Miss Is Half Devil Angel

Miss Is Half Devil Angel
Eps 129 Buronan?



" tidak hanya tubuhmu beracun bahkan kata kata mu juga beracun ,bahkan sangat berbisa " ujar Arthur datar ketika melihat Velik yang terkena racun dari kata kata small .


"ku anggap itu pujian "


"ha..hahaha ...mereka akan mencari ku!! aku adalah anak kesayangan di sana , ayahku pasti akan mencari ku dan akan membunuh kalian !" ucap Velik tiba tiba .


small menoleh menatap tuan muda manja itu .dia menaikan alisnya ,menatap velik yang tertawa tiba tiba.


"hemm...ka-


"sudah lah , jadi apa yang kalian inginkan dari kami ? " tanya Arthur


"heh ! tentu saja menangkap kalian para buronan !! " jawab salah satu bawahan velik .


"hei ,buronan ?" tanya small bingung , Alexa tahu small tidak tahu apa apa tentang yang terjadi pada mereka selama dia tertidur .


"kalian salah orang " singkat Alexa


"salah orang ? ,mana ada orang yang berambut merah mencolok di dunia ini .! kau hanya mengelak


, !!" ujar bawahan Velik.


"kau salah orang ,lihat !" Alexa ,merubah rambutnya menjadi warna hitam ,begitu juga dengan mata nya ,dia merubahnya menjadi warna hitam yang merupakan ciri dari orang orang kekaisaran Ascania .


"kau pikir bisa membodohi kami ?!" teriak Velik


"lalu bagaimana dengan pemuda itu ,hah?!" tambahnya lagi .


Arthur menghela nafas ,dia menutup matanya kemudian membukanya perlahan ,sebuah retna mata berwarna hitam muncul dan sama seperti Alexa . mereka terlihat mirip seperti kakak beradik .


"ka-kalian pikir bisa menipu kami?!"


"hah~...kakak lihat ,bisakah kita membunuh mereka ?,padahal kita sudah berubah kebentuk asli kita ,mereka meragukan kita !!"ujar Alexa dibuat buat takut dan sedih ,tapi entah mengapa dia terlihat sangat imut.


Arthur dengan cepat tahu apa yang harus dilakukan ,dia dengan cepat beradaptasi dengan acting Alexa.


sedangkan small melotot tak percaya dengan kelakukan dua manusia di depannya ,dia sempat tak percaya didepannya adalah Alexa ,tapi bagaimana pun juga dia berkontrak dengan Alexa jadi dia tahu jika didepannya itu adalah Alexa yang asli.


stevan hanya menatap bingung sambil menikmati drama adik kakak yang dibuat oleh Alexa dan Arthur.


"hei ,,,beraninya kalian membuat adik ku yang imut ini takut ! aku akan memotong semua kepala kalian. !!" ujar Arthur dengan garang ,tapi seperti nya ketujuh orang itu malah fokus pada Alexa sampai hidung mereka mimisan karena melihat tingkah Alexa yang kelewat imut .


"i-imut nya...ah.."


"~~~~"


brak ..


Alexa bertingkah imut dengan berdiri di belakang Arthur sambil menggenggam ujung baju Arthur ,ekspresi nya dibuat buat penuh kemenangan dan menyulurkan lidahnya ,sangat berbeda dengan alexa yang asli yang hanya berwajah datar dan dingin . jika Alexa asli penuh dengan ketegasan ,maka Alexa yang sekarang penuh dengan kelembutan .


tujuh orang itu berakhir pingsan dengan mimisan yang banyak .


"hah?!.."


small dan stevan membeku melihat Alexa yang sekarang ,sungguh keduanya sudah jadi batu yang retak dengan darah menguncur dari hidung mereka.


Telinga Arthur memerah ,tapi pemuda itu dengan cepat menutupi nya ,dia tampak menyembunyikan wajahnya dari Alexa yang terlihat kebingungan dengan semua tingkah mereka .


...****************...


"uh?.."


"hah?! apa yang terjadi ?! ,kita terbalik?!"


"sialan siapa yang melakukannya!!!"


tujuh orang yang malang ,mereka diikat terbalik oleh Alexa dan Arthur di pohon es yang rendah untuk ,seperti nya Alexa dan Arthur berniat membuat ketujuh nya menjadi santapan binatang buas yang ada di hutan.


"aaahhhhh......lepaskan kami ?!!!!"


"ahh....sialan ! aku akan membalas kalian!!!!"


...****************...


"acchu...!!!"


"acchu...!!!"


"ada apa dengan kalian? " tanya small dan stevan secara bersamaan.


"tidak " singkat keduanya, mereka kembali ke rupa mereka yang asli dan memakai topeng untuk menutupi wajahnya ,stevan ikut memakai topeng yang sama , dia tidak ingin ada yang mengenalinya dan membawa masalah .


Alexa tetap makai rambut palsu nya agar terhindar dari pertarungan yang membuang buang waktu seperti tadi.


"katakan pada ku apa yang terjadi?bagaimana bisa kalian menjadi buronan!?" tanya small penasaran .


keempat nya telah tiba di kota terdekat dan berada di restoran untuk kembali memenuhi bekal meraka yang menipis .


Arthur dan Alexa saling pandang. Alexa yang tidak suka bercerita dan Arthur yang tidak banyak bicara, di suruh untuk menjelaskan situasi yang terjadi ? lebih baik tidak usah bertanya , !


Alexa dan Arthur diam ,mereka saling membuang muka karena tidak ingin menjelaskannya , membuat small yang penasaran menjadi kesal karena perilaku dua manusia di depannya ini.


"aarghh....!!!andai saja evan di sini !!" ujar small frustasi .


"evan tidak tahu ! ingat ?" ujar Alexa


"argh...oh !ayolah ! tolong jelaskan " rengek small .


"menjijikkan ,dasar tua "


" kau bisa melihat memori Alexa bukan ,? jadi kenapa tidak lihat dari sana ? " tanya Arthur menatap small aneh .


"tidak bisa , Alexa tidak mengizinkan nya, jadi ayo jelaskan !bagaimana kalian bisa jadi buronan " jawab small yang masih kukuh .


Alexa mengabaikan Arthur dan small ,dia lebih memilih memakan makanan nya sambil melihat stevan yang makan dengan lahap ,seperti orang yang kelaparan.


"hei ,pelan pelan ,tidak akan ada yang mengambil nya dari mu " ujar small yang mendengar stevan terbatuk karena tersedak , dia menawarkan nya air untuk stevan .


"uh..te-terimakasih!" ujar stevan lega .


"jadi ,kalian benar benar tidak ingin menjelaskannya? "tanya small sekali lagi .


Alexa dan Arthur hanya diam ,tidak berniat menjawab pertanyaan small .


"hah....baiklah,baiklah aku tidak akan bertanya lagi ,sekarang ,kita akan kemana ? " tanya small menyerah untuk memaksa mereka.


" ke barat kekaisaran Tyrinn ,di sana Las bilang ada seseorang kenalan yang bisa membantu kita "ujar Alexa tenang .


"baiklah ,tapi apa kau yakin? bukan kah kita harus bertemu evan dulu ?"tanya small .


".....,dia akan datang , dia pasti akan menepati janji yang sudah dia buat !" Arthur menjawab pertanyaan small dan kembali makan .


Di tempat lain terlihat seorang pemuda dengan topeng setengah wajah menatap selembaran poster , dia tampak duduk dengan tenang tapi sebenarnya tangannya meremas kuat poster yang dia pegang.


"apa -?apa yang terjadi?:" tanya nya dalam hati


"bagaimana mungkin?! ini pasti bohong !"