LOVE OR OBSESSION

LOVE OR OBSESSION
Jangan menghayal Sherlyn!



Warning!


Novel ini sedang tahap renovasi


mohon maaf bila kalian menunggu


Up terlalu lama.


------------------------------------------------


Akhirnya aku pergi dari hadapan Riski dengan hati hancur remuk berkeping, Aku tidak menyangka mencintai seseorang yang tidak mencintaiku bisa sesakit ini. Air mata ku sudah berjatuhan beriringan dengan langkah kaki ku yang kian melemas, lemas karna sesak dan nyeri dibagian dadaku, Aku berjalan kaki melewati kerumunan banyak orang yang tengah memperhatikan ku, aku tidak perduli lagi dengan tatapan Iba atau jijik dari mereka, yang pasti sekarang aku ingin menangis untuk meluapkan kekecewaanku. tiba-tiba langkah ku terhenti, ada Seseorang yang memeluku dengan erat dari belakang, Aku tidak tau itu siapa, mana mungkin Riski mau repot-repot menyusulku jauh-jauh hanya untuk meminta maaf padaku atau pun sekedar memastian aku baik-baik saja, aku segera buang pikiran konyolku dan membalikan badan ku untuk menghadap seseorang yang memeluku, Diluar dugaan ternyata benar Riski.


"Sherlyn" ucapnya pelan tapi masih bisa terdengar olehku. "ada apa Riski?" tanya ku dengan mengahapus air mataku, aku tidak ingin dianggap lemah oleh Riski untuk sekian kalinya.


"jangan menangis!, hatiku sakit Sherlyn" ucap Riski dengan mengahapus sisa air mataku, yang lolos begitu saja dari mataku walaupun sebelumnya aku telah menghapusnya. hatiku terpaku oleh ucapanya hingga mampuh membuat hatiku berdegub kencang, tapi aku mencoba untuk menetralkanya dan bersikap normal."a-aku ingin pulang!"ucapku terbata-bata mengalihkan pembicaraan, aku tidak mau terlalu jauh membicarakan hal bodoh ini, aku takut hayut akan kata cinta Riski dan akhirnya aku tenggalam dengan rasa sakit, Riski pun hanya mengangguk dan mencium keningku lalu setelah itu memegang tangan ku lembut dan berjalan seolah tidak ada apapun yang terjadi.


"Riski" panggil ku pelan, bahkan nyaris tidak terdengar oleh Riski."kenapa Sher?" tanya Riski menghentikan langkahnya lalu menatapku lekat.


"jangan bersikap seperti ini!!, kamu menyiksaku ki" ucapku dengan air mata yang terus membanjariku pipiku, mungkin kalian bingung dengan apa maksudku menyiksa, iya Riski bersikap manis seperti itu menyiksa hatiku lebih tepatnya, "aku tidak mengerti?" tanya riski dengan menatapku bingung."tolong jangan bersikap manis seakan kamu mencintaiku ki, aku takut terbawa arus dan akhirnya aku sadar aku hanya bahan balas dendam mu atau tepatnya obsesi mu" ucapku, dengan senyum pait terpaitku, Riski masih terpaku mencerna semua ucapanku, tapi aku akan terus menghujam Riski dengan ceceran kata-kata sampai Riski sadar, Dia harus menjauh dariku.


"Tolong jauhi aku Riski!!, aku mohon jangan tambah beban masalah hidupku lagi" ucapku dengan kedua tangan memohon , Aku tidak perduli Riski akan sakit hati atau tidak dengan ucapanku, tapi untuk apa Riski sakit itulah kenyatanya.


"Sherlyn kamu dari mana saja?" suara bariton yang familiar ditelingaku, yaitu suara dadyku baru saja pulang dari New York setelah menyelesaiakan pekerjaanya.


"aku dari taman dad" ucapku jujur dengan memberikan senyum termanisku. "kamu kenapa menangis?" tanya dady dengan mendekati ku, dan menatap wajahku detail.


"Aku tidak menangis dad, hanya saja tadi dijalanan mataku terkena debu jadi perih" bohongku tidak lumut dengan senyum palsuku, Untung saja dedy percaya padaku, dady hanya mengangguk dan menyuruhku untuk duduk.


"ada apa dad?" tanyaku saat melihat dady ingin bicara serius padaku. "kenapa kamu tidak mau menikah dengan Ayah dari anak dalam kandunganmu?" ucap dedy to the point lagi-lagi membuat hatiku ingin menangis kenapa hanya pertanyaan itu yang selalu mereka lontarkan , aku sudah muak untuk menjawab pertanyaan sialan itu.


"aku hanya perlu perpikir" ucapku mencari jalan aman, aku yakin bila aku bicara yang sebenarnya Dady pasti akan marah paadaku. "kenapa harus berpikir, apa kamu saat melakukan hal seperti itu kamu juga berpikir dulu" ucap Dedy menyindirku, aku yakin dedy akan mendesaku untuk menikah bersama Riski. "Sepertinya, aku lelah dady aku akan kekamar dulu untuk beristirahat" ucapku lalu pergi meninggalkan dady aku tidak mau dady hanya membicarakan omong kosong yang sulit untuk ku jalani nantinya.


******bantu like sama komentar nya ya ka, like sama komentar, gratis ko, jangan lupa juga untuk vote sebanyak2, dan beri bintang 5, buat Authour semangat nulisnya, Terimakasih*.


Saran dan Kritik


IG:TariWidury1


FB:Tari inong*******