
Warning!
Novel ini sedang tahap renovasi
mohon maaf bila kalian menunggu
Up terlalu lama.
----------------------------------------------------
Sorak gembira terdengar saat Anak berusia lima tahun dan Ibunya Baru saja datang di Rumah baru Miliknya. Saking senangnya Anak tersebut sampai loncat ria karna terbebas dari Rumah kontrakan kecilnya.
"Yey, Rumahnya besar banget. Bu" Celoteh sang anak, diangguki sambil tertawa oleh ibunya.
"Kamu seneng gak?" tanya Angel dengan memanggu anaknya, lalu mendudukinya disofa yang telah tersedia di Rumah barunya.
"Seneng banget Bu. Tapi dimana Ayah?" tanya Haidar karna Ibunya tersebut telah menjanjikan dirinya untuk bertemu dengan sang Ayah.
"Tungguin Bentar ya sayang!, kalau Ayah udah pulang kerja Pasti kesini" Ucap Angel dibalasan senyuman oleh Haidar.
Baru saja beberapa menit mereka menanyakan Ayah Haidar, Seseorang Pria sudah datang dibalik pintu yang dibuka. Pria tersebut adalah Riski yang sengaja datang untuk menemui mereka. memastikan mereka betah di Rumah barunya. Haidar dan Angel pun yang mendengar pintu dibuka buru-buru melihat kearah pintu.
"Hai, Jagoan kecil Ayah" Sapa Riski dengan mengacak-acak rambut Haidar gemes.
"Ibu. dia Ayahku?" tanya haidar yang masih belum percaya. meminta kepastian kepada Ibunya, dibalas anggukan Pelan oleh Angel.
"Ayah. Aku rindu" ucap Haidar memeluk tubuh Riski erat dengan meneteskan air mata bahagia.
"Ayah. juga rindu Kamu" Jawab Riski membalas pelukan anak Lelakinya. yang baru saja bertemu denganya.
"Ayah. kemana saja selama ini? aku selalu diejek oleh temanku karna tidak mempunyai Ayah"adu Haidar semakin banyak deraian air matanya yang keluar, karna mengingat ejekan teman-temenanya.
"Maafkan Ayah sayang!, gara-gara Ayah kamu menderita selama ini"sesal Riski dengan menghujami Anak Laki-lakinya dengan kecupan di wajahnya, sebelum terlambat menyesal Riski ingin merangkul dan menyayangi Anaknya sepenuhnya, karna Riski sadar Haidar tidak memiliki dosa apapun.
"Ayah jangan pergi lagi!" minta Haidar tidak ingin melepaskan pelukanya, karna Haidar takut bila dilepas Ayahnya akan pergi meninggalkan Haidar seperti dulu.
"Ayah. ngga akan kemana-mana sayang, Ayah Sayang kamu, sekali lagi maafkan Ayah!" ucap Riski menahan air matanya agar tidak keluar karna melihat Anaknya Haidar sudah tumbuh menjadi anak menggemaskan tampa Riski ketahui.
"Aku maafin Ayah, Asal Ayah jangan pergi lagi ninggalin Aku sama Ibu" Ucap polosnya dengan wajah memelas, siapa pun orang yang melihatnya pasti akan iba melihat wajah melas Haidar. Riski pun yang mendengar ucapan sang putra hanya bisa mengangguk pelan sebagai jawaban, walaupun tidak mempunyai hubungan apapun dengan Ibunya atau lebih jelasnya tidak akan pernah memilki hubungan apapun.
"Makasih Ayah" Ucapnya Haidar dengan terus memeluk Riski erat, Angel pun yang melihatnya hanya tersenyum miris, bagaimana tidak Angel tau Riski sudah memiliki istri dari Riski sendiri, membuat Angel sadar diri dan tidak ingin berharap lebih, meski pun Haidar menginginkanya.
"Kalau gitu Anak Ibu makan dulu ya!, udah itu Mandi terus istirahat Karna ini udah malam" ucap Angel melepaskan pelukan Haidar, tapi rupanya Haidar enggan untuk melepaskan Karna rasa Rindu yang masih ingin tersalurkan.
"Haidar kamu harus nurut ya sama ibu!, kalau kamu gak nurut Ayah bakal pergi lagi" ancam Riski dengan terpaksa Haidar pun melepaskan pelukanya dan Patuh akan perintah ibunya.
