
Sarah menatap sakit Derixt ,pemuda itu sudah mengeluarkan pedang panjangnya dan siap untuk bertarung .
"pergilah cepat! dan jangan melihat kebelakang ! " teriak Derixt
mau tak mau sarah berlari tanpa melihat kebelakang lagi ,suara beradu pedang tiba tiba terdengar membuat tubuh sarah tiba tiba menegang .
"pergilah dan jangan melihat kebelakang lagi !"
Derixt menoleh kebelakang untuk melihat sarah terakhir kali ,senyum lega terpampang jelas diwajahnya .
"jika memang benar ada kehidupan kedua setelah ini ,kuharap aku masih bisa bersama mu "batin Derixt tersenyum getir .
swosh ...
lima orang berjubah hitam muncul dan mengepung Derixt.serangan beruntun membuat Derixt kewalahan karena tidak memiliki cela untuk membalas serangan yang datang ,beberapa serangan berhasil menggores nya .
"kerja sama mereka benar benar tidak memiliki cela
,"batin Derixt dalam posisi bertahan .
"uhuk !!" sebuah serangan berhasil mendarat diperutnya membuat Derixt batuk darah ketika pedang itu di cabut dengan kasar.
Derixt jatuh terduduk sambil memegang perutnya , darah mengalir dengan deras membuatnya hanya bisa pasrah .
"apakah ini adalah akhirnya?" batinnya
pada saat Derixt berpikir dia akan mati sebuah suara membuatnya tersentak
"sialan !kau ingin mati !" bentak suara itu
"sarah ? tuan dares?"ucap Derixt menatap dua orang yang baru saja datang .
lima sosok berjubah menoleh menuju suara tersebut dan mendapati dua orang disana .
tanpa banyak bicara sarah mengarahkan busurnya dan mulai menyerang lima sosok itu dengan panah panah yang sudah melayang .
Dares tak ingin ketinggalan dia menerjang dan mulai bertarung melawan lima sosok berjubah dengan cepat dibantu oleh sarah .
"cih ,mereka sangat lemah ,bagaimana mungkin kalian kalah hanya oleh lima orang ini ?" tanya Dares sambil mencabut pedangnya dari tubuh salah satu orang tadi .
sarah dan Derixt hanya bisa diam ,andai mereka bisa mengatakan nya jika mereka tadi sudah dikejar oleh tiga puluh orang berjubah hitam dan yang tersisa adalah lima orang tadi .
"sudahlah ,jadi kenapa kalian bisa sampai disini ?" tanya Dares menatap keduanya
"mencari nona Alexa ,kami ingin memberikan informasi yang tidak sengaja kami dengar " jawab Dares
"informasi? sebelum itu makan ini kau tampak menyedihkan " Dares melempar kan sebuah obat kepada Derixt untuk menghentikan pendarahan nya .
"mereka akan mencari kolam darah ,mereka bilang itu untuk memudahkan mereka mencari letak dimana nona berada ,aku tidak tahu apa maksud nya tapi seperti nya itu penting .mereka bahkan mengejar kami sampai kesini setelah tahu kami tidak sengaja mendengarnya " jelas Derixt
Dares terdiam ,tapi raut wajahnya berubah itu menandakan jika informasi yang dibawa Derixt benar benar penting .
" baik ,kalian tidak perlu khawatir.lebih baik pulih kan diri kalian terlebih dahulu ,aku akan pergi untuk menyampaikan nya."ujar Dares sebelum pergi meninggalkan dua pasang mata yang menatapnya bingung.
"seperti nya informasi itu sangat penting " ucap Sarah
"ya ,tapi syukurlah kita bisa memberitahu mereka dengan cepat "
.
.
.
.
.
Sekali lagi Alexa berhasil menyelesaikan ujian yang diberikan menara seratus lantai ,berbagai jenis ujian berhasil dia taklukkan begitu juga dengan Arthur yang ikut masuk ke menara seratus lantai .
keduanya sekarang menghadap seekor burung muda cantik berwarna biru .burung Phoenix
"aku akui kau kuat ,memang keturunan mereka " ujar sang Phoenix masih memejamkan matanya
"aku akan memberikan setengah kekuatan ku untuk mu sebagai wujud terima kasih ku karena pernah diselamatkan oleh ibumu ,bagaimana pun aku harus berterima kasih " ujar sang Phoenix dengan sombong .
