
Flashback
Sarah selalu menulis banyak surat untuk Alexa tapi sarah tidak pernah mengirimkan surat surat yang telah di tulisnya untuk Alexa.
ingin rasanya dia bermain bersama Alexa tapi sarah tidak memiliki keberanian untuk maju ,dia lebih memilih melihat Alexa dari kejauhan berharap suatu saat dia bisa menjadi temannya
tapi harapannya tidak terjadi karena setelah itu kabar tentang ibu Alexa meninggal tersebar.
sejak saat itu Alexa jarang muncul untuk sekedar bermain ke taman,tapi sarah tetap pergi dan berharap Alexa datang walau hanya sekedar untuk mengenang ibunya,
tetap selama apapun sarah menunggu Alexa tetap tidak datang
"dia tidak datang lagi?"wajah sarah tampak murung ,gadis itu kembali dengan membawa sepucuk surat
setelah sarah berumur 15 tahun akhirnya dia memberanikan diri untuk mengirim surat undangan pesta ulang tahun nya
"aku harap dia datang "harap sarah
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Alexa berjalan ke ruang makan ketika merasa perutnya mulai kosong .di sana tidak ada siapa siapa karena waktu makan siang sudah selesai, hanya beberapa maid yang sibuk membersihkan piring dan peralatan makan siang.
salah seorang maid menyadari kehadiran nya dan langsung menghampirinya .
"nona?,apakah nona ingin makan siang?!"
"em..siapkan cepat"
"ba..baik nona"
Alexa duduk sembari menunggu meraka menyiapkan makanan untuknya ,gadis itu memejamkan matanya entah apa yang dia pikirkan.
setelah beberapa saat ,makanannya sudah siap
"nona..makanannya sudah siap"
Alexa membuka mata ,dia melihat makanan nya tertata rapi dengan beberapa jenis makanan yang akan menjadi menu makan siang nya
setelah mengisi perutnya,Alexa pergi dari sana , dia berencana untuk pergi lagi ke kota dan membeli hadiah untuk menghadiri pesta ulang tahun nona marquees
....,,,,....
Di kota,pasar
kini Alexa sendiri yang pergi dan tidak ditemani oleh siapapun tapi xavier melindunginya dari bayang bayang .
memakai jubah hitam bertudung yang menutupi kepala dan seluruh tubuhnya ,gadis itu terlihat menarik perhatian di senja hari ,tapi dia tidak peduli
""secondhand" nama itu tertera di atas pintu dan hampir tidak terlihat.
krieek....
suara pintu terbuka terdengar nyaring ,hanya didorong dengan pelan saja pintu itu seakan akan roboh .membuktikan jika bangunan nya sudah lama dan tidak diperbaiki
"permisi.."
hening ,Alexa melihat sekeliling dan hanya mendapati tumpukan barang yang berdebu dan seseorang yang tidur di kursi dengan wajah yang ditutupi oleh buku.
"permisi"kini Alexa kembali bersuara ,tapi masih tidak ada respon nya
"aku ingin membuat sesuatu " Alexa berjalan mendekat dan mengeluarkan satu kantong yang berisi uang muka
"kembalilah disini tidak melayani pembeli"suara berat tapi terdengar muda itu menyaut
"aku yakin kau akan tertarik jika melihat apa yang inginku kau buatkan"
pemuda itu terdiam seakan tidak tertarik
"aku tahu ini adalah tanah grand duke Eleanor dan sebentar lagi grand duke akan mengambil nya "pemuda itu masih diam ketika mendengar perkataan Alexa,tapi sebenarnya dia terkejut karena Alexa bisa tahu ,tapi dia memilih diam.
"aku bisa membuat mu mempertahankan kan tokoh ini asalkan kau membuat apa yang aku ingin kan"Alexa membuat penawaran dengan memancingnya dan benar saja pemuda itu tampak tertarik ,dia mulai menyingkirkan buku diwajahnya dan duduk
wajah tampan dan rambut kuning keemasan dengan mata biru ruby terlihat jernih ,pemuda itu melihat kepada Alexa,
dia melihat seorang dengan jubah yang menutupi tubuh serta topeng bunga mawar di wajah nya sehingga dia tidak bisa melihat wajahnya , bibir merah yang sama pula dengan bunga mawar yang ada di topengnya tapi dia tahu jika yang berdiri didepannya adalah seorang gadis.
"jadi apa yang ingin kau tawarkan?"tanya pemuda itu
Alexa menyondor kan selembar kertas yang berisi desainnya .pemuda itu mengambilnya dan kagum dengan desainnya ,tapi dia terlihat tidak tertarik
"seperti yang kau tahu bukan,kondisi disini ? dan juga untuk apa lady meminta nya kepda saya? masih banyak toko yang bisa membuatnya dan alat disini adalah barang lama "dia menaruh kembali kertasnya dan menunggu jawaban Alexa
"aku tidak ingin yang lain dan juga aku akan mempersiapkan bahannya kamu tidak perlu khawatir,aku akan menjamin toko mu .bagaimana penawaran yang bagus bukan?"bibir merah Alexa yang merah merekah ketika melihat nya mulai berpikir
"atau kau tidak ingin mempertahankan toko mendiang ayah mu?"perkataan Alexa membuat pemuda itu terdiam ,terlihat wajah murungnya dan juga terkejutnya .
maaf karna gak up soalnya udah mau UTS jadi waktunya berkurang ,
jangan lupa like dan kritiknya ya 🥺🥺
see you🥺🥺