Riski pun duduk sendiri dengan perasaan campur aduk antara bahagia dan cemes, apakah Sherlyn akan menerima bila Riski sudah mempunyai Anak. Riski takut Sherlyn tidak akan menerimanya dan meminta cerai dari Riski itulah satu-satunya hal yang Riski takutkan sekarang, tapi cepat atau lambat pasti Sherlyn akan menge-tahuinya sebenarnya, bila tidak dari Riski pasti dari orang lain. sekarang Riski bingung bagaimana caranya bicara kepada Sherlyn dan memilih waktu yang tepat untuk mengatakanya.
"Ayah"panggil Haidar membuyarkan lamunan Riski, tidak terasa Riski melamun begitu lama, Sampai Haidar sudah selesai mandi dan makan.
"Iya, Sayang" jawab Riski dengan tersenyum kepada Haidar. Angel pun melihatnya begitu meng-hangat. sekarang Angel jadi berpikir untuk menikah dan mempunyai Anak lalu, menjadi keluarga kecil bahagia seperti ini.
"Ayah. Haidar pengen tidur sama Ayah dan Ibu" ucapnya manja dengan mata yang berbinar. Riski mulai kesusahan untuk menjawab permintaan putranya, mana mungkin Riski tidur dengan wanita lain, sedangkan Istri dan Anaknya sedang menunggu di Rumah, walaupun disini ada Putranya tapi tetap Riski masih tidak enak, apalagi Angel dan Riski yang tidak memiliki hubungan apa-apa.
"Ayah harus pergi Sayang" ucap Riski dengan hati-hati, disaat itu juga Haidar mulai menangis membuat Angel dan Riski mulai panik.
"Udah dong Sayang! jangan nangis!, Besok Ayah kamu bakal kesini lagi ko" bujuk Angel tapi tetap saja Haidar masih terus menangis bahkan sudah terisak-isak.
"Nanti besok aja beliin Es cream deh" bujuk Riski, tapi tetap dibalas gelengan kepala oleh Haidar.
"Ayah jangan pergi pokonya!" ucapnya disela-sela tangisnya. Haidar menghapus air mata dengan punggung tanganya. Angel pun yang sudah hafal sikap Putranya mencoba memberikan kode kepada Riski, agar Riski mau menuruti permintaan Haidar untuk sementara waktu.
"Iya deh, Ayah ngga bakalan pergi tapi Haidar udah ya nangis nya!" bujuk Riski berhasil membuat Haidar berhenti menangis. Riski pun memangkul Haidar untuk duduk dipangkuanya, dikuti oleh Angel duduk disampingnya, kini mereka sudah persis seperti Keluarga kecil bahagia.
"Sekarang kamu tidur ya!" titah Angel dibalas anggukan oleh Haidar, saat Angel akan menggendong Haidar untuk masuk kedalam kamar, Haidar malah bersembunyi didalam pelukan Riski.
"Aku gak mau tidur di Kamar, aku takut Ayah pergi" ucapnya ketakutan, membuat Riski bingung harus bagaimana.
"Yaudah, Haidar tidur disini aja ya sama Ibu!" tukas Angel dan akhirnya Haidar pun mau tidur didalam pangkuan Angel.
"Haidar udah tidur balum?, aku mau pulang" ucap Riski, Angel pun hanya mengangguk sebagai tanda jawaban, Sekarang Angel tau begitu Cintanya Riski kepada Istrinya.
"Riski" panggil Angel. ketika Riski akan Melangkah pergi dari hadapanya.
"Iya, ada apa Angel?" tanya Riski. takut ada hal penting yang harus dibicarakan lagi bersama Angel.
"Kamu udah bilang sama Istri kamu, kalau kamu udah punya anak dari wanita lain?" tanya Angel begitu penasaran, seketika selesai Bicara Angel merasa lega karna sudah menanyakan-nya.
"Belum" jawab Riski Apa adapanya.
"Kenapa?" Tanya Angel lagi, membuat Riski hanya bernafas kasar lalu mengeluarkanya dari mulut.
"Aku harus cari waktu yang tepat" Jawab Riski sesuai dengan apa yang dia pikirkan.
"Aku harap secepatnya, karna cepat atau lambat Istri mu akan mengetahuinya" ucap Angel, Riski pun hanya memejamkan matanya beberapa menit, agar mengurangi beban didalam otaknya.
"Baik" ucap Riski tampa berpamitan kepada Angel, meninggalkan Angel sendirian dengan tidak epot-repot melihatnya. Angel pun merasa ada yang aneh ketika Riski pergi, kehangatan-nya juga ikut pergi.
*Mohon dukungan like dan komentarnya ya. jangan lupa vote juga. Terimakasih telah membaca*