Miss Is Half Devil Angel

Miss Is Half Devil Angel
Eps 109 Mikhail



Alexa dan Arthur berada di penginapan setelah keluar dari dimensi kematian dan juga setelah mengantar merry dan ethel pulang .


saat berjalan jalan untuk mencari informasi dan juga untuk menenangkan pikiran keduanya pergi untuk mengelilingi kota ophelia .


banyak orang berlalu lalang dan bermain salju . berbagai toko berjajar rapi disepanjang jalan dan juga beberapa penyihir kelas satu turun untuk memberikan sedikit pertunjukan ditengah tengah kota . salju turun perlahan menambah nilai plus di kota yang indah itu.


Alexa berjalan dengan tenang ,tapi kepalanya melihat ke segala arah . Arthur hanya mengikuti kemana Alexa membawanya .


Alexa berlari kecil dan menghampiri sebuah toko roti , gadis itu masuk dan membeli beberapa roti yang menurutnya unik dan baru dilihat .setelah itu dia pergi ke beberapa toko ,sedangkan Arthur hanya bisa pasrah ketika Alexa memberikan barang belanjaan nya untuk dipegang.


Alexa yang sedang menikmati pemandangan indah itu berhenti ketika matanya menangkap kearah seorang gelandang yang kurus dan kotor . gelandang itu berjalan dengan tertatih tatih kearah gang sempit dan kotor itu .


awalnya dia tidak peduli tapi ketika mata nya menangkap sebuah benda panjang berbentuk pedang dia tertegun . Arthur menatap Alexa yang terdiam ,pemuda itu mendekat dan melihat kearah pandang Alexa.


" kenapa ?" tanya nya ketika melihat seorang gelandang yang masuk ke gang sempit itu


"kau tidak melihat dia membawa sebuah katana !" jawab Alexa sedangkan Arthur mengerutkan dahinya


"katana ? mana ?" tanya nya bingung, Alexa berjalan meninggalkan Arthur yang membutuhkan jawaban


Alexa menyodorkan sebuah roti ketika telah sampai di tempat gelandang itu.


"jika kau tidak ingin maka akan ku buang "ujar Alexa ketika orang didepannya hanya menatapnya saja dan tidak berniat untuk mengambil roti yang diberikan nya .


gelandang itu mengambil roti yang diberikan oleh Alexa tapi dia hanya menatapnya saja tanpa berniat untuk memakannya .


gelandang itu berdiri dan melompat jauh setelah menyimpan roti yang diberikan oleh Alexa , dia mengambil katana nya dan diposisi siap bertarung.


Arthur yang menyandarkan tubuhnya di dinding hanya menatap datar kearah gelandang yang ternyata seorang pemuda .


"apakah kalian orang yang mengambil misi untuk menangkap ku?!" ujar sang pemuda dingin


Alexa hanya menatapnya bingung sedangkan Arthur menyentuh bahu Alexa dan membuat sang empu menoleh


"dia bukan gelandang biasa " ujar Arthur datar


"lebih baik kita pergi ,jangan habis kan waktu disini " tambah Arthur dan berbalik pergi tapi gelandang itu menyerang dan menahan nya .


"jika kalian adalah orang itu ,maka tidak akan kubiarkan kalian keluar hidup hidup dari sini !" setelah mengatakan nya dia langsung menyerang Arthur cepat . tebasan dari katana gelandang itu sangat rapi dan terarah ,Arthur hanya menghindari nya tanpa berniat untuk menyerang balas .


Alexa malah pergi dan membiarkan Arthur yang mengurusnya .


pemuda itu melihat Alexa pergi ingin menghentikan nya tapi Arthur menahannya dan pertarungan keduanya pecah di gang yang sempit itu . Arthur hanya menggunakan tangan kosong sedangkan pemuda itu memakai katana untuk melawan Arthur .


serangan cepat mengarah dan mengincar titik vital Arthur ,tapi dengan cepat Arthur menghindari nya dan memberikan serangan balas .


pemuda itu menatap kesal kearah Arthur yang berwajah datar ,sedangkan Arthur menatap tak suka dimatanya .


"putaran pertama :putaran bulan sabit !"


serangan beruntung datang dari katana yang terus mengeluarkan pisau berbentuk bulan sabit kearah Arthur.


Arthur mengeluarkan dua belati dan menangkis serangan beruntun dari pemuda itu , serangan yang berhasil ditangkis mengenai dinding dingin gang dan membuat kerusakan yang cukup parah disekitar mereka .


trang..


trang...


boom..


Arthur menatap datar sekeliling nya dan seketika itu juga dia menghilang dan muncul dibelakang pemuda gelandangan sambil meletakan kan belati nya dileher pemuda itu.


pemuda gelandang itu terdiam , dia merasa kan besi dingin berada dilehernya dan itu membuatnya terdiam .


"kenapa tidak kau bunuh ?" tanya sang pemuda setelah lama hening disana


"kau ingin dibunuh ?" Arthur malah bertanya balik


"bukan kah kalian dari orang orang itu?"


"orang orang itu ? apa maksud mu ? kami hanya berbaik hati memberikan mu roti untuk dimakan !"


"siapa tahu kalian berpura pura dan memberikan aku roti beracun !"


"terserah " Arthur pergi setelah melihat pemuda itu tidak melakukan serangan lagi .


"tunggu ...!!" pemuda itu berlari mendekati Arthur yang berjalan keluar dari gang sempit itu


" bisa kah aku mengikuti mu ? ah benar nama ku Mikhail .em..."


"kenapa bukan kah kau tidak percaya ? lagi pula apa untung nya bagi ku ?" tanya Arthur tidak minat ,dia melompat ke atas rumah dan mulai berlari dari saja


Mikhail mengikuti Arthur dari belakang dan berhenti ketika pemuda itu berhenti disalah satu penginapan berkelas disana


"tunggu ,aku memiliki informasi yang mungkin ingin kalian dengar " ujar Mikhail ragu ragu .


Arthur berhenti tapi kemudian masuk kedalam tak berniat dengan ocehan mikhail yang menurutnya tidak penting .


Mikhail ingin masuk dan mengatakan nya tapi dia yakin dia tidak akan diizinkan kan masuk dengan penampilan yang yang seperti ini ,yang ada dia malah membuat masalah yang tidak perlu .


tidak ada pilihan Mikhail berteriak dan itu berhasil membuat Arthur terdiam ditempat


"ini tentang gadis yang ada di samping mu !!!" teriak Mikhail dan berhasil menarik perhatian .