
"sial mereka meninggal ku ?" evan baru saja ingin pergi menyusul ketiga,sebelum wanita pemilik penginapan datang meminta tolong kepada nya
"tuan muda ,,,tolong saya !..." ujar wanita itu sambil berlari kearah evan
"eh ...nyonya ...kau tunggu lah disini ,aku akan keluar untuk melihat keadaan jangan keluar sebelum kondisi stabil" ujar evan tapi wanita itu ,menarik pakaian evan dengan ekspresi malu malu
"tu..tuan muda bisakah menemani saya ?" tanyanya dengan suara menggoda
"tidak bisa nyonya ,saya harus membantu teman saya " tolak evan melepas pegangan wanita itu
sedangkan diluar ada begitu banyak undead yang datang dan mengepung ketiganya
"urgh....bau busuk ini sungguh merepotkan,!" ujar small
para undead itu mengeluarkan bau yang tidak sedap sekali
" berhenti berbicara bunuh mereka semua !" ujar Alexa dan mulai membakar para undead yang terkena sihir apinya
api merah membakar satu persatu undead yang mendekat ,sedangkan small mengeluarkan racunnya untuk melelehkan para undead ,Arthur menebaskan pedangnya kearah leher undead untuk membunuhnya .
mereka berkerja sama saling melindungi ,tapi undead terus muncul tanpa habis
" mereka sangat banyak !" batin Arthur ,sudah tiga puluh menit berlalu dan undead itu terus bertambah
" tunggu dimana evan ?!" tanya Arthur ketika menyadari ketidakhadiran evan disana
" ?!!!!"
"dia didalam ,sepertinya sedang berurusan dengan dalang nya " ujar Alexa
" aku akan membantunya !" ucap Arthur hendak pergi
"emm..berhati hati lah ,dia adalah seorang necromancer yang handal ." ucap Alexa memberi tahu
".....baiklah " ujar Arthur kemudian pergi meninggalkan Alexa dan small ,sesaat dia berpikir jika Alexa akan menahannya tapi dia terbanyak berpikir ,Alexa tidak menahannya untuk membantunya menghabisi undead itu
"hahaha...ini mengingatkan ku pada lantai ke50 menara ,aku hampir mati karena jumlah mereka yang tidak ada habis habisnya !" ujar small
"berarti kau bodoh jika kau sudah hampir mati !"
"seperti kau tidak hampir mati saja !" balas small
setiap undead yang terkena sihir api akan langsung menjadi abu ,sedangkan racun melelehkan nya