
"Masih mau ganggu ya" ucap Sherlyn dengan amarah yang menggebu-gebu. Lalu mendekat kearah Riski dan Angel, lalu menatap mereka dengan tajam.
~
"Wanita brengsek, kamu itu seorang wanita harusnya kamu mikir!, jangan menganggung rumah tangga orang lain terus menurus kaya gini" ucap Sherlyn dengan menatap fokus Angel tajam. Tidak perduli Riski akan senang atau tidak dengan sikap kasarnya, Sherlyn hanya ingin mengeluarkan amarahnya yang sudah lama dipendam dengan wanita itu.
"Aku gak bermaksud kaya gitu, jangan salah paham Sherlyn!" ucap Angel dengan wajah tampa dosa, membuat Mami Riski yang melihatnya nampak jijik, sekarang Mami Riski tau apa yang sebenarnya terjadi, jadi ini yang membutat mereka terus bertengkar gara-gara wanita tidak tau diri yang tengah malam datang kerumah orang dengan membuat keributan.
"Dasar drama Queen. Jangan pikir aku gak berani ya sama kamu, aku gak perduli. Walaupun umur kamu lebih tua dari aku. Tapi kamu udah cari gara-gara sama aku, sama aja kamu nginjek harga diri aku" ucap Sherlyn sudah bersiap-siap akan meninju Angel, tapi apa yang terjadi dilaur dugaan.
Blyur!
Tiba-tiba Angel disiram air putih oleh Mami Riski yang sengaja mengambil air kedalam rumah, membuat suasana semakin panas.
"Itu akibatnya. Bila kamu berani mengganggu anak dan menantu saya" ucap Mami Riski terlihat garang dengan mendekat kearah Angel, lalu menatap Angel seperti ingin membunuh. membuat semua orang nampak kaget dengan apa yang dilakukan wanita paruh baya itu.
"Mami" ucap Riski dengan wajah iba kepada Angel, hendak memprotes tapi lagi-lagi ucapan ibunya menghentikan protesnya.
"Silahkan pergi jangan ganggu anak dan menantu saya lagi!" ucap Mami Riski tampa ampun.
"Ohiya. Buat kamu Riski, bila kamu kasian atau ingin mengikuti wanita ini. Silahkan pergi dari rumah Mami" ucap Mami Riski tampa mlihat Riski sedikit pun. Mami Riski hanya fokus satu pandangan menatap Angel dengan tatapan benci dan jijik yang ketara. Riski pun yang mendengarnya merasa takut dah hanya menggeleng sebagai tanda tidak mau.
"Tunggu apa lagi!, ayo pergi wanita tidak tau diri" ucap Mami Riski begitu pedas terdengar ditelinga Angel. Sherlyn pun hanya tersenyum senang melihatnya, walaupun Riski tidak membela Sherlyn, ternyata masih ada orang yang mau membelanya, dengan berat hati Angel pun pergi dengan kekesalan yang menggunung. Saat tatapan Angel bertemu dengan tatapan Sherlyn yang terlihat puas, kembali membuat emosinya semakin menjadi. Tapi Angel harus menahanya agar tidak terlihat lebih buruk dihadapan Mami Riski.
"Tuhkan. Wanita tidak tau diri itu ngga kenapa-napa buktinya jalanya biasa aja" ucap Mami Riski yang terlihat kesal, lalu menatap Riski tajam, walaupun Riski anak kandungnya tapi Mami Riski tidak terima menantunya diperlakukan sedemi kian, karna Mami Riski sekarang mengerti wanita yang dibela Riski bukan wanita baik-baik.
"Dan kamu sayaang, ayo masuk!, kasian sekali menantu Mami" ucap Mami Riski dengan menggandeng tangan Sherlyn masuk kedalam, Sherlyn pun hanya mengangguk dan menuruti perkataan Mami mertuanya.
"Riski kenapa kamu lebih memilih membela wanita tidak tau diri itu?, dibanding istri mu" tanya Mami setelah duduk dikursi bersama Sherlyn. Mami Riski sungguh greget dengan kelakuan anaknya, waktu kemarin Mami Riski hanya diam karna tidak tau apa masalahnya. Tapi setelah tau semuanya jangan harap Mami Riski akan tinggal diam, melihat menantunya yang dipojokan oleh anaknya begitu saja, Sherlyn hanya melindungi keluarga kecilnya, lalu salahnya dimana sampai Riski membentak dan mentap tajam Sherlyn seperti itu, membuat Mami Riski tidak terima.
"Maaf Mi" ucap Riski merasa bersalah karna lagi-lagi menyakiti hati Istrinya.
"Kenapa kamu minta maaf sama Mami. kamu salah sama Istri kamu, bukan sama Mami. Riski" ucap Mami Riski merasa jengkel kenapa putranya menjadi bodoh menilai orang lain sekarang.
"Sher aku minta maaf!" ucap Riski merasa bersalah. Sherlyn pun yang mendengarnya hanya memutar bola matanya malas, karna harus terus-menerus mendengar kata 'maaf' dari Riski bila sudah dimaafkan pasti Riski akan mengulangnya kembali.
"Sher!" panggil Riski karna tidak mendapatkan jawaban dari istrinya.
"Mi aku masuk kedalam dulu ya!, mau lihat Haidar sama Ayra" ucap Sherlyn kepada Mami lalu pergi meninggalkan mereka. tampa ada niatan menjawab kata 'Maaf' Riski.
"Mami. Sherlyn gimana ini?" tanya Riski tampak frustasi, Mami Riski pun hanya menggeleng dan pergi meninggalkan Riski sendiri, karna Mami Riski tidak berhak ikut campur urusan mereka.
Bersambung.
~Sedewasa apapun mereka perempuan, Mereka sama!. Akan sedih ketika tidak dihargai, akan sedih ketika seseorang yang disayangi berubah, akan sedih ketika dibohongi, tak peduli sekecil apapun karna mereka merasa dihargai dari mulai hal kecil~
Maaf ya kaka kalau ada yang bilang aku sombong atau apalah, gara-gara gak bales komenan kalian satu-satu, bukanya aku gak mau. Tapi aku masih gak berani buka komenan kalian, aku takut drop lihat komenan yang bikin mood aku hancur, mending yang bagus, kalau ngga, kan tanggapan orang lain beda-beda, ngga mungkin juga kan kalau kalian semua sama satu selera sama novel yang aku buat. Masuk grup Chat aku aja ya ka, kalau ada yang mau kasih saran.