LOVE OR OBSESSION

LOVE OR OBSESSION
Mengadu



Warning!


Novel ini sedang tahap renovasi


mohon maaf bila kalian menunggu


Up terlalu lama.


--------------------------------------------


"Kalau iya emang kenapa? dan Haidar perlu sosok seorang Ayah, yaitu Ayahnya Riski, aku tidak bisa membiarkan kalian bahagia diatas penderitaanku" ucap Angel, Sherlyn sekarang mulai geram, atas dasar apa Angel bicara Sherlyn dan Riski bahagia diatas penderitaanya, sedangkan Riski sudah mau bertanggung jawab.


~


"Maksud Kamu Bahagia diatas penderitaan Kamu apa?, Riski udah tanggung jawab, semuanya udah impas, kenapa ko Kamu kesanya jadi gak tau diri banget ya, dikasih hati minta jantung" ucap pedas Sherlyn, Rasanya Sherlyn sudah tidak kuat lagi untuk tidak mencaci Angel habis-habisan, bukanya marah Angel marah tersenyum tampa dosa, membuat kesabaran Sherlyn menipis.


"Terserah apa kata Kamu Sherlyn, tapi aku bersumpah Riski akan menjadi Suamiku cepat atau Lambat" ucap Angel menantang dengan menyilangkan kedua tanganya. Sherlyn pun yang sudah mulai geram memcoba mengambil aba-aba dan apa yang terjadi.


Plak


Sherlyn menampar wajah Angel sangat keras, membuat Angel diam tidak percaya, Angel ditampar oleh Anak yang jauh lebih muda darinya.


"Itu, cuman sebagian kecil pelajaran buat Kamu, Awas aja kamu!, kalau masih ganggu Suami Aku" ucap Sherlyn tersenyum miring, lalu melangkahkan kakinya pergi, membiarkan Angel yang diam membatu.


"Camkan baik-baik Angel!, kalau kamu berani ngehancurin Rumah tangga Aku, jangan salahkan Aku, kalau Aku ngambil hak Asuh Haidar" ucap Sherlyn menghentikan langkahnya, lalu berbalik menatap Angel penuh ancaman. dan akhirnya pergi meninggalkan Angel yang memegangi pipinya yang habis ditampar.


"Dasar Wanita sialan" geram Angel dengan menjerit kesal, karna pasalnya dia dikalahkan dengan orang yang umurnya 4 tahun lebih muda darinya.


Sherlyn keluar Rumah Angel dengan perasan senang, Karna Sherlyn berhasil menamparnya, walaupun Sherlyn menginginkan lebih, tapi Sherlyn harus tahan karna Sherlyn tidak mau wanita ular itu merasakan sakit belum seberapa diawal.


~


"Kamu dari mana?" tanya Riski dingin dan mengintimidasi, Sherlyn pun yang mendengarnya merasa biasa saja, dengan meletakan barang bawaanya diatas meja lalu duduk menyilangkan kakinya.


"Ada apa?" tanya Sherlyn balik dengan membalas tatapan tajam Riski, kini keduanya beradu tatapan, Sherlyn yakin bila Angel sudah mengadu dan menambah-nambahkan kejadian tadi.


"Aku tanya Kamu dari mana?" Bentak Riski, Sherlyn pun yang mendengarnya hanya tersenyum miris, senyum paling miris bercampur nyeri.


"Kenapa, Si P*lacur itu udah ngadu sama kamu?hah?" tanya Sherlyn menantang, seketika raut wajah Riski menjadi merah padah karna emosi.


"Kamu gak tau apa-apa, Kamu gak bisa menghakimi orang lain dengan menyebut Angel p*lacur, kamu gak tau masa-masa sulit apa yang dilalu Angel, sehingga dia bisa menjadi seperti itu" bentak Riski, bahkan urut-urutnya sudah terlihat, rahangnya menegas, giginya mengigil menahan emosi.


"Aku tau semunya, Aku tau si Angel tukang perebut Suami orang dan Aku gak pernah menghakimi orang lain, itu real Riski, apa kamu berhasil dihasut sama wanita ngga tau diri itu" ucap Sherlyn dengan membalasan bentakan Riski karna sudah benar-benar dibuat emosi. semua orang yang mendengar kericuhan mereka pun turun, termasuk Mami dan Asisten Rumah tangganya.


"itu dulu Sherlyn. semuanya udah berlalu jangan pernah membahas masalalu,kamu itu hanya wanita manja Sherlyn, keanak-anakan mangkanya Kamu gak pernah bisa bersikap dewasa, Kamu hanya melakukan semua yang menurut Kamu benar, tampa perduli dengan dampaknya. Angel ngga pernah minta difasilitasi apapun, itu Aku yang mau, jadi jangan ikut campur urusan Aku dan Anak ku" bentak Riski lebih keras, Sherlyn pun hanya tertawa , iya menertawai kebodohan Riski, siapa disini yang main hakim sebenarnya, Sherlyn atau Riski.


"Aku bukan lagi wanita manja, aku hanya mempertahankan keluarga kecil ku, Apa itu salah?. Aku tau wanita itu berniat buruk. dan oh iya jangan ikut campur, memangnya selama ini aku dianggap apa Riski?hah?" bentak Sherlyn kian melas dikalimat 'memangnya aku ini siapa' Sherlyn merasa sudah tidak dianggap lagi sekarang.


"Ini ada apa?, kalian bisa bicarain baik-baik, jangan gini!" bentak Mami sudah tidak tahan lagi melihat Anak dan menantunya berdebat, sebenarnya Mami Riski ingin dari tadi angkat bicara, tapi Mami Riski mencoba melihat apakan mereka bisa meredam keemosinya dan ternyata Mami Riski yang harus turun tangan karna mereka tak kunjung juga berdamai.


"Aku nyesel tau Ki, bisa nikah sama Kamu, Aku nyesel masuk dihidupan serumit ini, Aku nyesel ternyata bisa nikah sama Kamu sesakit ini, Semua ini salah aku, andai dulu aku gak pernah pengen kenal sama Kamu, mungkin gak bakal kaya gini" ucap sherlyn meneteskan air mata, lalu pergi masuk kedalam Kamar, ternyta ucapan Sherlyn membuat Hati kecil Riski menangis dengan pengakuanya, Riski pun menyusap wajahnya kasar dan mencoba menetralkan dirinya.


bersambung.


~Luka seorang Perempuan itu mungkin tidak bisa kamu lihat dari senyumanya, karna ia menyimpan luka didalam hati dan air mata~