
ugrh......
"dimana...ini?" Alexa terbangun disebuah tempat yang gelap ,tidak ada sedikitpun cahaya di sana. gadis itu menoleh ke sekelilingnya
"huh?! apa yang terjadi? kenapa bisa ada disini?" batinnya menatap tempat yang gelap.
"kau akhirnya kesini juga " suara berat itu mengejutkan Alexa, gadis itu menatap ke sumber suara .
tidak ada , tidak ada siapa siapa di sana .
"siapa ?!"
"hahaha...kau tidak perlu takut putri ku , kau aman disini "
".......keluarlah , jangan main main !" Alexa berdiri dan sudah mengeluarkan aura nya .
"kau sangat agresif juga ternyata . hahahaha kau mengingatkan ku pada masa muda ku " ujar suara itu.
"berhenti bermain main dan tunjukan diri mu !"
duar...
Alexa memukul ruang kosong didepannya , tapi tidak ada apa apa .
"baiklah baiklah ,,,,aku akan keluar "
tak ...
Alexa berada ditempat lain ,di sebuah tempat yang penuh dengan rantai . tempat itu didominasi dengan banyaknya batuan merah yang tajam dan kuat.
Alexa menatap sekeliling tempat itu sampai maniknya berhenti disebuah kolam yang berwarna merah darah .
di sana seseorang sedang dirantai dengan kuat . tangan dan tubuhnya dililit oleh rantai yang selalu menyala seperti terkena api terlalu lama .
Alexa mendekat kearah nya ,sontak itu membuat sosok itu mendongak kan kepalanya.dia...seorang pria!
manik mata keduanya bertemu , Alexa tersentak ketika merasakan perasaan aneh ,seperti ikatan batin?
Alexa memalingkan wajahnya kearah lain .
hening melanda mereka , selang beberapa saat pria itu membuka suara
"kau..datang " suara itu membuat jantung Alexa terasa berhenti berdetak ,lagi perasaan itu muncul .
"kau yang membawa ku kesini ?" tanya Alexa datar
pria itu tersenyum , dia menatap Alexa lama sebelum menjawab pertanyaan Alexa
"ya ,aku membawa mu kesini " jawab nya tenang
dia masih menatap gadis didepannya . ah..dia memiliki rambut merah yang sama sepertinya dan mata yang sama seperti orang yang dia rindukan .
"apa maksudmu membawa ku kesini ? " tanya Alexa
"kau ingin tahu kebenarannya kan ? " pria itu malah balik memberi kan pertanyaan tanpa menjawab Alexa
".........kau ,jangan bilang kau " Alexa menatap tajam pria bersurai yang sama dengan nya .
"kau ingin tahu ? yah ....aku harus mulai dari mana ya ...?" pria itu terkekeh sembari menatap ke depan dengan tatapan yang sulit diartikan.
...
tap....tap....tap...
seorang pria bersurai merah sedang berjalan mondar mandir didepan sebuah ruangan , wajahnya menunjukkan raut khawatir yang sangat kentara .
sedangkan didalam, seorang wanita sedang berusaha untuk mengeluarkan sebuah kehidupan baru untuk melihat dunia luar . keringat menguncur di tubuhnya tapi dia tetap berusaha itu membuat kehidupan itu berhasil melihat dunia luar .
"hhnggggg......!!!!
"hmm....,
setelah berjuang lebih keras akhirnya kehidupan itu keluar (di skip )
"oeekkkk.......oeekkkk......
suara itu membuat pria yang menunggu diluar senang bukan main , dia mendorong pintu dengan tergesa gesa dan langsung datang menghampiri kehidupan itu .
"dia bayi perempuan yang cantik ,lihat lah dia memiliki surai yang sama dengan mu dan manik mata yang sama seperti ibunya " ujar sang dokter
pria bersurai merah itu mencium pipi tembem sang bayi yang masih menangis ,terlihat wajah haru dan syukur sang pria . dia menghampiri sang istri yang sudah berjuang .
