Miss Is Half Devil Angel

Miss Is Half Devil Angel
Eps 86 Evan



benar benar mengenaskan evan benar benar menguliti habis semua kulit badan Louis ,bahkan kulit di wajah louis pun tidak luput dari penyiksaan nya ,para petua dibelakangnya juga evan kuliti tidak peduli bahkan jika korbannya sudah mati sekalian pun. evan menciptakan api dari sihir dan ingin membakar hidup hidup louis yang masih belum mati tapi Arthur menghentikan aksi pemuda itu .


"cukup ! sadarlah evan " ujar Arthur menahan tangan evan ,untuk beberapa saat evan terdiam tapi kemudian dia menarik tangan nya dan menatap Arthur tajam .


"apa hah?!kau ingin menghentikan ku?! dia sudah menyiksa ibuku! aku tidak peduli jika dia menyiksa ku tapi dia menyiksa ibuku ,apa kau tahu aku memohon pada nya untuk tidak menyiksa ibuku tapi dia tidak peduli ! dia tidak peduli ! "


"aku bersujud pada nya bahkan seminggu dia liar agar dia tidak menyiksa ibuku lagi ,semua aku turuti perintahnya ! bahkan ketika ibuku meninggal tidak dia persiapkan pemakaman untuknya ! dia bahkan melupakan aku yang seorang anak kandung dan malah menyayangi anak haram pelacur itu ! semua orang tahu dia memiliki anak yang bukan darahnya tapi dia malah menyayangi anak itu dari pada aku !"


"kau tidak tahu ! KAU TIDAK TAHU ARTHUR !" teriak evan menumpahkan segala hal di hatinya .


"sudah selesai? apa kau lega? apa ibumu tidak membenci mu? apa ibu senang ? ,apa kau tahu bagaimana perasaan ibu mu ketika melihat keadaan mu begini ? apa ucapan terakhir ibu mu ? pernahkah kau mengingat nya ? "


"........"


keadaan hening evan terdiam mendengar deretan pertanyaan Arthur , dia menatap tangannya yang berlumur darah begitu juga pakaian nya yang terkena percikan darah , untuk sesaat dia merasa waktu terhenti .


"sudah selesai? apa kau lega? apa ibumu tidak membenci mu? apa ibu senang ? ,apa kau tahu bagaimana perasaan ibu mu ketika melihat keadaan mu begini ? apa ucapan terakhir ibu mu ? pernahkah kau mengingat nya ? "


ucapan Arthur terngiang di kepala nya ,


"sudah selesai kah? ,entahlah aku juga tidak tahu "


"apa kau lega ? "


DEG....


"apa ibumu tidak membenci mu? apa ibu senang ? ,apa kau tahu bagaimana perasaan ibu mu ketika melihat keadaan mu begini?"


"i..ibu.."


"apa pun yang dia lakukan kau tidak boleh melawan , dia ayah mu ,,,hormati dia ,,,kau harus kuat evan ,kau adalah permata ibu . jangan benci ayah mu walaupun dia menyiksa ibu ,jangan benci ayah mu walaupun dia tidak peduli pada kita , yakinlah ibu kuat ,dan ibu ingin melihat permata ibu kuat dan bersinar "


"perasaan benci hanya ada untuk orang yang lemah dan merasa tidak adil , evan "


Alexa dan small mendekat kearah keduanya ,Arthur menoleh dan menggeleng kepada keduanya .


"ku rasa kita harus segera pergi sebelum ada orang yang melihat kita " ujar small menyadarkan evan yang terdiam . evan memandang ketiga teman temannya ,mereka tidak pergi bahkan ketika sudah melihat perilakunya .


"kau sudah hampir setara dengan gadis itu !" ujar small menunjuk kearah Alexa,Alexa hanya membuang muka muak .


"sudahlah tidak usah peduli,kami tidak akan meninggalkan mu ,sudah kami bilang bukan kita akan berpetualang bersama ,lagi pula sekarang kita sudah sejauh ini " kalimat ambigu small membaut Alexa memukul bahu pemuda itu


"kalimat mu bisa membuat orang yang mendengarnya salah paham !"


"ah?! ahahaha...lupakan ayo pergi ,beberapa semut sudah datang !" ujar small mengingatkan keempatnya pergi dan meninggalkan korban mereka


keesokan harinya kota harbon heboh dengan berita kematian marquess louis yang mengenaskan , berita tentang dia menyebar luar di seluruh penjuru kota harbon , mati dengan dikuliti dan juga dikuliti sampai habis .


penduduk dikota harbon selalu bercerita tentang kematian itu ,karena masih belum tahu siapa pelaku pembunuhan terhadap louis dan kediaman marquess nya.


.


.


.


.


.


Alexa dan yang lainnya sedang berada di pelabuhan ,keempat berniat melanjutkan perjalan setelah mengubur ibu evan dengan layak di sebuah padang bunga yang jauh dari kediaman marquess dan kota harbon .


evan menatap makam ibu nya untuk terakhir kali , karena setelah ini dia kan berpetualang bersama teman temannya ,ah,, teman teman ,,ya?


" ibu maaf aku tidak bisa memaafkan pria itu ,aku tidak bisa untuk saat ini . aku mohon ibu mengerti dan doakan aku agar aku selamat dimana pun aku berada .ah...benar sekarang aku sudah memiliki teman teman bu ,mereka sangat baik walaupun sifat mereka sangat menjengkelkan,hahaha"


"baiklah ibu aku akan pergi ,aku akan kembali menjenguk mu kembali ! pasti itu " ujar evan ,di berbalik dan menatap ketiga orang yang sudah dia anggap menjadi teman temannya.


"baiklah mari pergi !"


evan dan Arthur sepakat mereka akan pergi mengikuti Alexa untuk pergi ke frozen canyon ,yah lagi pula mereka tidak memiliki tujuan untuk saat ini .