
"Aku sedang bicara baik-baik, Aku tidak ingin kasar jadi tolong jawab dengan benar, p*lacur" ucap Tio marah, matanya sudah terlihat seperti berapi-api memancarkan kemarahan. Angel pun yang mendangrnya merasa takut, bagaimana pun Angel, tetap saja Angel wanita, ada rasa batas takut tersendiri.
~
"Kamu itu hanya wanita murahan yang menjual tubuh Mu demi uang, Kamu wanita tidak ada harganya" ucap Tio begitu pedas terdengar di indra pendengaran Angel.
"Jangan menghina aku!" bentak Angel darahnya sudah mendidih karna emosi.
"Kenapa Angel?, itu fakta kalau kamu tidak mau dibilang wanita murahan. Jangan jadi p*lacur!" balas Tio membentak Angel kembali. membuat Angel aga merinding, tapi tetap Angel masih menatap Tio tajam, Angel masih marah dan sakit hati dengan ucapan Tio.
"Asal kamu tau!, aku sudah tidak berkerja sebagai mana menghibur malam lagi" ucap Angel memelankan suaranya, tapi masih terdengar seperti bentakan.
"Oh! apakah ada pria kaya yang menanggung semua fasilitas hidup, Mu?" tanya Tio berpura-pura seolah berpikir lalu bertanya kepada Angel dengen mengelus-elus pipi Angel tapi Angel tepis dengan kasar.
"Itu bukan urusan Mu" ucap Angel sinis.
"Aku akan mencari jawabanya sendiri Angel" ucap Tio tegas dengan mendekatkan wajahnya kewajah Angel, tapi Angel menghindar, bagaimana pun memang Angel seorang p*lacur tapi Angel berkerja secara sukarela bukan cara dipaksa.
"Jangan ikut campur urusan ku!, Aku tidak sudi menjadi sekapan Mu kembali" bentak Angel kembali emosi saat Tio hendak mencium bibir Angel.
Plak!
Satu tamparan mendarat dipipi Angel, membuat Angel meringis kesakitan dan memegangi pipinya yang terkena tamparan.
"Dasar P*lacur berengsek!" umpat Tio dengan menjambak rambut Angel kencang, Angel pun mencoba melepaskan jambakanya tapi tidak bisa Tio menjambak Angel terlalu kencang.
"Lepas Tio!" jerit Angel ketika Tio semakin mengkencang-kan Jambakanya.
"Kamu mau aku bunuh. P*lacur?" ancam Tio tepat ditelinga Angel, Angel pun yang mendengar ancaman tak wajar Tio dengan cepat menggeleng
"Kalau begitu. Jangan membantah perintahku" tukas Tio. Angel pun hanya mengangguk pasrah sebagai tanda jawabanya. Akhirnya Tio pun melepas jambakan Angel dan mencium bibir Angel rakus.
~
Sherlyn dan Riski baru saja sampai didepan rumah. Begitu sampai Sherlyn nampak tergesa-gesa masuk kedalam, tujaan Sherlyn adalah ingin bertemu dengan anak semata wayangnya, tapi Sherlyn lagi-lagi harus kecewa karna anak semata wayahnya baru saja tidur dan baru saja Sherlyn akan memindahkan Ayra kedalam kamarnya sudah dilarang oleh Mami mertuanya karna kasian takut Ayra terbangun.
"Jangan dipindahin Sher, nanti Rara bangun" protes Mami Riski. Sherlyn pun mentap Ayra lekat, Sherlyn masih rindu.
"Tapi Mi-" ucap Sherlyn terpotong terlebih dahulu oleh Mami mertuanya.
"Nanti aja nunggu Ayra bangun, Sher" saran Mami, Sherlyn pun hanya mengangguk pasrah.
"Yaudah deh Mi. Sherlyn mandi dulu ya! kalau udah bangun panggil aja Sherlyn!" ucap Sherlyn lalu diangguki oleh Mami, Sherlyn pun pergi meninggalkan kamar mertuanya. Sebenarnya Mami Riski bukan hanya alasan Ayra tidur, tapi demi memberi waktu Sherlyn dan Riski untuk memperbaiki hubungan mereka Mami Riski dengan senang hati mau menjaga Ayra malam ini atau beberapa hari kedepan.
"Sayang" panggil Riski ketika selesai mandi dan melihat Sherlyn sedang duduk diujung Ranjang.
"Iya. Ada apa Riski?" tanya Sherlyn melihat Riski penuh tanda tanya karna tidak biasanya Riski memanggilnya dengan sebutan 'sayang'. Riski pun yang mendengarnya hanya menggelengkan kepala lalau mengambil baju dan masuk lagi ke kamar mandi.
"Sayang" panggil Riski kembali dengan memeluk tubuh Sherlyn, Sherlyn benar-benar bingung sekarang dengan sikap baru Riski. Mengapa Riski jadi terkesan manja sekarang, tanya Sherlyn dalam hati.
"Kamu kenapa Riski?" tanya Sherlyn dengan tersenyum senang, walaupun Sherlyn pun masih bingung tapi rasanya Sherlyn sangat bahagia.
"Memangnya kenapa Sayang?, apa aku tidak boleh memeluk istriku sendiri?" tanya Riski dengan mencium rambut Sherlyn yang basah, karna sebelum kekamarnya Sherlyn sudah mandi dikamar tamu terlebih dahulu.
Blush
Pipi putih nan bersih Sherlyn pun berubah menjadi memerah karna malu. karna setelah menikah Riski baru kali ini bersikap manis kepadanya.
"Eummm..., boleh" ucap Sherlyn merasa malu, lalu menjawab dengan menyembunyikan wajahnya yang memerah.
"Kenapa kamu malu, sayang?" goda Riski mempererat pelukanya dan mencium aroma wangi sabun mawar yang Sherlyn pakai. Karna tetap tidak mendapatkan jawaban dan Sherlyn tetap menyembunyikan wajahnya dipelukan Riski, membuat Riski semakin gencar menggoda Sherlyn, Riski pun mulai melancarkan aksinya dengan mengigit daun telinga Sherlyn pelan membuat Sherlyn merinding nikmat.
Udaah ya kan lagi bulan puasa entar mata mu ternodai😂
~Sabar tampa batas, Memaafkan tampa menghitung, Iklas tampa imbalan~