
...Sorry guys...
...I got sick...
...sorry ;(...
...****************...
Stevan mengerjap kan matanya ,dia terbangun dalam posisi terikat bahkan di merasa jika kini rambut panjang nya kini telah terpotong ,sekarang dia bisa melihat didepannya dengan jelas .
"apa -APA YANG KALIAN LAKUKAN PADA RAMBUT KU?!"bentak stevan tiba tiba ,dia seperti orang gila yang kesetanan ,meronta tidak jelas dan bergumam tidak jelas.
" ku bunuh kalian !akan ku bunuh kalian ! AKAN KU BUNUH KALIAN!!"
"hei ,tenang lah ,kau membuat telinga ku sakit " ujar Arthur berjongkok tempat di depan stevan .
"apa yang kau lakukan pada kota ini? dan kemana para penduduk kota ini ?" tanya Arthur mencoba jalan damai ,dia masih menutup matanya dan hanya bergerak sesuai insting .
"kheh! menurut mu !?" stevan malah melemparkan pertanyaan dan tidak memberi Arthur jawaban .
"kau ingin bermain main rupanya ?"
"sudah lah katakan saja ,kau tidak mau bukan duduk terikat lebih lama ? "tanya Alexa yang memutar kepala nya malas .
"kota ini tampak seperti kota mati , ada banyak patung patung es yang berbentuk menyerupai manusia . tapi tak ada satu pun manusia yang ada disini .apa lagi bangunan dan beberapa rumah penduduk seperti nya membeku ,itu kau yang melakukannya?" tanya Alexa panjang ,dia menatap sekeliling nya dengan teliti.
"wah... sekian lama ,baru kali ini aku mendengar mu berbicara banyak Alexa ?" small ikut menyahut setelah dalam bentuk manusianya ,dia berjalan sambil membawa kacang untuk dimakan nya .
"...."Alexa tidak peduli ,small tidak tahu tentang masa lalu nya karena dia tidak pernah bercerita tapi dia cukup yakin small hanya berusaha untuk mencairkan suasana .
stevan terdiam ,dia memandangi small cukup lama dengan mata nya yang lebih bersinar ketika melihat seorang pemuda yang tiba tiba saja muncul dengan aura yang berbeda , sangat berbeda dengan aura Arthur dan Alexa .
"aku aku tampan ,tapi aku masih waras untuk tidak suka terhadap sesama jenis " ujar small yang menatap mata stevan tepat , stevan tersentak segera dia menundukkan kepalanya agar tidak bertatapan dengan small .
"cih ,kau akan membeku !" ujar stevan ketus sebelum menundukkan kepalanya.
"tidak juga " jawab small enteng dan membuat stevan cukup terkejut karena tidak ada yang terjadi.
"eh ? dia tadi menatap ku ? tapi kenapa tidak ada teriakan nya ?" batinnya terkejut ,segera dia mendongak dan melihat small tidak apa apa , malah pemuda dengan mata ular itu hanya tersenyum cerah kearahnya sambil memakan kacang kacangan yang ada di toples yang dibawanya .
"tidak bisa aku harus mencoba nya ,mungkin saja tadi kelewat ? ,baiklah lagi " stevan memfokuskan arah pandangan nya kerah small yang masih memperhatikan nya dengan penuh tanda tanya kerena tidak paham dengan tingkah nya .
"lagi!"
"lagi!"
"Lagi !!!lagi...!"
"lagi!" masih tidak ada hasil , stevan terus menatap mata small yang masih tidak mengerti dengan apa yang dilakukannya atau mungkin pemuda dengan manik ular itu berpura pura tidak tahu ?.
"hei bung ,kau, apa yang kau lakukan ?kau menatapku berkali kali seakan kau akan menelan ku ! hentikan itu kau membuat ku merasakan perasan takut di telan bulat bulat !" teriak small yang merasa risih dengan kelakuan stevan yang menatap nya berkali kali seakan dia ingin menelannya bulat bulat.
"kau bagaimana mungkin kau tidak membeku saat menatap ku ? seharusnya kau sudah membeku sekarang ! "
"huh? entahlah ,mungkin aku spesial ?" jawab small dengan pose tidak tahu ,dia berlagak seperti orang yang merasa di istimewa kan oleh kekasih nya ,bertindak dengan malu malu.
"cih ! kau menjijikkan !"ujar Alexa dengan raut wajah jijik , dia menjauh dari small yang kebetulan dekat dengan nya.
"h-hei! apa apaan wajah mu itu !" ucap small tidak terima ketika melihat raut wajah Alexa yang menurutnya menghina harga dirinya.
Alexa masih memperlihatkan raut wajah jijik dan semakin membuat small merasa terhina .
"apa apaan !! dasar tidak tahu bercanda ! " teriak small mengejar Alexa yang mengarahkan jari tengah kepadanya berbentuk Fu*k kearahnya .
"Alexaaaaaa......!!!"
stevan memandangi dua orang yang saling kejar kejaran didepannya , tidak ada apa pun di wajahnya tapi ada banyak emosi di mata nya yang berwarna putih terlihat betul dari sorot matanya yang berubah ubah setiap waktu .
dari jauh Arthur hanya memperhatikan tiga orang yang sedang berekspresi dengan banyak ekspresi , yang satu dengan ekspresi kesal ,marah dan malu tapi cukup senang . yang satu dengan ekspresi jijik dan mengejek , dan satu lagi dengan banyak ekspresi yang bercampur lewat matanya ketika melihat pemandangan yang ada didepannya .
Arthur hanya menghela napas , dia menyandarkan tubuhnya di dekat rumah es dan menutup matanya mencoba menghiraukan sekitar .
"akan ku cerita kan ! "
"huh? " Alexa dan small berhenti dan menoleh kearah suara yang mereka dengar , suara stevan terdengar lirih dan membuat keduanya berhenti menatap penuh tanda tanya kearah stevan yang tiba tiba saja ingin bercerita .
"akan ku ceritakan ,jadi berhentilah !"