Miss Is Half Devil Angel

Miss Is Half Devil Angel
Eps 78 Rubah ekor enam



Evan sedang memberi pengertian kepada wanita pemilik penginapan jika dia harus membantu teman temannya yang ada di luar ,tapi wanita itu sangat keras kepala.


"tuan muda saya takut ,tolong jangan tinggalkan saya " ujar wanita itu kembali menahan evan


"nyonya saya tidak bisa meninggalkan teman teman saja ,saya akan melindungi anda dengan sihir pelindung bagaimana? itu busa melindungi anda sebentar disini. " jelas evan


"tuan muda ,! " evan menoleh menatap wanita itu,tapi dia tertegun ketika retna warna wanita pemilik penginapan berubah ,


rasanya tubuh evan berhenti ,pandangannya kabur dan ada sesuatu yang menggelitik dirinya


Arthur masuk dengan terburu kelantai atas ,dimana mereka meninggalkan evan sendiri,


tapi begitu dia masuk di melihat evan mematung memandang wanita pemilik penginapan yang kini berubah menjadi wanita cantik yang memiliki enam ekor rubah dibelakangnya.


"siluman rubah ekor enam !" gumam Arthur ,dia yakin jika evan sudah tergoda dengan salah satu skill rubah itu ,evan sedang terdiam seperti melihat wanita cantik saja .


wanita rubah itu menoleh sambil tersenyum kearah Arthur ,kuku kukunya yang panjang dan hitam bergelanjut manja ditubuh evan ,wanita rubah itu tersenyum puas melihat Arthur kesal karena telah menodai temannya .


"menyingkir lah rubah !" ujar Arthur menatap marah kearah wanita itu


" hoho...aku sangat takut !" ujarnya sambil bersembunyi dibelakang evan ,evan juga seperti sedang melindungi wanita itu dibelakangnya.


"evan sadarlah bodoh !" teriak Arthur


"bodoh kau sudah dikuasai!" ujarnya kesal ,ketika melihat evan seperti orang bodoh


"sayang kau akan melindungi ku bukan ?" ujar wanita rubah dari belakang ,evan mengangguk seperti orang bodoh dan menerjang kearah Arthur


boom...


evan mengayunkan pedangnya dengan kuat kearah Arthur, pemuda itu memberikan efek yang cukup kuat di serangan pertamanya .


"dia benar benar gila!"


.


.


.


diluar para undead masih bermunculan, keduanya merasa aneh karena tidak ada habis habis nya ,sudah satu jam sejak Arthur pergi untuk membantu evan , Alexa dan small membakar mereka tapi sepertinya itu tidak berarti sama sekali ,semakin banyak undead yang datang dan semakin kuat pula mereka .


"aneh ,orang di desa ini seharusnya sangat sedikit ,kenapa ada begitu banyak orang yang mati disini ?" gumam small masih terus menggempur undead


" tidak bisa ,kita harus pergi keluar desa !disana adalah jalan masuk para undead ini !" jelas Alexa mulai menuju arah ujung desa


" baiklah masih kearah untuk bebas bergerak!" ujar small melompat ke atap atap rumah penduduk


Alexa mengangguk dan mengikuti small kearah ujung desa ,keduanya berlari agar mencapai nya lebih cepat tapi sudah tiga puluh menit mereka berlari ,mereka belum mencapai ujung desa sama sekali ,malahan para undead terus bermunculan banyak .


"sihir ilusi ,! tapi dimana titiknya ? padahal aku memeriksanya dengan jelas jika desa ini sangat kecil semalam !" ujar Alexa


"jika begitu ,aku akan turun untuk sedikit mengurangi jumlah mereka ,kuharap kau bisa menemukannya dengan cepat " small turun dan mulai kembali membunuh para undead


.


.


.


sedangkan di dalam penginapan pertarungan semakin menjadi ,Arthur mencoba untuk tidak melawan balik ,tapi sepertinya tidak biasa itu hanya akan melukai dirinya dia tambah dengan para undead yang masuk kedalam penginapan


"dimana mereka berdua ? ,atau jangan jangan..."


"sial ! persetan dengan kalian semua !" Arthur mengeram marah pemuda itu menarik pedang panjangnya dan mulai serius untuk melawan evan ,


undead juga menjadi masalah untuk Arthur yang bertarung sendirian.


tidak ingin mati konyol ,pemuda itu merafalkan mantra dengan cepat dan seketika api berwarna hitam menyebar dengan cepat dan membuat apa pun akan menjadi abu ketika dilewati .


wanita rubah yang awalnya tersenyum melihat pertarungan itu membulatkan matanya ketika api hitam itu tidak padam sama sekali ketika dia ingin mematikannya


"sial api apa ini?!" ujarnya melompat pergi begitu juga dengan evan


api hitam pekat itu melahap rumah berlantai dua hingga apa pun yang ada didalam nya habis menjadi abu


Arthur mencari keberadaan Alexa dan small tapi dia tidak menemukanya sedangkan api terus menyebar dan membakar habis undead dan sekitarnya .


tidak jauh dari sana small sedang memainkan cambuknya ,setiap hentakan cambuknya selalu ada lebih dari sepuluh kepala yang menggelinding .


disekitarnya ada banyak ular ular kecil berbisa yang siap menyebarkan racun mereka


"bunuh bocah itu !" ujar wanita rubah kepada evan keduanya berada di atas pohon jauh dari Arthur


"!!!!"


wosh ......sret ......


evan tersadar dan mengayunkan pedangnya kearah wanita rubah ,tapi wanita itu berhasil menghindar


"kau sadar ?!" wanita itu terkejut bukan main ,skill nya hanya bertahan sebentar untuk evan ,bagaimana mungkin! pikirnya .


"aku juga tidak akan sadar jika kau tidak mengatakan untuk menyuruhku membunuh saudara ku sendiri !" ujar evan


"hahaha....sepertinya aku meremehkan kalian !" ujarnya menyerang evan ,kuku kukunya yang panjang semakin panjang dan berubah menjadi cakar rubah ,wanita itu menerjang kearah evan dengan ganas


trang...!!!


kedua nya berbenturan menyebabkan bunyi nyaring terdengar ,Arthur menoleh dan mendapati evan bertarung dengan wanita rubah itu.


"dia sudah sadar?"