Miss Is Half Devil Angel

Miss Is Half Devil Angel
Eps 43 Penyerangan 3



Seekor ular raksasa sepanjang lima ratus meter mendesis di depan mereka .Alexa sontak berdiri dan tertegun ketika melihat ular raksasa tersebut. ular itu mendesis ,mata hijaunya yang cantik menatap kerumunan manusia yang terdiam seakan waktu telah berhenti . tidak menunggu makannya sadar ular itu langsung menyerang kearah pasukan frans


shh......sshhh.....


brak ..trang..trang....


bentrok kan terjadi ,pasukan depan frans terpecah ketika terkena hantaman kepala ular permata hijau , mereka tidak bisa berbuat apa pun untuk menghentikan ular yang panjangnya diluar nalar


"ck..pasukan penyihir! tahan ular itu dengan sihir kalian!"


"para kesatria bergabung! bentuk formasi kalian dan buat pertahanan"


"pemanah alihkan pandangan nya ! pasukan kesatria lindungi yang lain !"frans mengarahkan pasukan nya dengan baik


para penyihir mulai merafalkan mantra mereka , para pemanah menarik busur mereka dan mengarahkannya kearah ular permata yang sedang mengamuk dan terus mengacaukan pasukan depan . para kesatria mencoba menahannya dengan sekuat tenaga tapi kulit ular itu sangat kuat seperti permata. ular itu tidak teralihkan sedikit pun.


nguing...nguing....


swiss.....swoss.....


boom...


serangan yang besar muncul dan mengarah kearah ular permata , kabut memenuhi area dan menghalangi pandangan mereka .berpikir itu mungkin bisa menggoresnya tapi ternyata itu tidak menggoresnya sama sekali ! malah membuat ular itu mengamuk .semangat juang para pasukan frans tiba tiba saja menurun dan menjadi putus asa


para drak elf melihat pertunjukan yang terjadi didepan mereka dengan santai , berpikir kekuatan kerajaan aros hanya segini bagaimana mereka selalu menang dalam pertempuran melawan kerajaan lain pikir mereka .berpikir ini bahwa kemenangan ada ditangan mereka ,membuatnya meremehkan manusia. tidak ada yang istimewa sampai mereka melihat beberapa sosok muncul dan memukul ular itu dengan keras membuat mereka terkejut .


ular itu membuka mulut nya bersiap untuk mengeluarkan racun yang mematikan, tapi sebelum bisa mengeluarkan racunnya ,sesuatu muncul dan memukulnya dengan tongkat


bruk....


kepala ular itu menghantam tanah dengan keras ,bahkan terlihat retakan kecil di kepalanya tempat dia dipukuli . keempat orang melayang diudara masing masing dari mereka menutupi wajahnya dengan topeng


ular permata kembali bangkit setelah dipukuli, kelimanya kembali menyerang dan kini para pasukan frans kembali bersemangat ,berpikir kelima orang yang melayang itu sedang berada di pihak yang sama .


"sial siapa mereka ?!" sin menatap ke depan dengan khawatir


"tenang lah dia adalah makhluk iblis ,bagaimana mungkin bisa dikalahkan dengan mudah "ucap robin dan kembali melihat nya


"ucapan robin benar ,tenang saja sin " ucap zhong pu


"baik ayah " ucap sin ,tapi entah kenapa hati nya berkata lain


"siapa sebenarnya keempat orang itu?!"batin Zhong pu


disisi lain Alexa masih berada di atas menara, dia melihat jalanya peperangan sembari mempelajari jurus yang akan dia keluarkan untuk melawan ular permata hijau


tidak jauh dari tempat Alexa , seorang pemuda dengan surai perak memperhatikan dirinya, pemuda itu memamerkan senyum licik nya ketika melihat Alexa


peperangan semakin menjadi banyak korban berjatuhan , racun menyebar dan melelahkan tanah . para kesatria dan prajurit tidak bisa berbuat apa apa sebagian dari mereka pingsan akibat mengirup racun yang ada di udara , sedangkan para penyihir kelelahan karena kehabisan mana dan membutuhkan waktu untuk mengisi kembali mana mereka ,


"sial kenapa kulitnya keras sekali?!" Dares menggerutu merasa kesal


"argh...bau busuk ini membuatku ingin muntah..hookk!"ucap fani


"uh... kau sangat jorok " ucap Leon


"sial memangnya kau tidak mencium bau busuk ini?:"


"tidak ,aku menahan napasku!"


"heh?! kau tidak usah berbohong !bagaimana mungkin kau menahan napas mu?!"


"tenang klan malaikat memiliki teknik menahan nafas "


"ah...sial seharusnya kau mengajariku teknik itu"


"tidak dan tidak akan"ujar leon


"ap..apa kau?!kau sangat pelit?!"ucap fani , wajah gadis itu terlihat cemberut


"ho~


"hey hentikan tidak kah kalian lihat dia sedang mengamuk!" xavier menghentikan perdebatan keduanya


ular permata itu mulai menghancurkan gerbang kota , bangunan bangunan yang membentengi kota mulai meleleh akibat terkena racun dari ular permata.


"mundur!yang masih bisa bertarung,maju lah , yang terluka mundur! frans berseru sambil terus menyerang ular permata


para prajurit dan kesatria mulai mundur sesuai perkataan Frans, ketika melihat ular itu mengamuk, korban mulai berjatuhan dari pihaknya ,tentu dia tidak akan tinggal diam .


"sword dragon first !" sebuah serangan pedang mengarah ke tubuh ular permata , frans berhasil menggores kulitnya dan menyebabkan luka walaupun hanya goresan kecil tapi itu cukup untuk membuat luka gores di dagingnya .


cairan berwarna hijau gelap melelehkan kulit nya yang keras ,ular itu mengamuk dan menggeliat merasakan sensasi terbakar dari darahnya sendiri yang melelehkan kulitnya .


"ini ..ini..tidak benar bagaimana mungkin dia menggeliat seperti itu! " ucap dares


"sepertinya darahnya sangat berbahaya ! lihat itu bahkan melelehkan kulitnya yang keras itu!dia tidak kebal terhadap darahnya sendiri !" seru xavier


darahnya yang berwarna hijau gelap itu melelehkan tanah menjadi sebuah cekungan kedalam pada saat dia menggeliat dan menggelepar ,setelah beberapa saat ular itu berhenti menggeliat dan mulai mengamuk dengan ganas kearah Frans yang sedang melihat nya dan keadaan sekitarnya


"swoss ..boom ...


tanpa mereka sadari mereka terus mundur dan sampai di dalam kota , ular itu menghancurkan bangunan bangunan yang ada dikota .bangunan yang indah dan mewah itu hancur berkeping keping ,Untung para warga sudah mengungsi tapi para bangsawan yang menunggu dikota sedang lari tak tentu arah , ular permata itu sudah memasuki kota dan mengamuk dengan mengibas ngibaskan ekornya


para prajurit dan kesatria tidak ada yang ingin membantu mereka , mereka sudah diberi peringatan tapi mereka malah tidak menghiraukannya .