
"katakan !" Arthur duduk dengan tenang sambil menatap pemuda tampan didepannya .
Mikhail baru saja selesai membersihkan diri setelah dia diizinkan masuk kedalam penginapan berkelas ini . tidak ada lagi bau busuk yang menyengat dan tidak ada lagi kotoran yang menempel di wajah tampan nya , pemuda itu sekarang bertranformasi menjadi pangeran tampan lagi .
"lihat " Mikhail memberikan Arthur dua lembar kertas dan diterima Arthur .
Arthur tersentak ketika melihat apa yang ada di kertas , dia menatap Mikhail dengan tatapan rumit .
"aku tidak tahu apa itu bisa memuaskan mu atau tidak tapi itu yang ku punya " ucap Mikhail yang mengerti maksud tatapan Arthur
"kau buronan ? dan kau juga seorang pangeran ?"
"tidak , aku bukan lagi seorang pangeran . sekarang aku adalah seorang buronan " jawab Mikhail tenang tangannya sudah siap menggenggam ganggang katana .
"baiklah dan kurasa kau terlalu waspada " ujar Arthur ketika melihat Mikhail yang menggenggam ganggang katana nya.
Arthur tersentak dimana Alexa!.
"ada apa ?" tanya Mikhail ketika melihat Arthur yang tiba tiba pergi .
Arthur hanya diam pemuda itu pergi dengan diikuti Mikhail dibelakangnya
.
.
.
.
Alexa sedang makan dengan tenang disebuah toko dessert yang menarik perhatiannya ,tapi tatapan para pengunjung membuat makan Alexa terganggu .
gadis itu menyudahi makanan nya dan pergi setelah membayar makanan nya .
setelah keluar dari toko dessert Alexa merasakan beberapa orang mengikuti nya , segera saja gadis itu pergi menuju tempat sepi
" keluar lah " Alexa berujar dengan tenang
seketika sepuluh orang muncul dengan senjata masing masing .
Alexa hanya menatap datar dan mengingat ingat apakah dia pernah membuat masalah dengan sepuluh orang ini .
" yo..kita akan mendapatkan harta yang banyak setelah ini " ujar salah satu dari sepuluh orang itu
"huh! apa yang kau lakukan ? dia adalah mangsa ku !" seorang pria bertampang galak dengan golok sebagai senjata berujar dengan kesal membalas perkataan orang yang ada disana.
"kau terlalu serakah pak tua "
"persetan dengan kalian ! siapapun yang bisa membawanya hidup hidup itu adalah milik nya !"
"apa yang kau takutkan dia hanya seorang gadis kecil berusia 15-16 tahun saja "
" paling paling dia hanya berada di rank emas , hahahaha"
mereka yang sedang berombongan kosong tidak menyadari jika Alexa sudah menyebarkan kupu kupu iblis nya diatas mereka dan tanpa mereka sadari mereka menghirup serbu serbuk yang dibawa oleh kupu kupu iblis .
"huh?!argh......" seorang yang terlihat kuat tiba tiba saja berteriak sambil memegang kedua matanya .
semua yang ada disana menoleh dan melihat keadaan laki laki itu .
laki laki itu berteriak keras kemudian terdiam dengan darah yang terus mengalir lewat matanya. laki laki itu meninggal tanpa tahu apa yang terjadi .
disusul teriak lainnya mereka terkapar tak berdaya dan di beberapa bagian tubuh ,darah mereka keluar dengan deras . Alexa tersenyum dia membunuh tanpa menyentuh .
segera Alexa pergi sebelum ada banyak orang yang datang ke sana
Alexa kembali penginapan dengan mengendap-endap gadis itu masuk lewat jendela dan sampai di kamar milik Arthur .
pada saat itu Arthur baru saja membuka pintu sebelum Alexa datang dan membuatnya mengurungkan niat untuk pergi.
"apa ?" Alexa bertanya sambil menaikkan alisnya ketika mereka telah keluar jauh jadi kota
Arthur memberikan nya selembar kertas dan disambut dengan baik oleh Alexa .
Alexa terdiam setelah melihat isi kertas itu ,dia menatap rumit kearah keduanya .
"aku tahu maksudmu ,tapi aku juga baru tahu " ujar Arthur menyandarkan tubuhnya di pohon
"sepertinya kalian harus menyamar jika tidak ingin diganggu " tambah Arthur , Alexa menatap nya bingung ,kalian ?
"siapa ?"tanya Alexa
"tentu saja kalian berdua ,kau dan dia " jawab Arthur menunjuk kearah Mikhail
"dia ?"Alexa melihat Mikhail sebentar sebelum menatap Arthur
"ya ,dia juga seorang buronan " jawab Arthur
"Mikhail " Mikhail memperkenalkan diri
" nah jadi kalian ingin menyamar seperti apa ?"
"merepotkan" Alexa melepaskan topengnya
memperlihatkan wajah cantik bak bidadari , Mikhail terbatuk dengan wajah memerah dia tidak menyangka jika gadis itu memiliki wajah yang sangat cantik .
Arthur menatap rumit Alexa
"jika kau seperti itu bukan kah kau malah akan membuat masalah?" tanya Arthur
"tidak"
"baiklah terserah saja , ayo kita tidak bisa membuang waktu " ucap Arthur yang berlalu pergi dengan kesal?
"dia kenapa ?" batin Alexa ketika melihat perubahan emosi Arthur. Mikhail hanya menahan tawa melihat dua orang didepannya.
selama perjalanan Arthur yang memimpin sedangkan Alexa dan Mikhail berbicara dibelakang sambil tertawa ,tidak hanya Mikhail saja yang tertawa sedangkan Alexa hanya memberikan senyum tipis .
" kau tahu kau sangat cantik bila tersenyum tipis , apalagi jika kau tersenyum lebar ! ,kurasa aku akan meleleh hanya karena melihat senyum mu " Mikhail menggoda Alexa yang hanya tersenyum mendengar perkataan.
"oh benar ! kita akan kemana ? "tanya Mikhail sesekali melirik Arthur
"ke hutan first "jawab Alexa
"oh kukira kita akan ke rumah mu ! "Mikhail kembali berbicara ,dia melirik Arthur didepannya yang terlihat tenang
"huh?!"Alexa mengerutkan dahinya penuh tanda tanya
"aku akan melamar mu !" jawab Mikhail melihat wajah Alexa yang bingung
"boom..." sebuah serangan telak mengenai Mikhail dan membuat nya terpental
Alexa sontak terkejut dan segera menghampiri Mikhail yang terpental jauh tapi Arthur memeluknya dan membawanya pergi sebelum serangan susulan datang .
"boom..
Alexa dan Arthur berada di atas salah satu pohon disusul Mikhail yang ikut bergabung dengan keduanya
"hei ,kenapa kau tidak memperingati ku ?" protes Mikhail
"aku mengantuk " jawaban Arthur membuat Mikhail terperangah dia tidak habis pikir dengan alasan yang diberikan oleh Arthur
" kau memang pantas mendapatkan nya !" batin Arthur melihat kearah orang orang yang memberikan mereka serangan dadakan .
"sialan !" Mikhail hanya bisa mengumpat sedangkan Alexa menatap datar sekelompok orang berwajah garang yang menahan mereka .