
"jika ingin lewat kalian harus membayar ! ini adalah wilayah kami !" ujar pria yang sepertinya adalah ketuanya .
Arthur,Alexa dan Mikhail mendekat agar bisa berhadapan langsung dengan sekelompok orang orang disana.
" kalian tidak bisa lewat sini jika kalian tidak membayar " tambah sang anak buah
"jika kami memutar jalan ?" tanya Mikhail
"ho...kalian tidak bisa pergi jika sudah menginjakkan kaki kesini . tapi...kalian bisa meninggalkan gadis cantik itu agar kalian bisa pergi ,,hahaha...." sang ketua menatap penuh napsu kearah Alexa dan tertawa diikuti oleh anak buah nya . Arthur maju dan berdiri didepan Alexa dia menatap penuh intimidasi kearah ketua serta anak buah nya yang sedang tertawa senang
mata Arthur berkilat merah menatap tak suka sekelompok orang orang didepannya , entah lah rasanya dia gerah padahal sekarang cuaca sedang dingin dingin nya .
sang ketua menatap murka kerah Arthur yang menatap tajam dan menantang kearah nya segera dia menyuruh anak buahnya untuk mengalahkan Arthur.
"sialan !bunuh dua pemuda itu dan sisakan gadis itu ,ingat jangan sampai tergores sedikit pun !" ujar sang ketua , para anak buahnya segera melaksanakan perintah .
Arthur langsung menerjang sambil mengayunkan pukulan nya kearah para perampok yang menuju kearahnya , satu persatu tumbang hanya dengan satu pukulan dari Arthur.
Mikhail mengayunkan katana nya dan memberikan luka gores dan tidak langsung membuat lawannya terbunuh . Alexa hanya diam melihat sambil melihat gerak gerik sang ketua yang terlihat mencurigakan .
sang ketua mengeluarkan sebuah gulungan kecil di dalam saku bajunya yang tebal , dia menatap was was kearah para anak buah nya yang satu persatu tumbang .
Alexa pergi kebelakang ketua perampok itu dan segera menahan nya ketika melihat pria itu hendak membukanya .
Alexa menarik satu tangannya dan menariknya kebelakang , sang ketua meronta menahan sakit akibat ditarik Alexa . Arthur dan Mikhail menghampiri Alexa setelah membuat seluruh perampok tidak sadarkan diri .
Arthur mengambil gulungan kecil yang terlepas dari tangan pria itu .
" gulungan?"
"benda ini ! dari mana kau mendapatkan nya !" Mikhail menghunuskan katana nya kearah leher pria itu .
keringat dingin muncul di dahi , sang ketua bungkam tak ingin mengatakan nya . Alexa menatap Mikhail yang tampak marah terlihat betul dari sorot matanya yang berkilat itu .
"katakan !!" Mikhail menekan katana nya dan menggores tekuk sang ketua yang masih diam .
" sialan ! aku bertanya kepada mu !!" Teriak Mikhail marah pemuda itu langsung membunuhnya tanpa tanggung .
Arthur dan Alexa hanya diam melihatnya ,mereka tidka ingin ikut campur . Mikhail menyimpan katana nya dan mengambil gulungan kecil yang dipegang Arthur .
"ini adalah segel peri " ucapan Mikhail membuat Alexa dan Arthur terdiam .
"peri ? kau tidak bercanda ? maksud ku mana ada peri " ujar Arthur agak ragu .
"tidak ini memang gulungan peri ,aku tahu itu . satu tahun yang lalu gulungan ini hilang dari kekaisaran Lessan . gulungan ini adalah bukti dari pertemanan antara peri dan manusia , hanya kekaisaran lessen lah yang memilikinya . kalian tahu mengapa kekaisaran ini adalah kekaisaran terkuat dari yang lain ? "
"sebab para peri memberkati tanah Lessen dan memberkati penduduk Lessen ,oleh sebab itu kekaisaran Lessen dijuluki sebagai kekaisaran terkuat dan makmur dari pada kekaisaran yang lain . " jelas Mikhail masih menatap gulungan kecil itu
"kau mengatakannya kepada kami ?" tanya Arthur
Mikhail hanya mengangguk saja
"kau tidak takut kami ambil ?" tanya Alexa tak mengerti jalan pikir pemuda didepannya ini
"gulungan ini hanya bisa dibuka oleh keluarga kaisar saja ,untuk orang biasa itu hanya mengeluarkan aura untuk melindunginya saja " jawab Mikhail
" kau percaya kepada kami ?" Arthur bertanya menatap aneh pemuda didepannya begitu juga dengan Alexa.
" apa salahnya ?" kali ini Mikhail tersenyum terpaksa membuat keduanya tertegun .
"baiklah lebih baik kita lanjutkan perjalanan kita " ajak Mikhail membuat Alexa dan Arthur setuju .
.
.
.
.
.
"kalian sudah menyebarkan nya ?" tanya nando kepada Andi dengan angkuh ,pemuda itu duduk di kursi kebesarannya .
" ya ,kami sudah menyebarkan nya " jawab Andi sambil menundukkan kepalanya .
"bagus dan juga bawa para manusia itu dan laksanakan ritualnya , aku tidak ingin menunggu lagi . "
"frans cepat cari gadis itu dan segera bawa dia kesini kurasa dia tidak akan pergi terlalu jauh " tambah Nando sambil menyeringai dia menarik seorang gadis berambut orange ke pangkuannya dan segera bercumbu setelah frans keluar diikuti oleh Andi .
"sialan !beraninya dia menodai putri ku !" frans mengeram setelah keluar dari ruangan mewah itu . Andi hanya mengikutinya tanpa berbicara .
" lakukan dengan cepat dan juga kita akan melakukan rencana kita setelah gadis itu tertangkap" ujar frans dingin
" baik !" Andi menunduk hormat sebelum pergi meninggalkan ayahnya yang memandangi langit malam .
"