LOVE OR OBSESSION

LOVE OR OBSESSION
yakin?



Warning!


Novel ini sedang tahap renovasi


mohon maaf bila kalian menunggu


Up terlalu lama.


------------------------------------------------


setelah aku melahirkan kurang lebih satu bulan Momy dan dady ku memaksa untuk aku cepat menikah dengan Riski. singkat ceritanya saja aku mau menikah dengan Riski karna lelah terus-terus membuat alasan dan menghindar. tepatnya hari ini tujuh hari lagi pernikahanku dan Riski akan dilaksanakan. aku mulai sibuk menyiapakan keperluan pernikah seperti penganti pada umumnya menyiapkan undangan,Wo, Mua dan sekarang tepatnya aku sedang memilih gaun pengantin di Butik yang cukup tekenal di London. tentu saja aku tidak sendiri, aku bersama Riski ke butik. Entahlah Riski selalu mengikuti kemana aku pergi, seakan takut aku akan kabur jauh memangnya seberapa nyali ku untuk bisa kabur meninggalkan anak dan orang tuaku dasar Riski bodoh.


sekarang aku berada dibutik tersebut. pilihan ku jatuh pada gaun panjang tampa lengan Berwarna putih terang, sangat memikat sepertinya cocok dipadukan dengan kulit pucatku, apalagi belahan dadanya yang tidak terlalu Rendah, bahkan tidak sama sekali. membuat aku sekali lihat langsung mencobanya.


"Bagaimana?" tanyaku dengan membalik-balikan badan ku. kepada Riski yang tengah duduk disofa yang telah di sedikan Butik.


"Tidak buruk" ucap Riski dengan menimbang-nimbang lalu akhirnya menjawab. "yaudah aku mau yang ini aja" ucapku dengan senyum senangku karna dari pertama melihat gaun ini aku sudah jatuh cinta.


"aku tidak bilang setuju Sherlyn" ucap Riski membuat ku langsung menatapnya bingung.


"Ganti!" perintah Riski membuat aku mendengus kesal, tapi saat aku hendak protes Riski lebih dulu memotongnya.


"Tidak ada Protes Sherlyn, cepet ganti!" ucap Riski tidak mau dibantah dengan terpaksa aku harus mengganti bajuku, lalu mengentak-ngentakan kaki ku menuju Ruang ganti, tentunya aku merasa Repot karna harus memilih lagi.


setelah hampir 1 jam aku mendapatkan 3 gaun pengantin yang memang selera ku tapi aku tidak tau bagaimana tanggapan Riski. Yang pertama ditolak oleh Riski dan sekarang aku memakai baju pengantin yang kedua berwarna peach dengan bahu hampir semua Terekspos, tidak lupa dengan nambahan mutiran cantik membuat gaun ini bertambah elegan.


"Ki gimana?" tanyaku kepada Riski yang tengah asyik memainkan Handphonenya. Riski sama sekali tidak terlihat kesal atau merasa menunggu lama aku memilih gaun, Oke baguslah itukan mau Riski aku ganti Gaun lagi.


"terlalu terbuka" ucap Riski dengan meneguk Air liurnya saat melihat belahan dadaku yang putih mulus yang sempat Riski cicipi.


"sedikit" ucapku masih dengan nada kesal ku. aku bingung sebenarnya Gaun seperti apa yang Riski mau, kenapa Riski tidak memilihnya sendiri saja.


"Ganti Sherlyn!, aku gak mau tubuh kamu dilihat banyak orang" ucap Riski dengan senyum usilnya, aku yakin sekarang pasti Riski senang telah menjahili, akupun terpaksa mengganti gaun ku untuk ketiga kalinya dan semuanya ditolak Riski, sampai akhirnya aku lelah becampur kesal karna terus bulak-balik mengganti gaun, ini gaun terakhir semoga saja Riski suka, bila tidak akan dipastikan aku akan pulang saat ini juga.


"Gimana?" tanyaku kesal dengan memanyukan bibirku kedepan.


"serius?" tanya ku mulai jengkel karna Riski tidak hentinya tertawa.


"iya Sherlyn sayang, yang itu aja!" ucap Riski menghentikan tawanya, lalu menatap bahuku yang pergi begitu saja.


Aku tersenyum sambil membawa satu tentengan paperbag yang didalam isinya gaun pengantin. rasanya senang setelah berjam-jam akhirnya bisa pulang, sekarang aku sedang berada diparkiran butik tapi mataku tertuju pada pasangan yang baru saja keluar dari mobil Sport berwarna Hitam metalik keluaran terbaru, Rasanya mataku tidak bisa berkedip melihat sepasang kekasih yang sangat serasi, tapi untuk apa Fares dan Silva kesini tanyaku didalam hati, iya memang betul orang yang aku lihat Fares dan Silva yang tengah melihat kearahku.


"Hai, Sherlyn"


"Hai, Riski" sapa Silva dengan senyum sumringahnya, dibalas seulas senyum oleh Riski.


"Hai" sapaku dengan senyum termanisku. tapi oh aku lupa, Kenapa dadaku tidak merasa sakit atau sesak lagi saat melihat mereka bermesraan, atau, tapi yasudah nanti saja bicarakanya.


"kalian lagi apa?, ko ada disini?" tanya Silva, saat melihat paperbag besar yang aku bawa.


"Kami akan melaksakan Resepsi minggu ini dan sekarang kami sudah melilih gaun untuk Sherlyn" jawab Riski dengan senyumnya sesekali melirik Fares Sekilas, terlihat dimata Fares, Fares masih menyimpan dendam kepada Riski.


"ohh, benarkah?, kebetulan Bulan ini aku juga akan menikah bersama Fares" ucap Silva dengan tanganya merangkul lengan Fares manja, dibalas senyuman canggung oleh Fares.


"Selamat ya" ucap Riski dengan mengulurkan tanganya kepada Silva dibalas dengan jabatan tangan oleh silva. "Makasih ya ki" ucap Silva dengan senyum hangatnya, saat Riski mengulurkan tangan kepada Fares mata mereka saling bertemu Fares menatap Riski jijik, benci dan marah tentunya, sedang Riski hanya menatap Fares seperti tidak Berdosa. Fares masih enggan untuk berjabat tangan dengan Riski, hal itulah membuat Riski langsung menarik tanganya kembali, Silva pun yang melihatnya tampak tak enak hati dan merasa canggung.


"maaf ya!" ucap Silva merasa bersalah. "gak apa-apa ko Sil" ucap Riski masih dengan senyuman, akupun hanya bisa diam melihat Fares nampak tidak bersahabat. sesakali memikirkan cara supaya tidak ada pertengkaran.


"Yaudah kita duluan ya!" ucapku dengan menarik tangan Riski untuk masuk kedalam mobil, dibalas anggukan oleh Silva.


*bantu like sama komentar nya ya ka, like sama komentar, gratis ko, jangan lupa juga untuk vote sebanyak2 dan beri bintang 5 buat Authour semangat nulisnya, Terimakasih*.


kritik & saran


IG:TariWidury1


FB:Tari inong


mohon maaf ya ka aku up gak tentu, tapi diusahakan up tiap hari ya ka, Terimakasih sudah membaca😍