"cih! jika kau tidak ingin memberikan nya maka tidak usah di kasih ,kau membosankan " balas Alexa tak kalah sombong .
"kau pikir aku mau memberikannya? ..jika sa..
"ck !!! jika tidak mau ya sudah ,tidak usah berlagak sombong , seperti aku sangat menginginkan kekuatan mu saja " potong Alexa bersedekap dada
menatap makhluk besar berwarna biru yang sangat menjengkelkan menurut nya .
"beraninya kau memotong perkataan ku" marah sang Phoenix membuka matanya menatap garang kepada Alexa .
Alexa tertawa ,dia membalas tatapan Phoenix tak kalah tajam
"kau selalu berkata 'jika saja kau seperti ibu mu atau karena ibu mu pernah menolong ku ' kau mengatakannya sejak kita pertama kali bertemu, kau tahu aku tidak berharap kau memberi ku kekuatan atau apa pun itu tapi aku hanya berharap berhentilah membanding bandingkan ku dengan ibuku ,kita berbeda walaupun kami ibu dan anak ,aku terlahir dari dua darah yang berbeda jadi berhentilah berkata seakan akan aku sangat menginginkan kekuatan mu itu !" sentak Alexa menatap tajam Phoenix yang terdiam .
"ayo pergi ,berbicara dengan ayam ternyata sangat melelahkan " Alexa memutar bola matanya malas , dia menggenggam tangan Arthur yang dari tadi diam untuk pergi dari dimensi ini .
"apa maksud mu hah?!? "geram Phoenix tak terima karena dikatai ayam
"beraninya kau memanggil ku ayam ?!" teriak nya tapi terlambat Alexa dan Arthur sudah lebih dulu , pergi meninggalkan nya yang tidak tahu harus marah kepada siapa .
"sialan gadis itu "
"arggg.. aku akan membalas nya suatu saat nanti !" batin Phoenix menatap kesal arah Alexa pergi .
Alexa dan Arthur baru saja menampakkan kembali kaki mereka di benua violet , di depannya las menunduk hormat kearah Alexa .
"selamat datang kembali nona " ujar Las
Alexa hanya mengangguk kan kepalanya
"jadi apakah ada informasi penting ? yang kau dapatkan selama kau menunggu diluar ?" tanya Alexa
"ada dua organisasi yang terbentuk dari orang orang yang nona kenal,mereka berhasil merekrut banyak orang untuk bekerja di bawah mereka "
"dan kekaisaran iblis semakin memperkuat dan memperlebar daerah kekuasaan mereka ,mereka sebentar lagi akan berhasil menemukan kolam darah yang telah lama disembunyikan." tambah Las ,sedangkan Alexa terdiam
"kolam darah ? aku belum pernah mendengar nya "
"kolam darah adalah kolam milik bangsa iblis , kolam tersebut bisa melipat ganda kan kekuatan siapa pun yang berhasil berlatih di kolam darah . tapi kolam darah hanya bisa dipakai oleh keluarga murni kaisar iblis ,oleh karena itu sangat sulit bagi yang non murni untuk dapat berlatih di kolam darah" jelas las
" baiklah kau sudah bekerja keras ,terimakasih karena sudah bersedia membantu ku "
"sama sama nona ,tapi apakah Phoenix itu tidak memberikan kekuatan nya kepada nona seperti yang disepakati oleh dia dan ibu nona ?" tanya las ketika tidak merasakan kekuatan sang Phoenix yang berada ditubuh Alexa
" lupakan ,aku tidak mau punya kekuatan dari ayam sombong yang selalu membandingkan ibuku dan aku " jawab Alexa
"maaf nona jika pertanyaan saya menyinggung anda "
"lupakan ,kami akan pergi . ayo kita pergi " ajak Alexa dan dibalas anggukan kecil dari Arthur
"kau selalu diam ,ada apa ? "tanya Alexa setelah cukup jauh dari tempat las tadi
"tidak , hanya tidak ingin menyela pembicaraan mu " jawab Arthur singkat
"baiklah aku tahu ,kau adalah seorang laki laki yang dingin " ucap Alexa sambil mempercepat langkah nya
"huh?! apa yang salah ? astaga perempuan memang sulit ditebak " batin Arthur menatap heran Alexa yang pergi meninggalkannya ,sepertinya Alexa marah .