"berikan pada ibunya untuk memberikan dia asi pertamanya ." ujar sang dokter setelah membersihkan sang bayi . sang pria mengangguk dan memberikan bayi yang sudah dibersihkan tadi untuk diberikan asi oleh ibunya
"lihat ,,,kau melihatnya? dia memiliki mata yang sama dengan mu " ujar sang pria
"dan memiliki surai merah yang indah seperti mu " ujar sang istri tersenyum , dia menatap sang suami yang masih senang
"kau akan memberikannya nama apa?"
"bagaimana jika Alexa ? Ae untuk Ares dan xa untuk xana ,,hihihi "ujarnya diselangi tawa haru
"nama yang bagus "balas sang suami
"eh kau bercanda?! aku tadi hanya bercanda . bagaimana jika kau memberikan nya sebuah nama ?"
"kalau begitu aku akan memberikan nama nya Alexa"
"oh....ayolah cari nama yang bagus !"
kebahagiaan itu tak berlangsung lama sebelum sebuah serangan mengejutkan mereka .
Duar........
sang pria melindungi istri dan anak nya dari ledakan itu , dia membuat sihir pelindung untuk menahan efek serangan .
setelah serangan itu menghilang muncul sekitar seratus ribu iblis yang mengelilingi kastil itu ,sepertinya mereka sengaja dikumpulkan. sang pria hanya menatap datar semua itu dari dinding yang ruangan yang bolong.
" sudah saatnya kau turun tahta bukan , kakak?" ujar seorang pria dengan surai berwarna hitam menatap remeh sang pria .
"kau sepertinya sangat haus akan tahta ya ,,,Hares..." ujar sang pria menatap pemuda yang memanggilnya kakak
" tidak juga akan tetapi lebih baik kau turun tahta dan menjaga istri dan anakmu agar aku bisa menjaga kekaisaran ini untuk mu , kakakku ,,,,Ares !"
Ares menatap sang adik dengan tenang , dia menoleh kearah sang istri yang juga terlihat tenang .
"ho ....siapa itu apakah itu adalah keponakan ku huh?" hares mendekat kearah istri Ares yang baru saja selesai melahirkan .
"apa dia perempuan? oh sepertinya memang perempuan" ujar hares senang , pemuda itu terlihat hendak menggapai sang bayi tapi dengan cepat tangan nya ditepis oleh Ares .
"apa ?! aku hanya ingin menyentuh keponakan ku sendiri ! apa itu salah?!" sentak Hares tak terima
"siapa tahu kau akan menyebarkan racun untuk membunuh anak ku. ambil tahta itu dan jangan ganggu kami . kami pergi !" Ares mengendong sang istri hendak pergi sebelum ucapan Hares menghentikannya.
" tunggu ! bukan kah kau harus memberitahu mereka ?" Hares menunjuk kearah seratus ribu pasukan iblis yang sedang menunggu mereka .
"baiklah , AKU UMUMKAN JIKA , AKU ARES! SANG KAISAR IBLIS AKAN TURUN TAHTA DAN AKAN DIGANTIKAN OLEH ADIK KU ,HARES SEBAGAI KAISAR SELANJUTNYA ! " Ares mengumumkan hal itu tapi ditentang oleh beberapa iblis (sekitar 50%)yang tidak setuju .
"ANDA TIDAK BISA TURUN TAHTA SEKARANG ! PENERUS KAISAR IBLIS SELANJUTNYA SUDAH LAHIR ! DAN ITU HANYA BISA JATUH KE TANGAN YANG BERHAK !" para iblis yang tidak setuju berteriak dengan keras ,mereka tidak terima jika Hares yang naik tahta, karena sang penerus selanjutnya sudah lahir maka Hares tidak berhak naik tahta .
para tetua iblis berkumpul dan juga beberapa tetua menentang keputusan Ares , mereka memaki dan memarahi Hares yang haus akan tahta ,padahal iblis muda itu sudah diberikan sebuah kerajaan sendiri untuk dipimpin .tapi sepertinya dia masih belum puas.