
Sherlyn dan Jasmine terlihat sedang memperhatikan Seseorang yang disuruh untuk memancing Angel untuk keluar rumah, yaitu orang yang menyamar sebagai tukang paket.
Ting Tong.
Suara bel berbunyi menandakan ada seseorang yang menekanya. Setelah menunggu cukup lama, akhirnya Asisten rumah tangga Angel pun keluar rumah dan mendekati seseorang yang menyamar menjadi tukang kulir.
"Ada paket ya mas?" tanya Bi Ida asisten rumah tangga Angel.
"Iya bu. Tapi ini harus ditanda tangani sama mbak Angelnya langsung soalnya harga didalamnya mahal" ucap sang kulir, membuat Bi Ida sedikit mengerutkan keningnya, karna merasa heran.
"Bilang dulu aja Bu, sama mbak Angelnya!" ucap sang kulir, dibalas anggukan oleh Bi Ida.
"Yaudah. Sebentar ya mas!" ucap Bi Ida, lalu pergi kedalam rumah kembali, Jasmine dan Sherlyn pun tersenyum licik didalam mobil, kemungkinan besar wanita ****** itu ada dirumah
"paket apa ya Mas? saya gak pesen paket apapun perasaan" ucap Angel keluar dari gerbang dan mendekati sang kulir tipuan.
"Disini ada nama penerimanya Mbak, bisa dilihat dulu" ucap sang kulir, karna penasaran Angel pun mengambil paketnya da melihat dan penerimanya membuat hati Angel berbunga.
"Ya Ampun. Ini dari Riski, aku gak nyangka Riski kasih aku paket, padahal aku tadi ketemu Riski, Riski gak bilang apa-apa" girangnya membuat Sherlyn dan Jasmine mencibir kompak, tapi mereka merasa senang karna si j*lang itu telah masuk perangkatnya.
"Silahkan tanda tangan dulu disini mbak!" ucap Kulir, dibalas anggukan oleh Angel, lalu menulis tanda tangan dibuku yang telah disediakan kulir.
"Kalau begitu makasih ya mbak. Saya permisi dulu!" pamit sang kulir, tapi tidak digubris oleh Angel, Angel malah asyik memandangi peket tersebut, lalu masuk kedalam untuk membuka paket.
"Duh. Seneng banget" puji Angel ketika mendapatkan paket dari Riski yang berisi gaun malam cantik dan terdapat isi surat didalamnya.
"Eh, ada suratnya" ucap Angel dengan mengambil surat di selembar buku dan membacanya.
"Uhhh, Riski Sosweet banget mana ngajak aku diner lagi, mimpi apa shi aku?" ucap Angel dengan menepuk-nepuk pipinya pelan dan menyadari bila itu bukan mimpi tapi nyata.
"Kayanya aku harus dandan cantik deh malam ini, aku mau bikin Riski terpesona lihat aku" percaya diri Angel dengan cepat masuk kedalam kamar dan memilih keperluan malamnya aga terlihat lebih cantik.
"Semuanya udah beres mbak" ucap sang kulir palsu. "Alat menyadap suaranya apa udah kamu dipasang?" tanya Jasmine, Kulir palsu pun mengacungkan kedua ibu jarinya sebagai tanda sudah beres.
"Ini buat kamu, sebagai tanda terimakasih" ucap Jasmine dengan menyodorkan amplop coklat dan memberikanya kepada kulir palsu.
"Makasih ya mbak, kalau ada apa-apa jangan segan-segan hubungi saya lagi aja" ucap sang kulir, dibalas anggukan oleh keduanya.
"Kalau begitu saja pamit dulu mbak!, makasih banyak ya atas pekerjaanya" ucap Kulir palsu, lalu pergi meninggalkan Sherlyn dan Jasmine.
"Sekarang kamu coba telpon Riski, buat datang ke cafe yang udah kita boking" titah Jasmine, Sherlyn pun hanya mengangguk dan melakukan apa yang di titah Jasmine.
"Udah ka. Riski udah mau katanya" ucap Sherlyn dengan senyum liciknya, setelah selesai menelpon.
"Oke, kalau gitu kita tinggal tunggu malam aja Sher" ucap Jasmine dibalas senyuman oleh Sherlyn.
"Kita lihat aja apa bener si Riski udah berubah atau belum? sekalian kita kasih pelajaran buat si pelakor" Ucap Jasmine dengan senyum liciknya, ternyata kelinci yang manis pun bisa berubah menjadi rubah yang jahat saat anggota keluarganya terancam.
~
Malam harinya.
Sherlyn dan Jasmine sudah memutuskan untuk pergi ke tempat cafe terlebih dahulu, karna Riski sudah menelpon tidak akan pulang kerumah terlebih dulu dan akan langsung ke cafe tersebut. Mereka pun menunggu dalam mobil dengan seksama memperhatikan setiap detik demi detik, siapa yang lebih dulu masuk kedalam cafe apakah Riski atau Angel.
"Tuh ka si Angel udah datang" ucap Sherlyn ketika wanita memakai gaun berwarna maroon keluar dalam mobil.
"Yes, kayanya rencana kita akan berlancar dengan mudah nih" ucap Jasmine dengan tawanya.
"Iya ka pasti itu. Aku udah gak sabar buat kasih pelajaran buat si pelakor nih" ucap Sherlyn dengan mengepalkan kedua tanganya menahan emosi yang seakan menjadi.
"Sabar dulu ya Sher! jangan marah dulu kalau kamu marah kita ngga bakal tau semuanya" usul Jasmine dengan menepu-tepuk bahu Sherlyn pelan, Sherlyn pun hanya mengangguk dan menahan sedikit lebih lama lagi emosinya.
Maaf ya ka kalau aku up telat banget, aku udah usahain buat tiap hari up, walaupun telat, sekali lagi tolong dimaafin ya ka❤
malam akan di up kembali ya ka, buat kaka-kaka yang udah setia nunggu aku up😍