
Warning!
Novel ini sedang tahap renovasi
mohon maaf bila kalian menunggu
Up terlalu lama.
----------------------------------------------------
Riski pulang sampai larut malam ke rumah-nya, Sherlyn pun yang melihat Suaminya sudah pulang merasa lebih baik, rasa kawatir dan cemasnya telah menghilang tergantikan dengan wajah Riski yang tengah tersenyum kepadanya, walaupun Riski merasa bersalah karna membuat Sherlyn menunggu, tapi Riski harus terlihat tidak mencurigakan sebisa mungkin dihadapan Sherlyn.
"Sher. belum tidur?" tanya Riski mendekat dan mendaratkan kecupan di kening Sherlyn penuh cinta.
"Belum aku dari tadi nungguin kamu" jelas Sherlyn. ditatapan sendu oleh suaminya. Sebenarnya Riski tidak niat berbohong. tapi sekarang apa boleh buat ini juga demi kebaikan mereka bersama.
"Maaf ya Sayang! udah buat kamu nunggu sampe semalam ini" Sesal Riski. hanya dibalas anggukan oleh Sherlyn.
"Kamu dari mana aja?" tanya Sherlyn meminta penjelasan sampai Riski pulang selarut ini tidak seperti biasanya.
"Aku tadi ada klien, yang pengen ketemu buat bahas pengajuan Rumah sakit baru lagi" Bohong Riski, tentu saja Sherlyn tidak percaya mana ada klien yang ingin bertemu lalu pulang sampai selarut ini.
"Sampai larut malam?" tanya Sherlyn menyelidik, Riski pun kalang kabut mencoba mencari alasan yang pas agar Istrinya percaya padanya dan tidak terlihat berbohong.
"Iya. Karna berkasnya banyak Sher, kebetulan klien tersebut besok akan pergi keluar negeri, jadi mau tidak mau harus beres saat itu juga" Bohong Riski, tapi tetep hati Sherlyn masih tidak menerima dan menyangkal hal tersebut. mungkin saja logika Sherlyn mengatkan masuk akal, tapi perasaan wanita jauh lebih peka dari pada lelaki. wanita tau bila suaminya sedang berbohong. Sherlyn pun yang tidak ingin ada keributan mencoba untuk berpura-pura percaya, supaya tidak ada berdebatan dan perselisihan di antara mereka.
"Hem..., yaudah kamu mandi dulu sana, Ki" Titah Sherlyn dibalasan senyuman lega oleh Riski.
"Iya sayang" ucap Riski. mencium kening Sherlyn sekali lagi, lalu pergi mengambil handuk dan ketoilet. didalam kamar mandi Riski menarik nafasnya berat, lalu mengeluarkanya dari mulut, akhirnya Riski lega Sherlyn mau mempercayainya.
~
keesok Hari-nya.
Riski seperti biasa Pergi ke Rumah sakit dengan setelan rapih dengan memakai jas Dokter kebangganya yang melekat dipakainya, saat Riski masuk ke Rumah sakit semua orang tunduk sebagi tanda hormat kepada Riski sesekali penyapa Riski. dibalas senyuman oleh Riski. saat Riski baru saja duduk ada suster mengetuk pintu Riski.
Tok Tok Tok
"Masuk!" perintah Riski, akhirnya Suster tersebut masuk kedalam.
"ada apa Sus?" tanya Riski to the poin, yang sudah tidak ingin basa-basi. akhirnya Suster tersebut mengatakan hal yang membuatnya Keruangan Riski.
"Dok, ada yang mencari dokter di luar" beritahu Suster, Riski pun yang bingung hanya menyatukan kedua alisnya. siapa yang ingin menemuinya sepagi ini.
"Siapa sus?" tanya Riski
"Nona Angel, Dok" ucap Suster, Riski pun yang mendengar nama Angel disebut merasa semakin bingung untuk apa Angel kesini, sampe menyeusulnya, apakah uang yang Riski berikan tidak cukup atau ada hal lain.
"Suruh dia masuk!" perintah Riski diangguki patuh oleh Suster dan setalah Suster berpamitan lalu pergi dari Ruangan Riski.
Angel pun masuk kedalam Ruangan Riski bersama Suster yang mengantarnya. lalu setelah merasa tidak dibutuhkan lagi Suster pun pergi dari ruangan Riski. meninggalkan mereka bertiga, Angel, Riski dan Haidar.
"Ayah" panggil Haidar saat duduk bersama ibunya dikursi yang telah disedia-kan didepan Riski.
"Sayang. kenapa kesini?" tanya Riski dengan senyumnya, sebenarnya Riski takut bila Haidar kesini, takut bila orang-orang disini akan bergosip Haidar dan Angel menenuinya, apalagi wajah Riski dan Haidar yang mirip, takut Sampai terdengar ditelinga keluarganya, lalu sampai di telinga Sherlyn.
"Ayah, Aku pengen Main sama Ayah" Celotehnya dengan wajah Memelasnya, berharap sang Ayah mau memenuhi keinginya.
"Sekarang Ayah kerja, besok aja yah!" bujuk Riski mendekati bocah Lalaki yang menjadi putranya untuk memberi pengertian bahwa Riski tidak selalu bisa menuruti keinginya.
"Aku maunya sekarang. Ayah!" ucap Haidar dengan memanyunkan bibirnya, Riski pun yang melihatnya tampak gemes karna tingkah Anak laki-lakinya.
"Besok ya Sayang! Ayah janji ko" Ucap Riski menahan tawa dengan mengangkat jari kelingkinya sebagai bukti janji.
"Ayah jangan bohong" ucap Haidar sekali lagi meyakinkan ucapan Ayahnya, karna yang Haidar tau orang dewasa selalu berbohong, Seperti ibunya selalu bohong mengajaknya bermain.
"Iya, Ayah janji besok, sekarang Kamu pulang yah sama ibu!" bujuk Riski, Akhirnya Haidar pun mau mengaitkan jari kelingking. untung saja, Putranya mau menuruti perintahnya, kalau tidak pasti akan repot, Riski pun melepaskan jarinya dan mencium Haidar. lalu menatap Angel.
"Kenapa kamu harus Ajak Haidar kesini?" tanya Riski kepada Angel, karna Angel dari tadi diam membisu.
"Haidar menangis dari tadi, Aku sudah pusing membujuknya" jelas Angel, ditatap Sinis oleh Riski.
"Kamu dan Haidar jangan kesini lagi!, sekarang kalian cepat pergi!, aku tidak mau orang-orang di Rumah Sakit ini meng-gosip karna kalian datang kesini" ucap Riski, Angel pun yang mendengarnya merasa sakit hati, tapi Angel tak ambil pusing lebih baik Angel pergi dan tidak berpamitan kepada Riski.
*Mohon dukungan like dan komentarnya ya. jangan lupa vote juga. Terimakasih telah membaca*
banyak yang tipo aku lagi Hiatus, tapi udah diberbaiki ko😂