
Arthur terdiam matanya berkilat merah lalu sedetik kemudian kembali berwarna hitam , Alexa terdiam melihat nya tanpa sengaja dan ada aura membunuh yang keluar dan menghilang dengan cepat .
dari tadi sejak nathan diculik pemuda itu terdiam dan tidak berbicara , hanya diam dan mengikuti .
"apa yang dipikirkan nya ?" batin Alexa kemudian mengalihkan perhatiannya menatap lorong panjang didepannya.
" ayo " Alexa mulai melangkah tapi Mikhail menahan tangannya
"hah....sekarang apa lagi ?"
" tunggu kita tidak membuat rencana ?" tanya Mikhail menatap Alexa memohon.
"kau takut?"ujar Alexa yang membuat Mikhail melepaskan tangannya dan segera bersuara
"takut? heh itu tidak mungkin !!" ujar Arthur bersidekap dada .
"jika begitu ayo jalan . tenang saja lima ratus meter dari sini aman " ujar Alexa berjalan memimpin didepan .
ketiganya berjalan tenang sambil melirik waspada sekitarnya , selama perjalanan di lorong mereka tidak menemukan apa pun kecuali bau busuk menyengat dan banyak nya makhluk makhluk kecil yang biasa ya berada di tempat sampah .
"hiiii..!!!"
slash..
Mikhail bergidik ketika tanpa sengaja seekor tikus lewat di depannya dan melewati sepatu yang dia pakai . segera saja Mikhail menebaskan katana nya hingga tikus malang itu mati terpenggal .
ketiganya berhenti ketika menemukan sebuah pintu besar berwarna coklat dengan ukiran aneh dan jangan lupa dengan sebuah gambar tengkorak besar yang mengganga .
"tunggu ! didalam sana ada banyak orang " ujar Alexa ketika Arthur hendak mendorong pintu untuk membukanya .
"berapa banyak ?" Arthur bersuara
" dibawah ada seratus lima puluh orang , di lantai atas ada dua ratus orang " jawab Alexa memantau dengan kekuatan jiwa nya .
"kau menemukan nya ?" tanya Arthur ,menanyakan tentang nathan .
"um.,,yeah dia ada di lantai dua dengan banyak anak anak yang berada di kurungan ." jawab Alexa membuka matanya .
" jadi langsung bantai ?" tanya Arthur tanpa menoleh
" menurut mu ?" Alexa malah menyeringai fans balik bertanya . Mikhail menegang mendengar kegilaan dua manusia yang dia ikuti ini .
"oi..oi..oi..kita tidak tahu apa kekuatan mereka dan kalian malah ingin masuk dan membantai mereka ?! yang ada kita yang dibantai mereka !" ucap Mikhail kesal
" kau takut ?" entah kenapa Alexa dan Arthur mengucapkan kalimat yang sama .
" tidak !! kalian gila !!"
".....jika tidak gila ,maka itu akan sangat membosankan " ujar sebuah suara dingin membuat Mikhail terdiam , dia melihat ke sekitar tapi tidak ada siapa siapa .
Alexa hanya menatap datar Mikhail begitu juga Arthur , mereka tahu suara siapa itu .
" terserah ikut atau tidak , lagi pula yang ikut adalah kau ! kami tidak pernah mengajak mu " ujar Arthur dan membuka gerbang besar nanti berat itu .
orang orang yang ada didalam ruangan itu segera menghentikan kegiatan mereka dan segera mengeluarkan senjata mereka.
tanpa peringatan Arthur dan Alexa menghilang dan muncul di belakang lawan mereka dan mulai membantai mereka yang belum siap .
Mikhail masih berada di luar , dia agak ragu untuk masuk . dia memang orang yang terkenal dingin di kekaisaran Lessen tapi itu hanya lah kedok agar dia diperhatikan tapi tetap saja dia tidak mendapatkan nya .sebuah ingatan muncul dan membuat Mikhail terdiam .
"hidup itu keras , jika kau tidak maju maka kau akan tertinggal. jadilah kuat dan buka mata mu lebar lebar maka kau akan menemukan apa yang pantas kau dapatkan . jika ingin dilihat kau harus berusaha untuk lebih menonjol dari pada yang lain dan jadilah diri sendiri tanpa kebohongan "
Mikhail tersadar dari lamunannya segera dia mengambil katana nya , senyum kecil terbit di bibirnya .
"ah ,,,sepertinya aku memang harus mendengarkan perkataan kakek " ujar Mikhail melangkah kan kakinya menuju ruangan itu ,tapi segera terhenti ketika melihat pemandangan didepannya
puluhan mayat terkapar tak bernyawa dengan darah yang mengalir deras dari leher dan beberapa tempat fatal yang bisa langsung membuat terbunuh.
tampak dari sebuah meja tempat minuman terletak terlihat Alexa mengayunkan belati nya dan membuat seorang pria terkapar sebelum berhasil melindungi diri .
Arthur menebaskan pedang nya kearah leher target dan segera saja lima kepala melayang berhamburan.
keduanya bermandikan darah dari lawan -tidak target mereka , semuanya adalah orang orang lemah yang berada dibawah rank keduanya dan itu memudahkan keduanya membunuh mereka tanpa membuang banyak mana dan energi .
"mereka sangat brutal?"
teriakan orang orang yang mengerang sakit dan ketakutan menggema memenuhi ruangan berdinding es itu , banyak suara langkah kaki dari atas mulai mendekat dan turun untuk melihat kekacauan yang terjadi dibawah.
"ap-
sebelum sempat melanjutkan kalimatnya ,kepala pria itu hilang dengan berdirinya Alexa dibelakang pria yang baru saja turun itu.
semua yang melihat itu tersulut emosi , mereka mengeluarkan aura mereka guna menekan Alexa tapi Alexa hanya berwajah biasa saja bahkan terkesan tidak terganggu .
Mikhail tahu keduanya sedang mengecoh mereka agar dia bisa pergi untuk menyelamatkan nathan , segera Mikhail naik menuju lantai dua untuk membebaskan nathan dan beberapa orang yang tertangkap disana .
"sialan ! siapa yang berani mengacaukan tempat ku ?!i!! kalian ingin mati ?!" suara berat briton itu membuat ruangan itu hening seketika
seorang pria berwajah biasa saja mengerang marah ketika melihat banyak anak buahnya terkapar mati hanya karena dua remaja muda .
"fuc* !! kalian kalah dari anak bau kencur itu ?!?" erangan marah membuat suasana di sana terasa sesak , aura seorang dia rank master saint terasa dan membuat orang orang yang berada dibawah rank itu jatuh pingsan .
Alexa mengeluarkan auranya yang berada di rank saint begitu juga dengan Arthur.
pria itu terdiam ketika melihatnya , dua remaja muda dan lagi mereka berada di rank saint ?!
"hahahaha ....aku tidak menyangka diusia kalian yang muda kalian telah berada di rank saint ?! hahahaha ini luar biasa !hahaha" tawa nya menggema dan segera terhenti ketika melihat mesum kearah Alexa .
" bagaimana jika kalian mengikuti ku ? aku jamin kalian akan mendapatkan posisi yang memuaskan , bagaimana?" tawar pria itu
"....." hening Alexa maupun Arthur tidak berniat berbicara dengan pria itu . keduanya segera melompat dan menerjang menyerang kearah pria yang masih mengeluarkan aura dan tersenyum remeh menanggapi Alexa dan Arthur .
" kalian memilih jalan sulit "